[FF Competition] P.E Teacher

P.E Teacher

Genre: Romance-Happy ending

 

 

Shin Yun-Hee

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu bagaimana?

Ke-ren! Aku ingat ketika pertama kali melihat pria muda bertubuh tinggi itu berdiri di depan begitu kami berkumpul di GOR sekolah, katanya pria itu guru olahraga baru kami.

Ya Tuhaaan, dia memang cool sekali!

“Namaku Jung-Shin,”katanya singkat dan… cool sekali!

“Jung-Shin? Astaga, sesimpel itu untuk orang setampan Oppa?”sahutku spontan.

Sebenarnya tentu saja namanya hanya Jung-Shin. Maksudku, yang lain juga begitu. Rumusnya kan Marga+X+Y. Hanya tiga kata. Tapi aku sudah terlanjur mengatakannya spontan karena… karena dia memang cool sekali!

“Panggil aku sosengnim, Agasshi,”koreksi Jung-Shin Oppa, kalem.

“Tapi memang bagus Oppa—“

Oppa-Oppa?! Memangnya sejak kapan aku menikahi Unni-mu!”bentak Jung-Shin Oppa.

Bukannya takut, aku dan teman-teman justru tertawa.

þþþ

Lee Joon-Ho

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu siapa?

Oke. Setahuku, dia adalah guru olahraga pengganti Jeong sosengnim. Mungkin dia ingin jadi guru olahraga karena tingginya yang 187 cm itu patut dibanggakan (setidaknya menurut dirinya sendiri). Kelebihannya adalah jago bermain basket, memiripkan diri dengan tongkat galah, dan membuat anak-anak TK menangis ketakutan (mereka pikir sosengnim adalah tiang listrik ajaib yang bisa bicara).

þþþ

Kang Jeong-Tae

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu seperti apa?

Seperti orang hilang. Aku sering melihatnya gelagapan begitu melihat Miss Chloe—guru bahasa Inggris—dari kejauhan. Ya, seperti orang imbisil. Karena itu, begitu sosengnim mendekatiku untuk bertanya, aku berbaik hati menghiraukannya dengan seksama.

“Nama guru itu siapa, Jeong-Tae?”tanyanya.

“Chloe Takahashi.”

“Dia orang Jepang?”tanyanya heran.

“Bukan. Orang Belanda. Suaminya orang Jepang. Jadi, namanya Chloe Takahashi.”

Dan aku melihat nyawa sosengnim perlahan keluar lewat lubang hidung. Bukan dari mulut.

þþþ

Jung Ji-Hye

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu di mana?

Di tempat di mana dia bisa memperhatikan Miss Chloe diam-diam. Aku tahu sosengnim suka pada Miss Chloe, tapi sampai sekarang tidak berani mengatakannya.

“Kalau sosengnim memanjangkan rambut seperti ini, mungkin Miss Chloe akan mulai tertarik,”kataku menunjukkan foto lamanya dengan rambut coklat panjang melebihi bahu.

“Dari mana kau dapatkan itu, Ji-Hye?!”katanya sambil merebut fotonya.

Ha, akhirnya dia sadar juga. Sedari tadi dia sibuk melamun, sampai-sampai tidak sadar aku sudah membongkar habis dompetnya yang tadi sempat terjatuh.

“Kenapa sosengnim potong rambut?”tanyaku. Meski dengan rambut pendek yang sekarang dia sudah keren, aku penasaran apakah dia berniat memanjangkan rambutnya lagi atau tidak.

“Dulu sehabis pelajaran PE di sekolah lama, sebelum aku ke SMU Yuseong ini, pernah ada pengalaman buruk. Hari itu panas sekali. Jadi, begitu masuk ruang guru, aku mendekati kipas angin untuk mendinginkan diri. Dan ketika aku bergeser sedikit, rambutku tersangkut kipas angin. Rambutku tidak bisa diselamatkan, jadi harus dipot—“

“BUAHAHAHAHA!”

Aku tergelak. Astaga, sepertinya insiden itu bukan hanya merenggut rambut sosengnim, tapi otak sosengnim juga. Pantas saja terkadang sosengnim terlihat seperti sedang mengalami pergeseran otak.

þþþ

Lee Jung-Shin

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu kenapa?

