[FF Competition] What, I’m love the sprit?

Title     :  ‘What, I’m love the sprit?’

Genre  : Romance – Horror

**

 

Minhyuk melangkahkan kakinya malas. Ini sudah terhitung ketiga kalinya dia harus pindah sekolah karena pekerjaan orang tuannya. Sungguh Minhyuk bersumpah, kalau sampai dia harus pindah sekolah lagi karena pekerjaan orang tuanya, dia lebih memilih menghabiskan tabungannya untuk menyewa flat dan tinggal sendiripun tidak masalah baginya. Minhyuk berhenti didepan kelas XI Ipa 2, mengekor guru yang membimbing kesini.
“Anak-anak! Mohon perhatian sebentar! Hari ini kalian mendapat kawan baru. Minhyuk-ssi perkenalkan dirimu” Minhyuk melangkahkan kakinya perlahan.
Annyeonghaseo, Kang Minhyuk imnida. Bangapseumnida” Ucapnya lalu membungkukkan badan 90°. Setelah memperkenalkan diri, Minhyuk dipersilahkan duduk dibangku yang masih kosong. Ekor matanya menangkap satu bangku kosong dipojok dekat jendela, kursi sebelahnya sudah diisi oleh seorang gadis. Tanpa berpikir panjang Minhyuk duduk dikursi itu, tidak menyadari beberapa anak menatapanya kaget. Pelajaran yang sempat tertundapun dilanjutkan.
**
“Ah.. Ternyata masih sepi, sepertinya aku datang terlalu pagi” Minhyuk bermonolog melihat suasana kelasnya yang sangat sepi. Hanya dirinya dan.. Gadis yang sebangku dengannya. Minhyuk baru menyadari kalau dia belum berkenalan dengan gadis itu. Minhyuk menghampiri kursinya dan menyapa gadis itu.
“Em.. Annyeong, sepertinya kemarin kita belum berkenalan. Minhyuk imnida, namamu siapa?” menyadari ada tangan yang terulur kearahnya, gadis itu menoleh, dan mendapati Minhyuk yang tersenyum ramah kepadanya.
“Ah, Hyuna imnida. Bangapta Minhyuk-ssi” gadis yang bernama Hyuna tadi menyambut uluran tangan Minhyuk. Minhyuk sedikit terkejut, tangan Hyuna dingin. Dan wajahnya sedikit pucat. Dan juga, Minhyuk merasa sesuatu bergejolak didalam dadanya, ketika melihat senyum Hyuna yang sangat manis. Ditambah dimple dipipi kanannya. Keduanya berlanjut ke perbincangan hangat, padahal baru beberapa menit yang lalu mereka berkenalan. Tapi sekarang terlihat akrab sekali. Sangking asiknya mereka ngobrol, tidak menyadari kelas XI Ipa 2 yang sudah ramai. Dan lagi-lagi mereka tidak menyadari beberapa pasang mata menatap aneh ke arah mereka
**
Hari demi hari terus berganti, begitu juga dengan kedekatan Minhyuk dan Hyuna yang semakin dekat. Minhyuk selalu merasakan gejolak aneh dalam tubuhnya saat bersama Hyuna. Mungkinkah Minhyuk jatuh hati pada pandangan pertama? Entahlah. Tapi satu hari saja mereka tidak bertemu, Minhyuk sangat merindukan gadis itu. Entah Minhyuk yang bodoh, Hyuna yang bodoh, atau memang keduanya bodoh. Selama hampir satu minggu mereka dekat, Minhyuk maupun Hyuna tidak pernah bertukar nomer ponsel, E-mail, ataupun media sosial yang lain. Sekarang, Minhyuk dan Hyuna berada di rooftop sekolah. Membolos lebih tepatnya, Minhyuk dan Hyuna sedang tidak mood belajar matematika. Dan juga, mereka belum mengerjakan tugas yang tiga hari lalu diberikan. Sesekali terdengar tawa renyah dari keduanya, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi sepertinya itu sangat mengasyikan. Minhyuk memperhatikan wajah manis Hyuna saat tertawa. Matanya membentuk bulan sabit, ‘Yeppeunda‘ batinya dalam hati.
“Hyun..”
“Apa?” Minhyuk menatap manik bola mata Hyuna dalam. Memantapkan diri untuk mengungkapkan semua perasaan yang bergejolak dalam hatinya. Perlahan Minhyuk meraih jemari kecil Hyuna, membuat pemiliknya sedikit terkejut. Tanpa Hyuna sadari semburat merah mulai menjalar.disekitar pipi chubby-nya.
“Hyun.. M-mungkin ini terlalu cepat. T-tapi, a-aku menyukaimu” sedikit terbata Minhyuk mengucapkan sederet kalimat yang membuat wajah Hyuna semakin memerah.
“Eh.. Kamu.. K-kamu bercanda Hyuk? Atau kepalamu abis terbentur sesuatu eoh?”
“Serius, aku tidak bohong. Aku menyukaimu. Ah, aku tidak meminta jawabanmu sekarang Hyun. Yang penting kamu sudah tau perasaanku” Minhyuk tersenyum tulus. Hyuna diam, disatu sisi dia sebenarnya menyukai Minhyuk. Tapi itu tidak mungkin! Dia tidak mau Minhyuk tersakiti nantinya.
“Eng.. Mianhae Hyuk-ah.. A-aku bukanya…” belum selesai Hyuna menyelesaikan kalimatnya, Minhyuk memotong.
“Sssst.. Tidak apa-apa, aku akan menunggu. Bolehkah aku bertanya padamu?” Hyuna mengangguk ragu.
“Aku masih penasaran, kenapa tanganmu dingin sekali. Kulitmu juga sedikit pucat, apa kamu sakit?” Skakmat. Pertanyaan Minhyuk pertayaan skakmat untuknya. Tidak mungkin dia menjawab yang sebenarnya,
“Ahh.. Aku juga tidak tahu. Mungkin ini factor gen dari orang tuaku” Jawab Hyuna bohong, Minhyuk yang mendengarnya hanya mengangguk dan ber-oh ria.
“Ohh gitu.. Kita kekelas yuk. Sudah bel isitirahat, Yoon seosangnim pasti sudah tidak di kelas” Ucapnya menarik jemari Hyuna meninggalkan rooftop sekolah. ‘Mianhae Hyuk-ie … jeongmal mianhae’ batin Hyuna dalam hati.
**

