Full Sun (Part 1)

FULL SUN

Title                       : Full Sun Part 1

Author                  : Kin A

Cast                       : Krystal / Soojung Jung, Bae Suzy, Kang Minhyuk, Kim Myungsoo, etc.

Genre                   : Romance, Fantasy, Friendship

Rating                   : PG

Length                  : Chaptered

Disclamer            : Alur cerita ini merupakan milik saya. Saya hanya meminjam beberapa  nama artis korea untuk dijadikan tokoh dalam cerita saya.

Note                      : Mohon para readers bersedia untuk menyempatkan diri untuk menulis saran ataupun komentar terhadap cerita yang saya buat karena san dan komentar kalian merupakan sebuah penghargaan yang tak ternilai bagi saya.

 

 

“ Dapatkah persahabatan kiata akan tetap utuh

seperti matahari di atas sana yang selalu utuh? “

–          Krystal  –

 

CHAPTER 1

 

Seoul, 2014.

 

Riuh ramai memenuhi suasana lobi suatu gedung manajemen artis terbesar di Korea Selatan. Para wartawan itu berdesak – desakan berebut foto seorang artis wanita yang baru saja keluar dari gedung tersebut. Wanita itu, Krystal Jung, sedang berusaha menutupi wajahnya agar tak terlihat di kamera wartawan.

 

Sudah seminggu terakhir ini, dunia hiburan Korea dikejutkan dengan pemberitaan seorang artis yang menganiaya seorang produser drama. Dan artis yang diberitakan itu adalah Krystal. Wanita yang saat ini sedang berusaha melewati kerumunan wartawan yang mencegatnya untuk kembali ke mobilnya yang berada di parkiran tak jauh dari lobi.

 

-:-

 

Di sebuah TV di ruangan rumah sakit tampak sedang menayangkan pemberitaan seorang artis yang sedang terkena masalah penganiayaan. Krystal Jung, artis itu tampak di kamera sedang berusaha menghindari kumpulan wartawan yang sedang mengerubunginya.

 

“ Cih, kukira wanita itu adalah wanita baik – baik. Tapi ternyata semua itu hanya topeng yang selama ini di pakainya.” Ujar seorang wanita paruh baya yang memakai baju khas rumah sakit yang sedang di periksa oleh dokter di tempat tidurnya.

 

Mendengar perkataan wanita yang menjelek – jelekan seseorang itu, dokter cantik yang sedang memeriksanya beralih menatap wajah waita itu.

 

“ Siapa yang anda maksud?” Tanya dokter itu dan membuat wanita itu menatap balik sang dokter.

 

“ Krystal Jung. Kau tahu dia. Aku merasa kecewa dengannya saat ini.” Jawab wanita itu kesal. Kesal karena artis pujaannya ternyata tidak seperti yang ia bayangkan.

 

Mendengar jawaban dari wanita itu, sang dokter segera mengalihkan pandangannya ke televise bangsal yang sedang memberitakan Krystal, artis yang sedang dibicarakan oleh pasien.

 

“ Krystal Jung?” gumam dokter itu.

 

-:-

 

Semilir angin dengan pelan menerbangkan beberapa helai rambut hitam seorang wanita yang berpakaian putih layaknya seorang dokter. Di tangannya tampak secangkir kopi panas yang dibawanya dengan sengaja untuk menemani waktu istirahatnya di atap rumah sakit.

 

“ Soojung – ssi, apa yang sedang terjadi padamu?” gumam dokter itu sambil menyesap kopi tang ada di tangannya. Pandangannya tertuju ke depan masih memikirkan tentang berita yang tadi ia lihat di bangsal, tempat ia tadi memeriksa pasiennya.

 

-:-

 

Seoul, 2009.

