[FF Competition] PLEASE, REMEMBER ME OPPA

Judul FF          : PLEASE, REMEMBER ME OPPA

 

Genre              : Romance – Happy Ending

 

 

 

2 tahun yang lalu

 

“Gyu Ri-ya, maukah kau menikah denganku?”. Gyu Ri terdiam mendengar perkataan Jungshin barusan.

“ Aku serius Gyu Ri, kumohon, aku mencintaimu Gyu Ri, maukah kau menjadi pendamping hidupku?” Tanya Jungshin sekali lagi sambil menggenggam tangan Gyu Ri erat.

“ Oppa… gomawo, aku.. aku mau menikah denganmu…”

“ Jeongmal? Gomawoyo Gyu Ri-ya, saranghae” Jungshin lalu mendekap Gyu Ri erat dan memasangkan sebuah cincin yang sangat indah dijari manis Gyu Ri.

 

 

Seoul, 2012

 

Gyu Ri POV

 

Aku terbangun kaget, mimpi itu lagi. Padahal sudah beberapa bulan ini aku tidak pernah memimpikan hal itu lagi. Ya, hal yang sangat indah yang pernah terjadi didalam hidupku, dan sayangnya kejadian itu tidak menjadi kenyataan karena… Jungshin oppa hilang ingatan. Ya, hilang ingatan, sebulan setelah kejadian itu, Jungshin oppa mengalami kecelakaan mobil, yang membuat dirinya mengalami amnesia, tetapi anehnya, hanya aku yang dilupakannya, menyedihkan memang. Sudah hampir dua tahun sejak dia melupakanku, aku hanya bertemu dengannya pada saat dia dirawat dirumah sakit setelah kecelakaan, setelah itu aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, sampai sekarang ini, memang karena akulah yang pergi menjauhinya. Dan setelah beberapa bulan setelah itu, aku diajak  Eun Hwa untuk tinggal dirumahnya dengan YongBa. Jujur, aku merasa sangat merepotkan Eun Hwa dan YongBa, tapi Eun Hwa selalu memaksaku untuk tinggal bersamanya, padahal dia baru saja menikah dengan YongBa. Eun Hwa sudah menganggapku sebagai adiknya, jadi jika aku sedang merasa kesulitan, dia juga merasa harus ikut bertanggung jawab dan membantuku, hanya dia keluargaku yang aku punya disini.

“ Gyu Ri, ayo bangun! Eun Hwa noona sudah menunggumu dibawah” Hyunjae tiba-tiba menepuk-nepuk badanku. Hyunjae adalah keponakan YongBa, dia sedang liburan disini selama beberapa minggu. Dan dia seumur denganku.

“ Ah, gomawo Hyun” kataku seraya bangun. Selesai mandi dan berpakaian, aku langsung turun ke meja makan.

“ Pagi Gyu Ri, ayo kau makan dulu, nanti biar YongBa oppa yang mengantarmu ke tempat kerja” Eun Hwa segera mengambilkan semangkuk nasi untuk Gyu Ri.

“ Gomawo” akupun langsung menyantap sarapanku dengan lahap.

 

 

END Gyu Ri POV

 

“ Ya! Kita sudah sampai!” YongBa langsung memberhentikan mobilnya didepan SD tempat Gyu Ri mengajar.

“ Gomawo oppa, hati-hati dijalan!”

“ Ne~ selamat mengajar!” setelah itu YongBa langsung pergi meninggalkan Gyu Ri.

Saat Gyu Ri akan menuju ruangannya, tiba-tiba ada seorang anak yang menabraknya.

“ Ah, mianhe bu guru, aku sudah menabrakmu” kata anak itu sambil terus membungkuk minta maaf.

“ Gwenchana, kau tidak apa-apa kan?” Tanya Gyu Ri sambil mengelus kepala anak itu.

“ Aku tidak apa-apa”

“ Syukurlah, siapa namamu? Apa kau murid baru?”

“ Ne, namaku Kim YoungIn, aku sedang mencari pamanku”

“ Pamanmu?”

“ Ya, tadi aku ke toilet sebentar, tapi ketika aku keluar, paman sudah tidak ada didepan pintu toilet” jelas YoungIn.

“ Ayo ibu bantu kau cari pamanmu, ngomong-ngomong siapa namanya?”

“ Namanya Jungshin, Lee Jungshin”

“ Lee Jungshin?” Tanya Gyu Ri tak percaya. Ah, itu pasti bukan Jungshin oppa, nama Jungshin sangat banyak di Korea Gyu Ri, kau tak perlu khawatir. Batin Gyu Ri dalam hatinya.

