[FF Competition] Because you’re my happiness

Title : Because you’re my happiness

Genre: Romance – family

 

Sinar mentari pagi menembus masuk melalui jendela kamar apartement mewah itu. perlahan pria tampan bernama Lee Jong Hyun itu menggeliatkan tubuhnya berusaha mengumpulkan semua kesadarannya, setelah suara isakan tangis seorang gadis membuyarkan semua mimpi indahanya. Suara isakan tangis yang cukup pelan tapi masih dapat terdengar oleh Jong Hyun

Suara yang sudah tidak asing di telinganya,suara yang setiap hari selalu dia rindukan,Suara dari satu-satunya gadis yang membuat jantung Jong Hyun bekerja tidak normal. Ya suara tangisan itu berasal dari Song Jae Sun, seorang gadis yang hampir tiga tahun terakhir ini sudah menyandang status sebagai nyonya Lee lebih tepatnya istri dari seorang Lee Jong Hyun cucu sekaligus pewaris utama dari Lee corporation salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan yang bergerak di bidang Retail.

Dengan membuang napas kasar Jong Hyun turun dari tempat tidurnya menuju tempat di mana gadisnya sekarang berada. Jong Hyun tahu betul apa yang sekarang sedang istrinya lakukan. Dengan cepat Jong Hyun membuka pintu kamar mandi dan langsung berlari memeluk istrinya yang sedang duduk dilantai dingin kamar mandi itu sambil menangis dengan tangannya masih memegang sebuah alat tes kehamilan.

“ Sudah aku bilang jangan pernah lakukan ini lagi, jangan pernah menangis sendirian. Sampai kapan kau akan terus menyalahkan diri sendiri seperti ini.” Ujar Jong Hyun sambil memeluk erat tubuh mungil Jae Sun.

“ Mianhae Oppa.. Jeongmal mianhae. Aku memang istri yang tidak berguna bahkan sudah tiga tahun kita menikah aku belum bisa memberikanmu keturunan.” Ujar Jae Sun sambil menangis dan menenggelamkan kepalannya di dada bidang pria yang sudah hampir 13 tahun ini menempati posisi tertinggi di hatinya.

“ Cukup,ini terakhir kalinya Oppa melihat kau menangis sendiri dan ini juga yang terakhir kalinya Oppa mendengar kau mengklaim dirimu istri tidak berguna. Kau adalah gadis dan istri terbaik yang sudah tuhan berikan untukku, karena kau adalah kebahagianku. Jadi sebagai istri yang baik siapkan Oppa sarapan, kerena suamimu yang tampan ni harus segera ke kantor nyonya Lee.” Ujar Jong Hyun sambil menghapus air mata Jae Sun dan kemudian mencium lembut kedua mata gadis yang 13 tahun lalu membuat jantung Jong Hyun merasakan getaran aneh ketika dia bertemu dengan Jae Sun dan secara tidak langsung gadis itulah yang menjadi cinta pertama Jong Hyun dan akan menjadi cinta terakhir pria itu.

 

Flashback

Seorang anak laki-laki berseragam SMA masih duduk sambil menangis di depan makam kedua orang tuanya. Ya seperti inilah yang Jong Hyun lakukan setiap tahunnnya ketika hari peringatan kematian orang tuanya. Jong Hyun akan menghabiskan waktunya untuk menangis sampai dia tertidur di atas makam kedua orang tuanya.

Seketika Jong Hyun menoleh dan menghapus airmata yang sudah membanjiri wajah tampannya ketika di sampingnya sudah berdiri seorang gadis berseragam SMP tersenyum sangat manis sambil menyodorkan sapu tangan,susu kotak dan sebuah apel berwarna merah.

“ Ini untuk Oppa.” Ujar gadis cantik  yang tidak lain adalah Jae Sun sambil memberikan ketiga benda itu dan tersenyum sangat manis memperlihatkan lesung pipi dari kedua pipi tembabnya. Dan untuk pertama kalinya Jong Hyun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat ketika dia melihat gadis yang sedang berdiri di hadapannya itu.

“ Kau siapa? aku sedang tidak ingin di ganggu,jadi pergilah dari sini.” Ujar Jong Hyun datar dan kembali fokus menatap batu nisan yang ada di hadapannya.

“ Song Jae Sun imnida.. aku akan pergi dari sini setelah Oppa mau menerima ini. Sebelum Appaku meninggal, ketika aku sedang bersedih beliau selalu memberikanku susu dan apel. Kerena menurut Appa susu akan bisa membuatku kuat,kuat untuk menghadapai semua kesulitan yang akan aku hadapi dan rasa apel yang manis akan bisa membuat kepedihan dan kepahitan yang aku rasakan sedikit berkurang. Karena aku lihat Oppa sedang bersedih,aku harap ini juga akan sedikt membantu mengurangi kesedihan Oppa.” Ujar Jae Sun sambil memegang tangan Jong Hyun dan meletakan ketiga benda itu di tangan Jong Hyun.