 

Daun – daun musim gugur berjatuhan satu – persatu seiring dengan hembusan pelan angin yang menerbangkannya. Daun – daun coklat itu dengan indah jatuh bebas untuk segera mendarat di atas tanah. Tapi tidak dari daun – daun itu dapat jatuh langsung ke tanah seperti sehelai daun yang saat ini jatuh tepat di atas  rambut hitam seorang gadis yang sedang membaca sebuah buku di sebuah taman yang sepi.

 

“ Suzy – ah.“ panggil seorang gadis yang baru saja sampai di taman itu. Dilihatnya oleh mata gadis itu – Suzy – sepasang sepatu yang kini berada di depannya. Suzy lalu mengangkat wajahnya menatap wajah gadis yang saat ini ada di hadapannya.

 

“ Kau sudah datang, lama sekali.” Ujar Suzy sedangkan gadis itu tersenyum manis dan mengangkat tangannya untuk mengambil daun yang berada di rambut Suzy.

 

“ Gomawo.” Ungkap Suzy setelah melihat gadis yang didepannya tadi telah duduk di sampingnya.

 

“ Ne.”

 

“ Apa berita baik yang akan kau ceritakan padaku saat ini?” Tanya Suzy sambil menutup buku yang tadi ia baca dan beralih menatap sosok gadis di sampingnya.

“ Suzy – ah, kau jangan kaget ya…” ujar gadis itu sambil memegang erat dua tangan Suzy.

 

“Apa?” Tanya Suzy bingung.

 

“ Aku…… Aku diterima untuk menjadi trainee di Star entertainment.” Ungkap gadis itu bahagia. Dengan segera dipeluknya Suzy untuk mengutarakan kegembiraannya.

 

“ Benarkah? Chukae.” Ujar Suzy yang juga gembira mendengar bahagia itu. Ditepuknya pelan gadis yang dipeluknya itu sebagai tanda ucapan selamat pada gadis itu.

 

-:-

 

Seoul, 2014.

 

“ Suzy – ah.” Panggil seorang wanita yang mampu membuat Suzy membelikkan badannyake belakang. Di sana tampak seorang gadis putih tinggi yang berpakaian sama dengannya sedang berdiri diam. “ Sulli – ah.”

 

“ Apa yang sedang kau lakukan di sini? Dokter Park tadi memanggilmu untuk menghadapnya.” Ujar Sulli.

 

Suzy beranjak dari tempat ia tadi berdiri untuk menghampiri Sulli.

 

“ Baiklah, ayo kita masuk. Di sini sangat dingin.” Ajak Suzy sambil mengaitkan tangannya pada tangan Sulli.

 

-:-

 

Sebuah mobil sport hitam berhenti di sebuah pinggir jurang. Dari tempat itu dapat terlihat pemandangan laut biru yang sangat indah.

 

Di dalam mobil itu seorang wanita tampak menyenderkan kepalanya pada setir mobil. Membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.

 

Rum pum pum pum….. sebuah lagu dari girlband F(x) yang wanita itu pasang sebagai nada dering di handphonenya mampu membuatnya mengangkat kepalanya dari setir mobil.

 

“ Halo.” Ujar wanita itu pada seseorang yang sedang terhubung sambungan telepon dengannya.

 

Soojung eonni, apa saat ini kau baik – baik saja?”  Tanya seorang gadis yang membuat Soojung bertanya siapa yang menelponnya. Dilihatnya nama seseorang yang menelponnya. Dia adalah Boyoung, mantan assistennya dulu sebelum manajemennya memutus kontrak dengannya.

“ Ne, aku tidak apa – apa. Boyoung.” Ujar Soojung yang disusul dengan hembusan nafas lega dari Boyoung.

 

“ Baguslah eonni. Aku akan sangat merindukan eonni jadi jaga diri eonni baik – baik.” Ujar Boyoung dan langsung memutuskan panggilan teleponnya.

 

Setelah sambungan telepom terputus, soojung melempar teleponnya kea rah jok kosong di sampingnya. Soojung menaruh kempali kepalanya pada setir dan menghembuskan nafas berat meratapi nasubnya saat ini.

