Step (Chapter 5)

Step

Title : Step [Chapter 5]

Author : Minhyuk Anae

Length : Chaptered

Rating : PG-17

Genre : Romance

Cast :

–          Kang Minhyuk

–          Jung Krystal

–          Other Cast

Disclaimer : My own imagination

Halo ^^ Author meminta maaf sebanyak-banyaknya karena (lagi-lagi) kelamaan posting.

Semoga readers tetap setia menunggu ya (apalagi kalau aku lagi kena writer’s block jadi lama banget nyelesain chapter ini) dan semoga penantian kalian gak sia-sia hehehehe.

Semoga chapter ini bisa membuat kalian senang dan tetap suka sama ceritanya.

So, check this out!

————————————————–****————————————————————-

Bunyi klakson yang memekakkan telinga menyadarkan Minhyuk dari lamunannya. Diliriknya lampu lalu lintas yang telah menunjukkan warna hijau dan menyuruhnya untuk kembali mengemudikan mobil. Pikirannya cukup kalut semenjak beberapa menit yang lalu. Tepatnya setelah Krystal mendapat telepon panggilan dari CEO SM. Hal itu membuat pikirannya sedikit bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan yang hinggap di pikirannya.

Apa yang akan terjadi pada Krystal?

Apakah ia akan menyelakai gadis itu?

Apakah terlalu bodoh untuknya membuat gadis itu mencintainya?

Apakah terlalu bodoh untuknya mencintai gadis itu?

Apakah selanjutnya ia hanya akan membawa masalah pada gadis itu?

Apakah seharusnya ia menghentikan hubungan ini?

Segala pemikiran bodoh itu mampir ke benak Minhyuk dan merusak pikiran-pikiran positifnya. Entahlah, dia jadi gila sendiri. Merutuki berkali-kali tentang betapa bodohnya ia, seorang Kang Minhyuk, berani-beraninya memacari Krystal. Ya, Krystal. Jung Krystal. Dan kini ia merasa begitu tak pantas bersanding dengan Krystal.

Pikirannya melayang memikirkan Krystal lagi dan lagi. Apa yang sedang gadis itu terima sekarang? Yang pasti sampai sekarang ia tidak berani menghubungi gadis itu. Diliriknya lagi ponselnya yang ia letakkan di meja ruang tengah dorm CNBLUE. Tak ada panggilan seperti biasanya. Minhyuk gelisah lagi.

Jungie, apa yang terjadi padamu?

Bunyi dari bel intercom mengagetkan Minhyuk yang sedang duduk di sofa ruang televisi. Menghentikan aktivitas bermain game-nya yang sama sekali tak membuat mood-nya kembali naik, padahal biasanya aktivitas itu menjadi salah satu moodbooster handalnya. Alisnya berkerut melihat siapa yang datang. CEO tersayang, Han Seung Ho.

“ Sore, Minhyuk-ssi. Apa kau sedang sibuk?” Tanya Han Seung Ho ramah sambil melambaikan tangan kanannya. Meski ramah begitu, lelaki itu biasanya membawa berita yang di luar dugaan, termasuk firasat buruk yang Minhyuk rasakan kali ini.

“ Tidak, Sajangnim.” Jawab Minhyuk yang kini mempersilahkan lelaki itu duduk. Minhyuk membawakan sekaleng cola dari lemari es dan menaruhnya di meja. Han Seung Ho mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. “ Kau sendirian?”

Minhyuk mengangguk. Lelaki itu lagi-lagi mengerti bahwa bosnya hanya basa-basi.

Baiklah, kali ini firasat Minhyuk benar. Kedatangan Han Seung Ho tak lain adalah menyinggung tentang skandalnya dengan Krystal yang mulai merebak akhir-akhir ini di media.

“ Kau tahu, aku tak pernah melarang anak buahku berpacaran dengan siapapun. Termasuk kau dan Krystal.” Ucap Han Seung Ho sambil menyesap colanya.

“ Hanya saja, SM Entertaiment sedang mencurigai agensi kita akhir-akhir ini dan cukup sulit untukmu sekarang. FNC bisa saja mengiyakan berita di media bahwa skandal itu benar-benar ada. Tapi, itu akan berakibat buruk untukmu dan Krystal.” Tambah Han Seung Ho dengan santai.

