[FF Competition] YOU’RE MY SOUL

YOU’RE MY  SOUL

Genre   :  Romance – Horror

 

Yoonbi merasakan sebuah tangan halus dan keras membelai rambutnya lembut penuh kasih. Dia yang sedang terbaring di ranjangnya saat itu langsung terbangun. Dia tahu betul siapa gerangan seseorang yang kini berada disampingnya itu. Lee Jonghyun, kekasih hatinya. Yoonbi membuka mata perlahan dan mendapati Jonghyun sedang memandanginya dengan seulas senyum menawan favorite Yoonbi.

“ kau baru saja datang ?” tanyanya sambil mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.

“ Hmm… baru saja “ jawabnya tenang dengan suara sehangat  hembusan angin di musim panas.

Jonghyun tetap memandangi wajah Yoonbi tanpa berkedip. Mengagumi wajah satu-satunya wanita yang berhasil merebut perhatiannya itu tanpa bosan, seolah hari esok tak akan datang lagi memberikan waktu yang sama indahnya seperti malam ini, duduk berdua saling menatap dengan penuh cinta.

Yoonbi tahu betul kebiasaan Jonghyun. Selama mereka bersama sebagian besar waktu Jonghyun hanya digunakan untuk memandangi wajahnya, gerak-geriknya, dan semua yang dilakukannya. Dia selalu melakukannya dengan tenang tak lupa senyum mempesona miliknya yang terukir tanpa cela.

“ Apa kau baru saja pulang dari berburu, wajahmu sudah tak pucat seperti kemarin lagi ?” Yoonbi melontarkan pertanyaannya ketika mendapati kekasih tercintanya itu sudah terlihat lebih segar sekarang.

“ Hmm… aku pergi bersama beberapa teman “ jawabnya masih tak mengalihkan perhatian.

“ Teman ? aku tak tahu kau memiliki teman “ Tanya Yoonbi menyelidik.

Setahu Yoonbi, Jonghyun tak pernah bercerita soal temannya selama ini. Setahunya dia tak mempunyai siapa-siapa sekarang, hanya seorang diri. Ahh sebenarnya, bukan itu alasannya, hanya saja Jonghyun memang tak banyak bicara apalagi bercerita tentang sesuatu, selama mereka bersama. Dia adalah pendengar yang baik, dia selalu menjadi tong sampah atas semua kekesalan, omelan, cerita panjang lebar yang selalu di lontarkan oleh Yoonbi, kekasihnya itu. Tak ada keluhan sedikitpun yang pernah terlontar darinya, yang ada hanya suara lembutnya yang  akan selalu menenangkan hati wanita pujaannya itu, satu hal dari banyak hal yang membuat Yoonbi begitu tergila-gila pada pria ini.

“  Iya… kami baru bertemu beberapa waktu lalu “ jelas Jonghyun tenang.

“ Jadi itu alasannya kau jarang datang kemari akhir-akhir ini ?” nada bicara Yoonbi mengisyaratkan kecemburuan. Dia merasa Jonghyun telah membagi perhatiannya terhadap Yoonbi.

Jonghyun yang mengetahui hal itu malah menyunggingkan senyumnya semakin lebar, dan kembali membelai rambut sepunggung warna kecoklatan milik gadis itu.

“ tak ada alasan apapun, tidak juga karena mereka “ jawabnya lembut. Dia mencoba meyakinkan gadis itu jika memang tak ada sedikitpun yang berubah dari dirinya.

“ kau bohong ?” Yoonbi menolak keras-keras, tak bisa menerima penjelasan yang disampaikan oleh Jonghyun.

“ Yoonbi-ah…. aku tak pernah berbohong padamu, kau tahu itu “ Jonghyun meremas kedua telapak tangan gadisnya itu dengan lembut, menenangkannya.

“ Kalau bukan karena mereka, Lalu apa alasannya , kau ingin menghindar dariku ?” kini suaranya sudah meninggi tak mampu membendung emosi yang meluap hasil dari kepenatan pikirannya selama beberapa waktu ini karena perubahan sikap Jonghyun yang menjadi jarang berkunjung kerumahnya lagi, menurutnya.

