[FF Competition] I Want to remember

Judul    :  I Want to remember

Genre :  Romance – Sad Ending

 

Hyunra ‘s POV

 

Aku melihatnya lagi, sedang menulis sesuatu pada note kecil yang tak pernah terlepas dari tangannya. Aku merasakan sakit di dadaku setiap aku melihatnya. Kulihat sekarang ia sedang memutar-mutar kepalanya kebingungan. Mataku berair kembali, tapi sekarang ia menemukanku sedang memandanginya dari belakang. Hyunra, jangan menangis!

“Hyunra! Apa yang kau lakukan disana?” Tanyanya dengan semangat seperti biasa.

“Ah, aku membawakan makanan kesukaanmu!” Jawabku berusaha menutupi kesedihanku sambil berjalan kearahnya dan meletakkan kotak makanan itu di meja taman ini. Minhyuk bergegas membuka kotak makanan berwarna biru itu, warna kesukaannya.

Matanya menjadi berbinar saat melihat omurice yang aku buat. Aku hanya terampil membuat omurice dibanding makanan lainnya, tapi aku cukup senang Minhyuk pernah mengatakan omurice buatanku adalah makanan favoritnya.

“Apa ini?” Ia mengernyitkan dahinya. Aku tersenyum tipis padanya, “Apa kau gak ingat Minyuk-ah? Ini omurice, kau suka sekali ini” Jawabku membuatnya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia kembali menulis di catatan kecilnya lagi.

“Ah arraseo, aku hanya bercanda. Kau pikir aku lupa masakanmu yang paling enak ini?” Ia terkekeh sambil mengambil sendok makan yang telah aku siapkan. Aku tahu kau bohong, kang minhyuk.

“Yak! Sudahlah gak usah menggodaku. Makan dan cepat habiskan” Omelku membuatnya memanyunkan bibirnya sambil melahap makanannya. Aku hanya menatap namja di hadapanku ini, detik ini aku telah mencintainya dengan sangat. Setiap hari akan semakin bertambah perasaanku padanya. Tapi aku takut…. perasaannya padaku akan berkurang seiring berjalannya waktu.

“Kau gak makan?” Tanyanya sambil menghentikan makannya. Aku menggelengkan kepalaku cepat.

“Aniyo, aku sudah makan tadi. Jangan pikirkan aku, cepat makan” Jawabku membuatnya tersenyum sambil memberi hormat padaku, “Siap bos”

—–

Kita sedang berjalan di pinggir lapangan sekolah dengan bergandeng tangan dan berjalan dengan santai, aku mengingat-ingat kembali masa-masa di saat pertama kali bertemu dengan Minhyuk saat sekolah dulu. Tapi saat melihat kearah Minhyuk, ia hanya berjalan dengan tatapan bingung. Saat ia melihat kearahku, ia hanya tersenyum.

“Hyunra-ya, apa kau….mengingat pertama kali kita bertemu?” Tanyanya membuatku tersenyum tipis berusaha untuk tegar.

“Tentu saja aku mengingatnya” Jawabku.

“Ah baguslah, aku tidak ingin kita saling melupakan itu” ujarnya. Aku bersyukur, ia belum melupakan itu.

Tiba-tiba langkahnya terhenti, membuatku ikut berhenti berjalan. “Minhyuk, apa kau tidak apa-apa?” Tanyaku khawatir melihatnya. “G-gwenchanayo” Ujarnya.

“Jujur Minhyuk, apa kau merasa kepalamu pusing? Kita dapat pulang sekarang” Ujarku sambil menariknya kembali keluar dari tempat kenangan kita ini. Ia hanya mengikutiku, aku tahu ia merasa sakit lagi sekarang. Aku merasa bersalah telah membawanya pergi dari rumahnya.

——

Hari ini aku kembali menuju rumahnya, eomma Minhyuk seperti biasa mempersilahkanku masuk ke dalam. Matanya selalu berkaca-kaca setiap aku datang.

“Ahjumma.. Jangan menangis lagi, aku mohon” Ucapku sambil memeluk eomma Minhyuk

“Gwenchana, kau masuk saja ke kamar Minhyuk.. Temui Minhyuk agar dia tidak bosan di rumah” Ucap eomma Minhyuk mempersilahkan aku masuk ke kamar Minhyuk. Sejak kita berjalan-jalan ke sma kita, tubuhnya semakin memburuk. Ia hanya menghabiskan hari-harinya di dalam kamar.