“ Aku tidak menyuruhmu untuk memutus hubungan kalian, Minhyuk-ssi.” Ucap Han Seung Ho seolah bisa membaca raut muka Minhyuk yang perlahan tapi pasti menjadi semakin gelap dan muram. “ Aku tidak sejahat dan sekejam itu, kau tahu itu, kan?”

Minhyuk mengangguk tapi tetap menunduk, enggan menatap CEO terbaik yang pernah ia kenal itu. “ Aku dan perusahaan sendiri masih memikirkan cara untuk menyelesaikan skandal ini.”

“ Aku datang ke sini hanya untuk memastikan bahwa kau benar-benar berhubungan dengan Krystal Jung. Karena sudah mendapat jawabannya, aku harus pergi sekarang. Terima kasih colanya dan jangan terlalu dipikirkan. Bilang pada Krystal, FNC akan selalu mendukung hubungan kalian. Ah ya, harusnya aku jujur dari awal bahwa aku adalah Minhyuk-Krystal Shipper.” Ujar Han Seung Ho menutup obrolannya dengan kekehan khasnya yang santai lalu menepuk pundak Minhyuk sebentar sebelum benar-benar pergi.

Minhyuk kembali terduduk di sofa tadi. Termenung sebentar dan sebenarnya ingin tertawa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan CEO agensinya. Bagaimana bisa agensinya dan agensi Krystal bertolak belakang seperti ini?

-***-

“ Kalau kau memilih melanjutkan hubungan itu, aku akan menahan comeback f(x) hingga tahun depan. Sedangkan jika kau memilih f(x), maka selesaikan hubunganmu sekarang juga, di hadapanku.” Ujar Kim Sajangnim menatap Krystal seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.

Krystal hanya menunduk tanpa mampu menjawab satupun dari pilihan yang diajukan Kim Sajangnim.

Begitu berat, pikirnya. Jika ia memilih untuk menyelamatkan hubungannya dengan Minhyuk, itu berarti sama saja dengan menyelakai kawan-kawannya. Mungkin Krystal pikir tak begitu sulit menahan untuk tidak comeback selama setahun, tapi apa kabar dengan kawan-kawannya? Tapi jika ia memilih memutuskan hubungannya dengan Minhyuk, rasanya terlalu keji untuk perasaannya sendiri. Hei, yang benar saja, bahkan sebelum berangkat ke tempat ini ia sudah berjanji untuk menyelamatkan hubungan mereka, kan?

“ Krystal-ssi, kenapa kau diam lagi? Susah untuk menjawab pilihanku?” Tanya Kim Sajangnim dengan nada yang terdengar begitu sarkastik. Lelaki yang cukup tua itu menggebrak meja kerjanya membuat Krystal spontan menutup matanya karena kaget dan takut.

“Aku butuh waktu untuk berpikir, Sajangnim.” Elu Krystal dalam hati dan gadis itu kini melirik ke arah bosnya yang bisa dibilang sedang kesetanan.

“ Sekali lagi, aku bertanya padamu, Krystal-ssi…”

“ Mana yang akan kau pilih. Kang Minhyuk atau f(x)?”

Kali ini Krystal ingin mati saja, ucapnya dalam hati. Ah, tidak. Kali ini Krystal ingin lelaki jahat yang ada di hadapannya itu yang mati.

“ Ya! Apa yang sedang kau lakukan, Sajangnim?” Sebuah suara menginterupsi ketegangan yang tercipta di ruangan bernuansa klasik itu. Keduanya menoleh ke arah pintu, ke tempat di mana suara itu berasal.

Kali ini yang datang adalah Kim Joon Myun atau yang lebih dikenal dengan nama Suho. Leader dari grup yang baru-baru ini begitu digandrungi remaja, EXO. Dengan santai dan dengan nada sok kenal sok dekat-nya itulah ia biasa menyapa CEO SM. Dan sikapnya yang selalu sok kenal sok dekat –yang sejujurnya begitu berbeda dengan imejnya di panggung itulah yang membuat Krystal cukup tidak menyukainya, membencinya, mungkin.

“ Sudah kubilang ketuk pintu sebelum masuk, Joon Myun.” Protes Kim Sajangnim. Suho hanya terkekeh dan tidak mengindahkan perkataan Kim Sajangnim.

“ Yak! Krystal-ssi? Apa yang terjadi padamu?” Tanya Suho melihat wajah Krystal yang sudah penuh dengan air mata. Gadis itu memalingkan wajahnya dan mengusap air mata yang jatuh di pipi manisnya.

