[FF Competition] South Korea

Judul : SOUTH KOREA

genre : Romance – friendship

 

“South Korea”

 

Matahari sudah meninggi, mungkin panasnyapun sudah menyengat. Tapi itu tak berpengaruh pada Kayla, gadis Indonesia yang baru berhasil memejamkan matanya saat fajar tadi. Lelahnya melakukan penerbangan dari Indonesia menuju South Korea setelah melakukan beberapa transit, membuatnya semakin tak bisa membuka matanya. Selain itu, tempat ini, membuatnya terlalu malas untuk beranjak sekedar menikmati suasana tempat yang baru pertama kali ia kunjungi.

Drrt. Drrrt. Handphone Kayla bergetar. Dengan berat, bahkan dengan mata yang masih tertutup Kayla menjawab panggilan itu.

“halo?”

“Kayla? Kau sudah sampai?” Kayla berusaha sekuat tenaga membuka matanya, lebih tepatnya memicingkannya, mengintip tulisan yang tertera pada layar handphonenya,

“sudah ma, Kayla sudah dihotel di Seoul” jawabnya masih berat.

“sekarang jam berapa disana?” Tanya mama Kayla yang berhasil membuatnya kembali memicingkan matanya mengintip angka jam yang lebih kecil di pojok layar,

“jam 2 siang ma, kenapa?”

“Astaga Kay! Sudah jam 2 dan kamu masih tidur? Kayla bangun! Keluar dan nikmati liburanmu! Bukankah kamu mati-matian berusaha agar bisa memenangkan kompetisi itu untuk berlibur keluar negeri? Bangunlah Kay, carikan mama oleh-oleh, oke?!”

“Iya ma..” dengan suara yang lebih di tegas-tegaskan –meski terkesan memaksa- Kayla menutup telephonenya dan dengan malas ia akhirnya menarik langkah kakinya ke kamar mandi.

***

“Tuhan, jangan biarkan kali ini gadis-gadis aneh itu berada di sampingku, kali ini saja,” desis Jonghyun pada dirinya sendiri. Gadis-gadis aneh itu penggemar beratnya, sekalipun dia hanya penyanyi jalanan biasa tapi dia memiliki beberapa penggemar aneh yang semuanya adalah wanita. Sebenarnya Jonghyun bangga memiliki penggemar, hanya saja kali ini dia benar-benar menginginkan ketenangan. Ketenangan dari kesakitannya akan hidup, lebih tepatnya, ketenangan dari rasa sakit yang ia terima atas keputusan wanita yang ia cintai lebih dari satu tahun yang tiba-tiba memutuskan semuanya, -secara sepihak-, dan karena laki-laki lain.

Jonghyun duduk di salah satu bangku di taman tempat biasa ia memainkan gitar setiap Sabtu sore. “Ah, saatnya kita bersenang-senang” bisiknya lagi, kali ini pada gitar yang ia keluarkan dari boxnya. Perlahan suara gitar mengalun, beberapa orang yang berlalu lalang menyempatkan diri berhenti, mengerumuni Jonghyun yang kini mulai menyanyikan lagu milik Bruno Mars, When I Was Your Man, dengan sangat baik. Mungkin karena lagu ini benar-benar terjadi pada hidup Jonghyun.

Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang benar-benar menikmati suara Jonghyun, memahami kesakitan yang terlantun dari nada suaranya, memahami mata yang perlahan terlihat sendu.

Suara tepuk tangan terdengar dari beberapa orang tadi, yang menyaksikan permainannya. “syukurlah, gadis-gadis aneh itu tak datang” pekiknya dalam hati. Satu persatu mereka pergi melanjutkan aktivitas yang sempat mereka tunda demi mendengar suara Jonghyun dan irama gitarnya. Kini tersisa Jonghyun dan gitarnya, senyum yang sempat ia lihat dari para “penonton”nya tadi kini hilang, hal yang bisa mengalihkan kecamuk pikirannya kini pergi. Jonghyun meraih box gitarnya dan akan memasukkan gitarnya saat kemudian ada suara “Wow, fantastic”. Jonghyun menengadah, sinar matahari sore menerpa matanya, mengecilkan pupil berwarna coklat itu, dan setelah mulai terbiasa ia melihat sesosok wanita yang tengah berdiri di depannya. Cantik. Setidaknya itulah kesan pertama yang didapat Jonghyun. Jonghyun hanya menatapnya, -heran.

“Hy, I’m Kayla” kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya.

“Hy, I’m Jonghyun, Lee Jonghyun,” balas Jonghyun yang turut mengulurkan tangannya, “Kau sepertinya bukan orang Korea” lanjut Jonghyun lebih pada dirinya sendiri karena volume suaranya yang sedikit mengecil.

