[FF Competition] In My Eyes

Title     : In My Eyes

Genre  : Romance – Sad Ending

 

~o~

 

Kim Yera pov

 

“Yonghwa oppa apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku penasaran dengan sosok laki-laki yang kini sudah menjadi namja chingu-ku sejak tiga bulan yang lalu

“aku baru saja selesai merajut syal untukmu” jawab Yonghwa sambil memakaikan syal buatannya itu

“waah pasti sangat bagus, sayang sekali aku tidak bisa melihatnya” aku tersenyum, dan kini aku memegang erat syal yang sudah melingkar di leherku.

“eii jangan seperti itu, sebentar lagi kau pasti bisa melihat. Kau ingat kan kata dokter Choi, dia bilang akan terus mencari orang yang ingin mendonorkan matanya untukmu”

Aku tersenyum begitu mendengar Yonghwa yang selalu menyemangatiku. Aku memang tidak bisa melihat, sudah hampir satu tahun aku tidak bisa melihat. Hal itu terjadi karena sebuah kecelakaan yang menyebabkan mataku buta. Aku kecewa, ya sangat kecewa dengan keadaanku yang seperti ini, bahkan aku sempat ingin bunuh diri, namun aku selalu berpikir kalau aku tidak boleh seperti itu, aku yakin Tuhan mempunyai jalan lain untukku.

Hingga Aku bertemu dengan Yonghwa, laki-laki berhati malaikat, disebuah Cafe yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumahku. Dia menolongku saat aku terjatuh karena ada orang yang tidak sengaja mendorongku, dia benar-benar malaikat penolongku yang selalu ada untukku hingga sekarang.

 

~o~

Yonghwa pov

 

Aku mengajak Yera ke taman, disinilah tempat aku menyatakan cintaku padanya tiga bulan lalu. Aku benar-benar mencintai Yera, aku tidak perduli dia tidak bisa melihat atau apapun. Aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu Kim yera.

oppa kau tahu kalau aku bisa melihat nanti, tempat yang sangat ingin aku kunjungi adalah taman ini” ucap Yera yang kini sedang menikmati udara sejuk taman bermain ini

“yera-ah bagaimana kalau kita foto bersama skarang?” tanyaku yang langsung mengeluarkan ponselku

“foto?”

Aku merapihkan poni yang sedikit menutupi wajahnya, kini aku merangkulnya dan ia tersenyum “1.. 2.. 3..” klik. Kalian tahu ini adalah foto pertama kami. Aku sangat senang begitu melihat Yera tertawa sekarang. “one more” lanjutku. Dan chu~ aku mencium pipi Yera hingga membuatnya sangat terkejut. Foto ini adalah foto Yang menjadi favoriteku karena di sini Yera terlihat sangat polos dan menggemaskan.

“ada satu hal lagi yang sangat ingin aku lihat. Wajahmu dan juga foto kita” ucap Yera masih dengan senyumnya

Aku terdiam, kini aku meraih kedua tangan yera dan menaruhnya dikedua pipiku. “biarpun kau tidak bisa melihatku, coba sekarang bayangkan bagimana wajahku setelah kau menyentuhnya”

Tangan Yera kini mulai bergerak, aku memejamkan mataku. Dia meraba wajahku dari alis, mata, hidung, hingga bibir. Aku hanya bisa tersenyum tipis menyembunyikan rasa sedihku.

Tiba-tiba saja Yera mencium bibirku singkat, aku membuka mataku dan melihat dia tersenyum manis sekarang.

Aku kini memeluk Yera dengan erat. Aku berharap dia dapat merasakan tulusnya cintaku. “saranghae

~o~

Yera pov

 

Aku kini memegang erat syal buatan Yonghwa waktu itu. Aku sangat menyesal karena tidak bisa melihatnya. Beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya. Entahlah aku sangat merindukan Yonghwa sekarang, benar-benar sangat merindukannya.

Drtt.. drtt.. ponselku tiba-tiba saja bergetar, nama Yonghwa yang terdengar. Aku memang sengaja merubah nada deringku agar aku tahu kalau Yonghwa yang menghubungiku.

yoboseyo Yong oppa” ucapku lebih tepatnya aku berteriak sekarang

ne, apa kabarmu yera-ah? Mianhae aku baru bisa menghubungimu sekarang” jawab Yonghwa diseberang sana. Akhirnya aku bisa mendengar suaranyna. Jujur saja aku sangat merindukan suara ini, sangat rindu!

“aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? kau menghubungiku sekarang itu  sudah buat aku sangat senang” aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi, aku benar-benar sudah menantikan suara ini “Yong oppa bogoshipoyo” kataku dengan nada sedikit manja

aigoo kau mulai aegyo lagi? Kenapa harus ditelepon? Huh? Akukan tidak bisa melihat wajah imutmu itu” aku mendengar Yonghwa tertawa

“aishh gombal. Oppa kau dimana? Apa kau tidak merindukanku?”

“mana mungkin aku tidak merindukanmu? Aku sedang jalan menuju rumahmu, tunggu aku. Eoh?”

“baiklah, hati-hati ya”

“hm”

Yonghwa memutuskan sambungannya. Aku kini sedang menunggu Yonghwa datang, satu jam sudah berlalu namun ia masih belum datang. Hingga kini sudah hampir dua jam Yonghwa masih belum datang juga. Aku terus mengirim pesan dan sesekali mencoba menghubunginya namun tidak ada balasan bahkan ponselnya tidak dapat dihubungi sekarang. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku jadi berpikiran yang tidak-tidak.

Ponselku berbunyi, nada dering yang aku stel khusus panggilan dari Yonghwa kini berbunyi. Akhirnya dia menghubungiku, aku sudah sangat khawatir rasanya.

yoboseyo Yong oppa kenapa lama sekali? huh?” ucapku begitu aku tau pasti Yonghwa yang menghubungiku

yoboseyo” suara itu bukan suara Yonghwa, lalu siapa? Siapa yang sekarang sedang memakai ponselnya?

nu..nuguseyo?” tanyaku begitu tau suara itu bukanlah suara Yonghwa

“nona, apa tadi kau yang dihubungi oleh pemilik ponsel ini? Saya melihat nomor ini adalah panggilan terakhir dari ponsel ini”

ne, nuguseyo? Ada apa sebenarnya? Diama Yong oppa?”

“saya dari pihak kepolisian, saya ingin beritahu pemilik ponsel ini baru saja terjadi kecelakaan dan sekarang sudah dibawa kerumah sakit.”

m..mwo?” hatiku serasa baru saja ditusuk oleh panah yang runcing, sakit sangat sakit! “ne arraseo”

Dengan langkah cepat aku langsung mencari ruang ICU tempat dimana kini Yonghwa berada, dengan bantuan suster yang kini berada disampingku.

Aku benar-benar menjadi orang yang tidak berguna, sekarang Yonghwa terbaring lemah dan aku tahu keadaannya koma. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa terdiam didepan ruangan, dengan pandangan gelap dan tidak bisa melihat apapun.

“Kim Yera?” aku mendengar ada seseorang yang memanggilku “kenapa kau tidak masuk? bagaimana keadaan Yonghwa? Kau ingat aku kan, aku Shiwoo sahabat Yonghwa” lanjutnya

“ah Shiwoo-ssi, aku tidak ingin masuk. Aku takut..” jawabku

“takut?”

“hm aku takut dia hanya menungguku. Aku mendengar kata dokter keadaannya koma sekarang” aku tak kuasa menahan tangisku, begitu aku memberi tahu Shiwoo tentang keadaan Yonghwa. Sungguh, aku merasa aku sangat tidak berguna.

“Yera-ssi kau harus menemuinya aku yakin dia pasti akan senang kalau kau menemuinya”

Aku mengikuti langkah Shiwoo, jujur saja aku takut, sangat takut. Kini aku sudah berada tepat disamping Yonghwa yang kini terbaring koma.

“Yong oppa” kataku, tanpa ku sadari air mata mulai membasahi pipiku “wae? Kenapa kau jadi seperti ini?” aku menyentuh pipinya, kini ia bernapas dengan bantuan oksigen. “kau tahu kan besok lusa aku akan operasi. Bertahanlah, aku mohon tunggu aku sampai aku bisa melihatmu. Aku ingin kau ada saat aku membuka mataku untuk yang pertama kalinya. Aku mohon” aku semakin terisak, benar-benar tidak kuat rasanya.

