[FF Competition] Kepergian Mu

Kepergian Mu

Created By Trihada

Romance- Monolog,Sad Ending

 

 

Kang Minyuk Pov….

K

etika kau memiliki seseorang yang kau sayangi. Pasti ada dalam hati mu rasa ingin selalu melindungi orang itu. Selalu berada di sampingnya,menjadi tameng utama agar ia tidak terluka. Karena sesungguhnya melihat orang yang kita sayangi tersakiti maka hati kita akan merasakan sepuluh kali lipatnya…….

“Kang Minyuk,Aih, Cepat bangun!..” Aih Apa-apaan ini. Suara ciri Khas seorang gadis yang sedang dalam masa pubertas-Melengking, masuk kedalam indra pendengaran ku.

“Kang Minhyuk, kau tidur seperti orang mati..” Aku masih tidak bergeming. Seluruh tubuh ku masih terbungkus oleh selimut tebal ku yang sangat nyaman.

“Oh,baiklah. Jika kau tidak mau bangun aku akan pergi. Dasar Namja pemalas.!” Suara melengking itu mulai menghilang. “Apakah kau benar-benar melupakannya?..” Melupakan? Melupakan apa?..
Dengan setengah hati aku menyembulkan kepala ku dari dalam selimut dan di iringin dengan wajah bingung khas bangun tidur.

“Aih! Paboooo.. Kang Minhyuk-ah kau benar-benar melupakannya..!” Seru Gadis manja itu.

“Me..melupakan apa maksud mu?..” Aku menggaruk kepala ku yang sama sekali tidak gatal untuk mengalihkan kelinglungan ku.

“Hari kelulusan kita,Namja Paboo!…” Jawab gadis itu ketus. Mungkin aku akan memberi tau siapa Yeoja yang sudah merusak tidur nyanyak ku ini.

Park Ha Rin-nama yang sangat ku suka. Ia adalah teman ku sejak kami sama-sama Baru masuk ke sekolah menengah akhir. Ia Gadis pertama yang mampu menolak pesona ku-Ehm, Bukanya terlalu percaya diri,tetapi percayalah tidak ada satu gadispun yang bisa menolak pesona Kang Minhyuk-kecuali Ha Rin. Ia adalah pelajar baruynag berasal dari Jerman. Ayahnya adalah orang korea asli,yang tentunya berasal dari keluarga terpandang. Sedangkan ibunya adalah orang Jerman. Ha Rin menyebutkan ibunya berasal dari Berlin-entah aku kurang tau dimana letak pastinya. Aku hanya pernah melihatnya di internet dan sedikit banyak cerita Dari Ha Rin.

 

Karena memiliki keturunan barat, ia memiliki perbaduan wajah antara barat dan timur. Seperti kulit putih,rambut coklat tua dan mata sedikit kebiruan. Tetapi ia memiliki pipi Chubby merona dan mata agak sipit khas asia dan tentunya-Cantik.

Kami memutuskan berteman karena ternyata ia juga tetangga dekat rumahku-Maksud ku,rumah kami bersebelahan. Tetapi sudah setahun belakangan ini ada yang aneh dengan Ha Rin, entah apa itu. Ketika aku menanyakannya ia hanya menjawab ‘Hya Kang Minhyuk,aku baik-baik saja’ dengan suaranya yang merdu itu,Hey tunggu! Sudah berapa kali aku memuji yeoja manja itu? Pabo….

Tidak terasa sudah hampir empat tahun kami menghabiskan waktu bersama,jujur saja sudah selama itu pula aku menyimpan perasaan aneh-sialan,yang sangat menggangu. Seperti sulit tidur karena selalu membayangkan wajah dan senyum manis Ha Rin,marah ketika ada laki-laki lain yang mendekatinya dan banyak hal bodoh yang tak dapat ku jelaskan.

****

“Aih.Jam berapa ini?…” Tanya Ha Rin.

“Hm? Jam 8, We?..”” Jawab ku sekenanya. Uh,nyawa ku belum terkumpul sepenuhnya.

“Oh, ayolah berhenti memasang wajah sok polos seperti itu. Kita sudah sangat terlambat Tuan Kang..” Ku lihat Ha Rin memutar kedua bola matanya bosan.

“Hn. Nona cerewet!..” Balas ku sambil mengacak rambutnya gemas.

“Ayolah,kau merusak tatananya Minhyuk-ah..” Sahutnya marah. “Sekali lagi kau menyenyuk rambut ku. Ku bunuh kau..” Ia mencoba mengancamku? Haha Ha Rin-ah itu tak kan berguna. Ha Rin merapihkan rambutnya dan terus bergerak gelisah.

“Bisakah kau diam? Kereta sudah sangat penuh..” Tanya ku Bosan.