Kenapa harus Suho yang datang di saat seperti ini, sih?

“ Apa kau baik-baik saja? Yak, Kim Sajangnim, apa yang terjadi pada maknae f(x) ini?” Tanya lelaki itu lagi sambil menarik sebuah kursi di sebelah Krystal.

 

Krystal melirik kesal Suho sembari keluar dari ruangan CEO. Hidupnya selamat kali ini dan hidupnya diselamatkan oleh lelaki menyebalkan yang sampai sekarang meliriknya dengan tatapan yang Krystal tak sukai.

Astaga, ia sejujurnya merutuki apa yang baru saja ia setujui tentang penyelamatan-kisah-cintanya-bersama-Kang Minhyuk itu. Bukan suatu keputusan terbaik, sejujurnya. Harusnya ia punya sesuatu yang bisa dibanggakan selain harus menyetujui perjanjian penyelamatan itu dengan lelaki menyebalkan seperti Suho.

Sebenarnya, alasan mengapa Krystal tak menyukai Suho itu adalah alasan yang tak masuk akal. Entahlah, gayanya yang jauh berbeda di atas panggung, cara bicaranya yang sok berpengetahuan, rasa sombongnya karena menjadi salah satu chaebol di SM, dan yang terpenting adalah caranya menatap Krystal dengan gaya sok macho, sok berkharisma, dan bisa dibilang, yah, cukup sama dengan tatapan-tatapan player itu membuat Krystal membenci Suho. Tapi, kini ia justru memiliki sebuah perjanjian, yang sebenarnya membuat ia ingin berterima kasih pada Suho sekaligus merasa bersalah pada Minhyuk.

Setelah mendengarkan CEO bercerita tentang kerumitan hubungan Krystal dengan Minhyuk pada Suho, tiba-tiba saja Suho memiliki suatu usulan. “ Aish, jangan berlebihan seperti itu, Sajangnim. Aku punya usulan, boleh?” Tanyanya waktu itu. Tentu saja, Kim Sajangnim yang sepertinya bersahabat baik dengan Suho itu langsung mempersilahkannya.

“ Bagaimana jika aku ikut bertanggung jawab atas kasus ini? Maksudku, berilah kesempatan untuk Krystal dan Kang Minhyuk atas hubungan mereka. Tapi tetap saja tutupi hubungan tersebut. Dan kau, Krystallie, harus menjaga baik-baik rahasia hubungan kalian. Dan sebagai jaminan, jika Krystal dan Kang Minhyuk tak bisa menjaga rahasia hubungan mereka dengan baik, keluarkan saja statement tentang hubunganku dengan Krystal. Agar menghapus perhatian orang-orang tentang Krystal dan Kang Minhyuk. Bagaimana?”

Krystal hanya melongo mendengarnya ditambah ia merasa geli dengan sebutan Krystallie. Perjanjian tak logis mengenai statement-hubungan Krystal Jung-dengan-Suho. Astaga. Dia itu ingin memanfaatkan Krystal atau apa? Hampir saja Krystal menyanggah sebelum Kim Sajangnim sudah berbicara terlebih dahulu.

“ Aku setuju. Kau? Bagaimana Krystal? Kalau pilihan ini tetap tak mau kau terima, maka aku akan kembali ke pilihan awal.”

I’m dying now, shitty Sajangnim.

“ Aku setuju.” Jawab Krystal frustasi—ketimbang mempertaruhkan Minhyuk atau f(x), pilihan ini adalah menjadi yang paling mending, pikirnya.

-***-

“ Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Minhyuk dengan nada gelisah.

“ Aku baik-baik saja, Hyukkie.” Jawab Krystal santai sambil mengemil potongan apel yang terletak di meja.

“ Sungguh?” Tanya Minhyuk lagi.

“ Sejak kapan aku berbohong?”

“ Aku tak bisa tidur sebelum mendapat kabar darimu, Jungie. Sungguh. Aku merasa bersalah.”

“ Bersalah untuk apa?” Tanya Krystal sambil membenahi posisi duduknya agar terasa lebih nyaman sambil telpon-telponan.

“ Bersalah membuatku menjadi pacarmu.” Jawab Minhyuk kaku. “ Hah? Maksudmu?”

“ Apa seharusnya kita putus saja? Untuk menyelamatkan kariermu.”

