[FF Competition] WITH YOU

 

Judul   : WITH YOU

Genre  : romance – happy ending

 

 

“Apakah oppa punya pacar sekarang?”

Mendengar pertanyaan itu, Minhyuk menghentikan langkahnya. Sedangkan yeoja yang menanyakan itu masih melenggang berjalan. Beberapa detik kemudian, yeoja berseragam SMA itu menyadari Minhyuk tidak berada disampingnya. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar, akhirnya ia menemukan Minhyuk saat dirinya berbalik ke belakang. Minhyuk berdiri mematung tak jauh darinya. “Oppa!

Minhyuk berjalan mendekat setelah yeoja itu memanggilnya.

Wae?”, tanya yeoja itu sembari terus berjalan.

“Aku hanya sedikit terkejut”, kata Minhyuk tanpa menoleh. “Yongra-ya, kita sudah tidak bertemu hampir 3 tahun.” Yeoja bernama Yongra itu hanya mengangguk. “dan..”, Minhyuk menggantung perkataannya.

Yongra tampak menunggu. “Dan?”

“Dan pertanyaan pertamamu adalah apakah aku punya ‘pacar’?”. Minhyuk menekankan kata terakhirnya.

“Oh~”

“Oh?”, Minhyuk tampak tak suka dengan respon yang diberikan Yongra.

“Pertanyaan itu cukup mewakili semua pertanyaan yang ingin aku tanyakan pada oppa”,  jelas Yongra. Tapi Minhyuk justru tampak tak mengerti.

“Aku bertanya, apakah oppa punya pacar? Jika oppa menjawab ‘ya, aku punya pacar’. Itu artinya, oppa baik-baik saja karena oppa sudah berhasil melupakan yeoja ‘gila’ itu. Tapi…”

“Tapi itu sama saja dengan memupuskan harapanku”, ucap Yongra. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Minhyuk sebisa mungkin menahan tawa. “Tapi jika oppa tidak punya pacar, itu artinya gadis ‘gila’ itu masih menghantuimu. Dan oppa tidak bisa dikatakan baik-baik saja, itu juga membuatku sedih”, jelas Yongra.

Aigoo~ Yongra-ya! Kenapa gadis SMA sepertimu berpikir serumit itu?” Minhyuk mencoba meledek, tapi Yongra tak bergeming.

“Aku tidak punya pacar.”

Sebelum Yongra membuka mulutnya untuk berbicara, Minhyuk tiba-tiba berhenti berjalan. Secara otomatis, Yongra juga melakukan hal yang sama. “Seharusnya kau bertanya apa aku baik-baik saja!”, kata Minhyuk. Ia pun meninggalkan Yongra yang berdiri dalam diam.

Oppa! Gwaenchanayo?”, teriak Yongra.

Minhyuk berhenti dan menoleh. “Gwaenchana.”

Gomawo”, ucap Yongra saat menerima sekaleng minuman soda dari Minhyuk. Ia membuka segel kaleng minuman itu, lalu meneguknya. “Ahh”

Minhyuk tersenyum melihat Yongra yang bereaksi seperti orang yang meminum soju, padahal yang diminumnya hanyalah minuman bersoda. “Kau tidak berubah”, ucap Minhyuk.

“Yongra-ya, bagaimana kabar kakakmu?”, tanya Minhyuk.

“Kenapa oppa menanyakan dia?”, ucap Yongra kesal.

Mwo? Diakan sahabatku!”

“Lalu aku?”

“Tentu saja kau adiknya.” Tanpa sepengetahuan Minhyuk, Yongra mendengus pelan. “Sebenarnya hari ini aku berencana menemuinya, tapi aku malah bertemu denganmu.”

Aisshh…”, umpat Yongra pelan. “Jadi oppa tak senang bertemu denganku?”

“Tentu saja tidak”, Minhyuk langsung menyangkal. “Aku merindukan penggemarku”, goda Minhyuk.

Aigoo~, oppa!

“Aku serius. Apa kakakmu baik-baik saja?”