Kenapa? KENAPA? Kalian tanya kenapa?! Kenapa aku merasa otakku agak bergeser begitu aku melihat Chloe?! Kenapa?! Ah ya, tapi kalau dipikir-pikir memang ada dua alasan kenapa aku menjauhi Chloe dan memilih mengamatinya diam-diam saja:

  1. Aku tidak pandai berbahasa Inggris. Karena bahasa yang kukuasai hanyalah bahasa Korea resmi, bahasa Korea gaul, bahasa Korea logat Ilsan, dua pertiga bahasa Jepang, dan seperenambelas bahasa Inggris. Dan percayalah aku tidak bisa bahasa jerapah meski beberapa orang percaya pada mitos itu.
  2. Dia sudah menikah dengan Mr. Takahashi. Jadi, apakah aku harus bertahan menyukai istri orang lain dan menjadi pria tidak tahu diri sepanjang sisa hidupku?

“Ini sudah lebih dari seminggu dan sosengnim masih saja belum berani menyapa Miss Chloe?”tanya Jung Ji-Hye heran, melihatku mengamati Chloe dari lapangan basket.

Chloe sedang berbicara dengan beberapa siswi di dekat taman sekolah. Ya Tuhan, kenapa sih Chloe harus semenarik ini? Orang-orang bilang Chloe punya darah Belanda, tapi aku tidak melihat banyak perbedaan itu. Bahkan kurasa Chloe lebih mirip orang Jepang, kecuali mata besarnya tentu saja. Rambutnya yang coklat tua panjang… senyumnya yang manis dengan lesung di pipi kanan… Ya Tuhaaan! Tegur aku jika aku sudah mulai mimisan!

“Sudahlah, Hyung. Sapa saja sana!”tambah Lee Joon-Ho, berhenti main basket dan ikut mengasihani aku seperti yang dilakukan Ji-Hye.

“Tidak semudah itu, tahu,”kilahku, lalu menghela nafas.

“Memangnya sesusah apa sih? Aku kan hanya memintamu untuk segera menyapa Miss Chloe, bukannya memintamu mengubah botol menjadi sigung!”balas Joon-Ho.

Aku dan Ji-Hye tertawa, tapi segera berhenti ketika melihat Joon-Ho melempar bola dengan sangat keras ke arah selatan. Tunggu dulu! Itu… ITU KAN KE ARAH CHLOE!

Aku mendengar jeritan-jeritan wanita di seberang sana.

Joon-Ho mendekatiku dan segera memberi instruksi,”Hyung! Aku sudah mengorbankan diri untuk melemparkan bola itu! Jadi, sekarang kau hampiri Miss Chloe, pura-pura ambil bola, lalu sapa dia!”

Dia langsung mendorongku agar cepat bergerak. Ji-Hye juga ikut-ikutan mendorongku.

Aduh, dia bilang dia mengorbankan diri? Apanya yang mengorbankan diri… Secara teknis Joon-Ho justru mengorbankan aku! Hhh… Astaga, ini sebenarnya aku yang terlalu bodoh atau memang aku yang terlalu menyedihkan sih?

 

 

“M-Mianhae, itu tadi bolanya Joon-Ho. Dia tidak sengaja melemparkan bolanya ke mari,”kataku setegar mungkin di hadapan Chloe yang menenteng bola basket tadi.

Meskipun agak grogi, jangan sampai aku terlihat seperti banci di depan Chloe.

“Tidak apa-apa, Sosengnim. Ini bolanya,”katanya sambil menyerahkan bola itu.

Chloe tersenyum. Ya Tuhaaaan! Rasanya aku ingin memukulkan bola ini ke kepalaku agar otakku geser total sekalian!

“Mi-Mianhae juga aku belum berkenalan dengan baik selama seminggu ini. Ruang kerja kita berbeda. Aku ada di lapangan dan kau di dalam, jadi jarang bertemu. Hehehe. Jadi, siapa namamu?”tanyaku pura-pura amnesia. Padahal sebelumnya aku sudah hafal lahir batin nama Chloe Takahashi ini.

“Chloe,”jawabnya manis.

“Chloe? Astaga, sesimpel itu untuk orang secantik dirimu?”

“EHEM! Sepertinya aku pernah mendengarnya!”

Aku menoleh dan melihat Shin Yun-Hee dan Kang Jeong-Tae melintas. Kupelototi mereka, kuberi sinyal agar mereka segera enyah dari hadapanku sekarang juga.

Chloe tersenyum,”Nice to meet you, Sosengnim.”