“ Kau gila, Kang Minhyuk? Aku hampir mati di depan CEO untuk membelamu dan kini kau minta berpisah?” Bentak Krystal.

“ Kau tidak mengerti posisiku, Soojung. Aku merasa bersalah membuatmu hampir mati di depan CEO, bersalah membuatmu hampir mati karena mempertaruhkan f(x) demi aku. Kau tidak mengerti posisiku…”

“ …aku bisa saja selamat dengan CNBLUE. Lalu bagaimana dengan kau dan f(x)? Terlalu kejam buatku untuk menghancurkan kalian, terutama kau, Krystal.” Ucap Minhyuk panjang lebar dengan sedikit terengah karena mengucapkannya begitu cepat.

“ Lalu jika kita putus, apa kau menganggap itu tak menghancurkanku?” Tanya Krystal dan Minhyuk memilih untuk tidak menjawab. Ia diam saja menatap ponselnya yang masih terhubung dengan Krystal.

“ Baiklah jika itu yang kau mau, kita break.” Ucap Krystal sambil menutup sambungan teleponnya.

Minhyuk menatap layar ponselnya gelisah. Ia ingin berteriak bahwa ia tidak benar-benar meminta putus, hanya saja ia ingin ada seseorang yang mengerti posisinya, posisi bahwa dia akan selalu menyalahkan dirinya sendiri selama Krystal masih dalam situasi tidak aman—bahwa CEO SM masih akan mengawasi mereka, dan ia yakin posisi itu masih akan terus ada selama mereka berpacaran. Dan ia lelah menyalahkan dirinya sendiri seolah ia hanya seorang lelaki pengecut dan pecundang karena tak bisa melindungi kekasihnya. Dan kini ia merasa ia lebih pecundang lagi karena sudah berani menghancurkan perasaan Krystal. Minhyuk tahu, ia bodoh untuk saat ini.

Ditatapnya lagi ponsel yang ada pada genggamannya, ia menghapus kembali seluruh ketikan pesan yang akan ia kirimkan kepada Krystal. Merasa bahwa ia tak pantas mengirimkan perkataan maaf atau alasan-alasan yang membuatnya ingin kembali ke Krystal, toh tadi dia juga kan yang meminta pisah?

Soojungie, aku minta maaf sudah semakin menyakitimu. Soojungie, aku sungguh meminta maaf. Aku hanya tak mau menghancurkan kariermu karena mementingkan egoku. Karena aku tahu, untuk posisi kita sebagai artis, cinta bukan sesuatu yang terlalu penting untuk diperjuangkan. Sungguh. Aku tak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin melindungimu.

-***-

Tangisan Krystal berhenti ketika layar ponselnya menyala dan menunjukkan sebuah pesan dari Minhyuk. Ia membacanya berkali-kali, menelaah kata demi kata yang Minhyuk kirimkan. Ia tahu, Minhyuk kurang pandai merangkai kata-kata, tapi ia tahu, Minhyuk akan selalu menyisipkan satu atau dua makna penting dalam setiap kalimat yang ia ucapkan. Tapi hingga lima kali membaca ulang, ia belum menemukan apa yang Minhyuk maksud dengan meminta pisah tapi kini ia justru memberi alasan yang benar-benar tak bisa masuk dalam otaknya.

Jam sudah menunjukkan pukul satu malam dan ia teringat bahwa besok adalah syuting terakhir The Heirs. Itu artinya, besok ia harus bertemu dengan lelaki-menyebalkan-yang-ia-sayangi itu. Dan seharusnya yang ia lakukan adalah memeluk lelaki itu sambil berdoa semoga mereka bisa mendapatkan tawaran untuk menjadi couple lagi sehingga tidak perlu repot-repot bersembunyi untuk sekedar bertemu. Sayangnya, kata break yang ia ucapkan membuat seluruh pikirannya luruh dan membuatnya tidak mungkin memeluk lelaki itu lagi.

Tapi yang pasti, Krystal tahu ada sesuatu yang tersembunyi di balik sikap Minhyuk kali ini.

-***-

Minhyuk tampak seperti biasanya di lokasi syuting. Menyapa para kru dengan ramah, memainkan permainan yang ada di ponselnya selama menunggu scene-nya, dan membaca berkali-kali naskah yang dipegangnya. Meski ada satu hal yang belum ia lakukan seperti biasanya, yaitu menyapa seorang gadis yang kini sedang duduk di sampingnya dan memandangnya begitu lekat.

