[FF Competition] Mirror of You

Title                             : Mirror of You

Genre                          : Romance, fantasy

 

-o0o-

“Lihat betapa buruknya wajah yeoja itu” ucap seseorang dengan sinisnya, sedangkan yang diajak bicara mengangguk setuju. Wanita yang mereka maksud adalah seorang yeoja yang kini berjalan dengan kepala tertunduk, perasaan malu terus menghantuinya setiap menginjakkan kaki di sekolah

“Hei.! Jung Hyeri awas di belakangmu” Hyeri, wanita itu menoleh mencari tahu apa yang dimaksud namun.. sebuah kaki menyandung tubuhnya sehingga sekarang tubuh ringkihnya terjatuh. Berharap mendapatkan bantuan namun malah mendapatkan tertawaan dan juga cemooh dari orang-orang yang berada di sekitarnya

Hyeri mencoba berdiri dengan sedikit terpincang lalu kembali berjalan menuju ruang kelas dengan perasaan yang kembali bergemuruh. Baru saja ia membuka pintu kelas namun pemandangan yang menyakitkan kembali menusuk matanya. Kini bukan lagi buku tulisnya yang di cabik-cabik namun kini meja dan kursinya menghilang dari tempatnya.

Ia berjalan masuk dengan perasaan tak karuan, orang-orang menatapnya tajam seakan ingin  memangsanya hidup-hidup.

“KKA! Kau bukan lagi anggota dari kelas ini!” ucap seorang wanita dengan suara yang keras nan menusuk. Hyeri terdiam di tempatnya berdiri, lalu seseorang menubruk tubuhnya keras, “YA!! Kau menghalangi jalanku”

“Bisakah kalian tidak melakukan ini padaku?” ucap Hyeri lirih, orang-orang disana hanya tertawa mengejek. Hyeri berbalik berlari pergi, ini selalu saja terjadi tiap hari dan kini rasa sabarnya benar-benar sudah habis.

Kini lagi-lagi ia menyendiri di dalam kamar. Hyeri mulai menangis dalam selimutnya, rasa kesalnya sudah menjadi-jadi namun sulit untuk menyampaikannya.

“Hei!”

 

-Mirror of You-

[Jung Hyeri POV]

“Hei!” suara tangisku berhenti seketika saat mendengar seseorang memanggilku, aku menyibak selimutku memperhatikan sekitar kamar. Nihil, tidak ada orang lain. Aku mulai merasa takut, apa di kamarku ada hantu?

“Nuguseyo?” ucapku, saat itu juga jendela terbuka lebar membuat angin masuk lalu menerpa tubuhku, dingin. Tepat saat itu juga aku melihat sosok laki-laki berada di dalam cermin yang besarnya 1 tubuh penuh

Aku berjalan mendekati cermin itu wajah yang awalnya terlihat buram namun semakin lama wajahnya kini terlihat jelas.  Seluruh tubuhku mulai bergetar, “Nugu-”

“Lee Jonghyun, cheoneun Lee Jonghyun”

“Mengapa kau bisa-”

Namja yang bernama Jonghyun itu tersenyum, “Aku akan membantumu berubah menjadi gadis yang sesungguhnya”

Aku berjalan mendekati cermin sampai tidak ada jarak antara aku dengan cermin, aku mengangkat tanganku ragu dan menyentuh cermin itu. Menembus, aku menganga melihat tanganku yang menghilang. “Dunia kita berbeda Jung Hyeri-ssi”

“Apa maksudmu?” ucapku tidak mengerti, Jonghyun tersenyum misterius. “Masuklah.. kau akan merasakan perbedaan disini”

Aku merasa ragu namun kaki kiriku mulai berjalan mendekati cermin dengan mata yang terpejam erat, aku merasa menembus sesuatu. Dan saat itu pula tanganku seperti di tarik, aku membuka mata dan kulihat Jonghyun sedang tersenyum padaku

Aku memperhatikan dunia sekitarku, ini bukan duniaku. Aku berjalan setapak demi setapak, sungguh indah. Aku merentangkan kedua tanganku merasakan angin sejuk yang menerpa tubuhku.