“Yap, aku memang bukan” jawab Kayla dan mengejutkan Jonghyun karena menggunakan bahasa Korea.

“Woa, tapi bahasa Koreamu tidak buruk” Jonghyun tersenyum nyaris tertawa mendengar logat Kayla.

“Oh ya?” Kini giliran Kayla yang tersenyum. Mereka tersenyum dengan tangan yang tanpa sadar masih saling terpaut.

“Hya gadis bodoh! Apa yang kau lakukan pada tangan oppaku! Kau ingin mati ya?”

“Oppa! Apa yang kau lakukan?!”

Kayla dan Jonghyun sontak menoleh ke arah suara yang sepertinya tertuju pada mereka.

“aish, gadis-gadis ini lagi!” celoteh Jonghyun yang nyaris tak terdengar oleh Kayla.

Dengan sekali tembakan Jonghyun menarik Kayla berlari.

“Hey, apa yang kau lakukan?Hey” Kayla masih belum paham dengan kejadian yang ia hadapi kini. Kenapa dia harus berlari?. “Sudah, berlari aja sekuat tenagamu, eoh!” kata Jonghyun dengan nafas yang mulai tidak teratur. Entah sudah berapa ratus meter mereka berlari, Jonghyun tiba-tiba menarik Kayla kesebuah gang sempit dan bersembunyi disana. Dan seolah itu film, Kayla melihat gadis-gadis tadi terus berlari.

“Siapa mereka Jong? Fansmu?”

“Benar, mereka kadang memang sedikit gila, kau tahu!Tch” Jonghyun kembali terkekeh. ”Hey, kau mau kemana? Mereka mungkin masih ada dijalanan di depan” lanjut Jonghyun saat Kayla ingin keluar dari gang itu.

“aish, seharusnya aku berhasil memenangkan juara kompetisi itu. Aku tak mungkin disini, aku pasti di Paris” gerutu Kayla sambil menurunkan rok panjang bermotif bunga yang ia kenakan.

“hey, hey, apa yang kau lakukan?” Jonghyun sontak memutar kepalanya.

“aku tak mau terjebak disini seharian. Lagian, apa yang kau pikirkan? hey! Kau berfikir aneh ya?” Kayla memukul bagian belakang kepala Jonghyun.

“awww” Jonghyun kembali memutar kepalanya menghadap Kayla. Kayla sudah bertransformasi, kini ia menggunakan celana pendek sejengkal diatas paha. Membuka jaket denim yang ia kenakan, kini tinggal kaos tanpa lengan berwarna putih. Menggerai ramput panjang yang sedari tadi digulungnya keatas.

“hahahaha” Jonghyun kini tak kuat lagi menahan tawanya,”Hey apa yang kau lakukan?” Tanya Jonghyun masih tertawa.

“Jong! Kenapa kau tertawa? Ini semua gara-gara kamu!”

Tapi Jonghyun masih saja tertawa. “hey kau mau kemana?” jonghyun membuntuti Kayla yang melangkahkan kakinya.

“Stop, mereka  masih didepan. Tetap disini, oke!” Kayla dengan bangga melangkah keluar. Meninggalkan Jonghyun yang masih ternganga atas ulah Kayla. Dan benar saja, gadis-gadis itu tidak mengenali Kayla.

“Bagaimana bisa dia meninggalkanku sendirian disini? Bukannya tadi aku yang menariknya dan menyelamatkannya?” gerutu Jonghyun. Sekarang Jonghyun ragu, haruskah ia kelur juga?

…..

“Jong, keluarlah, sudah aman” Kayla kembali dengan 2 gelas ice cappuccino ditangaannya. Menyodorkan satu pada Jonghyun.

“Kay, kau tahu? aku merasa kau seperti sedang membintangi sebuah film,haha”, jonghyun mulai berceloteh sambil berjalan menyusuri trotoar jalanan Seoul.

“Mwo? Kau ingin mati ya? Tapi tunggu, bukankah itu artinya kau sedang menyubutku seperti Jennifer Lawrance kan?” Jonghyun hanya mengkerutkan alisnya mendengar celotehan Kayla, “oh astaga Jong, Ketniss Everdeen!” Jonghyun tersadar apa yang Kayla bicarakan. Sontak, tawanya kembali menggema, tawa yang lama tak ia suarakan, menjadi sering terdengar saat ia bersama Kayla.

“Hahaha, hya! Jangan mimpi!” jonghyun menyentikkan jari tengahnya dipelipis Kayla. Kayla benar-benar ingin membalas tapi ia urungkan saat melihat raut wajah Jonghyun berubah. Kayla menatap arah pandana Jonghyun, ada seorang laki-laki dan perempuan yang bergandengan mesra. Kemudian si wanita tadi masuk ke sebuah coffe shop, dan si lelaki duduk di pelataran toko yang menyediakan kursi berpayung.

