[FF Competition] Loving You

 

Title     : Loving You

Genre  : Romance ~ Sad Ending

 

~0~

Kulangkahkan kakiku dari satu kamar ke kamar lain di rumah sakit ini untuk memeriksa keadaan pasien dikamar-kamar tersebut. Park Hyunhee, itu namaku. Aku adalah seorang perawat disalah satu rumah sakit di seoul.

 

Kuhentikan kakiku didepan sebuah kamar diujung lorong rumah sakit ini. Ini adalah kamar pasien terakhir yang ku kunjungi sebelum jam kerjaku selesai. kubuka pintu kamar tersebut. Aku tersenyum manis pada pasien tersebut. Seorang pasien yang dapat membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Seorang pasien yang membuatku dapat merasakan apa itu cinta.

 

Lee Jonghyun, pasien yang menderita gagal jantung dan hanya bisa diselamatkan dengan cara transplantasi jantung.  Aku tahu jika dia tidak segera mendapatkan jantung untuk ditransplantasikan dia bisa saja meninggal. Tapi aku sudah terlanjur menyukainya. Jonghyun sudah 2 minggu dirawat dirumah sakit ini. Dan dalam waktu sesingkat itu, dia berhasil membuatku jatuh cinta padannya.

 

“Lama sekali datangnya” Jonghyun memasang tampang cemberutnya saat aku masuk.

 

“Mianhae. Tadi banyak sekali pasien yang harus kutangani” jawabku jujur.

“Lagakmu sudah seperti dokter saja perawat park” Balasnya masih dengan wajah cemberutnya itu. aku pun mulai memeriksa keadanya.

 

“ck ck ck. Apa kau tidak tahu bahwa tugas perawat itu leih berat dari seorang dokter. Dokter bertugas untuk memfonis keadaan pasien  dan melakukan operasi. Sedangkan perawat harus membantu pekerjaan dokter untuk merawat pasien, memantau keadaannya, membantu pasien yang memerlukan bantuan, dan lain-lain”

 

“Arraseo arraseo. Kau memang lebih sibuk dari dokter” aku hanya tersenyum mendengar keluhannya.

 

“Sudah selesai. semuanya tampak normal” aku duduk ditepi ranjangnya. Kulihat dia berusaha untuk duduk.  Aku pun membantunya duduk sambil bersanda disandaran tempat tidur.

 

“Gomawo parawat park” dia tersenyum. Senyum indah yang selalu dapat membuat jantungku berdegub lebih cepat. Tanpa sadar aku membalas senyumannya.

“Hyunhee~ah, apa kau sibuk ?”

 

“ Aniyo. Ada apa?”

 

“Maukah kau menemaniku jalan-jalan disekitar sini? Aku bosan dikamar terus menerus” kulihat tatapannya yang sedikit memohon.

 

“Baiklah. Kurasa dikamar terus-menerus memang sangat membosankan”

 

“Gomawo” aku bangkit dan membantu jonghyun  ketempat kursi rodanya berada.

 

 

@ Taman Rumah Sakit

 

“Sudah lama tidak menghirup udara luar seperti ini. Sungguh menyenangkan.” Ucap jonghyun sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.

 

Aku menggiring Jonghyun ke bangku taman. Kubantu dia untuk dapat duduk dibangku taman. Pemandangan rumah sakit ini memang indah banyak pohon-pohon rindang disekelilingnya yang membuat tempat ini lebih sejuk. Dibeberapa sudut taman, tampak bunga-bunga tumbuh subur yang mempercantik taman ini.

“Jonghyun~ah” pangilku. Dia menoleh padaku

 

“ Ne?”

 

“aku… aku ingin mengatakan sesuatu” aku menundukkan kepalaku, berusaha mengumpulkan keberanian.

 

“Aku menyukaimu. Saranghae Lee Jonghyun” aku samakin menunduk ketika dia hanya diam saja tidak menjawab. Aku pun mengangkat kepalaku perlahan dan menatap sosok didepanku ini.

 

“aku hanya ingin berada disampingmu. Aku merasa nyaman didekatmu. Aku……”

 

“Hidupku mungkin takkan lama lagi. Kau tentu tahu itu. apa kau bodoh? Jatuh cinta padaku hanya membuatmu tersiksa hyunhee~ah”

 

“Aku tahu. Aku sangat tahu itu. kebersamaan kita mungkin takkan lama. Tapi, aku ingin berada didekatmu, disampingmu meski itu takkan lama.aku mencintaimu” tak terasa bulir-bulir air mata sudah jatuh dan mengalir deras dikedua pipiku. Jonghyun menghapus air mataku. Tapi tetap saja air mataku  terus mengalir dikedua pipiku.