“ Iya, orangnya sangat tampan, tinggi dan dia juga baik, jika aku sudah besar nanti, aku mau menjadi sepertinya ah!” celoteh YoungIn. Gyu Ri hanya tersenyum sambil mendengar perkataan YoungIn.

“ Ah itu dia! Ahjussi!” teriak YoungIn sambil berlari menghampiri Jungshin.

“ YoungIn-ah! Kemana saja kau?” kata Jungshin sambil menjitak kepala YoungIn gemas.

“ Hehe mianhe ahjussi, oh ya ayo aku kenalkan dengan ibu guruku, bu guru ayo sini!” YoungIn berkata sambil menarik tangan Gyu Ri. Gyu Ri hanya terdiam melihat namja itu. Itu benar-benar Jungshin oppa, tidak salah lagi, dia benar-benar Lee Jungshin, sudah hampir 2 tahun Gyu Ri tidak bertemu dengannya, dia masih mencintainya, dia merindukannya. Batin Gyu Ri. Hampir saja dia menangis.

“ Annyeong, Lee Jungshin imnida”. Jungshin berkata sambil menunduk hormat. Tapi sepertinya Jungshin masih belum bisa mengingat Gyu Ri, terlihat raut wajah Jungshin yang biasa – biasa saja.

“ Ah annyeong, Han Gyu Ri imnida” balas Gyu Ri sopan.

“ Bagaimana? betulkan bu, kalau Jungshin ahjussi sangat tampan?” goda YoungIn karena melihat Gyu Ri bengong.

“ Aish dasar bocah nakal, ayo kepala sekolah menunggumu didalam, Gyu Ri-ssi, kami kedalam dulu ya” pamit Jungshin.

“ Ah, ne” jawab Gyu Ri sambil terus melihat kea rah Jungshin dan YoungIn yang berjalan semakin menjauh.