 

Semua yang Soojung bangun selama 5 tahun ini hancur dalam sekejap. Tak hanya itu, dalam beberapa hari ini ia juga harus menghadapi sidang kasus penganiayaan yang ia lakukan.

 

“ Eomma, tolong aku.” Gumam Soojung. Dari sudut matanya tampak keluar air mata ketakutan dari dalam diri Soojung. Tubuh Soojung kini bergetar karena ia harus manghadapi semua ini sendirian.

 

-:-

 

“ Kau menelpon siapa tadi, Booyoung – ah?” Tanya seorang gadis yang sedang dimake up oleh dua orang wanita di depan meja rias. Dari pentulan cermin di depannya, gadis itu melihat Booyoung membalikkan badan menghadap ke arahnya.

 

“ Em…. Tadi aku menelpon orang tuaku, eonni.” Jawab Booyoung bohong. Dipegangnya handphone miliknya dengan sangat erat. Takut kebohongannya terbongkar.

 

“ Benarkah?” Tanya gadis itu tak begitu percaya dengan jawaban Booyoung.

 

Tiba- tiba dari arah pintu ruangan rias tersebut muncul seorang pria berusia 30 – an.

 

“ Jiwon – ah, kau akan tampil 5 menit lagi.” Ujar pria itu.

 

“ Baiklah.” Jiwon, gadis itu segera bersiap untuk tampil. Tampil sebagai seorang idola muda yang sangat di idolakan oleh para remaja Korea.

 

-:-

 

Mobil Soojung kini melaju cepat di jalan sepi daerah Mokpo. Diinjaknya terus oleh soojung pedal gas mobilnya berharap dengan semakin tinggi kecepatan mobilnya maka semakin mudah ia melepaskan beban – beban yang kini berada di bahunya.

 

Tapi hal tersebut nampaknya adalah perbuatan yang salah karena begitu melewati sebuah tikungan tajam, Soojung tidak bisa mengendalikan kemudi mobilnya sehingga mobilnya dengan cepat masuk ke dalam jurang yang cukup curam.

 

-:-

 

“ Pemirsa, bintang top Krystal Jung mengalami kecelakaan parah di km 40 daerah Mokpo. Mobilnya masuk ke dalam jurang yang cukup curam. Kini keadaan Krystal masih dalam kondisi kritis.” Ujar seorang reporter wanita yang kini sedang melaporkan berita tentang kecelakaan yang menimpa Krystal di depan sebuah rumah sakit ternama di daerah Seoul.

 

Di tempat lain dari rumah sakit tersebut, nampak beberapa dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawa Soojung atau yang lebih dikenal sebagai artis dengan nama Krystal.

 

-:-

 

“ Ada apa? Mengapa suasana lobi hari ini sangat ramai?” Tanya Suzy pada Jinri saat mereka kembali ke rumah sakit setelah tadi mereka pergi mencari makan siang.

 

“ Entahlah.” Jawab Jinri sambil mengendikkan kedua bahunya.

 

“ Suster Son, ada apa ini sebenarnya? Mereka banyak wartawan disini?” Tanya Jinri pada seorang suster yang sedang duduk di kursinya di resepsionis.

 

“ Kau tidak tahu? Krystal Jung kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit ini.” Jawab suster Son sambil menempakkan raut tidak percaya karena berita sebesar ini Jinri saja tidak tahu.

 

“ Oh benarkah?”

 

“ Krystal Jung? Soojung?” Gumam Suzy tidak percaya. Bola matanya tampak diam menatap kosong pada suster Son. “ Sekarang Krystal – ssi ada dimana?”

 

“ Dia saat ini masih di ICU.”

 

“ Baiklah terimakasih.” Ujar Suzy lalu ia langsung berlari meninggalkan Jinri yang tadi bersamanya untuk pergi ke ruang ICU.

 

“ Ada apa dengannya?” Gumam Jinri aneh melihat tingkah temannya, Suzy.