 

“Aku selalu menghapus perasaan suka ini agar tidak tumbuh. tapi, setiap aku berusaha menghapusnya perasan ini semakin tumbuh. Sehari tidak melihatmu, membuatku tersiksa. Aku sungguh ingin kau berada didekatku. Tapi, aku tidak bisa seegois itu. aku sendiri sadar dengan keadaanku saat ini” aku menatapnya dengan lamat. Aku sedikit kaget dengan kata-kata Jonghyun. Bukankah itu berarti dia juga menyukaiku.

 

“aku menyukaimu jonghyun. Biarkan aku selalu berada disisimu.” Tagisanku berganti menjadi isakan kecil. Aku tidak ingin menangis didepannya. Aku hanya ingin bahagia jika bersamanya.

 

“Kau harus berjanji padaku. Jika suatu saat aku meninggalkanmu, kau tidak boleh bersedih. Mulailah hidup baru, dan carilah cinta baru.” Aku mengangguk. Meski aku tidak yakin kalau bisa menggantikan Jonghyun dengan orang lain nantinya.

 

~0~

 

“perawat Park” aku menoleh saat seseorang memanggilku. Aku menghampiri seseorang dengan jas putihnya yang tadi memanggiku.

 

“ada apa dokter kim?”

 

“Bagaimana kondisi pasien Lee Jonghyun?”

 

“Keadaanya normal dokter, tapi kadang-kadang dia memang terlihat kesakitan di bagian dadanya”

 

“Hem, begitu ya. aku berharap bisa mendapatkan donor jantung yang cocok untuknya. Tapi ya itu, jarang sekali kita bisa menemukan donor jantung yang sehat.”

 

“begitu ya dok”  aku merasa sedih mendengar itu. aku ingin Jonghyun segera sehat. Dan tidak merasakan sakit didadanya

 

“kulihat kau sangat dekat dengan pasien Lee” aku menjadi gugup karena pernyataan dokter kim barusan

 

“Ah, dokter. Itu…. Dia kan pasienku. Apa salah jika.. jika aku dekat dengannya?” jawabku sedikit gugup.

 

“ tidak usah gugup begitu perawat Park” senyuman tampak jelas di wajah dokter dengan usia hampir 50 tahun itu. aku pun menjadi agak malu.

 

“kalau begitu aku permisi dulu perawat Park. Aku akan usahakan mendapatkan donor jantung untuk  Pasien Lee sebelum kondisinya semakin parah” aku hanya mengangguk dan menatap dokter kim yang sudah melangkah meninggalkanku. ‘Kuharap Jonghyun segera mendapatkan donor Jantung’ batinku.

 

Aku mulai melangkahkan kakiku menuju ke kamar-kamar pasien dan mengecek keadaan mereka. Seperti biasa aku selalu mengunjungi Jonghyun. Saat kubuka pintu kamar inap Jonghyun, aku dikagetkan dengan keadaan Jonghyun. Laki-laki itu memegang dadanya dengan kedua tangan sambil terduduk dikasurnya. Aku pun segera menghampirinya.

 

“Jonghyun~ah gwenchana?” aku panik. Aku tidak siap untuk  kehilangan jonghyun saat ini.

 

“Jonghyun~ah”  kulihat dia menahan sakit. Aku semakin panik.

 

“ Biar aku panggilkan dokter” aku pun hendak keluar memanggil dokter. Tapi tanganku dipegang oleh Jonghyun.

 

“Tidak usah. aku tidak apa-apa sebentar lagi sakitnya pasti hilang”

 

“Apa kau tidak meminum obatmu lagi?” tanyaku padanya. Memang Jonghyun Kadang2 tidak meminum obatnya. Dan inilah sebab dadanya sering merasa sakit. Meski itu bukan obat untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi obat itu berguna untuk menghilangkan rasa sakit yang sering hinggap didadanya.

 

“Apa masih sakit?” tanyaku lagi. Perlahan dia mengangkat kepalanya dan tangan yang dari tadi memegangi dadanya, sudah turun dan berada disisi tubuhnya.