“ Lalu untuk apa sapu tangan ini? “ Tanya Jong Hyun sambil menatap gadis berambut panjang itu.

“ Sebelum Appa meninggal beliaulah yang selalu menjadi sapu tanganku, Appa akan selalu berada di sampingku untuk menghapus airmataku. Tapi setelah beliau tidak ada sapu tangan inilah yang akan menghapus airmataku. Jadi aku harap sapu tangan ini bisa membantu untuk menghapus airmata Oppa.

“ Bukankah kau masih punya seorang Oema yang akan menghapus airmatamu saat kau menangis.”

“ Kau tahu Oppa, Oemaku akan ikut menangis saat beliau melihatku menangis. Jadi aku tidak akan pernah menangis di hadapannya,karena yang tidak ingin aku lihat di dunia ini adalah melihat Oemaku menangis.” Ujar Jae Sun sambil ikut menatap batu nisan yang ada di hadapannya.

“ ini adalah makam kedua orangtuaku dan hari ini adalah peringatan kematian orang tuaku. Oemaku meninggal ketika beliau melahirkanku,sedangkan Appaku beliau meninggal mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari kantor menuju rumah sakit tempat dimana Oema melahirkan. Jadi tepat di hari kelahiranku, aku  harus kehilangan mereka berdua. Bukankah aku anak pembawa sial?” Ujar Jong Hyun dengan airmata yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.

“ Kalau kau anak pembawa sial,jadi aku harus menyebut aku apa? Kau masih beruntung Oppa setidaknya kau masih bisa mengetahui siapa orang tuamu. Sedangkan aku,aku sama sekali tidak mengetahui siapa aku,siapa orang tuaku dan apa alasan orang tuaku meninggalkanku begitu saja di depan sebuah panti asuhan ketika aku masih bayi.” Ujar Jae Sun dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

“ Jadi Appa dan Oemamu yang barusan kau ceritakan  adalah..?” Tanya Jong Hyun dengan wajah yang terlihat bingung.

“ Ya Oppa, mereka berdua adalah sepasang suami istri yang berhati mulia yang dengan tulus merawat dan membesarkan dengan cinta seorang bayi yang bahkan orangtua kandungnya sendiri tidak menginginkan kehadirannya. Baiklah ini sudah sore aku harus segera pulang,Oemaku pasti sudah mencariku. kalau sekarang peringatan kematian orangtuamu berarti sekarang hari ulang tahunmu, saengil chukae hamnida Lee Jong Hyun Oppa.” Ujar Jae Sun sambil melirik name tag di seragam yang Jong Hyun kenakan.

Flashback end

 

=====o0o=====

 

Jong Hyun menepikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah,yang tidak lain adalah rumah Neneknya. Seorang wanita paruh  baya yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta setelah kepergiaan orang tuanya.

“ Oppa yakin tidak akan mampir dulu?” Tanya Jae Sun sambil melepaskan safety belt dari tubuhnya.

“ Oppa ada meeting dan ini sudah hampir terlambat. Halmeoni juga sudah tahu dan ingat kirimi selalu Oppa kabar,karena Oppa tahu saat kau berjalan-jalan dengan Halmeoni kau bahkan lupa kalau kau suduh mempunyai suami, Arrachi…” Ujar Jong Hyun sambil mencium kening Jae Sun.

“ Arraseo Oppa. Jangan terlalu keras bekerja dan jangan sampai telat makan presdir Lee.” Ujar Jae Sun sambil membuka pintu mobil dan Jong Hyun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan dari istrinya itu.

 

Bersama Nenek mertuanya Jae Sun keluar dari sebuah butik di kawasan elit Cheongdamdong. Senyuman bahagia terlihat jelas dari wajah keduanya. Perlahan Jae Sun menghentikan langkahnya ketika di salah satu toko peralatan bayi yang bersebelahan dengan butik itu dia melihat sepasang suami istri yang sedang memilih berbagai macam perlengkapan bayi,terlihat jelas kebahagian dari wajah suami dari wanita yang sedang mengandung itu.

“ Halmeoni, bolehkah aku tidak ikut pulang bersama Halmeoni? Aku tiba-tiba saja merindukan Jong Hyun Oppa,jadi aku akan mengunjungi dia di kantornya.”

“ Tentu saja Chagi,kita bisa pergi bersama ke kantornya Hyunie.” Ujar wanita paruh baya itu sambil membelai lembut rambut cucu menantunya itu.