Jantungku berdebar keras saat semakin aku berjalan kearah kamar Minhyuk, aku mendengar erangan Minhyuk. Aku mempercepat langkahku dan membuka kamar Minyuk tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Minhyuk sedang membenturkan kepalanya ke tembok. Aku berlari lalu memeluk Minhyuk dari belakang.

“Jangan…..Minhyuk-ah aku mohon jangan lakukan itu” Tak terasa air mataku benar-benar terjatuh sekarang.

“Aaarrgh!” Ia memukul tembok dengan tangannya.

“Apa yang kau lakukan hah?! Kenapa kau selalu membuatku khawatir?! Aku mohon jangan lakukan itu lagi… Kau bisa meminum obatmu jika kepalamu terasa sakit lagi” Ucapku menenangkan Minhyuk. Ia melihat kearahku sekarang, matanya bengkak. Ia pasti sudah menangis lama sekali.

“A-aku bingung…” Ucapnya dengan bibir yang bergetar.

“Kenapa aku tidak bisa mengingat itu….” ujarnya sambil menjambak rambutnya. Aku bergegas menahan tangannya. “Jangan sakiti dirimu lagi Minhyuk” ucapku membuatnya melepaskan tangannya dari kepalanya. Ia menatapku lekat-lekat sekarang.

“Kau tahu apa yang aku lupakan saat ini?” Tanyanya.

“Memangnya apa? Lupa itu hal yang biasa” Jawabku dengan bibir bergetar, air mata sudah membasahi pipiku lagi.

“Saat pertama kali kita bertemu. Aku melupakan itu. Aku berusaha mengingatnya… T-tapi otak ini tidak dapat menemukan memori itu” Jawabnya sambil menangis. Rasanya hatiku sangat sakit sekali saat ia benar-benar mengakuinya bahwa ia melupakan kenangan itu.

“I-itu bukan salahmu Minhyuk, aku akan menulis bagaimana awal kita bertemu di buku catatanmu” Ucapku sambil mengambil note berwarna cokelat yang berada di meja disamping kasur Minhyuk itu. Aku menuliskan setiap detailnya awal kita bertemu, aku yakin tulisanku sangat jelek sekarang karena aku menulis dengan tangan yang bergetar.

“Jangan… Jangan menangisi aku lagi Hyunra” Ujarnya membuat hati ini semakin sakit.

“Arra arra, aku tidak akan menangis lagi” Jawabku sambil menyeka air mataku.

Setelah selesai aku menuliskan itu, aku memberikan note cokelat itu di tangan Minhyuk.

“Jika kau ingin mengingat sesuatu, coba cari ke dalam note ini” Ujarku membuat Minhyuk menanggukkan kepalanya.

——

TAP TAP TAP TAP

Aku berlari kencang sekarang di koridor rumah sakit. Aku melihat eomma Minhyuk yang berdiri di depan sebuah kamar.

“Hyunra-ya” Eomma Minhyuk memelukku sangat erat.

“Apa ahjumma baik-baik saja? Kau tampak pucat sekali”

“A-ah aku tidak sanggup lagi. Bisakah kau menjaga Minhyuk sekarang? Hatiku sakit melihatnya seperti ini” Ucap eomma minhyuk. Aku menganggukkan kepalaku, “arraseo ahjumma, beristirahatlah. Aku tahu kau belum tidur semalaman, aku akan menjaga Minhyuk sekarang”

Aku membuka pintu kamar rumah sakit itu perlahan, aku lihat Minhyuk sedang menonton TV. Aku mendekati Minhyuk secara perlahan, “Kang Minhyuk” Sapaku pada Minhyuk.

“Ah? Park Hyunra?” Ucapnya membuat hatiku merasa lega, ia masih mengingatku.

“Ya, aku datang untuk menjagamu” Jawabku sambil duduk di sampingnya. Ia terduduk di kasurnya, “Ah, kau tiduran saja Minhyuk” Ia menggelengkan kepalanya. “Ani, aku tak apa-apa” jawabnya.

“Arraseo..”

“Jadi, Hyunra.. Kenapa kau yang menjagaku?” Tanyanya tampak kebingungan. Lagi-lagi hati ini terasa sakit mendengar ucapannya, tapi aku sudah berjanji aku tidak akan menangis di depannya lagi.

“Memangnya tidak boleh?” Tanyaku berpura-pura bercanda.