 

“ Kau pikir apa Suzy mengenal Krystal?” Tanya Jinri pada suster Son.

 

“ Manaku tahu, tanyakan sendiri padanyaa.” Jawab Suster Son sambil mengendikkan kedua bahunya.

 

“ Ah benar juga.”

 

-:-

 

Suzy kini tinggal beberapa langkah lagi untuk sampai di ruang ICU dan kini ia menemukan sesosok pria yang sangat ia kenal sedang terduduk sedih di kursi tunggu dekat pintu ruang ICU.

Muka pria itu tidak tampak begitu jelas karena kedua tangan pria itu menutupinya.

 

“ Minhyuk oppa?” Panggil Suzy setelah sampai di hadapan pria tadi. Pria itu mengangkat wajahnya untuk menatap Suzy.

 

“ Suzy? Bagaimana kau bisa ada di sini?” Tanya Mnhyuk terkejut dengan keberadaan Suzy di rumah sakit ini.

 

“ Dua bulan yang lalu aku dipindahkan untuk tugas di rumah sakit ini.” Jawab Suzy. Kini ia duduk tepat di samping Minhyuk. “ Bagaimana keadaan Soojung?”

 

“ Entahlah dokter belum keluar sejak tadi.” Jawab Minhyuk, lelaki yang selalu ada di sisi Soojung tapi Soojung tak pernah menyadarinya.

 

“ Apa bibi dan paman sudah tahu kondisi Soojung?” Tanya Suzy pada Minhyuk. ia tahu bahwa orangtua Minhyuk sudah menganggap Soojung sebagai anaknya sendiri setelah Soojung kehilangan ibu kandungnya dan ayahnya pergi meninggalkannya setelah menghabiskan seluruh harta keluarga Soojung untuk berjudi. “ Apa mereka belum tahu? Aku tidak melihat mereka di sini.”

 

“ Iya. Mereka memang belum kuberitahu. Mereka masih di Jepang.”

 

“ Pasti jika mereka tahu, mereka akan khawatir.”

 

Pintu ruang ICU terbuka. Dari dalam muncul empat orang dokter yang berjalan sambil melepas masker mereka.

 

“ Dokter bagaimana keadaan temanku?” Tanya Minhyuk dengan antusias. Kini ia dan suzy sudah berdiri di hadapan para dokter yang tadi memeriksa Soojung.

 

“ Syukurlah dia telah melewati masa kritisnya.” Ujar salah satu dokter. “ Tapi kalian masih belum bisa menemuinya. Dia belum stabil.”

 

“ Baiklah.” Ucap Suzy dan Minhyuk serempak.

 

“ Suzy – ssi, apa kau mengenal pasien ini? Tanya dokter itu.

 

“ Ne sunbae, aku…….. temannya.” Jawab Suzy sambil menundukkan kepalanya.

 

“ Bagus kalau begitu. Lebih baik kau saja yang menjadi dokter pendamping untuknya.” Ujar dokter pria itu sambil menepuk pelan bahu kanan Suzy dan kemudian para dokter itu permisi untuk pergi.

 

“ Dia tampak lemah.” Ujar Minhyuk pelan sambil menatap keadaan Soojung dari kaca pintu ruangan ICU. Suzy yang tadi tertunduk kini mengangkat kembali kepalanya dan menghampiri Minhyuk untuk melihat keadaan Soojung.

 

“ Soojung – ah, mengapa kau jadi seperti ini. Cepat sadar Soojung .” Batin Suzy. Air mata kini tampak berjalan pelan di pipinya.

 

-:-

 

Tepuk tangan penonton terdengar menggema di setiap sudut studio acara musik ini. Dari sorot mata mereka, tampak kekaguman yang sangat pada penampilan Jiwon kali ini.

 

Di panggung, Jiwon membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih kepada para penonton lalu kemudian ia pergike belakang panggung dan menemukan Booyoung yang sudah memegang sebuah mantel untuk disampirkan padanya.