“Kajja! Kita harus ke salon”

Aku menoleh dan menatapnya bingung, untuk apa kesana “Untuk-”

“Bukankah kau ingin menjadi cantik?”

Aku spontan mengangguk dan mulai mengikuti langkahnya, ia menuntunku sampai hingga akhirnya kami kini berdiri tepat di depan sebuah bangunan tak bertingkat berwarna pink. Jonghyun membuka pintu pelan, dan bunyi lonceng terdengar keras menandakan ada pelanggan yang datang.

“O Jonghyun-ya!” ucap seorang ahjumma centil dengan dandanan aneh yang menghiasi wajah gemuknya, kini ahjumma penjaga salon itu menoleh padaku dan menatapku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Tolong dandani dia secantik mungkin” ucap Jonghyun sambil mendorong tubuhku agar mendekati ahjumma penjaga salon itu, sang ahjumma mengangguk lalu menyuruhku untuk duduk di kursi salonnya.

Gelap. Mataku ditutup sebuah kain, “Mengapa mataku ditutup?”

“Menurut saja” ucap ahjumma itu singkat, aku kembali pada posisi semula dan mulai berandai. Apakah ini hanya mimpiku? Tapi mengapa terasa begitu nyata?

“Selesai” sang ahjumma melepas kain yang melilit menutupi mataku, cepat sekali. Aku melihat seorang wanita cantik di cermin di hadapanku, “Dia?”

“Dirimu” ucap Jonghyun dengan senyumannya, aku mendekati cermin. Sungguh ini diriku sesungguhnya.

Aku tidak percaya wajahku bisa berubah secara drastis seperti ini. Kulihat Jonghyun sedang mengobrol dengan ahjumma penjaga salon dengan beberapa cekikikan centil yang keluar dari bibir ahjumma itu.

Aku bangkit berdiri lalu berjalan mendekati Jonghyun, “Mau kemana lagi kita Jonghyun-ssi?” Jonghyun menoleh padaku lalu menarikku keluar sebelum akhirnya mengucapkan terima kasih pada ahjumma itu

Seharian penuh aku menghabiskan waktuku di dalam cermin aneh nan indah ini. Aku sungguh menyukai dunia ini.

 

-Mirror of You-

 

Setelah kejadian aku masuk ke salon itu, saat aku datang ke sekolah banyak orang yang tidak mengenaliku sama sekali. Ada juga yang mengenaliku namun bertanya-tanya mengapa aku bisa berubah seperti ini. Bahkan mereka tidak berani membully-ku lagi. Sungguh ini melegakan.

Aku mulai membuka buku novelku dan kembali terbawa suasana yang terjadi pada novel itu. Tanpa sadar seseorang menepuk bahuku pelan, aku menoleh dan mendapati seorang namja yang kini sedang tersenyum padaku. Aku mengerutkan keningku tidak mengenalnya.

Ia menyodorkan tangannya ke hadapanku dan mulai memperkenalkan dirinya, “Cheoneun Cho Jin Wook” aku menatap tangannya lalu menjabat tangannya erat. “Jung Hyeri” jawabku dengan tersenyum. Ia duduk di kursi yang berada di hadapanku, “Mari kita berkencan Jung Hyeri-ssi” dengan senyuman maut ia berkata demikian

Aku gelagapan yang tiba-tiba langsung diajak kencan seperti ini, “Bukankah.. kita baru berkenalan?”

Dia mendekatkan mukanya denganku lalu berucap dengan suara husky-nya, “Ada masalah?” aku yang seakan terhipnotis dengan wajahnya tanpa sadar menggeleng pelan. Ia menjauhkan kembali kepalanya, membuatku kecewa seketika ‘omo apa aku menyukainya?’

Ia tersenyum lalu membelai rambutku pelan, “Aku akan menjemputmu minggu ini”, ia bangkit berdiri hendak berjalan keluar.

“Kita mau kemana?” ujarku dengan sedikit teriak, ia menoleh lalu tersenyum misterius “Binmil!”. Aku merasa darahku berdesir cepat saat melihat senyumannya, pipiku kini memanas.

“Kini aku telah jatuh cinta”

At Home..

Aku cepat-cepat berjalan masuk kedalam kamarku, aku melempar tasku keatas ranjang dan tidak lupa aku menutup pintu kamarku rapat.