Ia tahu semalam mereka melewati malam yang menyakitkan. Minhyuk sendiri sulit tidur hingga pagi. Tapi ia justru gemas melihat gadis itu yang terus-terusan memandangnya seolah memberi kode untuknya agar ia menyapa gadis itu. Tapi, kejadian semalam membuatnya berpikir ulang. Ia harus menjauhi Krystal sejauh mungkin.

“ Minhyuk-ssi!” Ucap Krystal cukup gugup saat menghampiri Minhyuk.

Lelaki itu menatap gadis itu dengan berbagai perasaan. Bahagia karena dia menyapanya, sedih karena panggilan –ssi itu yang membuat mereka seolah jauh lagi, kesal mengapa semalam ia bertindak bodoh pada gadis itu sehingga membuat mata Krystal agak sembab karena terlalu banyak menangis.

“ Jangan melamun, bodoh. Ada yang harus kita bicarakan.” Ucap gadis itu dengan nada bicaranya yang berada di antara nada ketus dan manja sambil menarik Minhyuk ke sisi sepi lokasi syuting.

Setelah sampai di tempat yang Krystal tuju dan memastikan bahwa tidak ada yang berhasil menguntit mereka berdua, gadis itu memeluk Minhyuk. Air matanya tumpah di jas hitam milik Minhyuk.

“ Hei, hei, hei, hei, jangan menangis. Nanti make up-mu luntur, dan semua orang bisa repot. Ingat, kita masih punya satu adegan lagi.” Ucap Minhyuk sambil  mengelus pundak Krystal, mencoba membuat gadis itu tenang.

Ia sendiri tidak bisa menahan untuk menangis. Ia terlalu menyayangi gadis ini dan benar-benar tak mau berpisah darinya.

“ Kau jahat, Minhyuk!” Elu Krystal sambil beberapa kali memukul dada Minhyuk. “ Aku menyayangimu, aku mempertaruhkan karierku di depan Bosku, aku hampir mati kemarin, aku kira aku bisa membuatmu bahagia. Nyatanya kau malah meminta putus. Kau jahat!”

“ Bukan seperti itu, Soojung.” Ucap Minhyuk sambil melepas pelukannya. Sambil menatap mata Krystal dengan teduh, ia berkata,

“ Aku juga begitu menyayangimu. Sangat menyayangimu. Aku tidak ingin kita pisah. Tapi apa kau tahu? Seharian kemarin aku menyalahkan diriku sendiri karena bisa-bisanya membuatmu susah dan mempertaruhkan kariermu. Harusnya aku yang berjuang mempertahankan kita, Soojung. Bukan kamu. Aku merasa seperti lelaki pecundang karena membiarkan seorang perempuan yang berjuang, dan aku sebagai lelaki hanya bisa diam menunggumu. Harusnya aku yang melindungimu. Dan aku merasa payah pada diriku sendiri—”

Kata-kata Minhyuk terputus oleh ciuman Krystal tepat pada bibirnya. Krystal tak peduli di cap wanita tak tahu diri karena mencium lelaki terlebih dahulu. Hanya saja, terlalu sulit untuknya meluapkan apa yang ia rasa dan Krystal pikir menciumnya adalah salah satu jalan terbaik untuk meluapkan apa yang ia rasakan.

“ Jangan terus-terusan merendahkan dirimu, Minhyuk. I hate the way people think I’m perfect. I know in entertaiment, I’m Jung Krystal, one of the perfect girl in the world as people think. But beside you, beside all of the people that I love, I’m only Jung Soo Jung, the childist one, and unperfect one. And I hate the way you think that you aren’t able to be with me. If you think you are too bad to be with me, then I’ll think I were too bad to be with you.

Dan setelah itu, entah apa yang menggugah hatinya, Minhyuk memeluk Krystal begitu erat dan berkata, “ Kita masih bisa bersama lagi, kan? Aku harap kau mau menjadi pacarku lagi.”

-***-

Satu minggu kemudian,

“ Kau yakin ini baik-baik saja?” Tanya Minhyuk begitu duduk di samping kursi penumpang pesawat menuju Pulau Jeju. Krystal menoleh dan membuka maskernya lalu tersenyum, “ Tentu saja ini akan baik-baik saja.” Jawabnya.

“ Tempat menginap kita cukup jauh dari keramaian, dan Jessica sudah baik hati menawarkannya kepada kita, kan? Kau harusnya berterima kasih dengan kakakku yang baik hati itu.” Ucap Krystal sambil memasang headset di telinganya.