 

~~~~~

 

 

“ Aku pulang”

“ Eommaaa aku pulang!” teriak YoungIn.

“ Aigooo, anak eomma yang tampan sudah pulang, ayo cepat cuci tanganmu, kita makan siang, eomma sudah buatkan banyak makanan yang enak untukmu”

“Omo Jae In-ah, anakmu bandel sekali, benar-benar mirip Yongwoon hyung” kata Jungshin seraya duduk dimeja makan.

“ Hush!, kalau Yongwoon oppa dengar, kau bisa dimarahin tahu! Lagipula dengan mengantar jemput YoungIn ke sekolah, kau kan jadi meringankan pekerjaanku”

“ Memang iya, tapi kan aku kerumah Yongwoon hyung untuk liburan, aku bosan kalau sendirian di apartemen, sengaja aku tidak pulang ke Ilsan karena sedang malas bertemu dengan appaku”

“ Ya sudah, bagaimana tadi dengan sekolahnya YoungIn?”

“ Sekolahku menyenangkan eomma! Aku juga bertemu dengan ibu guru yang baik!” cerita YoungIn semangat.

“ Benarkah??”

“ Ya! Namanya bu Han Gyu Ri, padahal aku sudah menabraknya, tapi malah dia yang bertanya apakah aku baik-baik saja dan meminta maaf  padaku”

“ Han Gyu Ri?” gumam Jae In seperti mengingat sesuatu.

“ Astaga, apakah dia benar Gyu Ri?” gumam Jae In lagi.

“ Ada apa? Apa kau mengenalnya?” Tanya Jungshin bingung sambil mengunyah makan siangnya.

“ Justru aku yang ingin bertanya padamu, apa kau tidak ingat dia?”

“ Siapa? Gyu Ri? Aku saja baru berkenalan dengannya tadi”

“ Kau benar-benar masih belum bisa mengingatnya Shin?” Tanya Jae In lagi.

“ Aku kan memang tidak mengenalnya, untuk apa aku mengingat dia?”

Jae In terdiam mendengar perkataan Jungshin barusan. Ternyata Jungshin masih belum bisa mengingat Gyu Ri, padahal dulu mereka saling mencintai dan akan menikah. Jae In merasa bahwa dirinya harus menemui Gyu Ri, dia tidak mau Gyu Ri merasa sedih karena bertemu Jungshin lagi, dan dia akan berusaha mencoba mengembalikan ingatan Jungshin lagi.

 

2 Minggu kemudian

 

Jungshin POV

 

“ Jae In-ah, aku keluar sebentar ya!” kataku pada Jae In.

“ Ne, hati-hati!”

Setelah menyalakan mesin mobil, aku langsung melajukan mobilku ke arah Myeong-Dong, aku bosan dirumah. Ketika aku turun dari mobil, kulihat seseorang yang kukenal sedang berada didalam sebuah kedai crepe.

“ Han Gyu Ri!” teriakku. Kulihat Han Gyu Ri, guru YoungIn sedang ada di kedai crepe, langsung saja aku menghampirinya. Tapi sepertinya dia kaget melihatku, aneh sekali yeoja itu, kenapa selalu melihatku dengan tatapan sedih dan rindu seperti itu, padahal kami kan baru bertemu dua kali.

“Annyeong, sedang apa kau disini?” tanyaku sopan.

“Ah, aku baru saja pulang mengajar” katanya tersenyum.

“Kau mengajar dimana lagi?”

“Di Seoul sport center, mengajar taekwondo, di sekolah juga, aku hanya guru part time” jelasnya.

“Wow, oh ya bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil makan es krim di taman? Itupun kalau kau mau” tawarku. Gyu Ri pun mengangguk.

“Kajja!” kataku lalu menggandeng tangannya. Aku juga bingung, kenapa aku bisa sesantai itu langsung menggandeng tangannya, aku merasa sepertinya aku sudah sering melakukan hal itu dengannya, tapi aku saja baru mengenalnya, tapi kenapa aku merasa seperti sudah mengenalnya sekali ya?. Kulirik Gyu Ri disampingku, mukanya terlihat sedih lagi. Setelah membeli es krim, kami duduk dibangku yang ada ditaman.

“ Kau kenapa? Es krimnya tidak enak ya?” tanyaku. Dia hanya menggeleng sambil tersenyum. Tiba-tiba ada sekelebat bayangan seseorang dipikiranku, dan kepalaku tiba-tiba terasa pusing.

“ Aduh”

“Jungshin-ssi Gwenchana?” tanyanya khawatir.

“Ah ya, aku tidak… akh…” sehabis melihat wajahnya, entah kenapa kepalaku langsung terasa sakit dan ada bayangan seorang yeoja yang terlintas dipikiranku, tapi wajahnya terlihat tidak jelas.

“Apa kepalamu sakit sekali? Lebih baik kita pulang saja sekarang, apa kau masih bisa menyetir?” tanyanya lagi. Aku masih terdiam, mencoba menghilangkan rasa sakit kepala ini, tiba-tiba aku perhatianku tertuju ke sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya. Sepertinya aku pernah melihat cincin itu, tapi dimana? Aku sama sekali tidak bisa mengingatnya, kenapa cincin itu terasa sangat familiar bagiku.

“Bagaimana kalau aku mengantarmu? Biar aku saja yang menyetir, aku takut kau kenapa-napa” katanya sambil membantuku berdiri.

“ Gomawo Gyu Ri-ya, maaf aku merepotkanmu” kataku sambil masih memegangi kepalaku yang masih berdenyut-denyut.

“Nanti kau tunjukkan jalannya ya?”. akupun mengangguk.

 

~~~~~~

“ Ini rumahmu?” tanyanya.

“ Bukan, ini rumah hyungku, aku tinggal di apartemen, tidak terlalu jauh dari sini”. Setelah mematikan mesin mobil, dia langsung membantuku masuk kedalam rumah. Untungnya sekarang kepalaku sudah tidak sesakit tadi.

Ting Tong~

“ Ya sebentar!” terdengar suara Jae In dari dalam.

“ Ya siapa…. Gyu Ri??”

“ Jae In-ah?!” Gyu Ri terlihat kaget saat melihat Jae In.

“ Omo Gyu Ri, ini benar kau? Astaga, jeongmal bogoshippo Gyu Ri!” teriak Jae In sambil memeluk Gyu Ri. Aku bingung melihat mereka, apa mereka sudah saling mengenal? Argh! Kenapa setiap melihat Gyu Ri tersenyum, selalu ada bayangan seorang yeoja dipikiranku? Siapa yeoja itu? Karena merasa masih pusing, akhirnya aku langsung masuk kedalam dan menuju kamarku, meninggalkan Gyu Ri yang sedang senang karena bertemu dengan Jae In. setelah dikamar, aku langsung merebahkan tubuhku ditempat tidur dan tertidur.

 

“Oppa, ayo bangun….hiks jebal oppa….bangunlah…kau harus meyakinkanku bahwa kau baik-baik saja… jebal hiks…saranghaeyo Jungshin oppa….”