Aku berjalan mendekati cermin, “Jonghyun-ya!!!” teriakku. Dan saat itu juga seorang namja muncul dari cermin itu, aku selalu mencurahkan yang terjadi padanya sejak hari aku masuk kedalam cermin ini. Tapi cermin ini tidak bisa lagi di tembus.

Dia menatapku malas, sebaliknya aku menatapnya dengan mata berbinar-binar. “Mwo?”

Aku tersenyum senang, “Aku diajak kencan oleh seorang pria!!” ia menatapku malas lalu mulai mendudukkan tubuhnya yang diikuti dengan diriku yang kini ikut duduk.

“Lalu?” ucapnya malas, aku cemberut moodku langsung down mendengar jawaban standar miliknya itu. Mana senyuman yang selalu menghiasi wajahnya saat pertama kali bertemu?

“Bisakah kau tidak menjawabnya dengan malas seperti itu? Harusnya kamu mejawabnya dengan senang karena sahabatmu ini sedang di sukai seorang pria” ucapku bangga saat menyebutkan sedang di sukai seorang pria.

“Mungkin dia hanya main-main denganmu” ucapnya santai

Aku menatapnya tajam, “Wae? Masalah jika ada pria yang menyukaiku?” kataku kesal.

“Tentu.. karena aku..” Jonghyun terdiam seketika, seperti tidak ingin melanjutkan perkataannya lagi.

Aku mengangkat sebelah alisku “Karena?”

“Kau akan kencan dengannya?” ujar Jonghyun mengganti topik, aku mengangguk dan kembali tersenyum cerah.

“Minggu ini! Dia bilang dia akan menjemputku” Jonghyun mengangguk mengerti, aku terus tersenyum senang. Ini saatnya aku memiliki seorang namjachingu!

-_-_-_-_-_-

Aku memilih salah satu dress dan mencobanya, tidak buruk. Aku mendekati cermin yang berisikan Jonghyun yang sedang menatapku malas, “Otte?”

Dia mengangguk menyetujuinya

“Kau selalu mengangguk setiap baju yang kupilih!” ketusku kesal, dia hanya tersenyum ringan lalu mengangkat bahunya tidak peduli.

TIN..

Suara klakson mobil terdengar jelas di depan rumahku, aku mengintip melalui jendela kamar. Jin Wook sudah datang!

“Jonghyun-ya aku pergi!!” ucapku girang

Jonghyun mengangguk. Aku melambaikan tanganku lalu keluar rumah untuk bertemu dengan pangeranku.

[Hyeri end POV]

 

[Author POV]

TIN..

Suara klakson mobil terdengar jelas di depan rumah, Hyeri mengintip melalui jendela kamar. Mungkin pangerannya sudah tiba.

“Jonghyun-ya aku pergi!!” ucap Hyeri girang

Jonghyun hanya mengangguk. Hyeri melambaikan tangannya lalu berjalan keluar. Kini tinggal Jonghyun seorang diri.

Jonghyun menunduk sedih, “Dia sudah berbahagia”

Jonghyun menjetikkan jari-nya, dan kini Jonghyun berada di tempat pertama kali Jonghyun dan Hyeri masuk ke dunia nan indah itu. Dunia dimana Jonghyun tinggal. Jonghyun berjalan menyusuri rerumputan ini dengan perasaan campur aduk, kesal, sedih, kecewa,  bercampur menjadi satu. Jonghyun tidak tahu sejak kapan rasa ini mulai mengisi relung hatinya.

Seseorang menepuk bahunya pelan, “Jonghyun-ya!!”

Jonghyun menoleh dan mendapati Jung Soo hyung sedang tersenyum pada Jonghyun, “Wae?” tanya Jonghyun malas.

“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu”

Other side…

“Kita akan kemana Jin Wook-ssi?” Jin Wook tersenyum lalu menoleh pada Hyeri “Lotte world.. otte?”

Hyeri mengangguk setuju, tentu saja ia merasa senang.

Sepanjang  jalan mereka berdua tertawa senang dengan sesekali mata keduanya bertemu pandang.