“Hey salah siapa yang terlambat bangun? Kita jadi mendapat kereta penuh itu pun karena kau,ku ingatkan jika kau lupa..“ Jawaban ketus meluncur mulus dari bibir pink tipisnya. Ia menekan setiap berkataanya-oh,ayolah kita baru terlambat tiga puluh menit. Dunia tidak akan kiamat hanya karena itukan?..

Dengan tergesa-gesa Aku dan Ha Rin memasuki aula besar yang sudah dipenuhi oleh seluruh murid angkatan akhir dan para guru serta beberapa orang tua. Aku dan Ha Rin mencari kursi kami dan duduk dengan tenang. Kepala sekolah menyelesaikan pidatonya dan semua hadirin bertepuk tangan dengan meriahnya.

Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan hari ini akan tiba. Hari kelulusan ku dari SMA dimana mulai besok aku harus bisa menentukan jalan hidup ku sendiri tanpa banyak bergantung kepada kedua orang tua ku. MC kembali membacakan susunan acara yaitu menerimaan piagam bagi siswa peraih nilai ujian tertinggi.

“Hey. Aku yakin kau akan mendapatkan nilai tertinggi itu Tuan jenius..” Ha Rin berbisik kearah ku sambil terkikik pelan. Aku hanya tersenyum lembut.

“Baiklah. Saya selalu kepala sekolah akan mengumumkan,siswa peraih nilai ujian tertinggi..” Kepala sekolah Kim membuka amplop putih,jantung ku berdekup kencang “Siswa peraih nilai ujian tertinggi adalah Kang Minhyuk…” Apakah ini nyata?.. Tepuk tangan meriah dan siulan menjadi Backsong keadaan hati ku saat ini. Antara bahagia,haru dan bangga.

“Kang Minhyuk dipersilahkan memberikan pidatonya..” MC Mempersilahkan ku untk berpidato.

“Hm..Hm. pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih. Untuk Tuhan,Bapak dan ibu guru serta kedua orang tua ku….” Aku menjeda kalimat ku sejenak untuk mengambil nafas agar tidak gugup. Ketika mata ku menelusuri kebagian penonton,mata ku bersibubruk dengan iris bening kebiruan milik Ha Rin-Memberiku semangat.

“Masa ini adalah bagian terpenting dalam hidup saya. Jika kebanyakan orang akan berkata ‘Buatlah kesalahan dalam masa muda mu’ Maka hal itu tidak akan saya ucapkan”.. semua mata menatap kearah ku,jantung ku berdetak semakin kerasnya.

“Dulu saya selalu berbuat banyak kesalahan,sehingga saya kesulitan untuk memperbaikinya. Maksud saya-jika hari ini kita berbuat kesalahan apakah  dihari esok kita akan dikasih kesempatan untuk memperbaikinya? maka cukup bagi saya untuk berbuat kesalahan. Karena hari ini saya memiliki misi baru yaitu memperbaiki kesalahan yang pernah saya lakukan. Karena mulai hari ini saya tidak mau menyesal karena terlambat memperbaiki kesalahan saya. Saya yakin dengan brtambahnya usia akan semakian menambah kedewasaan seseorang yang tidak dapat di beli dengan apapun,tertapi dibentuk dengan baik.” Semua orang yang hadir tersenyum haru.

“Sekian sedikit pidato singkat dari saya. Ingat,berhenti berbuat kesalahan dan mulailah memperbaiki kesalahan. saya Kang Minhyuk, Terima Kasih…” Aku membungkuk memberi hormat dan turun dari podium. Tepuk tangan untuk kesekian kalinya kembali terdengar.

****

Setelah berfoto dan sedikit melepas kebersamaan dengan teman-teman,aku dan Ha Rin menuju taman belakang sekolah-tempat favorit kami.

“Minhyuk-ah,kau tau rasanya aku ingin berteriak.. kita lulu SMA,kau percaya itu?..” Senyum cerah terpancar dari wajahnya,membuat jantungku kembali seperti ingin meledak. Ku rasa wajah ku merona.

“Aku juga tidak..” Jawab ku.

“Mulai besok kita akan pergi dengan jalan masing-masing. Berpisah dengan teman-teman dan semua keindahan SMA..” Seru Ha Rin,ia membentangkan kedua tanganya seperti burung yang ingin terbang.

“Kau benar..” Aku mengadahkan kepala ku menatap langit senja.

“Minhyuk-ah,ada yang ingin ku katakan pada mu..” Tiba-tiba Suara Ha Rin berubah sendu.

“Mwo?..”

“Setelah ini aku harus pergi..” Darr! Bagai tersambar petir disiang bolong aku terhenyak.

“Kemana? Apa kau akan kembali ke Jerman?..” Aku mencoba bersikap tenang.

“Bukan..”

“Lalu?..” Ha Rin Tidak membalas pertanyaan ku. Ia hanya menatap ku lembut.

“Minyuk-ah,aku ingin mengakui sesuatu pada mu..” aku tidak menjawab,hanya menandangnya. “Aku kalah. Dalam dua hal..”