“ aku tak mungkin menghindar darimu Yoon, tak akan pernah bisa. “ Jonghyun tak juga melontarkan alasannya. Jonghyun terlalu tak banyak bicara, ini kadang-kadang yang membuat Yoonbi merasa frustasi ketika mereka dalam keadaan seperti ini. Jonghyun selalu bersikap tenang dan lemah lembut terhadapnya, membuatnya gemas.

“ lalu apa ?” kini teriakan frustasinya menggema di setiap sudut kamarnya.

“ Yoonbi-ah, Kau tahu sendiri kan, akhir-akhir ini kau sedang sibuk sekali dengan pekerjaanmu dan kau juga kurang istirahat, aku tak ingin mengganggumu. Kau selalu menolak untuk segera tidur jika aku datang, jadi aku memutuskan untuk tak sering-sering datang agar kau cukup beristirahat” Jonghyun akhirnya melontarkan alasan dari sikapnya yang menurut Yoonbi berubah akhir-akhir ini, hanya sepele tapi Yoonbi terlalu kekanak-kanakan untuk memahaminya.

“ Benarkah ? kenapa baru sekarang kau melakukannya. Dulu kau tak pernah bersikap seperti ini padaku, bagaimanapun keadaanku, kau selalu berada di sampingku, dan setiap hari mengunjungiku” Yoonbi benar-benar tak mampu memahami alasan Jonghyun, yang sebenarnya memang dilakukannya untuk kebaikan gadis itu semata.

“ Yoonbi-ah….” Jonghyun baru saja akan melontarkan jawabanya yang kemudian langsung dipotong oleh Yoonbi.

“ Benar bukan, jika kau sudah bosan padaku, kau ingin meninggalkanku dengan perlahan-lahan menjauhiku sepeti ini, karena kau sekarang sudah memiliki teman-teman yang sama sepertimu, melakukan apa yang kau lakukan, yang tak akan pernah dapat kau lakukan bila bersamaku “ Yoonbi meledak seketika. Pikiran-pikian liarnya tentang sikap Jonghyun beberapa waktu lalu menjadi spekulasi yang buruk apalagi ditambah kenyataan bahwa Jonghyun, kekasih yang membuatnya tergila-gila dengan wajah tampan dengan kulit putih pucatnya, senyuman menawan favoritnya dan sikap lembut yang selalu ditunjukan padanya itu kini telah memiliki teman sejenisnya. Kecemburuan yang tiba-tiba menyeruak semakin menambah panas suasana hatinya kini.

“ Yoon… bukan seperti itu keadaannya “ Jonghyun meletakkan telapak tangan halusnya yang dingin di kedua belah pipi Yoonbi dan menyeka air mata yang mulai mengalir dari sudut matanya.

“ Pikiran itu semakin nyata kini Jong, pikiranku sejak awal tentang hubungan kita, aku selalu memikirkanya setelah kau memilihku untuk menjadi gadismu, bahwa sejak awal kau memang hanya ingin bermain-main denganku, bermain-main cinta dengan gadis bodoh dan lemah sepertiku, dan sepertinya kau bermaksud untuk mengakhiri waktu bermainmu sekarang. Benarkah begitu, Bahwa kau benar-benar tak pernah mencintaiku, dan hanya ingin bermain-main saja “

Yoonbi menepis tangan Jonghyun di pipinya. Tangisnya semakin deras ketika mengungkapkan isi hatinya dengan suara lirih.

“ Aku tak bermain-main denganmu Yoon, kau tahu sendiri seberapa besar rasa cintaku padamu, kau adalah jiwaku sekarang “ Jonghyun menatap mata Yoonbi yang berair dengan intens, meyakinkan gadis itu tentang isi hatinya.

Bagaiman mungkin aku bermain-main dengan cinta yang telah kutunggu sejak lama, lebih dari seumur hidupku.