 

“Tidak. Sudah tidak sakit lagi. Maaf telah membuatmu cemas” aku hanya menggeleng dan memeluknya

 

“ Kau harus meminum obatmu. Kau ingin aku mati ketakuan, saat meihatmu seperti tadi.” Aku pun melepaskan pelukanku dan menatapnya.

 

“Aku bosan meminum semua obat itu. obat tersebut takkan menyembuhkanku. Jadi buat apa aku meminumnya.” Aku menghelah nafas mendengar ucapannya.

 

“Obat tersebut memang takkan menyembuhkanmu. Tapi setidaknya itu dapat menghilangkan rasa sakit yang kadang menyerangmu. Kau harus tetap meminumnya. Mengerti?”

 

“Aku sudah tidak apa-apa. Tidak usah khawatir. Jadi, maukah kau menemaniku jalan-jalan lagi ?” aku dapat melihat tatapan memohonnya lagi. Aku pun menghela nafas dan akhirnya mengangguk.

 

“Gomawo. Kau memang perawat paling baik dan wanita paling kucintai yang pernah ada dalam hidupku.  Aku tersipu malu mendengar ucapannya.

 

“Tidak usah menggombal” dia terkekeh dan menyentuh wajahku dengan kedua tangannya.

 

“wajahmu memerah. Dan kau terlihat semakin manis” ucapnya. lalu mencium kedua pipiku. Hal itu berhasil membuatku membeku seketika.

 

“kajja. Bantu aku duduk dikursi roda itu” aku pun tersadar dari lamunan dan mulai membantu Jonghyun duduk dikursi roda.

 

Kami pun berjalan-jalan disekeliling rumah sakit. Dan sampailah kami ditaman rumah sakit ini. Aku membantu Jonghyun berdiri dan membawanya untuk duduk dibangku taman.

 

“Apa aku selalu merepotkanmu Hyunhee~ah” tanya Jonghyun setelah kami duduk dibangku taman.

 

“Ani, kau sama sekali tidak merepotkanku. Justru aku senang bisa membantumu.”

 

“Gomawo Hyunhee~ah. Karena kau selalu berada disisiku.”Jonghyun pun memelukku. Memelukku sangat erat. Aku membalas pelukannya tidak kalah erat. Tidak ingin kehilangannya.

 

Tiba-tiba kurasakan tubuh Jonghyun melemas. Aku melepaskan pelukanku, berusaha melihat apa yang terjadi pada Jonghyun. Jonghyun terkulai lemas di pelukanku dengan mata yang tertutup. ‘oh, tidak. Jangan sekarang. Kumohon…’  ucapku dalam hati.  Aku pun panik. Bayangan-bayangan negatif mulai berputar diotakku. Aku tidak ingin kehilangan Jonghyun.

 

~0~

 

 

1 tahun kemudian

 

Seseorang melangkahkan kakinya disebuah pemakaman. Terlihat sebuket bungan ditangannya. Dia terus melangkah menuju sebuah gundukan dipemakaman itu. tempat seseorang yang dicintainya dimakamkan. Setelah sampai dia meletakkan buket bunga tersebut diatas makam tersebut.

 

“Anyeong,,, Tak terasa sudah setahun kau meninggalkanku. Sampai sekarang kau masih terus berada di hatiku. Kau selalu dihidupku.” Gumam orang tersebut.

 

“terimakasih telah hadir dihidupku. Aku takkan pernah melupakanmu. Kuharap kau bahagia disana. Terimakasih atas hidup yag telah kau berikan padaku Hyunhee~ah.  Saranghae, Jeongmal saranghae.” Setetes air mata mengalir dipipi putih milik Jonghyun. Jonghyun pun perlahan-lahan mulai meninggalkan tempat pemakaman tersebut. Tidak ingin tambah bersedih. Sudah cukup selama ini dia menangis. Dia tidak ingin Hyunhee~ah bersedih disana karena melihatnya terus bersedih. Dia ingin menghargai pengorbanan Hyunhee yang telah memberikan jantungnya untuk Jonghyun, agar ia bisa hidup. Aku akan hidup dengan baik Hyunhee~ah, demi dirimu. Demi pengorbananmu utukku. Saranghamnida…….

 

 

 

E.N.D.

 

2 thoughts on “[FF Competition] Loving You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s