“Ah, tidak apa-apa. Aku senang kau menjagaku, aku kira kau membenciku” Ucapnya. Membuatku mengingat masa lalu, saat SMA dulu Minhyuk selalu bersikap baik dan manis padaku. Tapi aku adalah perempuan berhati dingin yang tak pernah memperdulikannya, aku rasa aku manusia paling bodoh. Kenapa tidak dari dulu saja mencintai namja di depanku ini?

“Tidak..aku tidak membencimu sama sekali” Jawabku menenangkannya.

“Benarkah?! Keajaiban apa yang membuatmu tidak benci padaku?” Tanyanya lagi.

“Kau tahu, itu muncul begitu saja..” Aku memaksa bibirku untuk tersenyum

“Apa aku sedang bermimpi?” Tanyanya lagi. Sebenarnya itu yang aku harapkan, seharusnya ini semua adalah mimpi…mimpi buruk. Aku tidak ingin sama sekali ini menjadi kenyataan. Aku hanya tersenyum tidak dapat mengatakan apa-apa.

“Kau sangat cantik kalau tersenyum” Ujarnya. Tuhan, aku mohon beri aku waktu lebih lama lagi bersama Kang Minhyuk.

“Yak! Jangan menggodaku” Jawabku membuatnya terkekeh pelan. “Arraseo..tapi bukankah ini masih jam 10 pagi?” Ia mengangkat salah satu alisnya.

“Lalu kenapa dengan jam 10 pagi?” Tanyaku

“Apa kau gak berangkat sekolah? Yak, eomma sangat jahat jika membiarkanmu menjagaku dan membuatmu tidak masuk sekolah” Ucapnya lagi. Aku sangat tidak tahan, air mataku terjatuh. Ia mengira kami masih SMA, padahal kita telah lulus satu tahun yang lalu.

“Tidak Minhyuk… aku tidak sekolah” Jawabku.

“K-kenapa kau menangis?!” Tanyanya kebingungan.

“Tidak apa-apa Minhyuk” Jawabku sambil terus menangis. Aku merasakan hangat, saat ia melingkarkan tangannya padaku. Ia memelukku sekarang, sambil menepuk punggungku.

“Aku tidak tahu masalahmu, tapi percayalah aku akan selalu ada disampingmu”

——-

Hari ini aku kembali datang untuk menemui Minhyuk. Rambutnya benar-benar habis sekarang, aku sangat membenci penyakit kanker. Ya, Minhyuk mengidap penyakit Kanker otak yang sudah parah. Itu terjadi karena adanya infeksi di kepalanya karena beling-beling kaca mobilnya saat kecelakaan itu. Awalnya ia hanya mengalami amnesia jarak pendek atau yang disebut demensia. Tapi lama-kelamaan itu menjadi bibit kanker.

“Kang Minhyuk!” Sapaku berusaha untuk bersemangat. Ia melihatku dengan wajah datar kali ini. Ada apa dengannya?

“Minhyuk-ah, kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanyaku. “Minhyuk? Siapa Minhyuk? Dan.. kau…siapa?” Ia bertanya kebingungan. Aku mendekat kearahnya dan duduk di sampingnya.

“Minhyuk itu namamu.. Kang Minhyuk”

“Namaku…Kang Minhyuk? Benarkah?” Tanyanya lagi. Aku menganggukkan kepalaku cepat.

“Ya, namamu Kang Minhyuk. Namaku Park Hyunra” Jawabku membuatnya menganggukkan kepalanya.

“Ah begitu… maaf jika aku tidak bisa mengenalimu. Aku rasa, kita saling mengenal. Kata orang berpakaian putih yang sering datang kemari, aku akan kehilangan memoriku seiring berjalannya waktu” Ia menjelaskan padaku.

“Aku tahu itu..” Aku tersenyum pahit kearahnya. Sungguh, aku berusaha untuk selalu tampak ceria di hadapannya meskipun rasanya sakit sekali sekarang.

“Hyun…ra? Kenapa aku merasa senang jika kau datang, apa kita sering bertemu sebelumnya? Apa kita sering bermain bersama?” Tanyanya

“Ya, kita sering menghabiskan waktu bersa- Aaahh!!” Aku menjerit seketika saat darah mulai keluar dari hidungnya dan itu banyak sekali. Aku bergegas menekan tombol suster.

“Kang Minhyuk, tenanglah. Kau tidak apa-apa” Ucapku menenangkan saat melihat wajahnya kaget melihat darah yang keluar dari hidungnya. Ia menangis sekarang.

“Hyunra… apa aku akan…”

“Tidak apa-apa! Aku sudah mengatakannya padamu” Aku melihat kearah sekeliling. Kenapa para suster tak kunjung datang?! Aku menekan nekan tombol suster lagi.