 

“ Penampilanmu luar biasa tadi.” Puji Booyoung setelah memberikan mantel yang tadi ia bawa pada Jiwon.

 

“ Aku tahu.” Ujar Jiwon angkuh. Kini ia daan Booyoung sedang berjalan menuju ruang artis yang kali ini menjadi miliknya.

 

“ Hei lihat ini, Krystal mengalami kecelakaan.” Ujar seorang wanita yang tadi mendadani Jiwon pada seorang wanita lain yang ada di sampingnya.

 

“ Ah mungkin ini hanya sensasi yang dibuatnya saja agar perhatian masyarakat menjadi merasa kasihan padanya.” Ujar wanita yang satunya sambil memandang ejek pada layar handpHone yang dipegang oleh wanita yang di sampingnya.

 

“ Ah benar juga.”

 

“ Hei apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Jiwon sambil merebut paksa handphone milik wanita tadi. Sedari tadi sebenarnya Jiwon dan Booyoung telah mendengarkan percakapan mereka di pintu ruang riasnya tapi sepertinya dua orang wanita itu tidak menyadarinya.

 

“ E…..e……. itu… Krystal Jung mengalami kecelakaan mobil.” Ujar salah satu wanita tadi.

 

“ Tapi kurasa itu hanya alibi yang dibuatnya untuk menutupi masalah yang sedang menimpanya.” Ujar wanita yang lain.

 

“ Hei apa yang kau katakan? Soojung eonni bukan orang yang akan melakukan hala macam itu.” Bentak Booyoung tidak terima. Mungkini jika ia tidak dihalangi oleh tangan Jiwon mungkin ia telah membuat kedua  wajah wanita di depannya ini babak belur.

 

“ Eonni, ijinkan aku untuk menjenguk Soojung eonni.” Pinta Booyoung pada Jiwon. Kedua telapak tangannya kini telah terangkat dan menempel satu sama lain.

 

“ Kau akan pergi denganku. Di sana banyak wartawan bukan?” Tanya Jiwon sambil menampakkan senyuman kecilnya.

 

-:-

 

Di rumah sakit, Soojung telah dipindahkan ke kamar VIP walaupun ia masih belum juga sadar dari komanya. Di sampingnya tampak Minhyuk yang sedang duduk dan Suzy yang berdiri menunggunya dengan setia.

 

“ Soojung – ah kapan kau akan sadar?” Tanya Minhyuk sambil menyibak beberapa helai rambut Soojung yang menutupi wajah cantiknya.

 

“ Oppa, lebih baik kau pergi mencari makan siang dulu di luar. Biar aku yang menjaganya.” Ujar Suzy yang membuat Minhyuk menoleh kepadanya.

 

“ Jangan sampai kau juga ikut sakit hanya karena ini lagipula ka nada aku di sini.”

 

“ Baiklah, tolong jaga dia dengan baik.” Ujar Minhyuk sambil mengacak pelan rambut Suzy dan kemudian beranjak pergi.

 

Setelah Minhyuk keluar dari ruangan itu, Suzy duduk di tempat yang tadi di duduki oleh Minhyuk.

 

“ Soojung – ah, lama tidak bertemu.” Ujar Suzy pelan sambil memegang tangan kiri Soojung yang bersih oleh selang – selang infuse.

 

“ Apa kau masih marah padaku? Aku merindukanmu.” Ujar Suzy tulus. Kali ini untuk kedua kalinya airmata Suzy jatuh kembali.

 

“ Aku ingin kau tahu, aku rela membiarkan Myungsoo oppa untuk bersama denganmu jika kau mau. Aku ingin persahabatan di antara kita bisa terjalin lagi dengan baik. Aku ingin persahabatan kita bisa menjadi seperti matahari yang kau inginkan.”

 

-:-

 

Seoul, 2009.

