[FF Competition] Hurt

Judul FF        : Hurt

Genre             : Romance – Sad Ending

 

@@@@

 

Minhyuk memandangi gadis yang duduk bersama temannya tepat dua meja di depannya. Dia sepertinya merasakan pandangaan Minhyuk terhadapnya, dia hanya tersenyum lalu mencoba mengabaikannya dan mengobrol lagi dengan teman-temannya. Ketika dia pergi ke toilet, Minhyuk mengikutinya dan menunggunya. Gadis itu kaget ketika keluar dari toilet dan melihat Minhyuk.

“Anyeyonghaseyo, maafkan kalau mengagetkanmu. Kang Minhyuk imnida”

“Jung Soomi imnida”

“Mungkin  kau kaget dengan kehadiranku dan menganggapku gila. Aku tertarik kepadamu saat pertama kali melihatmu masuk di café ini. Aku tidak suka mengulur waktu jadi aku langsung to the point berkenalan denganmu. Semoga kau tidak takut padaku”

“Ehmmm sejujurnya aku kaget tiba-tiba kau menghampiriku untuk berkenalan. Aku akan mengaanggap kau adalah orang baik jadi mari kita berteman”

“Gamshamnida. Ehmmm karena mulai sekarang kita berteman bolehkah aku meminta nomer handphonemu?”

“Ne”

“Gamshamnida. Aku akan menghubungimu. Sekarang aku mau pulang”

“Ne. Anyeyonghaseyo”

“Anyeyonghaseyo” mereka saling membungkuk lalu pergi.

@@@@@

Drrtttttttttt Handphone Soomi bergetar dan ada pesan baru masuk dari nomer yang dia tidak kenal

From: xxxxxxxxxxxxx

Malam Soomi-ssi aku Minhyuk. Maaf aku mengganggumu. Bolehkah aku meneleponmu sekarang?

Soomi tersenyum membaca pesan dari Minhyuk. Dia menyimpan nomer Minhyuk sebelum akhirnya membalas pesannya.

To: Kang Minhyuk

Aku sedang membaca novel. Baiklah ku tunggu teleponmu.

Handphone Soomi langsung bergetar, dia langsung mengangkat teleponnya dengan senang. Awalnya mereka mengobrol sedikit canggung tetapi lama-lama sudah merasa nyaman. Minhyuk memintanya memanggil oppa karena dia lebih tua, dia sudah bekerja sedangkan Soomi masih kuliah.

Setelah itu mereka semakin akrab, Minhyuk sering antar jemput Soomi kuliah, tetapi dia tidak pernah mau diajak masuk ke rumah oleh Soomi walaupun Soomi merayunya dan pura-pura marah, Minhyuk selalu bilang “Lain kali aku mampir ke rumahmu”.

Sudah dua bulan mereka saling mengenal, mereka sudah nyaman satu sama lain. Hari ini Minhyuk mengajak Soomi ke rumahnya. Mereka sampai di apartemen kecil milik Minhyuk. Apartemennya sangat sederhana, hanya memiliki 2 kamar, ruang tamu dan ruang TV jadi satu, lalu dapur kecil tanpa meja makan.

“Duduklah dulu, aku akan membawakan minuman” Minhyuk membuka kulkasnya dan mengambil sebotol air minum dan 2 gelas.

“Maaf aku hanya punya air dingin ini”

“Gwenchanayo”

“Seperti yang aku ceritakan padamu, orang tuaku sudah meninggal sejak usiaku 15 tahun, karena kecelakaan. Sejak itu aku hidup berdua bersama kakakku Kang Minhye. Saat itu usianya 20 tahun. Noona sangat pintar dan dia sangat bahagia ketika mendapat beasiswa dari Seoul University. Tetapi orang tua kami meninggal saat itu dan dia melepaskan beasiswa itu, memilih untuk tidak kuliah karena harus bekerja untuk membiayai hidup kami”

“Aku menyuruh noona untuk tidak melakukan ini. Dia bisa kuliah sambil kerja dan aku juga akan bekerja. Tetapi noona bilang dia tidak bisa bekerja sambil kuliah itu akan sulit dan dia tidak ingin aku bekerja karena aku masih terlalu kecil. Dia memintaku agar aku meneruskan sekolahku, biar noona yang bekerja aku harus tetap mengejar cita-citaku”

“Noona bekerja sebagai panjaga supermarket dipagi hari. Siang bekerja menjadi kasir ditoko buku. Sore sampai malam bekerja sebagai pelayan di bar”

“Walaupun aku belum pernah bertemu dengannya, aku yakin dia adalah wanita yang luar biasa. Aku ingin bertemu dengan dia?” Minhyuk mengambil sesuatu dari dalam laci lalu menunjukkannya kepada Soomi.