“Yonghwa oppa baik-baik saja. Oppa tak perlu menghawatirkannya. Dia sibuk berkencan sekarang.” Ucap Yongra tak bersemangat.

Jinjja? Dia menggunakan ketampanannya dengan baik.” Minhyuk tertawa kecil.

Ya! Oppa! Kau tidak menanyakan kabarku?”

“Untuk apa? Kau berada didepanku sekarang. Dengan melihatmu saja, aku tahu kau baik-baik saja. Sepertinya kau makan dengan sangat baik.” Minhyuk menggembungkan pipinya, sedikit meledek Yongra karena pipinya terlihat chubby. Refleks, Yongra memegangi pipinya dengan kedua telapak tangannya.

Minhyuk tertawa dibuatnya.

Oppa, mulailah berkencan sekarang.” Yongra angkat bicara lagi. “Lupakan yeoja gila itu. Kemarin aku tak sengaja bertemu dengannya, bahkan dia sudah punya pacar sekarang.”

Minhyuk terdiam sejenak. “Itu suaminya. Ya! Aku lebih dari dicampakkan.”

Oppa…”, Yongra tampak menyesal memulai pembicaraan tentang itu. Seperti membuka luka lama Minhyuk. “Mianhae..”

Minhyuk menghela napas.  “Kenapa kau minta maaf? Tenang saja, aku sudah melupakan wanita ‘gila’ itu”, Minhyuk tertawa kecil saat menyebut kata gila yang merupakan julukan yang diberikan Yongra pada mantan pacarnya. “Aku mencari orang yang setia.”

Yongra hanya mengangguk-angukkan kepalanya.

“Apakah kau sudah mulai berkencan?”

Uhhuukk.. uhhuukkk.. Yongra terbatuk. Ia buru-buru mengambil minumannya, karena tenggorokannya terasa gatal. Mata Minhyuk terus memperhatikan Yongra yang tampak salah tingkah.

“Sepertinya kau sering berkencan”, tebak Minhyuk.

Aniyo. Hanya dua kali!”, ucap Yongra cepat. Sedetik kemudian ia sadar telah keceplosan.

“Dengan siapa?”

“Lee Jungshin”

“Siapa dia?”

Sunbaenim. Dia sangat populer. Bagaimana aku bisa menolaknya?”

“Yang lainnya?”

“Lee Jonghyun”

“Kali ini kenapa?”

“Dia sangatlah tampan”

“Siapa dia?”

Namja chingu

Namjachingu??”

Aniyo. Namja chingu, bukan namjachingu”, Yongra menegaskan bahwa itu hanyalah teman lelakinya, bukan pacarnya.

“Kau benar-benar membuatku sedih. Ku kira kau setia”, ucap Minhyuk setelah introgasi yang telah ia lakukan.

Oppa, kenapa kau berkata begitu? Aku sudah menunggumu selama ini.”

“Kau bahkan tak mengajakku berkencan lagi seperti dulu.”

Oppa selalu menolakku!”

“Itu dulu. Ya! Bagaimana mungkin aku mengencani anak kecil? Tapi sekarang semuanya sudah berubah. Coba saja sekali lagi, aku akan mempertimbangkannya”, ucap Minhyuk.

Yongra memperhatikan Minhyuk baik-baik. “Oppa, ayo kita berkencan”, ucap Yongra sedikit ragu.

Kajja!”, Minhyuk menarik tangan Yongra. Sedangkan Yongra seakan masih tak percaya dengan apa yang terjadi.

….

“Kau benar-benar ingin menonton ini?”, Minhyuk menunjuk poster sebuah film horror yang terpajang diluar bioskop. Yongra mengangguk. “Maniak drama sepertimu?”

Oppa!”

Nhe, aku akan membeli ticketnya. Dan kau beli popcorn.”

“Ok!”

….

Detik demi detik dan menit demi menit pun berlalu. Suara-suara teriakan mulai terdengar dari dalam bioskop. Saat hal-hal mengerikan muncul dilayar, beberapa penonton menjerit. Satu diantaranya adalah Yongra.