Minhyuk menatap Krystal yang mulai memejamkan matanya saat pesawat mulai terbang. Astaga, kenapa dia jadi gugup seperti ini?

Seminggu yang lalu, beberapa jam setelah Minhyuk dan Krystal kembali berpacaran, Krystal mengajak Minhyuk liburan. Setelah keduanya memeriksa jadwal, akhirnya mereka pergi ke Jeju untuk tiga hari. Mereka menginap di sebuah villa milik Jessica, kakak Krystal, yang baru saja ia beli dua bulan yang lalu.

Beberapa jam kemudian, mereka sampai di Pulau Jeju. Setelah keluar dengan memakai masker dan segala macam peralatan yang dapat menyembunyikan identitas mereka, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat yang sama secara terpisah.

Krystal rasanya sudah mempersiapkan banyak hal agar rencana liburannya itu tidak terganggu dengan fans apalagi media. Bisa bahaya juga jika media tahu, kan?

Setelah masing-masing menempuh perjalanan sekitar satu jam, keduanya sampai di villa—lebih tepatnya Krystal sampai terlebih dahulu.

“ Kamarmu di sana.” Tunjuk Krystal ke sebuah pintu yang berada di ujung kanan villa.

“ Kamarmu di mana?” Tanya Minhyuk.

“ Memangnya kenapa?” Tanya Krystal.

“ Aku boleh masuk ke sana?”

“ Ya! Untuk apa? Byuntae!” Teriak Krystal. Minhyuk menanggapinya dengan tawa, “ Apanya yang byuntae? Aku harus menaruh kopermu.”

Wajah Krystal memerah seketika. “ Kau berpikir apa, sih, Soojungie? Hmm?” Goda Minhyuk dengan seringaian-yang-sama-sekali-tidak-menunjukkan-bahwa-ia-sedang-menggoda-Krystal-padahal-ia-ingin-menggodanya.

“ Jangan menggodaku, Minhyuk!” Ucap Krystal yang justru lari ke luar dan berlari ke pantai.

“ Ya! Kenapa lari?” Goda Minhyuk lagi dan mengejar Krystal lalu memberi gadis itu sebuah back hug.

Dengan nafas terengah Krystal berkata, “ Aku malu.” Krystal menutup wajahnya dan Minhyuk semakin mengeraskan tawanya.

“ Jangan tertawa!” Ucap Krystal mencoba melepaskan back hug Minhyuk tapi lelaki itu justru makin mengencangkan pelukannya. Sambil membelai rambut Krystal lembut, Minhyuk berkata, “ Aku mencintaimu, Jung Soo Jung.”

“ Jangan sok romantis, Kang Minhyuk. Kau sama sekali tak pantas untuk menjadi romantis.” Ucap Krystal lalu berhasil melepas pelukan Minhyuk dan keduanya mulai bermain air di pinggir pantai. Merasa bahagia dengan apa yang sedang terjadi dalam hubungan mereka saat ini.

-***-

Krystal membuka matanya saat ponselnya berdering begitu nyaring di sela tidurnya. Ia merogoh-rogoh nakas yang ada di pinggir ranjangnya dan menemukan nama Jessica muncul di layar ponselnya.

“ Halo.” Ucap Krystal dengan nada mengantuk.

“ Soojung! Kau sedang di mana?!” Tanya Jessica dengan nada yang sama sekali tidak santai.

“ Di Jeju. Di villamu, kenapa?”

“ Cepat kembali ke Seoul!”

“ Astaga, ada apa memangnya? Aku baru saja sampai kemarin siang.” Ujar Krystal yang kini duduk dan bersandar di headboard-nya.

“ Kau tak melihat highlight berita pagi ini?”

“ Belum sempat, ada apa?” Tanya Krystal kesal karena kakaknya ini bicara terlalu basa-basi.

“ Soojungie! Kita masuk highlight di TV pagi ini!” Ucap Minhyuk membuka kamar Krystal. Krystal langsung memutus sambungan teleponnya dengan Jessica dan loncat ke arah ruang televisi.