Jonghyun melangkahkan kakinya menuju laki-laki itu.

“Apa kau kekasihnya? Sudah berapa lama?” Jejal Jonghyun pada laki-laki yang tengah duduk tadi?

“Maksudmu? Hae Ra? Sudah tiga tahun lalu, tapi aku harus mengikuti wamil sekitar 2 tahun lalu. Apa kau mengenal Hae Ra?” laki-laki itu menjawab seolah Jonghyun adalah teman Haera.

“ah, tidak, lupakan saja” Jonghyun pergi tanpa kata-kata lagi. Kayla mengamati apa yang jonghyun lakukan dari tadi, sepertinya ia mulai bisa memahami kejadian yang ia baca saat ini. Ia memahami alasan Jonghyun yang terlihat menyedihkan dengan lagu yang ia nyanyikan tadi.

“Hey, Jong! Tunggu!” teriak Kayla sambil berlari mengejar Jonghyun.

“apa? Ah benar, mau kutunjukkan korea malam hari?”

***

Dan disinilah mereka, restoran ayam dengan beberapa botol Soju yang sudah kosong.

“Jong, hentikan! Kau sudah mabuk!”

“kay, Kayla, Soju, ini minuman khas Korea, kenapa kau tak mencobanya sekali saja? Akuuu, aku tak pernah berfikir akan menjadi orang yang merebut wanita milik orang lain. Harga diriku melarangnya!” ceracau Jonghyun yang sudah mulai hilang kesadarannya.

“aku tak minum Jong, sudah berapa kali kukatakan! Hey! Jong, serius, kau tak boleh pingsan, hey! Dimana rumahmu? Ah sial, aku bahkan tak tahu banyak tentang wilayah ini!”

***

Jonghyun membuka matanya yang masih sepat. “dimana aku?” pekiknya ketika melihat seluruh ruangan yang asing baginya.

“kau sudah sadar?” Jonghyun menoleh pada suara itu. Kayla dengan celana panjang dan kaos oblongnya, mengeringkan rambut dengan handuk.

“Aku dimana? Apa yang kau lakukan? Hya, jam berapa sekarang? Oh shit, aku telat kuliah!” Jonghyun menyeracau sambil menoleh pada jam yang tergantung didinding.

“Sekarang hari minggu Jong!” suara Kayla berhasil menghentikan semua pergerakan Jonghyun. Membuatnya terduduk lemas. “Ah, benar!” jawab Jonghyun akhirnya.

“Kau semalam mabuk, aku tak tahu harus mengantarmu kemana. Satu-satunya alamat yang aku punya adalah hotel tempatku ini”. Jelas Kayla.

“Hya! Bagaimana bisa kau membawa laki-laki ke tempatmu?! Kau gila ya?”

“Mr.Jong! bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku karena tidak membiarkanmmu terkapar dijalanan? Lagian, kau tidur di sofa, aku di sana”, Kayla menunjuk tempat tidur.

“Ah benar juga, bagaimanapun, terimakasih!”

“Kau harus membayarnya Jong! Aku menghabiskan jatah uang untuk membelikan mamaku oleh-oleh untuk ongkos taksi dan restoran ayam! Kau tahu tempat mendapatkan uang hanya dengan bernyanyi kan?”, Kayla membuat Jonghyun ternganga lagi. Cerewet. Kesan kedua.

“umh, di Hong Dae? Kay, kau tidak sedang berencana memanfaatkanku untuk mengamen kan?” selidik Jonghyun yang mulai curiga dengan rencana Kayla.

“Tidak”

“Tidak apa?”

“Tidak salah, dan tidak benar!”

“Apa?”

“Sudah, mandi dulu sana, aku akan menyiapkan sarapan. Setelah itu kau harus ikut denganku!”, Jonghyun menurut saja, ia heran bagaimana mungkin ia bisa sejinak ini pada wanita yang baru ia temui, yang lebih mengherankan lagi, Jonghyun merasa seolah sudah mengenal Kayla begitu lama, membuat ia merasa begitu dekat.

***

Jonghyun terbangun dari tidur lelapnya, membuka mata dan mengingat hal apa saja yang telah ia lakukan kemarin. Perlahan, tergambar jelas kejadian-kejadian yang membuat senyumnya tersungging manis. Saat ia terperangah mendengar Kayla bernyanyi dengan sangat baik, saat dia mulai bisa mengikuti lagu yang dinyanyikan Kayla yang ia tahu berjudul everything has changed, saat banyak orang bertepuk tangan untuk mereka. Dan saat Kayla mengajaknya –memaksanya- bermain sepak bola dengan beberapa remaja di lapangan bermain. Jonghyun mengacak rambutnya, berusaha menyingkirkan Kayla dari kepalanya, tapi gagal, ia masih saja tersenyum mengingat tingkah konyol mereka. “Ah, aku harus bangun, aku berjanji mengantar Kayla ketempat pembelian oleh-oleh” katanya pada dirinya sendiri.