Minhyuk berkali-kali melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya

“Sial, aku hampir terlambat” ucapnya pelan dan mempercepat langkahnya, atau lebih tepatnya setengah berlari. Beruntung dia sampai tepat waktu. Dan beruntung juga ketika dia memasuki kelas, Yoon seosanim belum datang. Tapi satu hal yang jadi pertanyaannya sekarang, kenapa bangku disebelahnya masih kosong? Biasanya Hyuna sudah datang lebih dulu.

‘mungkin dia telat’ batin MInhyuk dalam hati. Namun, sampai jam pelajaran ke lima, Hyuna belum juga muncul. Minhyuk sedikit cemas, Minhyuk mengeluarkan Ponselnya berniat menghubungi Hyuna, baru saja dia ingin mengetik pesan.. Ahh! Minhyuk baru ingat kalau dia tidak menyimpan nomer gadis itu. Minhyuk merutuki kebodohannya, bagaimana bisa mereka sudah cukup dekat, tapi tidak sadar kalau tidak bertukar nomer ponsel, ataupun Media sosial yang mereka punya. Tapi MInhyuk tidak kehabisan akal, dia menghampiri Yazid yang kebetulan ketua kelas XI Ipa 2.

“Zid, kamu tahu tidak kenapa Hyuna tidak masuk hari ini?” tanyanya to the point, Yazid yang sedang asik memainkan games di ponselnya, mengkerutkan kening pertanda bingung.

“Hyuna?” Ulangnya memastikan.

“Iya, Hyuna. Gadis berdimple yang duduk disebelahku zid” Yazid membelalakan matanya tidak percaya, bulu kuduknya sedikit meremang sekarang bagaimana tidak? Kursi disamping Minhyuk itu memang kosong sebelum Minhyuk datang.

“Eng.. Hyuk.. Hyuk-ah, jangan bercanda deh. Kursi disebelahmu itu kosong dari sebelum kamu pindah kesini”

“Aku tidak bercanda Yazid-ah, dikursi sebelahku itu tempat duduk Hyuna. Masa kamu tidak tahu?” Yazid semakin merinding

“Minhyuk-ah! Jangan membuatku takut please. Kursi disebelahmu memang kosong Hyuk. Eh, tapi setahuku dulu kursi itu ditempati seorang gadis. Tapi gadis itu meninggal karna kecelakaan. Ah sudah ah, aku jadi takut sudah sana balik ke tempatmu” Minhyuk tidak bergeming dari tempatnya, dia terkejut mendengar ucapan Yazid. Yang benar saja! jelas-jelas Hyuna duduk disampingnya dan mereka dekat beberapa hari ini. Baru saja Minhyuk mendudukan diri dikursinya, dia merasa tangan dingin menyentuh lengannya. Minhyuk menoleh, dan betapa terkejutnya dia melihat siapa pemilik tangan itu!

“Hyun-hyuna?” Lirih Minhyuk. Hyuna meletakan jarinya didepan bibir Minhyuk menandakan Minhyuk untuk diam

“Hyuk, Mianhae. Jeongmal mianhe, kau tahu? Awalnya aku terkejut kamu bisa melihatku. Mianhae karena membuatmu menyukaiku, mianhae aku tidak bisa membalas perasaanmu karena dunia kita berbeda. Mianhae, Jeongmal. Tapi Hyuk, aku juga menyukaimu..” Dan perlahan tubuh Hyuna memudar memudar dan hilang. Minhyuk masih berusaha mencerna ucapan gadis itu. Apa? Apa selama ini dia menyukai roh?

Fin~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s