“ Aku tahu kau mencintaiku, tapi besarnya cintamu itu yang membuatmu tak mau mengabulkan satu permintaan terbesarku. Aku merasa terancam sekarang Jong. Aku semakin merasa kau akan meninggalkan ku secepatnya, entah kapan, apa lagi sekarang kau sudah memiliki teman, aku tak akan sanggup membagi kau dengan siapapun, tidak juga dengan mereka “ Tangis Yoonbi tak juga berhenti, satu persatu isi hatinya mengalir bersama dengan air matanya yang berderu pelan. Dia bahkan tak sanggup lagi menatap mata Jonghyun karena sakit hati yang diciptakanya sendiri. Yoonbi menundukkan kepalanya dan menangkupkan telapak tangannya menutupi wajahnya.

Jonghyun yang melihat Yoonbi menangis semakin dalam tak tahan lagi melihat gadis pujaan hatinya itu terluka hatinya. Dia merengkuh tubuh langsing gadis itu ke dalam dekapannya dan mengeratkan pelukannya, berharap itu akan meredakan rasa sakit yang dialami gadis itu.

“ Tentu saja Yoon, jangan samakan kau dengan mereka, kalian jelas berbeda “ jawab Jonghyun lembut di telinga gadis itu.

“ aku tahu aku berbeda dari mereka, itulah alasanya kau ingin pergi “ suara Yoonbi kembali meninggi, dia melepaskan pelukan Jonghyun kasar, mendorong dada bidang keras milik lelaki itu.

Tentu saja kami berbeda. Itulah alasan kanapa kau tak ingin mengabulkan permintaanku. Karena kau tak ingin selamanya hidup bersamaku. Itu sudah Jelas.

“ Bukan begitu Yoon, Jangan salah mengartikan maksud ucapanku “ Jonghyun tak menyangka jika kata-katanya tadi disalah artikan oleh Yoonbi.

“ jadi Ubah aku sekarang, agar aku juga bisa sama dengan mereka “ Yoonbi kembali melontarkan keinginannya itu yang telah di ucapkannya secara berulang-ulang kali kepada Jonghyun.

Jonghyun menghembuskan nafasnya dalam.

Gadis ini memang keras kepala, dia bahkan tak tahu apa yang sebenarnya diinginkannya. Jonghyun sudah melontarkan alasanya berulang-ulang sebanyak gadis itu mengucapkan keinginanya. Tapi dia tak juga puas hati mendengarnya.

“ Yoon….” panggil Jonghyun lirik mencoba menenangkan emosi gadis itu.

“ kau masih juga tak mau mengabulkannya, kau benar-benar tak akan mengubahku ?” Yoonbi betanya dengan nada tercengang, Dia benar-benar tak mengerti kenapa pria ini begitu beratnya memenuhi permintaan Yoonbi itu, padahal Jonghyun akan langsung melakukan apapun yang diinginkannya, selain yang satu ini.

“ Yoonbi-ah… kau sudah tahu betul alasannya bukan… kau adalah jiwaku, detak jantungku, hidupku sekarang. Aku sudah kehilangan jiwaku sendiri dan aku tak ingin itu terjadi untuk yang kedua kalinya, bagaimana aku bisa hidup jika jiwaku hilang nanti “ Jonghyun melontarkan semua isi hatinya dengan menatap intens pada mata Yoonbi yang sembab, matanya sendiri tak kalah sayu.

“ apakah itu ada artinya jika dibandingkan kita akan hidup bersama-sama selama-lamanya ?” Yoonbi masih saja bekeras dengan keinginannya diubah oleh Jonghyun.

“ Yoonbi dengarkan aku “ Jonghyun meletakkan kembali kedua belah telapak tangannya dipipi gadis itu, membuat tatapan mereka terpatri satu sama lain.

“ Meskipun kita berbeda, kau, Im Yoonbi, akan tetap menjadi gadisku, gadis yang paling kucintai, gadis yang mampu merebut hatiku dan menjadi satu-satunya pemilik tetap hatiku selama seratus tahun eksistensiku, dan tak akan pernah berubah sampai kapanpun, dan oleh apapun. Aku telah lama menunggu kedatanganmu, jadi jangan pernah berpikir jika aku akan pergi darimu, aku tak akan pernah melakukannya walaupun kau memintanya “ Jonghyun berkata dengan lembut dan sepenuh hati. Keyakinan penuh terpancar dari matanya yang menatap intens mata Yoonbi.