“ Tidak usah, Halmeoni tidak usah khawatir aku bisa naik taksi. Bukankan Halmeoni masih mempunyai janji dengan teman-teman Halmeoni.” Ujar Jae Sun sambil memeluk wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah senja itu.

“ Baiklah kalau begitu Halmeoni pergi dulu ne. Jaga kesehatanmu dan ingat pesan dokter kau jangan terlalu lelah dan stres.”

 

Jae Sun masih duduk diam di atas sebuah kursi taman,terlihat sekali begitu banyak kegelisahan yang tergambar dari wajah cantik gadis itu. Bagaimana kalu dia tidak bisa memberikan Jong Hyun keturunan dan bagaimana jika Jong Hyun meninggalkannya. Berbagai pertanyaan dan ketakutan memenuhi kepala gadis itu.

 

======o0o=====

 

Dengan wajah cemas dan sedikit berlari Jong Hyun keluar dari gedung kantornya dan langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang,setelah pria itu mendapat pesan dari  istrinya. Pesan kalau gadis itu akan menginap di panti asuhan tempat dimana gadis itu berasal. Jong Hyun tahu kalau gadis itu sedang menyembunyikan seuatu darinya karena Jong Hyun sudah sangat mengenal sifat dari istrinya itu, gadis yang sudah memenuhi setiap relung kehidupannya.

Jong Hyun langsung keluar dari mobilnya begitu dia sampai di depan sebuah panti asuhan di pinggiran kota Seoul. Rasa lega tergambar jelas ketika dia melihat seorang gadis yang sedang duduk di atas ayunan yang berada di halaman panti asuhan itu sambil memakan sebuah apel dengan airmata yang terus mengalir dari mata indahnya.

“ Kenapa kau tidak pernah menuruti perkataan suamimu oeh? Sudah berapa kali Oppa bilang jangan menangis sendirian kau hanya boleh menangis di depanku,apa kau masih belum mempercaiku untuk menggantikan Appamu, menjadi sapu tangan yang akan menghapus airmatamu. Dan apa rasa apel itu tidak manis hingga apel ini tidak bisa mengurangi kepedihanmu nyonya Lee.” Ujar Jong Hyun sambil berlutut dan memegang wajah Jae Sun dengan kedua tangannya.

“ Jika seandainya aku tidak bisa memberikanmu keturunanan,apa Oppa akan meninggalkanku dan mencari wanita lain yang bisa…” Belum sempat Jae Sun menyelesaikan ucapannnya,dengan cepat Jong Hyun menarik gadis itu kedalam pelukannnya.

“ Gadis bodoh, fikiran macam apa itu? Oppa tidak akan pernah meninggalkanmu, bagaimana bisa Oppa meninggalkamu bahkan Oppa tidak sanggup melewati satu malampun tanpa kau di sampingku. Jadi buang semua fikiran dan ketakutanmu itu.” Ujar Jong Hyun sambil mencium pucuk kepala Jae Sun.

“ Janji, Oppa tidak akan meninggalkanku.” Ujar Jae Sun sambil mengeratkan pelukannya.

“ Tentu saja, bahakan Oppa sudah lebih dahulu berjanji kepada Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu saat kita menikah dulu. Dan Jae Sun-ah dengarkan Oppa baik-baik, Oppa menikahimu bukan untuk bisa mendapatkan keturunan darimu, Oppa akan sabar menunggu kapanpun Tuhan akan memberikan seorang anak buat kita dan kalaupun pada akhirnya Tuhan tidak mempercayai kita untuk mempunyai seorang anak. Seperti yang pernah kau bilang bukankan kita masih bisa menjadi orang tua dari anak-anak yang mempunyai nasib yang sama seperti kita berdua. Jadi jangan pernah punya fikiran sedikitpun untuk menghilang dari jangkaun pandangku,karena kau adalah kebahagianku saranghae Lee Jae Sun.” Ujar Jong Hyun sambil melepaskan pelukannya dan kemudian mencium lembut kening gadis itu.

Sementara Jae Sun hanya bisa menangis sambil memeluk erat kembali pria itu. kali ini bukan tangisan kesedih tetapi tangisan bahagia karena Tuhan sudah memberikannya kesempatan untuk bisa menjadi istri dari pria sebaik Jong Hyun. Jong Hyun semakin mengeratkan pelukannya membiarkan gadis itu menumpahkan semua airmatanya di dadanya. Dan mereka berdua berpelukan menumpahkan semua persaan mereka di bawah langit kota Seoul yang mulai berwarna jingga

 

The end

4 thoughts on “[FF Competition] Because you’re my happiness

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s