“Ini foto Minhye noona”

“Sangat cantik. Kemana dia sekarang?”

“Dia meninggal 6 bulan yang lalu”

“Apa?” Soomi tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Minhyuk tidak pernah bercerita kalau noonanya sudah meninggal, dia hanya bercerita kalau orang tuanya yang meninggal.

“Dia bunuh diri, di rumah ini, di kamarnya”

“Kenapa?”

“Mianhae, biarkan ini menjadi rahasia keluarga kami”

“Kau sekarang sudah mendengar semua cerita suramku, kau sudah melihat tempat tinggalku. Saranghae Soomi-ya, maukah kau menjadi pacarku?” Soomi langsung memeluk Minhyuk.

“Nado saranghaeyo. Aku tidak peduli masa lalumu, karena aku mencintaimu apa adanya” Minhyuk langsung melepaskan pelukan Soomi, dan langsung mencium bibir merah Soomi. Mereka saling mengungkapkan rasa cinta mereka lewat setiap belaian dan ciuman yang mereka berikan.

@@@@

Minhyuk akhirnya mampir ke rumah Soomi. Soomi memperkenalkannya kepada orang tuanya dan kakaknya Jung Jaewoon. Mereka senang dengan Minhyuk karena Minhyuk sangat sopan, baik dan bekerja keras. Minhyuk juga sedikit menceritakan tentang keluarganya dan kakaknya, tetapi orang tua Soomi tetap merestui hubungan Soomi dan Minhyuk.

Malam itu Minhyuk mengajak Soomi ke rumahnya. Tidak mengerti siapa yang memulai tetapi tiba-tiba mereka sekarang sedang berciuman panas di kursi, walau suasana di luar dingin karena hujan tetapi di apartemen Minhyuk terasa hangat oleh cinta mereka. Malam ini Soomi tidak hanya memberikan seluruh cintanya kepada Minhyuk, tetapi jiwa dan raganya dia berikan seutuhnya kepada pria yang sangat dia cintai Kang Minhyuk.

@@@@

Soomi merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya sebulanan ini, dia sering mual, kecapekan dan dia belum juga datang bulan sampai saat ini. Pikirannya sudah menduga bahwa dia hamil, tetapi dia sebenarnya takut orang tua dan kakaknya akan kecewa, dan dia tidak mau mereka membenci Minhyuk atas semua ini. Tetapi disisi lain dia senang kalau dia hamil karena dia mengandung anak Minhyuk.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, wae Sooomi-ya?”

“Ehmmm oppa, sepertinya aku hamil”

“….”

“Aku ingin memastikannya, apakah oppa bisa mengantarkanku ke rumah sakit?”

“Mianhae bukan aku tidak mau, tetapi aku ada tugas dari kantor untuk menemani direktur ke Cina selama 5 hari”

“Lama sekali, aku akan merindukanmu”

“Aku juga akan rindu. Maafkan aku. Bisakah kau berangkat sendiri?”

“Ok, nanti aku akan kabari hasilnya. Saranghaeyo”

“Nado”

Akhirnya Soomi berangkat sendiri ke rumah sakit dan ternyata hasilnya dia positif hamil. Dia mencoba menghubungi Minhyuk tetapi nomernya tidak aktif. Jadi dia mengirimkan pesan

“Aku Positif hamil”

Soomi menunggu repon dari Minhyuk tetapi Minhyuk tidak kunjung menghubunginya. Akhirnya keesokan siangnya Minhyuk mengirimkan pesan:

“Aku sangat bahagia sekali. Maaf aku tidak bisa menghubungimu, bisnis ini sangat penting jadi direktur memintaku serius, fokus, dan mematikan handphone. Sabarlah 5 hari lagi aku pulang”

Soomi lega membaca pesan dari Minhyuk. Dia belum menceritakan kehamilannya kepada keluarganya, dia berencana akan mengatakannya ketika Minhyuk pulang. Orang tuanya mulai khawatir mengapa Soomi akhir-akhir ini sedikit lemas dan sering muntah, mereka menyuruh Soomi ke Rumah sakit tapi dia menolak. Dia beralasan ini efek dia stress terlalu banyak tugas jadi kurang istirahat.

