[FF Competition] Wrong Destiny

Judul FF : Wrong Destiny
Genre : romance, sad ending

 

Terlahir sebagai orang miskin benar-benar membuat kehidupan seseorang menjadi lebih keras. Membangun orang tersebut menjadi orang yang terlihat tidak pedulian dan egois. Padahal sebenarnya mereka sama seperti manusia lainnya, hanya saja…mereka tidak bisa terlalu menunjukkannya karena dunia yang terlalu keras bagi keberadaan mereka.

 

Lee Jong Hyun, pemuda itu hanyalah pemuda biasa. Terlahir dari keluarga miskin, membuatnya menjadi seorang pejuang tangguh. Tetapi terlihat jahat dan bengis di mata orang lain. Sebagai CEO yang masih tergolong muda, usianya masih 28 tahun, Jong Hyun bertunangan dengan putri dari sang pemilik perusahaan tempatnya bekerja melalui perjodohan yang diatur oleh beliau sendiri. Beliau begitu mengagumi kegigihan Jong Hyun hingga ia mempercayakan putrinya untuk bertunangan dengan seorang pemuda miskin yang mengandalkan otaknya untuk mengesankan orang lain.

Hubungan antara Jong Hyun dan Ha Na, sang putri presdir, bisa dibilang hanya terlihat baik di luaran saja. Misalnya saja jika mereka menghadiri sebuah pesta atau pergi berwisata bersama presdir, semuanya terlihat baik-baik saja. Padahal sebenarnya hubungan mereka sangat jauh dari kata baik-baik saja.

Tiap kali Ha Na mengajak Jong Hyun untuk makan siang bersama atau menemaninya pergi tamasya saat liburan kuliah, Jong Hyun pasti menolak dengan dalih banyaknya pekerjaan. Menyebalkan…selalu hanya kata itu yang bisa diucapkan Ha Na kepada Jong Hyun.

Sesungguhnya, Jong Hyun melakukan semua ini hanya karena ia terlalu mencintai Ha Na. Ia tidak mau jika masa depannya nanti sama seperti kedua orang tuanya yang terpaksa berpisah karena meributkan urusan yang selalu sama, kemiskinan.

Saat itu Jong Hyun hanya seorang pemuda berandalan berusia 17 tahun. Kelakuan berandalannya itu ia dapatkan dari kondisi di rumah yang selalu kacau. Kedua orang tuanya selalu ribut membahas masalah uang juga mengenai ibunya yang tidak bisa berhenti mengeluh akan kemalasan ayahnya yang sudah mengganggur sejak 6 tahun yang lalu. Jujur…Jong Hyun sangat takut juga kesal tiap kali mereka ribut. Jong Hyun takut mereka akan berpisah dan meninggalkannya dan ia merasa kesal karena mereka berdua menikah dan membawanya ke dunia yang menyeramkan ini. Seperti menyalahkan takdir tetapi memang itulah yang harus dilakukannya. Hingga tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-18, ayahnya memutuskan untuk meninggalkan rumah hingga ibunya terpaksa bekerja kasar demi memasukkannya ke dalam sebuah tempat kuliah bergengsi. Di sana, Jong Hyun begitu terpacu untuk belajar dengan giat dan memberikan kehidupan yang baik bagi ibunya juga mencari ayahnya.

Tetapi begitulah takdir yang tidak bisa berhenti mempermainkan orang. Saat usianya menginjak 26 tahun, Jong Hyun berhasil menjadi CEO di perusahaan ayahnya Ha Na dan saat itulah ibunya meninggal dunia. Begitu juga dengan pencarian ayahnya yang tidak pernah membuahkan hasil.

Jong Hyun takut jika ia menikah dengan Ha Na nanti dan memiliki anak dengannya, suatu hari Ha Na akan meninggalkannya karena kemiskinan atau mungkin karena hidup sederhana yang hanya bisa diberikan oleh Jong Hyun jika tidak terus bekerja.

 

_Wrong Destiny_

 

“Oppa…bisa kita keluar hari ini? Pergi ke Everland?”