Sejak film dimulai, Yongra terus menarik lengan baju Minhyuk kuat-kuat. Untung saja tidak robek.

“Kau takut?”

“Sedikit…AAAAAAAAAAAA”,Yongra kembali menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Minhyuk. Terlukis senyum diwajah Minhyuk.

Yongra mengangkat wajahnya dari lengan Minhyuk. Tapi ia tak cukup berani melihat layar didepannya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Minhyuk yang duduk disampingnya. Sedari tadi Minhyuk fokus dengan film yag tengah diputar, meskipun begitu tangannya selalu aktif menjumput popcorn dalam cup popcorn miliknya.

Tanpa sepengetahuan Minhyuk, Yongra kini senyum-senyum sendiri. Berkencan dengan Minhyuk mungkin menjadi impiannya sejak kecil. Minhyuk yang tidak lain adalah teman kakaknya, Yonghwa, dulunya sering kali berkunjung kerumahnya. Waktu itu, Minhyuk masih duduk di tingkat 3 SMP, sedangkan Yongra bahkan masih duduk sebagai siswi SD. Kadang Minhyuk merasa risih karena Yongra selalu saja menguntitnya, tapi meskipun begitu ia selalu bersikap baik pada Yongra. Karena itulah Yongra semakin menyukainya.

Wae?”, tanya Minhyuk setelah menyadari Yongra memperhatikannya sambil senyum-senyum.

Yongra menggeleng tanpa memudarkan senyum yang menghiasi wajahnya. Minhyuk menatapnya penuh selidik, tapi Yongra tak mempedulikannya. Tanpa berkata apapun, Yongra justru menyandarkan kepalanya di bahu Minhyuk. Minhyuk sedikit terhenyak, tapi ia mebiarkannya. Terlukis senyum simpul di bibirnya.

…..

Daebak! Filmnya benar-benar keren. Ya kan?”, ucap Yongra setelah keduanya sudah berada di jalan.

“Bagaimana kau bisa tahu? Setengah awal film diputar, kau hanya berteriak, menarik bajuku, dan bersembunyi di lenganku. Dan setengah akhir sisanya, kau malah tidur dipundakku.” Jelas Minhyuk panjang. Cukup untuk membuat Yongra mengutuki dirinya sendiri karena menodai kencan pertamanya. Tertidur saat berkencan? Sungguh tak bisa dimaafkan bahkan oleh dirinya sendiri. Bahkan hal itu, tak pernah terpikirkan sebelumnya. “Aisshh..

“Sudah malam, waktunya untuk pulang. Setelah seharian bersekolah lalu pergi bersamaku, pasti kau kelelahan. Sebaiknya sekarang kau ku antar pulang. Kajja!”, ujar Minhyuk.

Nhe”, Yongra mengangguk pasrah jika kencan impiannya berakhir seperti ini.

….

Wae? Kenapa diam?”, tanya Minhyuk karena sejak tadi hanya berdiam diri. Langkah Yongra terhenti. “Mwo?”, Yongra tak fokus

Minhyuk menghela nafas. “Kau tak senang bersamaku ya?”, ucap Minhyuk. Yongra kaget dibuatnya. Ia langsung menggeleng.

“Kenapa oppa berkata seperti itu? Apa oppa tak tahu, kencan ini adalah impianku. Bagaimana bisa aku tak senang bersamamu sekarang. Selama aku bersama Minhyuk oppa aku akan merasa sangat bahagia”, ucap Yongra emosional.

Minhyuk tertegun mendengar ucapan gadis polos didepannya itu. “Lalu kenapa senyummu memudar?”

Yongra menunduk.

“Yongra-ya”, kedua tangan Minhyuk menahan lengan Yongra, membuat gadis itu mendongak.

“Aku merusak kencan impianku”, ujar Yongra dengan raut muka sedih.

Minhyuk tampak tak mengerti.