 

“ Suzy – ah, aku inigin mengaku sesuatu padamu.” Ujar soojung dengan pelan mengingat saat ini masih ada Park songsaenim yang sedang mengajar. Walaupun membosankan dan tidak ada yang memehartikannya juga, tidak mungkin kan bagi Soojung untuk mengobrol dengan Suzy dengan suara keras.

 

“ Apa yang ingin kau katakana?” Tanya Suzy sambil terus menggambar sesuatu di buku tulisnya.

 

“ Sepertinya aku sedang jatuh cinta, Suzy – ah.” Jawab Soojung yang nampak malu.

 

“ Benarkah? Dengan siapa?”

 

“ Kau tahu Myungsoo sunbae? Mungsoo kelas 12 – 2 itu? Kau tahu kan? Tanya Soojung.

 

Seketika Suzy menghentikan kegiatan menggambarnya dan pandangannya kini beralih menatap Soojung dengan tidak percaya.

 

“ Aku sepertinya  telah jatuh cinta padanya.” Ujar soojung yang masih nampak malu.

 

-:-

 

“ Oppa kurasa……. Hubungan kita cukup sampai di sini.” Ujar Suzy pada seorang pria yang kini duduk di sampingnya di taman sekolah yang sepi.

 

“ Apa? Apa yang kau katakana Suzy – ah?” Tanya pria itu sambil menatap tidak percaya ke arah Suzy.

 

“ aku sudah bosan dengan oppa.” Jawab Suzy sambil menundukkan kepalanya dan menggerakkan jari – jarinya dengan tak tenang.

 

“ Bohong, aku tahu kau bohong. Sampai kapanpun kau meminta berpisah dariku, aku tak akan membiarkannya.” Ujar Myungsoo tak terima.

“ Myungsoo oppa, ada apa kau ini? Aku ingin kita putus oppa.” Ujar Suzy dengsn nada tinggi.

 

Dengan cepat Myungsoo yang mulai kesal menempelkan bibirnya pada bibir Suzy untuk mebungkam mulut Suzy. Tangan Myungsoo tampak memeluk leher Suzy agar Suzy tidak melepas ciuman ini.

 

Dan tanpa mereka sadari, sepasang mata wanita melihat kejadian itudengan terkejut. Buku – buku yang tadi dibawanya tidak lagi pada genggaman tangannya akan tetapi kini telah beeserakan di tanah.

 

-:-

 

Saat ini seluruh siswa kelas 11 – 1 sedang berada di ruang musik untuk mengikuti pelajaran seni. Semua murid telah berada di posisinya masing – masing dan telah mengambil alat musik masing – masing kecuali Suzy yang menjadi pengatur musik atau konduktor.

 

Suzy mulai menggerakkan tangannya dengan lihai. Member petunjuk agar teman – temannya mulai memainkan musik.

 

Lagu dimulai dengan alunan merdu gesekan biola dan disusul oleh bunyi tuts – tuts piano yang dimainkan oleh Soojung. Namun ada yang aneh. Permainan piano yang dilakukan oleh Soojung tidak seperti biasanya. Kali ini permainannya sumbang.

 

“ Soojung – ssi, ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini.” Tegur Song songsaenim.

 

Soojung menghentikan permainannya kemudian berdiri dan membungkuk. “ Maafkan aku.”

 

“ Songsaenim. Aku ijin tidak mengikuti kelas hari ini. Aku tidak enak badan.” Lanjut Soojung lalu berlalu keluar dari ruang musik.

 

“ Apa dia tidak apa – apa?” gumam suzy sambil menatap khawatir pada Soojung.

 

-:-

 

“ Soojung, apa kau di sini?” Tanya Suzy di ambang pintu UKS. Dilihatnya ruang UKS itu sepi. Hanya ada tirai yang menutupi tempat tidur pasien.

 

Soojung yang mendengar suara Suzy kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap tembok. Dan tak berapa lama kemudian, terdengar suara tirai yang dibuka yang diyakini oleh Soojung bahwa hal itu dilakukan oleh Suzy.