“Hyun…ra? Boleh aku memelukmu?” Tanyanya. Tanpa berfikir panjang aku memeluknya dengan erat. “Kang Minhyuk… aku mencintaimu”

——-

“Permisi, apa ini keluarga dari Kang Minhyuk?” Tanya seorang suster yang berdampingan dengan seorang dokter yang keluar dari kamar Minhyuk.

“Ya, saya ibunya” Ucap eomma Minhyuk. Sang dokter memperlihatkan ekspresi merasa bersalah, Minhyuk tidak apa-apa. Percayalah Hyunra!

“Aku turut berduka atas Minhyuk” Ujar dokter itu membuat jantungku rasanya berhenti saat ini juga. Eomma Minhyuk jatuh terduduk dan menangis sejadi-jadinya.

Jadi….itu pelukan terakhir kami? Jadi, itu permintaan terakhirnya untukku?

———

Aku mengantar eomma Minhyuk kerumahnya setelah pemakaman berlangsung. Ini sangat membuat batin kami sangat hancur, kenapa orang seperti Kang Minhyuk harus pergi begitu cepat?

Aku berjalan ke kamar Minhyuk, untuk yang kesekian kalinya air mata ini terjatuh lagi. Tapi mataku terkunci oleh sesuatu benda yang membuatku berlari kecil untuk mengambilnya. Aku mengambil note cokelat milik Minhyuk.

Disana banyak tulisan.

Ingat ini Minhyuk. Makanan dengan nasi dan telur yang dibawa oleh Hyunra itu namanya Omurice! Jangan sampai lupa lagi.

Minhyuk minum obatmu dengan teratur. Kau ingin sembuh kan? Demi Hyunra dan eomma

Ia menyemangati dirinya sendiri.. aku rasa nafasku mulai tak teratur. Ini semua menyakitiku

Aku ingin kembali ke lapangan itu, walaupun kepalaku semakin sakit jika harus mengingat sesuatu. Tapi di tempat itu, aku menggenggam tangan kecil Hyunra!

Kemudian ada tulisan yang aku buat disana

Saat itu, Kau adalah teman sekelasku yang paling ramah dan baik dan aku adalah perempuan yang dingin. Awalnya aku tidak menyukai sifatmu yang bagiku terlalu sok peduli, tapi tidak! Sekarang aku menyadarinya, kau sangat peduli denganku. Kau bisa melelehkan hatiku yang dingin itu. Dan ingatlah Minhyuk, aku ini yeojachingumu. Aku sangat mencintaimu sekarang. Dan itu akan semakin bertambah dengan seiringnya waktu.

Aku membalikkan note itu ke halaman berikutnya

Sekarang aku ingat bagaimana kita bertemu. Aku merasa bersyukur, memiliki yeojachingu seperti Park Hyunra. Hei, siapapun yang membaca tulisanku ini pasti aku sudah tak ada. Jika bukan hyunra, tolong berikan note ini pada Hyunra dan katakan aku mencintainya juga ya!

Aku membacanya lagi

Selagi aku masih dapat mengingatnya, aku ingin mengatakan pada dua orang wanita dalam hidupku yang paling aku cintai. Yang pertama eomma, malaikat dari tuhan untukku. Terimakasih telah merawatku sampai saat ini. Aku minta maaf jika harus pergi lebih cepat darimu, padahal aku belum pernah membahagiakanmu kan eomma? Dan ini benar-benar tulus eomma, aku sangat mencintaimu. Di surga, aku akan katakan pada tuhan kau adalah orang paling bersahaja yang aku temui di bumi. Aku janji!

Yang kedua, Park Hyunra. Hai! Semoga yang membaca ini benar-benar kau Hyunra. Maafkan aku selalu membuatmu khawatir. Maafkan aku jika ingatanku akan terus hilang. Maafkan aku jika suatu saat akan melupakanmu. Maafkan jika suatu saat nanti aku bahkan akan meninggalkanmu. Terimakasih Hyunra, telah membalas perasaanku. Aku sangat mencintaimu, sungguh aku gak bohong! Ohya, setelah ini.. Kau harus mendapatkan namja lain. Tapi harus yang mirip denganku ya! Aku yakin kau akan menemui namja itu. Saranghaeyo Park Hyunra..

“Nado saranghaeyo, Kang Minhyuk…” lirihku.

 

-END

One thought on “[FF Competition] I Want to remember

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s