[FF Competition] Like A Child

Judul FF : Like A Child
Genre : Romance-Songfic

 

LIKE A CHILD

 

Aku tersenyum memandangi kedua mata nya yang bulat dan bening itu, Ini adalah kali pertama nya aku memeluk nya dalam dekapan ku. Cantik.

 

Pada awal nya aku sangat takut akan kehadiran nya, namun perlahan rasa takut itu musnah begitu saja, Bulan kedua, ketiga dan seterus nya hingga aku dapat menerima kehadiran nya seutuh nya.

 

Ia bagaikan miniatur diri ku, Hanya dengan menatap, memeluk dan mencium nya seperti ini saja ia berhasil mencairkan kekerasan hati dan rasa takutku.

 

“Apa kau  ingat bagaimana ekspresi mu dulu, Oppa?” Cibir seorang gadis, ahh! Bukan! Wanita lebih tepat nya. Wanita cantik itu tersenyum lembut kemudian mengacak gemas rambut ku.

 

“Yahh! Choi Ru Na!” protes ku pada nya, namun ia tetap saja melancarkan aksi usil nya itu.

 

Oppa! Aku Jung Ru Na, apa kau juga lupa bahwa kau sudah menikahiku 1 tahun yang lalu? Yahh! aku benar-benar cemburu kali ini!” Ru Na istriku, mengerucutkan bibir mungil nya, Aku hanya bisa terkekeh geli melihat nya, tak kuasa menahan tawa kecil yang akhir nya keluar dari mulutku.

 

Yeobo, neomu oba hajima!”

 

Oppa, … Aku bahagia! Dulu, ku kira kau akan hidup dalam ketakutanmu itu, Kau ingat bagaimana ekspresimu saat mengetahui hal itu?”

 

Arah pembicaraan kami berubah menjadi serius ku pikir, aku terdiam, sejenak memejamkan mataku untuk mengingat apa yang telah terjadi saat itu, bak sebuah film, peristiwa itu terekam jelas dalam ingatan ku.

 

Aku tersenyum, menarik nya dalam dekapan ku.

 

FLASHBACK

 

Your fearful voice, your sadly frowning face
You cry out as if your dreams disappeared and you’re having a nightmare

 

 

 

“Aaa? Apa?” diriku tercekat, hanya untuk mengucapkan satu kata itu saja lidahku terasa kelu, berulang kali aku mengusap wajah ku dengan kedua tangan ku yang bergetar hebat.

 

 

Ru Na masih berdiri di hadapanku membawa kertas itu, menatap ku yang terduduk lemas pada sofa Apartment kami.

 

 

“Apa kau tidak bahagia?” tanya nya polos, aku tak mampu berkata-kata lagi, terlalu banyak hal yang membebani ku akhir-akhir ini.

 

 

Aku tidak tau, apa aku harus bahagia? Apa aku harus membujuk wanita yang ku cintai ini untuk mengugurkan nya?

 

 

Ku pikir aku masih terlalu muda untuk hal semacam ini, memang benar aku mencintai Ru Na dan hubungan kami sudah sah di mata Tuhan dan Negara. Namun, memiliki anak di saat Grup kami tengah mencapai posisi atas, rasa nya kerja keras kami hancur seketika.

 

Mimpi yang telah lama ku bangun bersama ketiga sahabatku, akan hancur dan itu akan menjadi mimpi buruk bagi kami, dan parah nya lagi itu adalah kesalahan ku.

 

 

Tentu saja aku ingin mempunyai bayi suatu saat nanti, bukankah sudah jelas saat itu aku dan Ru Na sudah membuat kesepakatan? Yah aku memang bodoh! Aku tidak bisa menyalahkan istriku karena kesalahan ku.

 

Oppa!!”

 

 

Cairan bening mulai mengalir deras dari mata indah nya, Ia bersimpuh di kaki ku, menatap ku penuh harap.

 

 

Ya Tuhan, . . . ! Aku tak pernah tega melihat nya menangis seperti ini!

 

Uljima~” suaraku berubah menjadi parau. “Aku takut” imbuhku.

 

 

“Kau takut jika popularitas kalian menurun? Ha?, Bagaimana aku bisa menikahi orang sepertimu, Oppa? Orang yang lebih mementingkan pekerjaan daripada Istri dan calon anak mu sendiri!”

 

 

Wajah nya di penuhi dengan air mata yang mengalir deras dari mata indah nya, wanita ku itu kini tak nampak rapuh, mata nya tajam menatapku, posisi nya tak lagi bersimpuh sekarang.

 

 

Perkataan nya sangat nyaring dan kata demi kata yang tajam berhasil menghunus tepat di hatiku.

 

“Aku takut, aku takut akan menjadi Ayah yang buruk nanti nya, Aku takut anak kita tidak akan mendapat kan lingkungan yang layak! Bagaimana jika nanti aku tidak bisa menjadi ayah yang mampu memberikan kehidupan layak untuk anak kita? Bagaimana jika kelak aku tidak bisa memberi contoh yang baik untuk nya?”

 

Perlahan, aku mendekati Ru Na, dengan hati-hati aku mengelus perut nya yang masih datar itu.