Seminggu telah berlalu dan Minhyuk belum menghubungi Soomi juga. Dia mencoba meneleponnya tapi nomer Minhyuk tidak aktif. Soomi mencoba berfikiran positif walau dalam hatinya dia mulai takut Minhyuk meninggalkannya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk datang ke apartemen Minhyuk tetapi ketika dia mengetok pintu Minhyuk tidak membuka pintunya. Dia menunggu di depan pintu selama sejam karena dia pikir Minhyuk sedang keluar. Akhirnya ada nenek yang tinggal disebelah apartemen Minhyuk memberitahukan bahwa Minhyuk sudah pindah 2 minggu yang lalu. Soomi ingin menangis tetapi dia masih mengharapkan Minhyuk tidak pergi meninggalkannya. Dia pergi mencari perusahaan tempat Minhyuk bekerja dan mencoba menanyakan apakah bisa bertemu dengan Minhyuk, tetapi ternyata Minhyuk sudah mengundurkan diri dari perusahaan 2 minggu yang lalu, padahal boss nya meminta dia bertahan karena dia salah satu manager handal tetapi Minhyuk tetap mau mengundurkan diri dengan alasan ingin belajar menjadi pengusaha bukan hanya karyawan. Soomi benar-benar tidak tau apa yang akan dia lakukan selanjutnya, dia tidak menyangka Minhyuk meninggalkannya begitu saja. Bagaimana dia akan menjelaskan pada keluarganya tentang kehamilannya. Karena stress dan terlalu sering berjalan Soomi pingsan di jalan, dan ketika dia membuka matanya dia sudah berada di rumah sakit dengan orang tua dan kakaknya di sampingnya yang menangis.

“Kenapa kau tidak menceritakan pada kami kau hamil? Mana Minhyuk? Dia harus menikahimu segera, bukankah dia sudah bekerja jadi tunggu apa lagi”  Soomi hanya menangis mendengar ucapan kakaknya dia tidak bisa menyembunyikan ini terlalu lama, keluarganya harus tau.

“Mianhaeyo. Aku tidak tau dimana dia, aku mencarinya tetapi dia menghilang”

“Kurang ajar. Dia kabur setelah menanam benih dirahimmu. Akan aku temukan dia dan akan kupaksa dia menciumi kakimu untuk minta maaf”

@@@@

Jaewoon terus mencari Minhyuk tetapi hasilnya kosong, Soomi mulai kurus dan semakin stress, dia sudah cuti kuliah karena malu perutnya semakin membesar tetapi tidak punya suami. Pikiran Soomi kacau dia sudah mengecewakan keluarganya membuat malu nama keluarga, dia harus menghilang untuk menyelamatkan nama keluarganya, orang lan tidak boleh tau dia hamil tanpa suami. Dia menulis surat singkat untuk keluarganya sebelum pergi

“Aku mengecewakan kalian, aku menyia-nyiakan kepercayaan yang kalian berikan, mianhaeyo”

Soomi tidak bisa berpikir jernih jadi ketika dia melihat mobil dengan kecepatan tinggi melaju dia langsung berlari ketengah jalan.

“Lebih baik aku mati bersama bayiku dari pada ketika dia lahir hanya akan hidup dalam kesedihan dan diejek karena tidak punya ayah dan hanya akan mendengar omongan miring tentang ibunya, lebih baik kau tidak lahir di dunia. Biarkan eomma dan kau bahagia di alam lain”

BAM tubuh Soomi terpental 5 meter ketika ditabrak mobil. Tubuhnya banyak mengeluarkan darah dan tidak ada yang menolongnya karena jalanan sepi dan pengemudi mobil langsung kabur karena takut ditangkap polisi.

@@@@

“Anyeyonghaseyo Soomi-ya lama tidak bertemu. Aku tau kau mencariku kemana-mana bahkan oppamu mencariku tetapi kalian tidak menemukanku. Padahal aku berada di Seoul mengawasimu. Aku bahagia ketika tau kau mengandung anakku, memang itu mauku. Kita akan menjadi keluarga bahagia, dan aku sangat mencintaimu, tetapi rasa benciku kepada oppamu lebih besar dari pada rasa cintaku padamu. Maafkan aku menjadikanmu sebagai korban walau aku tau kau tidak bersalah. Tetapi sejak awal ini rencanaku, aku ingin oppamu merasakan apa yang aku rasakan. Bagaimana rasanya kehilangan saudara perempuan kita satu-satunya yang kita sayangi mati karena lelaki berengsek. Saranghaeyo Soomi-ya” Minhyuk lalu menaburkan bunga dimakam Soomi dan pergi.