“Waktu berkencan kita sangatlah singkat, dan aku… aku bahkan tertidur saat berkencan”, Yongra hampir menangis. “Itu kesalahanku.”

Minhyuk menarik Yongra kedalam pelukannya. “Apa yang kau katakan? Itu bukanlah kesalahan siapapun. Karena memang tidak ada yang salah. Kau tertidur saat berkecan, itu bukanlah masalah. Seperti yang kau katakan, selama aku bersamamu kau akan bahagia. Begitu juga dengan kencan ini. Apapun yang terjadi, selama kau bersamaku, selama kau ada disampingku, itu bukanlah masalah.” Minhyuk melepas pelukannya. Yongra terdiam. Minhyuk pun menggenggam tangan Yongra, “Aku sangat bahagia hari ini, karena kau ada disampingku.”

Ucapan Minhyuk itu dapat mengembalikan senyum diwajah Yongra.

…..

“Kita masih harus lurus!”

“Ah,  mana mungkin? Setelah pertigaan didepan itu, kita berbelok, itu jalan kerumahmu.”

Ya!”

Minhyuk sedikit kaget karena dibentak Yongra. “Minhyuk oppa, bagaimana mungkin aku lupa rumahku sendiri?”, kali ini Yongra berkata dengan lemah lembut.

“Yongra-ya, tiga tahun juga tak membuatku menjadi pikun”, ucap Minhyuk tak kalah lembut. Minhyuk yakin sekali jika jalan ke rumah Yongra adalah belok, bukan lurus. Waktu sekolah dulu, Minhyuk sangat sering kerumah Yonghwa, yang tentunya juga rumah Yongra.

Yongra memasang muka cemberut.

Nhe. Ya, kita lurus.” Minhyuk mengalah.

Kajja”, Yongra menggandeng lengan Minhyuk, tersenyum senang merasa menang.

….

“Kau sedang apa?”, tanya Minhyuk sambil memperhatikan langit yang dipandang Yongra.

“Menghitung bintang.” Yongra menunjuk langit malam yang bertabur bintang.

“Bintang sebanyak itu, bagaimana kau bisa menghintungnya?”

“Benar juga.” Yongra menunjukkan senyum polosnya.

Oppa~”

“Hemm..”

“Nyanyikan sebuah lagu untukku”, pinta Yongra.

“Apa kau lupa? Dulu aku seorang drummer. Bukan vocalist.”, ucap Minhyuk. “Kakakmu vocalistnya.”

“Memangnya kenapa? Aku ingin oppa yang menyanyi untukku. Ayolah”, rajuk Yongra. Tangannya masih bergelayutan dilengan Minhyuk.

op..”, Yongra menoleh.

Haneure bitnadeon byeori

Jeo meolli bitnadeon byeori

Nae mame naeryeowannabwa

Gaseume saegyeojin byeori

Gaseume bitnadeon byeori

Ama neo ingeot gata

Tteollineun soriga deullini

Oh Star

Tteugeoun shimjangeul neukkini

You’re my Star”

Speechless. Yongra melongo. Minhyuk yang melihatnya tampak heran. “Sudah aku bilang kan, aku bukan seorang vocalist. Jadi wajar saja, suaraku jelek”, ucap Minhyuk salah mengartikan ekspresi Yongra.

“Ini benar-benar tidak wajar”, ucap Yongra singkat.

Mwo?”

Oppa~ suaramu begitu lembut, begitu merdu, begitu indah, membuat hatiku hampir meleleh”, sahut Yongra antusias.

“Ah, ini pertama kalinya aku bernyanyi didepan seorang gadis.”

Jinjja?”, Yongra histeris. Ia merasa seperti dilambungkan keluar angkasa. Menjadi yeoja pertama yang diyanyikan lagu oleh Minhyuk, baginya adalah penghargaan tertinggi yang pernah diraihnya.

Minhyuk senang melihat wajah Yongra yang teramat sangat sumringah. “masuklah!”

Mwo?”