Drrrrt. Smartphone Jonghyun bergetar. Satu sms ia terima dari nomor yang tak ia kenal.

Lee Jong Hyun-ssi, selamat anda kami rekrut sebagai trainee baru agensi kami. Harap hadir dalam pertemuan hari ini pukul 9 pagi di gedung FNC Lantai 3. Terimakasih.

“Apa?” jonghyun berteriak sambil membelalakkan matanya yang sedari tadi masih menyipit. Ia menoleh pada jam waker di sebelah tempat tidurnya. “Astaga, sudah jam 8!”

***

Aish, kenapa pertemuannya lama sekali. Jonghyun menggerutu sambil berlari menuju hotel tempat Kayla berada. Ia menghampiri resepsionis cantik diujung kanan lobi, menanyakan Kayla, penghuni kamar 447.

“Maaf tuan, penghuni kamar tersebut sudah chek out sekitar satu jam yang lalu. Tapi, apakah anda Mr.Jong?”

“eoh? Nde, Lee Jonghyun imnida”

“Jika benar, ia menitipkan ini” resepsionis tersebut menyerahkan gitar milik Jonghyun dan sebuah amplop. Jonghyun membuka amplop itu,

 

To: a Boy who make me..aigooo..ingin ku lipat-lipat!

“Haha, Kay! Berhenti membuatku tertawa sendiri!” Jonghyun bergumam sendiri,

 

Mr.Jong!! kau berhasil membuatku menunggu 3 jam?!!!

“Benar, aku salah, dan aku minta maaf”

 

 Astaga Jong! Aku akan membunuhmu jika nanti aku bertemu lagi denganmu! (setidaknya aku memiliki hal  dan alasan untuk ingin kembali kesini, membunuhmu!”).

“Benar Kayla, kau harus kembali, aku akan menunggu saat itu”.

 

Tapi bagaimanapun, terimakasih, kau dan gitarmu satu-satunya hal menarik yang kutemui disini, dan aku tidak menyesal kesini. Sumpah!

“Itu karena kau memanfaatkanku, tidak, kita saling memanfaatakan!”

 

Terimakasih sudah menjadi temanku saat aku tak tahu siapa-siapa disini. Aku merasa menjadi bintang utama sebuah film, hahaha, itu berkatmu Jong! Gomawo.

“Yah! Kita seperti bintang utama, tapi aku tak akan menyebutmu mirip Ketniss Everdeen, kau tahu itu!”

 

P.S: ada banyak film yang harus kita bintangi, seperti bab dalam buku, semuanya  akan berjalan.

“Lagi-lagi kau benar, aku harap kau nanti kembali, karena mungkin ada film lain yang bisa kita bintangi. Seperti romance mungkin?”

 

Jadi berhentilah menangisi satu kisah filmmu, lupakan wanita itu, dan hiduplah dengan bahagia. Aku akan memberitahumu sesuatu, dan ini rahasia. Wajahmu itu, cukup untuk memiliki 10 kekasih sekaligus,right? right!

Little hug –Kayla

 

“Hahaha, itu bukan rahasia Kay, semua orang tahu! Dan aku yakin, jika aku mengatakan itu, kau akan langsung memukulku, dan sekarang aku tahu itu terasa akan lebih baik dari pada disini hanya dengan memegang tulisan tanganmu”.

“Chua, sekarang, selamat jalan Kay, kuharap suatu saat film persahabatan kita ini bisa kuubah menjadi film romance yang manis”

Jonghyunpun pergi memanggul gitarnya, bersama kenangan yang tak akan mungkin ia lupakan, meninggalkan hotel mewah yang sempat ia singgahi satu malam, dimusim gugur ini.

6 thoughts on “[FF Competition] South Korea

  1. kereeennnn …. kay semua org jg tau low jonghyun mmpunyai paras yg bisa mmiliki 10 kekasih ahhh ani mungkin lebih ckckck

  2. “Aku akan memberitahumu sesuatu, dan ini rahasia. Wajahmu itu, cukup untuk memiliki 10 kekasih sekaligus,right? right!”
    right,right,right,right,right,right!!!!!!Gokiiil!! keren ceritanya

  3. Kayla… beruntung banget siiiiih, liburan ke korea ketemu Jong!
    thor, ditunggu lanjutannya ya! pengen banget ada cerita ketemunya mereka lagi!
    thanks thor, kereen banget!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s