 

“ Soojung apa kau tidur? Kau baik – baik saja kan?” Tanya Suzy sambil mendekat ke arah Soojung. Dilihatnya Soojung yang tengah memejamkan mata.

 

“ Soojung aku mengkhawatirkanmu.” Ujar Suzy sambil mengecek suhu dahi Soojung dengan punggung tangannya.

 

“ Lepaskan tanganmu itu dari tubuhku.” Ucap Soojung tiba – tiba. Suzy yang terkejut langsung melepas tangannya dari dahi Soojung.

 

“ Aku tidak ingin dahiku tersentuh oleh tangan seorang pengkhianat.” Ujar Soojung tajam.

 

“ Apa? Apa yang kau maksud, Soojung – ah?” Tanya Suzy yang tak mengerti.

 

Soojung yang semula tiduran kini bangkit untuk duduk.

 

“ Jangan tunjukkan muka suci di hadapanku.” Soojung menatap tajam Suzy yang masih tak mengerti.

 

“ Kau tahu aku menyukai Myungsoo oppa kan?” Tanya soojunga yang membuat suzy mulai mengetahui arah pembicaraan kali ini. “ Kenapa kau mengkhianati temanmu sendiri dengan mencium orang yang temanmu suka?” Ujar Soojung yang mulai emosi.

 

“ Soojung ini tidak seperti yang kau bayangkan.” Ujar Suzy mencoba untuk menenangkan Soojung.

 

“ Apa yang ku bayangkan? Apa kau mengetahuinya?”

 

Suzy yang merasa bersalah mulai menitikkan air matanya.

 

“ Mana janjimu untuk mengabulkan permitaanku agar persahabatan kita tetap utuh bagaikan matahari?” Tanya Soojung yang emosinya belum mereda.

 

“…..” Tidak ada jawaban dari Suzy. Yang ada hanyalah suara tangis pelan Suzy yang semakin menjadi.

 

“ Matahari itu kini tak utuh lagi, dunia sudah berakhir. Persahabatan kita sudah berakhir.” Ujar Soojung yang mulai menitikkan air mata kekesalan.

 

Soojung lalu menarik kalung matahari yang ada di lehernya dengan kasar hingga putus.

 

“ Ini untuk matahari yang tak tak lagi utuh. Aku tidak butuh ini.” Ucap Soojung sambil membuang kalung itu dengan keras ke lantai dan kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya meninggalkan Suzy yang menangis sedih.

 

“ Maafkan aku…… maafkan aku Soojung – ah.”

 

 

To Be Continued……

 

Bagaimana? Bagaimana? Jelek kan? Ya udah tunggu kelanjutan di part – part selanjutnya ya😉

13 thoughts on “Full Sun (Part 1)

  1. nyesek bngett klo nemu ff yg soojung’ny sedih krna myungZy couple😦 aaah… bkn gondokk,, tp untungnya ada minhyuk kan?? kkkk :v :v uptade jangan lama2 thorr😀 penasaan sma krystal plus minhyuk’ny nih >_< … eh… kyk.a si jiwon bkal jd jahat deh. next

  2. annyeong author -ssi!
    waduh, sedih aku bcanya, soojung kclakaan, blm jadian ma minhyuk, musuhan ma suzy, aish…. penasaran klanjutannya thor, dtunggu klanjutannya ya, gomawo

  3. Wah..
    Soojung salah paham..
    Pi knapa dia ngk sadar akan Minhyuk oppa yg slalu dkat dia ?
    Thor, nextX cpat yah..
    Penasaran..

  4. Woooo. .
    Keliatan seperti soojung yg egois. .
    Entahlah tp knp kliatan karakter jiwon agak menyeramkan y?hahahahhahahah
    Ayo lanjut lanjut

  5. Aku suka sama ceritanyaaa . Pokonya harus dilanjutin ya thor . Peran utamanya kan Hyukstal tp yg sering muncul malah myungZy couple😦

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s