Aku tersenyum salah tingkah,”Aah, umur kita kan tidak jauh beda. Jangan panggil Sosengnim, panggil Oppa saja.”

“JANGAN, MISS! Kudengar Oppa lebih suka dipanggil Sosengnim!”teriak Yun-Hee bersemangat seperti anak ABG—Ah, dia memang masih ABG.

“ASTAGA! KENAPA KALIAN TIDAK PERGI-PERGI JUGA DARI SINI?!”protesku.

Yun-Hee dan Jeong-Tae tertawa puas melihatku marah. Aduh, ini benar-benar tidak baik. Chloe melihatku marah. Seharusnya Chloe melihatku sebagai pribadi yang lebih tenang dari pada ini (seperti yang kupelajari di internet dari motivator Indonesia, Mario Golden Wings Ahjussi, kita harus menjadi pribadi yang lebih tenang!). Tapi Yun-Hee benar-benar keterlaluan! Menyuruh Chloe memanggilku sosengnim, tapi dia sendiri masih memanggilku Oppa. Memangnya dia itu kenapa? Balas dendam?

“Yun-Hee ssi! Kau tidak boleh bersikap tidak sopan seperti itu pada sosengnim!”tegur Chloe, sayangnya gadis itu sudah hilang entah ke mana bersama Jeong-Tae.

Astaga… Kalian dengar itu? Chloe membelaku! Hahahaha—DUAKKKK!

Tiba-tiba saja aku merasa otakku bergeser beberapa derajat lagi dan Chloe jadi gelap.

 

 

“Jung-Shin ssi!”panggil seseorang saat aku berusaha membuka mata perlahan.

Aku melihat Chloe di sampingku dan aku? Aku terbaring di bed klinik sekolah?

Aduh, rasanya kepalaku sakit sekali…

“Tadi bolanya Joon-Ho mengenai kepalamu, Jung-Shin ssi. Aku ragu dia benar-benar tidak sengaja atau bagaimana. Sudah dua kali dia melempar bola ke arah yang sama,”kata Chloe curiga.

Astaga, dasar anak bodoh! Jangan-jangan dia memang sengaja melemparkan bola ke kepalaku agar aku pingsan dan Chloe akan membawaku ke klinik dan kami akan berdua saja di sini dan—Hei! Ini ide bagus! Hehehe. T-Tapi tetap saja… memangnya tidak ada ya cara yang lebih aman dari melemparkan bola tepat ke kepala?

“Apa kau tidak apa-apa, Jung-Shin ssi?”tanya Chloe khawatir.

“Ak-Aku… K-Kau siapa?”tanyaku, pura-pura amnesia. Hehehe.

Chloe terkejut dan segera panik,”Ya Tuhan! Jangan-jangan kau jadi amnesia! K-Kau tidak ingat siapa aku, Jung-Shin ssi? Aku Chloe! Chloe Takahashi!”

“Chloe? Takahashi? Siapa Takahashi?”tanyaku lagi.

“T-Takahashi? Itu margaku? Ng… Itu nama belakangku, Jung-Shin ssi. Nama keluarga ayahku.”

Aku terkejut dan segera bangun,“N-Nama keluarga? Nama ayah? Itu bukan marga suamimu?”

Chloe mengernyitkan alis dan tertawa melihatku tiba-tiba sadar sepenuhnya.

“Tentu saja bukan, Jung-Shin ssi. Aku belum menikah,”jawabnya.

AP-APA?! Dasar Kang Jeong-Tae kurang ajar! Jadi, selama ini aku dibohongi? Jadi, selama ini Jeong-Tae memperlakukan gurunya yang suci ini dengan semena-mena? Padahal aku ini kurang apa? Aku sudah memberinya hukuman yang cukup ketika dia terlambat masuk kelas! Memangnya aku kurang apa? Kurang memberinya hukuman?

“Namaku memang agak asing. Belanda Ibuku dan Jepang Ayahku,”lanjut Chloe.

Ah! Tentu saja! Pantas kulihat wajah Chloe tidak mirip-mirip amat dengan gadis Eropa! Chloe memang punya keturunan Jepang! Takahashi itu ayahnya! Bukan suami—Astaga! Bagaimana bisa aku bodoh sekali?! Tentu saja Chloe belum menikah. Murid-murid saja memanggil Chloe dengan ‘Miss’, bukan ‘Mrs.’. Murid-murid memanggilnya ‘Nona’, bukan ‘Nyonya’. Aduh, sepertinya sehabis ini aku harus membuka buku bahasa Inggris lagi.