“Shiwoo-ssi aku mohon tolong kau jaga dia selama aku operasi, dan kalau dia sudah sadar tolong sampaikan kalau aku sedang menunggunya”

ne, aku akan sampaikan semua itu. Yera-ssi hwaiting! Semoga operasimu berjalan dengan lancar” Shiwoo menepuk bahuku untuk memberiku semangat

gomawo” aku mencoba tersenyum, walaupun air mataku masih belum bisa berhenti

~o~

Dengan perlahan aku membuka mataku, aku melihat ada setitik cahaya putih yang masuk ke dalam mataku. Kini cahaya itu semakin besar, dan saat aku benar-benar membuka mataku, aku bisa melihat lampu yang berada tepat diatasku. Aku mengedip-ngedipkan mataku, aku benar-benar bisa melihat sekarang. Aku melihat ke sekeliling ruangan, namun orang yang ku cari tidak ada. Ruangan ini kosong, hanya ada aku sendiri disini. Dimana dia? Apa dia tidak ingat kalau hari ini aku sudah bisa melihat? Atau dia masih terbaring koma?

Aku bangkit dari tempat tidurku. Kini aku berjalan perlahan, sambil mencari ruang ICU, mungkin saja Yonghwa masih berada disana. Aku bertemu dengan seorang suster yang baru saja keluar dari ruang ICU

“permisi, apa orang yang kecelakaan waktu itu masih berada diruang ini?” tanyaku yang benar-benar penasaran dengan keberadaan Yonghwa

“orang yang kecelakaan disini bukan hanya satu. Mungkin dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan”

Aku langsung tersenyum dan langsung pergi ke ruang perawatan. Aku melihat satu persatu kamar dari jendela, namun orang yang ku cari nihil tidak ada. Aku merasakan sedari tadi ada orang yang mengikutiku, aku menoleh dan mendapati ada seorang  laki-laki yang berdiri tidak jauh dari tempatku.

“Kim Yera” ucapnya. Dia mengenalku? Tapi siapa dia? Ah aku sepertinya pernah mendengar suara itu sebelumnya “aku Shiwoo, kau ingatkan?” tanyanya

“oh Shiwoo-ssi, hm tentu saja aku mengingatmu” jawabku yang merasa bahagia karena bisa melihat orang yang aku kenal sebelumnya sekarang. “shiwoo-ssi sedang apa kau disini? Kau pasti ingin menjenguk Yong oppa? Dimana dia? Bagaimana keadaannya? pasti sudah lebih baik kan?” aku melemparkan bertubi-tubi pertanyaan, namun Shiwoo hanya teridam dia tidak menjawab sepatah katapun “Shiwoo-ssi? Ada apa?” aku menjadi semakin penasaran

“ah ani, aku kesini karena ingin bertemu denganmu Yera-ssi” jawab Shiwoo setelah cukup lama terdiam

“ah begitukah?”

“Yera-ssi hari ini kau suddah boleh pulangkan? Aku akan mengantarmu pulang, kau mau kan? Ini salah satu pesan Yonghwa”

Aku akhirnya mengangguk, jujur saja aku agak sedikit kecewa aku ingin Yonghwa lah yang datang dan menjemputku sekarang. Mungkin dia sedang sibuk, itu yang ada dipikirkanku. Setidaknya aku tahu kalau dia sudah tidak dirawat di rumah sakit ini, jadi dia pasti sudah sehat dan baik-baik saja, bukan?

“yera-ssi ini untukmu” Shiwoo memberiku kotak dengan ukuran sedang dengan pita berwarna merah diatasnya, saat sampai didepan rumahku

“untukku?”

Shiwoo mengangguk “itu dari Yonghwa”

“ah jadi dia memberiku hadiah. Gomawo Shiwoo-ssi

Aku langsung masuk ke dalam rumah, lalu aku membuka kotak dengan pita merah itu. Aku melihat ada beberapa lembar foto disana, foto aku dengan seorang laki-laki yang tampan, dia pasti Yonghwa. Aku tersenyum ketika melihat foto dimana Yonghwa mencium pipiku. Pandanganku sekarang tertuju pada CD yang berada didalam kotak ini juga, aku langsung menyetelnya. Aku melihat seorang laki-laki yang kini sedang duduk di sofa, ya dia Jung Yong Hwa.

annyeonghaseyo, jeoneun Jung Yong Hwa imnida” Yonghwa sedikit membungkukan badannya lalu tersenyum, sangat manis. Akupun ikut tersenyum melihatnya.