“Kajja!” Jin Wook menarik tangan Hyeri saat mereka sudah tiba di Lotte World. Berbagai wahana mereka naiki bersama dengan senyuman kebahagiaan tentunya. “Aku lapar” ucap Hyeri sambil menghusap perutnya pelan, Jin Wook terkekeh lalu menariknya masuk kedalam salah satu kedai disana.

“Sambil menunggu pesanan, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu”

Hyeri membenarkan posisi duduknya, siap mendengar apa saja yang keluar dari bibir namja di hadapannya.

“Saranghae! Would you be my girlfriend?”

“…”

“Hyeri?” Hyeri nampak ragu, ‘bukankah ini yang kuinginkan dari dulu? Mengapa sekarang terasa sungguh aneh?’

“Yes.. I do”

-o0o-

 

Hyeri membuka pintu kamarnya dengan perasaan bahagia. Ia sekarang telah memiliki seorang namjachingu!

Hyeri mendekati cermin itu lalu mulai meneriakkan nama Jonghyun. Namun hasilnya nihil, tidak ada yang nampak di cermin itu.

Hyeri mulai merasa kejanggalan “Jonghyun-ya?!”

Jonghyun mulai muncul secara perlahan, “Wae?” ucapnya lembut.

Hyeri menghela nafas lega, “Syukurlah kukira kau akan menghilang” Jonghyun hanya tersenyum pahit mendengarnya.

“Aku sudah berpacaran dengan Jin Wook”

“Kini kamu sudah bahagia?” ucap Jonghyun lirih, Hyeri mengangguk cepat

Jonghyun tersenyum kecut lalu mengangguk mengerti, Hyeri yang merasa ada perubahan raut wajah pada Jonghyun menatapnya “Waeyo?”

Jonghyun menggeleng pelan, “Ada yang ingin aku katakan!”

“Mwol?”

“Berbahagialah dengan Cho Jin Wook eo?”

“Tentu saja! Memangnya ada apa?”

“Eobseo!”

“Jonghyun-ya?” tubuh Jonghyun yang terlihat pada cermin mulai memudar, Jonghyun tersenyum singkat.

“Aku menyayangimu Jung Hyeri”

Hyeri mulai menyentuh cermin itu seakan ingin menggapai tubuh Jonghyun yang mulai menghilang, “Jonghyun!” kini berakhir sudah hubungan antara keduanya. Sakit. Itulah yang kini dirasakannya

Tanpa sadar air matanya menetes, ia memukul cermin itu berharap Jonghyun akan menemaninya seperti biasanya.

“Aku juga menyayangimu Lee Jonghyun”

-o0o-

To : Lee Jonghyun

YA!! Baboya! Bagaimana kabarmu? Aku merindukamu sungguh.. mengapa kau tiba-tiba menghilang tanpa sebab seperti itu, harusnya kau menceritakkannya padaku. Apa kau bilang kau menyayangiku? Lalu mengapa kau meninggalkanku seperti ini? Aku sudah putus dengannya, si Cho Jin Wook itu entahlah tanpa sadar aku mengucapkan kata putus padanya. Jonghyun-ya! Aku merindukanmu sangat. Dan kata terakhir dariku entahlah aku baru menyadarinya akhir-akhir ini, aku mencintaimu Lee Jonghyun walaupun pertemuan kita sungguh singkat. Aku akan selalu menunggumu kembali.

 

Baboya,

 

Jung Hyeri

-o0o-

 

“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu” ucap Jung Soo, Jonghyun duduk di hadapannya dengan perasaan tak karuan merasa ada yang aneh disini.

“Kau mencintainya?”

“Maksudmu?”

“Kau mencintai Jung Hyeri?”

Jonghyun membeku seketika, “Kau harus memilih Jonghyun-ya!”

“Memilih?”

“Kau ingin dia ikut bersama kita disini, di dunia cermin ini.. atau..”

“Atau?”

“Membiarkannya bahagia dengan orang lain di dunia-nya?”

Jonghyun terdiam ia bingung, Jonghyun mengangguk merasa mendapat keputusannya “Membiarkannya bahagia dengan orang lain” “itulah pilihanku”

END
 

5 thoughts on “[FF Competition] Mirror of You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s