“Apa itu?..”

“Yang pertama,aku kalah dengan perjanjian kita untuk tidak saling jatuh cinta. Sebenarnya aku sudah kalah sejak kita duduk di kelas dua,saat kemping diperkemahan. Hati ku jatuh dalam pesona mu..” aku menatap matanya dalam,mencari arti dalam setiap perkataannya. “Ya. Aku jatuh cinta pada mu,Namja Pabo..” Ku lihat wajahnya memerah-lucu.

“Kau salah. Bukan kau yang kalah,tetapi aku. Aku sudah jatuh hati pada mu sejak pertama bertemu. Kau ingat aku pernah berkata bahawa cinta pertama itu omong kosong dan bodoh? Itu karena aku sednag menutupi dan menampik perasaan ku. Tetapi aku tak snaggup..” Akhirnya sekian lama aku menahannya. Aku bisa juga mengungkapkannya.

“Hahaha..” Tiba-Tiba Ha Rin tertawa.

“We?..”

“Ternyata kita sama-sama bodoh..” dan kamipun tertawa bersama.

“Ha Rin-ah,tadi kau bilang kau kalah dalam dua hal. Lalu apa lagi hal yang satunya?..” Tanya ku penasaran.

Ia mengambil nafas berat dan mencoba untu tersenyum.

“Aku kalah Oleh Leukimia. Stadium tiga..”

“Kau bercanda?..” Mata ku membulat mendengar penjelasanya.

“Miannhe. Bukan maksud ku untuk tidak bercerita pada mu. Penyakit ini begitu cepat menggerogoti tubuh ku….” Kristal bening menetes dari sudut mata indahnya. Tuhan mengapa harus dia?..

“Sutt,jangan menangis. Apa pun yang terjadi aku akan selalu ada bersama mu…” Aku menariknya kedalam pelukan ku. Ternyata ini yang selama ini ia sembunyikan dari ku,tapi kenapa? Kenapa ia harus menyembunyikannya? Pantas saja ia kerap kali tidak masuk sekolah dan tak ada dirumah. Pasti selama ini pula ia menjalani pengobatan.

“Minhyuk-ah,tadi kau bertanya aku ingin pergi kemana?.. Bukan ke Jerman,mungkin sedikit lebih jauh..”

“Aku tidak perduli. Aku akan ikut kemana pun kau pergi..” Air mata sudah mengembang di sudut mata ku,sekali saja aku berkedip maka air mata itu akan terjatuh.

“Minhyuk-ah. Aku tidak mau kau ikut dengan ku. Aku ingin kau tetap disini,masuk kesekolah tehnik dan melanjutkan semua cita-cita mu. Kalau kau sudah bisa membuat pesawat,aku akan kembali lagi…” Suara Ha Rin semakin mengecil dan terdengar serak.

“Jika nanti aku sudah dapat membuat pesawat. Akan ku ajak kau terbang menggunakan pesawat itu,dan kau lah orang pertama yang akan menaiki peswat itu…”

“Ku Tunggu..” Jawab Ha Rin lemah.

“Hey,kau kenapa? Mengapa tubuh mu sangat lemas..” Aku sangat panik melihat Ha Rin dalam keadaan pusat.

“Mungkin ini saatnya. Aku harus pergi,sedikit lebih jauh dari Jerman ataupun dari dunia ini..” Suara Ha Rin tercekat.

“Hey,aku bicara apa sih?! Aku akan membawa mu kerumah sakit..” Aku mengendongnya dan dengan segera membawa Ha Rin ke rumah sakit.

****

Pemakaman Ha Rin telah dilaksanakan dua hari yang lalu. Yeoja yang ku cintai sudah pergi, Leukimia berhasil merebutnya dari sisi ku. Gadis pertama yang mampu membuat ku meresakan perasaan aneh. Gadis pertama yang mampu membuat ku lebih perduli dengan orang lain, Gadis yang mengikis sifat egois dan keras kepala ku dan gadis pertama yang meninggalkan banyak bekas dihati ku.

Hari ini aku memutuskan untuk masuk sekolah kedokteran. Janji terakhir ku dengan Ha Rin sdauh ku rubah dengan persetujuan darinya pada saat-saat terkahirnya. Ia bilang akan mendukung penuh apapun keputusan ku. Aku ingin menjadi dokter agar aku bisa menyembuhkan penderita kanker lainnya. Aku tidak mau ada lagi orang yang sedih dan menderita karena Kanker,sama seperti Ha Rin-ku.

Ketika tuhan sudah bertindak apapun akan terjadi, mungkin kepergian mu ini terlalu cepat dan sulit ku terima dan mungkin Ha Rin sudah tidak disisi ku. Tetapi keradaanya sudah menempati ruang khusus di hati ku. Saat ini dan selamanya….

 

END

 

 

 

4 thoughts on “[FF Competition] Kepergian Mu

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s