 

Apa ini? itu kan… ketika aku mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, tapi, siapa yeoja yang sedang menangisiku itu? Siapa dia? Aku berusaha mendekat untuk mengetahui siapa yeoja itu, tapi sayangnya dia sepertinya tertidur karena kelelahan menangis, dan wajahnya tertunduk, dia tertidur sambil terus menggenggam tanganku. Tapi saat aku sedang mengamatinya, perhatianku tertuju pada cincin yang melingkar dijari manisnya. Itu….. bukannya itu cincin yang ada di jari manis Gyu Ri? Tapi kenapa yeoja ini juga bisa mempunyai cincin yang sama dengan Gyu Ri? Dan apa hubungan yeoja ini denganku?

 

 

“Gyu Ri, jangan kebanyakan makan, nanti kau bisa sakit perut!”

“Hehe mianhe oppa, aku lapar sekali sehabis latihan taekwondo tadi”

 

Hei, itu kan aku? Kenapa tiba-tiba sekarang aku sedang berada di restoran? Bukannya tadi dirumah sakit? Dan kenapa Gyu Ri bisa bersamaku? Senyum itu, itu senyum milik Gyu Ri yang tadi kulihat, sebenarnya apa hubunganku dengannya? Aku masih terus mencoba mengingatnya perlahan-lahan, aku memejamkan mataku. Tiba-tiba, semua ingatan ku yang hilang, terlintas di depan mataku, dan hampir semuanya mengenai yeoja itu.

 

“Gyu Ri-ya, maukah kau menikah denganku?”

“ Aku serius Gyu Ri, kumohon, aku mencintaimu, maukah kau menjadi pendamping hidupku?”

“ Oppa… gomawo, aku… aku mau menikah denganmu…”

“ Jeongmal? Gomawoyo Gyu Ri-ya, saranghae”

 

Aku terbangun dan membuka mataku. Aku mengingatnya sekarang, yeoja yang hilang dari ingatanku, yeoja yang sangat penting didalam hidupku, yeoja yang akan mendampingi hidupku, untuk selamanya. Dialah Gyu Ri, Han Gyu Ri, yeoja yang kucintai. Jadi dia, orang yang selama ini membuat sebagian dari diriku hilang.

 

Tok Tok Tok!!

 

Terdengar suara pintu kamarku diketuk, dan terlihat Gyu Ri berusaha melongok kedalam kamarku.

“ Jungshin-ssi, kau baik-baik saja?” tanyanya cemas.

“Masuklah, aku tidak apa-apa” kataku sambil tersenyum. Kulihat dia tersenyum lega, itu dia senyum yang selama ini selalu ada dimimpiku, senyumnya yang sangat manis.

“Apa kepalamu masih sakit?” tanyanya lalu duduk di pinggir tempat tidurku.

“Aku tidak apa-apa, gomawo sudah mengkhawatirkanku” kataku mengelus rambutnya. Terlihat ada air mata yang hampir mengalir ke pipinya.

“Kenapa kau menangis Gyu Ri?” tanyaku. Dia hanya terdiam sambil berusaha menyeka air matanya yang terus keluar.

“Uljima, aku tidak apa-apa kok, sungguh” kataku meyakinkannya.

“Gyu Ri, apa kau merindukanku?” tanyaku. Dia langsung menatapku dengan matanya yang agak sembab.

“Oppa….hiks..oppaa…”katanya sambil sesenggukan. Sepertinya dia sudah tidak bisa membendung perasaannya lagi.

“Uljima Gyu Ri-ya, aku sudah mengingatnya sekarang, jangan menangis lagi” kataku sambil mengusap matanya dengan tanganku.

“Oppaa…ingatanmu sudah kembali? Kau sudah ingat denganku?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Aku ingat denganmu Gyu Ri, I remember you jagi, maafkan aku selama ini, kau pasti sedih sekali selama ini, maafkan aku” kataku sambil mendekapnya.

“Gwenchana oppa, gwenchana, aku senang kau bisa mengingatku, gomawo oppa”

“Kau masih memakai cincin yang kuberikan dulu?”. Ia mengangguk mantap sambil memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manisnya.

“Gomawo Gyu Ri, kau masih mencintaiku selama ini, saranghae” kataku lalu mengecup bibirnya lembut.

“Nado saranghae oppa”.

 

END

©diraeoo

2 thoughts on “[FF Competition] PLEASE, REMEMBER ME OPPA

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s