“Oppa banyak pekerjaan, nanti saja…”

Menyebalkan…batin Ha Na. Sudah 3 jam ia duduk di hadapan tunangannya sendiri dan tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas di atas mejanya, Jong Hyun dengan mudahnya menolak ajakannya.

“Oppa…sekali ini saja…”

“Lain kali saja…” jawab Jong Hyun, ketus. Ia tidak bisa menahan luapan emosinya akibat berkas-berkas kacau yang menumpuk di atas meja kerjanya dan harus dilaporkan hari ini juga kepada presdir.

“Tapi aku ingin mengatakan sesuatu di Everland, Oppa!” bentak Ha Na.

Jong Hyun akhirnya mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya. Memberikan tatapan datar kepada Ha Na, mengijinkannya untuk berbicara.

“Ada yang ingin kukatakan…sekali ini saja lalu aku tidak akan mengganggumu lagi…” sambung Ha Na dengan nada kesal lalu ia bangkit berdiri dan segera berbalik, bermaksud meninggalkan ruang kerja tunangannya. Tetapi Jong Hyun cepat-cepat memanggil namanya, memaksanya untuk kembali berbalik.

“Kalau memang penting, Oppa akan pergi.”

 

_Wrong Destiny_

 

Sudah setengah hari Jong Hyun dan Ha Na mengelilingi Everland. Hari sudah mulai senja dan Ha Na sepertinya sama sekali belum lelah. Beda dengan Jong Hyun yang mengenakan setelan jasnya, benar-benar kacau.

“Ha Na…ayo duduk sebentar.”

Ha Na menoleh ke belakang di mana Jong Hyun berdiri di sana sambil memegangi dadanya yang naik turun tidak beraturan. Dasar sudah tua, jadi manja, batin Ha Na.

Ha Na tersenyum sekilas lalu mengangguk, menghampiri Jong Hyun. Mereka duduk di sebuah bangku besi panjang yang berhadapan langsung dengan bianglala yang berlatar langit senja. Sangat cantik, batin Jong Hyun. Sudah 10 tahun berlalu dan hari ini ia bisa kembali menyaksikan pemandangan yang begitu indah bersama seseorang yang amat sangat dicintainya.

“Oppa…”

Jong Hyun menoleh ke sampingnya dan menemukan Ha Na memanggilnya sambil masih memperhatikan kecantikan yang berada di hadapan matanya saat ini.

“Ayo kita putus.”

“Ha Na…”

Ha Na balas menatap Jong Hyun. Menyalurkan keseriusan melalui kedua matanya yang terlihat begitu cantik di mata Jong Hyun.

“Ayo kita sudahi semuanya…”

“Tapi Ha Na…”

Ha Na menaruh jari telunjuknya di bibir Jong Hyun sebelum ia sempat menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya. Cukup, Ha Na sudah terlalu sakit hati saat ini dan ia sangat mengerti seorang Lee Jong Hyun yang berada di hadapannya saat ini. Jong Hyun pasti tidak ingin putus darinya karena takut akan pekerjaannya. Tetapi keputusannya sudah bulat saat ini dan baik Jong Hyun maupun dirinya harus memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing yang mungkin akan lebih mengerti. Sejujurnya, Ha Na hanya sudah tidak bisa mengerti lagi akan Jong Hyun atau setidaknya mengambil pandangan Jong Hyun sebelum memutuskan segala sesuatu.

“Tenang saja Oppa…jika kita putus, akan kupastikan Appa tidak akan mempermasalahkannya hingga pekerjaan Oppa terganggu. Gomawo untuk semuanya.”

Ha Na cepat-cepat bangkit berdiri lalu berjalan dengan sangat cepat, meninggalkan Jong Hyun seorang diri. Kini semuanya sudah terlambat dan Jong Hyun hanya bisa meratapi nasibnya seorang diri. Takdirnya telah mempermainkannya dengan begitu kejam. Dan ketika semua orang meninggalkannya karena kemiskinan maka kekayaan akan membuatnya ditinggalkan orang yang sangat dicintainya.

“Ada yang ingin kukatakan…sekali ini saja lalu aku tidak akan mengganggumu lagi…”

 

The End

 

3 thoughts on “[FF Competition] Wrong Destiny

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s