“Yera-ah kau sudah bisa melihatku kan? Kau sudah tau bagaimana wajahku, aku tampan bukan?” Yonghwa tertawa, kemudian ia terdiam sejenak. “yera-ah bagaimana perasaanmu? Pasti kau bahagia karena sudah bisa melihat sekarang, aku juga sangat bahagia melihatmu bahagia. Yera-ah mianhae, aku tidak bisa menjadi orang pertama yang kau lihat saat kau membuka mata untuk yang pertama kalinya, mianhae aku juga tidak bisa menemuimu sekarang” aku melihat Yonghwa terdiam cukup lama, matanya terlihat berkaca-kaca ketika ia menatap ke arah kamera, namun dia sebisa mungkin tersenyum.

“yera-ah mianhae aku tidak bilang padamu kalau aku sebenarnya sedang sakit sekarang. Hampir setiap hari kepalaku terasa sangat sakit. Kau tahu kata dokter penyakitku sudah mulai parah, dan hidupku hanya sebentar lagi, itu tidak benarkan? Aku tidak mau kau mengkhawatirkanku, itulah salah satu alasan mengapa aku menghindarimu, aku tidak ingin terlihat lemah dihadapanmu” tanpa kusadari sebulir air mata itu membasahi pipiku sekarang. “hey jangan sedih, aku tidak mau kalau sampai kau menangis karenaku. Itu juga yang menjadi alasan kenapa aku tidak memberi tahumu” Yonghwa tersenyum disana.

Setelah beberapa menit aku terdiam menunggu kelanjutan dari video itu, kini mulai muncul gambar yang menggantikan layar hitam yang sedari tadi aku tunggu. Namun sekarang dalam video itu Yonghwa terbaring lemah, dengan perban dikepala dan disekitar tangannya. Aku yakin, itu pasti saat keclakaan satu minggu yang lalu. “yera-ah annyeong, aku menyuruh Shiwoo untuk merekam” ucapnya lemah dengan disertai senyuman tipis “yera-ah aku sudah memutuskan untuk mendonorkan mataku untukmu, tolong kau jaga baik-baik, eoh?” Yonghwa  tersenyum, namun entahlah senyuman itu malah membuat hatiku terasa sangat sakit. Dia mendonorkan matanya untukku? Lalu mata indah ini adalah matanya? Aku tidak tahan menahan tangisku.

“yera-ah mianhae, jeongmal mianhaeyo” Yonghwa mencoba tersenyum lagi, namun air matanya kini mulai membasahi pipinya sendiri. “mungkin disaat kau melihat video ini, aku sudah pergi. Pergi jauh untuk selamanya, aku tidak akan lagi berada disisimu. Tapi percayalah, aku akan selalu menjagamu walaupun kita sudah berada di dunia yang berbeda” lanjutnya lirih

Aku mengusap pipiku yang telah  dibanjiri air mata dan menutup mulut dengan satu tangan yang gemetar. “uljima.. aku tahu kau pasti sedang menangis sekarang” suara Yonghwa bergetar. “mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk selalu bersama. Percayalah Tuhan pasti mempunyai rencana indah dibalik semua ini. Saranghae Kim Yera” suara Yonghwa terdengar semakin melemah, pipinya sudah dibasahi oleh air mata. Sama denganku yang masih belum bisa berhenti dengan isak tangisku ini. Hatiku terasa perih, bukankah setiap pertemuan selalu ada perpisahan? Namun apa dengan cara ini aku berpisah dengan Yonghwa? Bahkan aku belum sempat berterimakasih padanya, dia sudah benar-benar pergi dari hidupku.

“Yong oppa..” ucapku lirih begitu melihat foto Yonghwa dengan tangan membentuk love, dan bertuliskan ‘Dimanapun aku berada, hati ini akan selalu menjadi milikmu. Yera-ah terimakasih karena telah menjaga cintaku

gomawo Yonghwa oppa. Aku akan selalu menjaga mata indahmu ini, aku tidak akan pernah melupakan semua kenangan kita. Dan aku yakin, cinta kita kan abadi”

 

~END~

3 thoughts on “[FF Competition] In My Eyes

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s