Minhyuk membalikkan badan Yongra. Menghadapkannya pada gerbang sebuah rumah bernomor 17. “Rumah nomor tujuh belas. Rumahmu.”

Yongra mengangguk pasrah. “Aishh, kenapa cepat sekali sampai?”, gerutu Yongra.

“Cepat masuklah!”

“Oppa, tak mapir?”, tanya Yongra. Minhyuk menggeleng. “Ini sudah malam. Aku juga takut, jika aku mampir, kau akan menyembunyikan sepatuku dan menahanku dirumahmu ini”, canda Minhyuk. Yongra yang mendengarnya tertawa kecil. Ia memang pernah melakukannya dulu.

“Baiklah. Aku akan masuk”, ucap Yongra. “oppa~ terima kasih untuk hari ini, aku benar-benar merasa senang”, kata Yongra tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Minhyuk tersenyum simpul, lalu mengangguk.

“Aku masuk”, Yongra berjalan mendekati gerbang.

“Yongra-ya!”

Yongra menoleh. “Sepertinya ada yang kurang? Eng..”, Minhyuk menggantung perkataannya. Yongra mendekat, “Mwo?”

“Entahlah. Aku tak tahu. Tapi sepertinya ada yang kurang. Harusnya kau.. kau..”, Minhyuk seolah-olah mencari kata yang tepat. Tapi sebelum Minhyuk menemukannya, Yongra sudah lebih dulu menyimpulkan.

Yongra mengecup pipi kiri Minhyuk. Minhyuk yang tidak dalam keadaan siaga, cukup kaget menerima kecupan dadakan yang singkat itu. Setelah itu terjadi, dan keduanya bertatap muka, tak ada yang angkat bicara. Keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing.

Minhyuk nampak sedikit tak percaya. Sebenarnya, ini bukanlah kali pertama Yongra mencium pipi Minhyuk. Yongra kecil pernah melakukannya. Tapi yang membuat Minhyuk tak percaya bukanlah ciuman dari Yongra, melainkan respon yang diberikan jantungnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan Minhyuk dapat mendengarnya sendiri, tanpa bantuan alat apapun.

Yongra sendiri juga merasakan hal yang sama. Jantungnya berdegup sangat kencang, dan ia tak bisa mengendalikannya. Wajahnya kini bersemu merah.

“Yongra-ya”, Minhyuk angkat bicara.

Oppa, sudah malam. Aku harus segera masuk. Selamat malam!”, ucap Yongra. Ia pun buru-buru masuk kedalam rumahnya, dan meninggalkan Minhyuk sendirian.

Minhyuk terbengong-bengong, lalu akhirnya tersenyum geli.

Annyeong!”

Minhyuk melangkah pergi meninggalkan rumah Yongra. Tak lama berjalan, ia sampai dipertigaan jalan. Ia berhenti dan menyadari sesuatu.

Aisshh.”

….

 

Yongra menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut, berusaha membuat dirinya sendiri tertidur. Tapi justru kejadian yang dilaluinya hari ini bersliweran dipikirannya.

Tak betah , ia pun membuka selimutnya dan bangun.

DRRREETT.. DREEETTT..

Yongra langsung menyambar ponselnya yang bergetar di atas meja yang terletak disamping tempat tidurnya. Ada sebuah pesan masuk. Yongra membukanya.

Ya! Kau mengerjaiku ya? Kau membuatku memutari kompleks rumahmu.

Aisshh”, desis Yongra pelan. Itu pesan dari Minhyuk. Sebelum Yongra membalas pesan itu dengan permintaan maaf, ada sebuah pesan lagi yang masuk.

Awas kau ya! Besok kita harus bertemu!!! Kau akan ku beri pelajaran!

Bukannya takut, Yongra justru menunjuknya ekspresi yang sebaliknya. Ia mencoba menyimpulkan maksud dari pesan yang diterimanya.

“Apa… Minhyuk oppa~ mengajakku berkencan?”, tebaknya dengan senyum cerah.

The End

4 thoughts on “[FF Competition] WITH YOU

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s