“ Jung Krystal f(x) dan Kang Minhyuk CNBLUE resmi berpacaran. Sebuah sumber menyampaikan, bahwa mereka sedang pergi berlibur bersama di Pulau Jeju sekarang. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa mereka sudah menjalin hubungan sekitar dua bulan yang lalu semenjak keduanya terlibat dalam drama The Heirs. Sementara keduanya belum bisa ditemui, SM Entertaiment dan FNC Entertaiment juga belum mengeluarkan statement apa-apa.”

Krystal dan Minhyuk saling menatap dengan kaget.

“ Astaga, apa yang terjadi?” Ucap Krystal.

“ Cepat mandi, aku akan mencari tiket pulang ke Seoul.” Titah Minhyuk yang langsung dituruti oleh Krystal.

-***-

“ SM Entertaiment selaku agensi Jung Krystal menyangkal rumor tersebut. Salah satu juru bicara SM, Choi Hee Min, mengatakan bahwa Krystal memang sedang berlibur di Jeju tapi ia sedang tidak bersama Kang Minhyuk. Beliau juga mengatakan bahwa Krystal dan Minhyuk tidak memiliki hubungan apa-apa.”

Krystal menghela nafasnya ketika ia sudah sampai di depan meja CEO SM, Kim Young Min. Gadis itu sudah siap menerima segala makian dan amarah dari lelaki tersebut.

“ Sudah ku bilang lebih berhati-hati, Jung Krystal.” Ucap laki-laki itu sambil memencet-mencet remot televisinya. Anehnya, tak ada guratan amarah sama sekali dari wajahnya.

SM Entertaiment baru saja mengkonfirmasi bahwa saat ini Jung Krystal tengah berhubungan dengan leader EXO-K, grup yang sedang booming di kalangan remaja saat ini, yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Joon Myun alias Suho.

“ Nah, akhirnya berita ini keluar juga.” Ucap Kim Young Min dengan wajah cerianya. Belum sempat menyela, pintu terbuka dan munculah lelaki yang sama sekali tak ingin Krystal temui, Suho.

Sajangnim?”

“ Sudah melihat beritanya, Joon Myun?” Ucap Kim Young Min dengan wajah kemenangannya. Lelaki berkulit putih itu mengangguk dan duduk di sebelah Krystal.

“ Kita impas, Jung Krystal. Kau harus menepati janjimu.” Ucap Kim Young Min.

-To Be Continue-

 

 

 

 

18 thoughts on “Step (Chapter 5)

  1. Uwaaaaooow , jangan2 si suho yang sengaja sebarin ya?. Seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan Suho. Akhh Minhyukkie~ SooJungieee~ perjuangkan cinta kaliaaan!. Update kilat ya thor (*゚▽゚)ノ

  2. kim youngmin jahaaatt!
    minhyuk pasti kesel dan galau berat liat berita (katanya) krystal-kai resmi pacaran *pukpuk
    minhyuk-ah pertahankan cintamu, jgn lepaskan soojungie begitu saja, fighting!!😀

  3. annyeong author-ssi. wow ff mu sangat menarik, kreatif, kmu bisa menyajikan dilema yg wajar dialami setiap k-pop idol saat mnghadapi konflik sprti ini, mdh2an ff ini bisa menginspirasi para reader yg suka nge-bash pasangan bias nya, gak mudah kan mnjalani cinta yg ditentang oleh berbagai kepentingan, bahkan keluarganya sendiri tidak menentang cinta itu. To next part mdh2an cepet ya posting nya, makin penasaran sma jln ceritanya, gomawo

  4. O iya FNC khan dah masuk Top Big 5 gabung ma SM, YG ma JYP khan? So, ga ada lagi dah tu Kim nglarang2 uri HyukStal bersatu (?) ~ woaaaw lanjutt thor lanjuuut cepetaaaan😀

  5. yaa sepertinya suho suka sama krystal
    atau jangan2 yg bocorin berita itu suhonya?!
    yampun…… maafkan aku yang menjadi sok tau ini._.
    keren thor, penasaran lanjutannya, ditunggu ya, hwaiting!^^~

  6. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ~~~~~ !!!!! aduh kok bisa ketawan siiiiiiiiiiiiii :(( gak sabar kan pengen baca part 6nya u,u lanjut thor jangan lama lama ya uploadnya hehehe ^ ^

  7. ff yg aku tunggu”.. lame amat thor -.-
    tapi yg chapter ini tambah greget kok.

    jangan beri bagian yg banyak tentang suho dan krystalnya thor.. minhyuk patah hati nanti T.T

    ok fix. saya tunggu chapter 6. ppali ppali~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s