 

“Maafkan aku dengan segala ketakutan ku, kupikir aku belum memiliki penghasilan yang cukup untuk dapat membahagiakan mu dan anak ini, aku tidak memungkiri bahwa aku juga mempunyai ketakutan akan ditinggalkan fans kami, dan Ketakutan terbesarku adalah bahwa aku tidak akan bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita!”

 

Oppa, . . .! Uljima~

 

Aku baru menyadari bahwa Air mata juga telah keluar dari mata ku, jika Ru Na tidak menghapus jejak-jejak air mata di pipi ku dengan kedua tangan mungil nya.

 

“Aku yakin bahwa Oppa akan menjadi Ayah yang baik untuk anak kita, Fans oppa mencintai oppa, bukan begitu? Jika mereka mencintai Oppa dengan tulus maka mereka tidak akan meninggalkan Oppa, apapun alasan nya. Kau kira aku menerima lamaran mu tanpa sebuah alasan huh~?”

 

Ia tertawa kecil, Ru Na telah kembali, Gadis yang berhasil memenangkan hatiku telah kembali pada diri nya yang usil.Tangan mungil nya mencubit gemas kedua pipiku.

 

“Aku yakin kau akan menjadi pria yang bertanggung jawab, Tuhan memberitahu ku bahwa kau akan memerankan tokoh seorang ayah yang akan selalu ada untuk uri baby! Menemani dia bermain, menolong nya untuk berdiri lagi saat ia terjatuh dari sepeda, jika uri baby perempuan, kau akan overprotective pada nya, kau akan selektif memilih pendamping hidup nya, atau bahkan tak mengijinkan nya untuk kencan, seperti ayah ku, khekhe~.”

 

Aku memandang istriku kagum, Aku membayangkan bagaimana menyenangkan nya menjadi seorang Ayah kelak. “Apa Tuhan memberitahumu bahwa anak kita nanti Perempuan, Yeobo?” Godaku, memotong perkataan nya.

 

Ia mendelik tajam padaku, “Ani! Aigooo suamiku babo~” dengus nya, “Aku sudah berusaha menjadikan moment ini serius dan romantis, tapi kau membuyarkan semua nya dalam satu detik!”

 

Aku tertawa keras memandang nya, Ia sudah membalikkan badan nya, malu kurasa.

 

“Wajah mu memerah! Aigooo! Kau masih malu dengan suami mu, eoh~?” Ledekku kemudian memeluk nya dari belakang, “Yeobo~

 

 

Aku meletakkan kepalaku di pundak nya, “Aku Mencintaimu, Apa kau yakin aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak kita?.” Aku berbisik lembut di telinga nya.

 

Ia mengangguk, membelai pipi ku pelan, “Aku sangat yakin!”

 

 

“Kalau begitu, aku ingin anak laki-laki!” godaku pada nya.

 

 

Pletakkk~

 

 

Ouchh!” Erang ku, sejak kapan tangan nya itu sudah mendarat di kepala ku.

 

Oppa ………….!!!!”

 

 

 

FLASHBAK END

 

Like A child, Just like heaven

A melody to spread all over the world

Like a child, just like heaven

A melody to make you smile

 

Aku ada di sana di saat ia memperjuangkan hidup dan mati nya demi anak kami, Ia bahkan tidak menangis meskipun aku tau dia sangat kesakitan, terasa jelas dari genggaman tangan nya yang erat mencengkram ku.

 

Di saat itu pula aku sadar bahwa tak ada lagi yang perlu kutakutkan, jika Ru Na mampu untuk mengenyahkan rasa takut nya, lalu mengapa aku tidak?

 

Ku fikir selama ini hanya aku saja yang merasa ketakutan, namun aku tak menyadari bahwa wanita di hadapan ku ini merasakan hal yang sama dengan ku.

 

Takut akan ukuran tubuh nya yang akan berkali-kali lebih besar dari ukuran tubuh nya sebelum hamil, ketakutan menghadapi persalinan nya dan ketakutan akan sikap ku yang berubah karena kehamilan nya.

 

Dia wanita yang hebat! Istriku memang hebat!

 

Dia pandai menyembunyikan rasa sakit nya, Aku banyak mendengar bahwa melahirkan itu sangat sakit, namun dia masih bisa tersenyum padaku, walaupun kadang wajah nya nampak  menahan sakit.

 

Dan sampai pada akhir nya, Dengan satu dorongan kuat, juga cengkraman hebat pada tangan ku, Tangisan itu pecah! Bayiku! Bayi kami, aku melihat nya masih penuh darah! Aku tak kuasa untuk menahan tangis ku, air mata ku sudah  tak terbendung lagi.

 

 

“Apa aku sedang bermimpi?” kalimat itulah yang pertama ku ucapkan pada Ibu ku, aku tersenyum, aku bahagia hingga rasa nya aku ingin berteriak sekencang-kencang nya.

 

Aku seperti berada di surga saat itu, tangisan yang pecah dari bibir mungil nya, benar-benar menyadarkanku bahwa menjadi seorang ayah itulah hal paling luar biasa dalam kehidupan kita, melindungi nya, mengajari nya akan arti hidup, menemani nya bermain, hidup ku sudah lengkap rasa nya dengan kehadiran nya.

 

Putri kecilku.

 

 

A child’s bright smile
makes your droopy shoulders open wide again
A child’s clear eyes
can melt a frozen city. . .

 

 

 

 

.TAMAT.

 

 

One thought on “[FF Competition] Like A Child

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s