“ aku harap ini yang terakhir kali kau mengatakan hal itu lagi Yoonbi. Hatiku selalu terasa sakit mendengarmu mengatakannya. Bagaimana kau tega memintaku membunuh jiwaku, detak jantung ku sendiri “ Jonghyun melontarkan senyum mempesonanya mencoba mencairkan suasana yang tadi sempat menegang diantara mereka.

“ kau mau berjanji kan, sayang ?” Tanya Jonghyun dengan nada ceria. Tak ingin keadaan ini terus berlanjut.

“ Benarkan itu alasannya ? ohh..Maafkan aku Jong, aku tak bermaksud menyakiti hatimu selama ini, aku hanya selalu egois dengan pikiran-pikiranku sendiri dan tak pernah memikirkan perasaanmu , aku berjanji tak akan melakukannya lagi “ Yoonbi kembali menangis, tapi kali ini bukan tangis kesedihan, melainkan tangis haru karena kesungguhan Cinta Jonghyun, dia menarik pria itu ke dalam pelukannya dan mendekapnya erat.

“ Aku mencintaimu Jong, sungguh, saranghae “ Ucapnya lembut di telinga Jonghyun.

“ Aku mencintaimu juga Yoon, sepenuh hatiku, Nado saranghae “ balas Jonghyun tak kalah lembut di telinga gadisnya itu.

“ Berapa lama kau akan mencintaiku ?, Jika aku tua dan meninggal nanti, apa kau akan berganti mencintai orang lain ?” Yoonbi melepas pelukannya dan bertanya dengan cemberut manja pada Jonghyun.

Jonghyun tersenyum melihat tingkah gadisnya yang selalu manja itu.

“ aku akan langsung menyusulmu begitu hidupmu berakhir nanti “ jawab Jonghyun lembut sambil membelai pipi gadis itu.

Yoonbi tersenyum senang mendengar jawaban Jonghyun.

“ apa kau puas , sayang ? sekarang, cepat pergi tidur, hari sudah beranjak tengah malam “ Jonghyun tersenyum lebar dan mengelus lembut puncak kepala Yoonbi.

Yoonbi mengangguk antusias dan langsung membaringkan dirinya kembali di ranjang, menarik selimutinya setelah badan. Dia kemudian mengalihkan pandangan kembali pada Jonghyun yang masih duduk di tepi ranjang.

“ Apa kau akan tinggal malam ini ? “ tanyanya sedikit cemas, kalau-kalau Jonghyun akan pergi lagi.

“ Jika itu yang kau inginkan, aku tak akan pergi kemana-mana “ jawabnya mengerti kegelisahan kekasihnya itu. Jonghyun kemudian membaringkan dirinya di samping gadis itu bersandar di puncak ranjang.

Yoonbi langsung memeluk tubuh dingin dan keras Jonghyun, mengatur posisinya menjadi senyaman mungkin.

“ Sekarang tidurlah, Sayang, Good Night, Saranghae…..” Jonghyun menundukkan kepalanya dan mengecup puncak kepala dan bibir Yoonbi singkat. Gadis itu menyungging senyum di sepanjang tidurnya malam ini disamping kekasih pujaan hatinya.

Jonghyun pun tetap menyunggingkan senyum sepanjang malam sambil terus menatap wajah tenang gadis tercintanya itu.

Cinta bukan diukur dari berapa lama kita harus bersama, tapi berapa banyak kebahagiaan yang akan kita rasakan selama kita bersama.

 

 

 

Inspired by Twilight Saga. Keseluruhan cerita asli dari imajinasiku sendiri.

2 thoughts on “[FF Competition] YOU’RE MY SOUL

  1. kalo author gk bilang terinspirasi dri twilight saga mungkingk bakal tau kalo jong itu vampire (?) horornya kurang

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s