þþþ

Chloe Takahashi

Menurutmu, Lee Jung-Shin itu kapan?

Kapan? Sebenarnya aku tidak tahu maksud pertanyaan yang kalian berikan. Tapi kalau ditanya kapankah pria yang selalu ada di pikiranku itu berubah menjadi seorang Lee Jung-Shin? Itu adalah saat aku ingat dia datang ke Yuseong untuk pertama kalinya, berusaha mendekatiku sampai hari ini, hanya untuk berkenalan. Tentu saja sebelum perkenalan resmi ini, aku sudah tahu siapa itu Jung-Shin. Tubuhnya yang tinggi sekali itu membuatku tidak mungkin tidak mengetahui keberadaannya di sini.

Dia memang guru yang lucu sekali. Agak aneh memang, tapi dia juga guru yang baik dan sangat dekat dengan para siswa.

“Hei, Chloe,”panggil Jung-Shin setelah beberapa saat kami terdiam.

“Hmm?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi dalam bahasa Inggris. Jadi, kuharap kau mengerti artinya,”katanya lalu tersenyum.

Hahahaha. Apa-Apaan itu… Dia mau bersikap sombong ya?

Jung-Shin mengusap tengkuknya dengan gugup,“Mm… You know… I… I... remember what you wore on the first day. You came into my life and I thought: Hey, you know it could be something,”ujar Jung-Shin.

Uuu, itu manis sekali. Aku bersumpah! Karena akui atau tidak, aku memang berpikir begitu juga. Hanya saja aku memilih untuk menunggu sampai Jung-Shin mendekatiku terlebih dahulu. Bagaimanapun juga aku ini kan tetap wanita…

“Bukankah itu… lirik lagu?”tanyaku kemudian. Kalau didengar-dengar, ucapan Jung-Shin tadi seperti lirik lagu ‘Two is Better than One’-nya Boys like girls.

Jung-Shin tertawa lalu menatapku,“Bukan lirik lagu, Chloe. Itu perasaanku.”

Tiba-tiba aku mendengar jantungku sendiri berdegup lebih kencang. Senyum Jung-Shin, kelanjutan lirik lagu itu… Aduh, aku harus segera mengontrol diri. Ini baru hari pertama aku berbicara dengan Jung-Shin. Meski aku percaya cinta pada pandangan pertama itu memang ada, aku harus bisa lebih mengontrol diri. Dan diam-diam aku tetap mengharap perasaan Jung-Shin memang benar adanya untukku.

And maybe it’s true, that I can’t live without you…

þþþ

15 thoughts on “[FF Competition] P.E Teacher

  1. kocak… jungshin jungshin, coba kalo dia jadi guru p-e gw. walah pengennya setiap hari cuma ada pelajaran olahraga doang x

  2. This is highly sweet!
    Biasanya aku enggak terlalu suka baca ff Jungshin, karena well, Jungshin tuh member paling strange bagi aku, haha. Tapi beruntungnya aku baca ini, dan sumpah, perut aku tuh kayak dikocok-kocok. Humornya natural, bukan humor enggak mutu yang pake kekerasan, ledekan gitu. Well, pokoknya I love it much! Congrats yaaa!

    • waa makasih byk buat review lengkap dr komen FF ini, lineveur. hehe. aku suka kl kamu suka. krn biasanya aku nulis romance-komedi, jd aku seneng bgt ada yg ketawa baca ini *krn sblumnya hopeless banget -_-

      • Well, sama-sama … Haha, panggil Lin aja, biar lebih akrab dan enggak canggung, hehe. Aku juga sering nulis ff romance-comedy, cuma sampe sekarang masih enggak pede dengan ff sendiri, haha. Hopeless? Uwee, kita senasib xD

  3. Kakakkk….. tolong deh, aku melayang baca ff mu. Aduuh Jungshin. Aku lagi suka-sukanya sama dia wkwk.
    Btw selamat udah menang lomba. Terus nulis ya!!!🙂

    • waa adeeek, ga nyangka kamu bakal mampir baca ke cerita yang genre nya begini. hehe. soalnya genre kamu kan diksi tingkat tinggi dek :3
      makasih yaa ucapannya. ciecie yang lg suka sm JS. Km jg terus nulis yaaa dek, tulis JS gih, mumpung lg suka

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s