Minhyuk melihat Jaewoon yang berjalan seperti orang linglung memakai piyama mau menuju ke makam Soomi dengan membawa bunga yang sudah rontok dan kering. Minhyuk lalu tersenyum evil dan langsung menabrak Jaewoon lalu kabur.

“Noona dendam mu sudah terbalaskan semoga kau tenang di sana”

@@@@@

Flashback

Setiap malam Jaewoon datang ke bar ini selain untuk menghilangkan stress juga untuk bertemu dengan salah satu pelayan yang memikat hatinya Minhye. Dia mencoba menggunakan seluruh pesonanya untuk memikat hati Minhye tetapi Minhye tidak peduli. Dia tetap bersikap ramah karena Jaewoon adalah pelanggan. Jaewoon mencoba merayunya untuk berkencan dengannya atau menari bersama dan memberikan tip besar tetapi minhye hanya menolak dengan senyuman. Malam ini ketika Minhye mengantarkan minuman pesanannya, Jaewoon meremas pantatnya dan reflek Minhye langsung menampar Jaewoon.

“Mungkin aku hanya pelayan tetapi aku bukan wanita murahan. Aku bersikap ramah karena kau pelanggan tetapi ketika kau bersikap kurang ajar aku akan menghajarmu, tidak peduli jika bossku akan memecatku” Jaewoon sangat emosi dia tidak pernah dipermalukan di depan umum seperti ini, dia bersumpah akan balas dendam padanya.

Minhye pulang kerja tengah malam dia terus berjalan karena tidak ada bus atau taksi yang muncul. Tiba-tiba seseorang menutup mulutnya dari belakang dan menyeretnya ke tempat sepi yang dia tidak ketahui, lalu orang itu melepaskan tangannya dari mulut Minhye. Minhye kaget ternyata dia adalah Jaewoon. Tanpa basa-basi Jaewoon langsung mencium paksa Minhye dan tangannya bergeriliya keseluruh tubuh Minhye. Minhye berusaha melepaskan tubuhnya tetapi Jaewoon menamparnya setiap kali dia menolak. Jaewoon langsung merobek baju Minhye dan tidak peduli dengan tangisan Minhye, dia memperkosa Minhye seperti binatang dan sesekali menjabak atau menamparnya. Setelah selesai melakukan aksi bejatnya Jaewoon langsung memakai pakaian dan celananya tanpa menoleh kepada Minhye. Dia lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan melemparnya ketubuh Minhye.

“Jangan pernah membuatku malu di depan umum karena ini yang akan kau dapatkan. Jangan sok suci karena sekarang kau tidak ada bedanya dengan pelacur” dia lalu meninggalkan Minhye yang lemah tak berdaya.

@@@@

Minhyuk kaget ketika melihat noonanya datang dengan tubuh sempoyongan, baju compang camping, rambut berantakan dan bekas darah yang mengalir di kakinya. Dia menanyakan ada apa, tetapi seperti mayat hidup Minhye hanya diam dengan tatapan kosong dan langsung masuk ke kamar mandi membasahi tubuhnya. Dia terus berkata “aku kotor” dan Minhyuk semakin bingung ada apa. Sejak kejadian itu Minhye hanya diam dikamar tidak mau makan, tidur atau berbicara dengan Minhyuk. Minhyuk sedih melihat kondisi noonanya yang semakin buruk dia sampai cuti kerja untuk menjaga noonanya.

Minhyuk ke supermarket sebentar untuk membeli makanan dan  betapa kagetnya ketika dia masuk kamar Minhye, tangan kiri Minhye sudah penuh darah tangan kanannya memegang pisau dan dikacanya terdapat tulisan dari darah “JUNG JAEWOON”. Minhyuk langsung membawa Minhye ke rumah sakit, tetapi terlambat Minhye tidak terselamatkan. Sejak saat itu Minhyuk mencari tau siapa Jung Jaewoon dan bersumpah akan balas dendam.

End Flashback

END

One thought on “[FF Competition] Hurt

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s