Love Escape

335a2f8fb81266d25220fd2e96ccdd0f copy

Author:  Hanna Moran

Genre: Romance, Tragedy

Cast: Lee Jonghyun – Yul (Ocs)

Note: Enjoy the story🙂

***

“Aku menyukainya…”

“Tapi aku tidak boleh menyukainya…”

“Aku mencintainya… tapi apakah cinta ini benar? Bukankah seharusnya aku membencinya, aku seharusnya begitu membencinya”

“Tapi… aku mencintainya, terlalu mencintainya”

Jonghyun menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang terletak di sudut kamarnya, ia mendesah frustrasi. Sesekali tangannya mengacak rambutnya yang kecoklatan.

“Yul, yul… kenapa kita harus seperti ini? Kenapa semuanya harus begitu membingungkan? Kenapa dari jutaan wanita di dunia ini, aku harus jatuh cinta padamu? Yul…” Jonghyun menutup matanya, ia menghirup udara banyak-banyak, dan menghembuskannya kembali, ia melakukannya beberapa kali demi menenangkan pikirannya sendiri.

 

****

Yul sedang asik dengan kertas dan pensilnya, ia bilang ia sedang membuat gambar wajah Jonghyun. Yul tampak serius dengan gurata-guratan pensilnya, sang model yang kini duduk disebelahnya hanya diam memperhatikan rumput-rumput yang bergoyang ditiup angin disekeliling mereka, Jonghyun juga memperhatikan matahari yang mulai menggantung rendah dilangit, dan mulai berubah warna menjadi lebih merah.

“Yul, ayo kita pulang”

“Stt… jangan bergerak Jong, aku belum selesai menggambar”

“Sudah sore, Yul. Bisa kita lanjutkan besok acara menggambarnya” bujuk Jonghyun. Gerakan tangan Yul berhenti, ia memperhatikan wajah Jonghyun.

“Kau takut Ayahmu tahu kalau kau menemuiku?” Pertanyaan Yul tak mendapat jawaban, Jonghyun kembali membuang pandangannya pada matahari yang semakin bersembunyi balik garis horizon.

“Pulanglah duluan kalau begitu, aku masih ingin disini sebentar lagi”

“Yul, bisakah kita tidak mengungkitnya lagi?” Tanya Jonghyun, kini Jonghyun yang memperhatikan wajah Yul. Ada rasa sesak yang merayapi paru-paru Jonghyun setiap kali ia melihat wajah Yul lekat-lekat. Ada raut pembunuh ibunya di wajah Yul, kenyataan itu membuat Jonghyun tak tenang, membuatnya selalu merasa bersalah.

“Kalau begitu besok kita bertemu lagi disini”

“Jangan besok” Yul menyela, “Besok aku akan menemui ayahku, besok ulang tahunnya”

“Kalau begitu besok aku akan menemanimu menemuinya”

“Jonghyun, kau tidak perlu melakukannya”

“Aku bilang aku akan menemanimu, aku tidak akan menemuinya”

“Jong..”

“Ayo pulang” Sebelum Yul menyelesaikan protesnya, Jonghyun membereskan peralatan gambar Yul dan menggandeng tangan Yul pulang, hal yang sama yang selalu Jonghyun lakukan setiap kali mereka bertemu diam-diam.

***

Lorong-lorong sepi menyambut kedatangan Yul dan Jonghyun, hanya seorang petugas jaga siang yang mengantarkan mereka kesebuah ruangan yang khusus di sudut lorong lantai dua.

“Aku tunggu disini” Ucap Jonghyun saat petugas yang mengantar mereka membukakan sebuah pintu.

“Hmm.. kali ini mungkin akan sedikit lebih lama” kata Yul sebelum masuk kedalam ruangan.

“Tidak apa, nikmati saja waktumu bersama ayahmu, hari ini ulang tahunnya, ia pasti ingin lebih lama ditemani oleh putrinya” Jonghyun tersenyum dan Yul masuk kedalam.

Didalam ruangan itu ada empat buah meja dengan dua kursi disampingnya, hanya ada satu kursi yang terisi. Seorang pria paruh baya dengan seragam tahanan berwarna biru langit tengah menunggu dengan tidak sabar.

“Ayah…” mendengar dirinya dipanggil, lelaki itu bangkit dan menangkap tubuh putrinya yang berlari dan memeluknya.

“Ayah, selamat ulang tahun…”

“Terima kasih… Ayah sangat berterima kasih. Ayah pikir kau tidak akan datang hari ini”

“Tidak mungkin aku melupakan hari ulang tahunmu, Ayah. Hmm… sekarang Ayah duduklah, aku membawakan Ayah kue ulang tahun, dan sup rumput laut dan beberapa makanan kesukaan ayah. Kita harus merayakannya” Yul menunjukan kotak makan siang dan sebuah kotak kue yang ia bawa.

“Maafkan ayah, Yul. Ini tahun ketujuh kita harus merayakan ulang tahun Ayah di tempat ini”

“Ayah, dihari ulang tahunmu jangan bersedih. Ayo kita cicipi masakanku” Yul menggandeng tangan ayahnya kembali ke kursinya. Setelah ayahnya membuat sebuah doa singkat, dan meniup lilin ulang tahunnya, dengan cepat Yul menyiapkan makan siang special yang sudah ia siapkan untuk ayahnya.

“Bagaimana? Apakah masakanku enak?” Tanya Yul, ayahnya mengangguk dengan semangat dan senyuman tersungging.

“Kau tumbuh menjadi anak perempuan yang baik, maafkan ayah tidak bisa menemanimu dan memperhatikanmu bertumbuh. Ibumu di surga pasti akan marah pada ayah karena tak bisa menjagamu dengan baik”. Yul mengusap lengan ayahnya saat menyadari perubahan raut wajah ayahnya yang menjadi sedih.

“Habiskan sup rumput lautnya, agar ayah panjang umur dan selalu sehat. Apa Ayah makan dengan benar disini? Apa Ayah tidur cukup?”

“Tentu saja, apa lagi yang bisa dilakukan tahanan tua sepertiku ini, petugas disini memperhatikanku dengan baik, tahanan lainpun memperhatikanku dengan baik. Aku hidup cukup layak disini”

“Yul, justru Ayah yang mengkhawatirkanmu. Diluar sana kau hidup seorang diri, kau harus bisa menjaga diri dengan baik”

“Aku tidak benar-benar seorang diri, aku memiliki seorang teman”

“Lee Jonghyun? Apa yang kau maksud teman itu adalah Lee Jonghyun?”

Yul hanya bisa diam.

“Yul, kau tahu benar siapa dia dan siapa dirimu. Kalian tidak seharusnya menjadi teman, kau tahu itu”

“Dia teman yang baik”

“Aku tahu Jonghyun adalah anak yang baik tapi apa tuan Lee tahu tentang ini?”

“Tidak, kami tidak akan membiarkan tuan Lee tahu”

“Apa kau menyukainya?” Pertanyaan Ayahnya kali ini membuat Yul membeku, Yul tahu jawaban dari pertanyaan itu tapi ia tak sanggup mengatakannya. Ia takut perasaannya akan menjadi boomerang, melukai dirinya sendiri terlebih ia takut perasaannya akan melukai Jonghyun.

“Ayah, ayo habiskan makananmu, jam kunjungan sebentar lagi akan habis dan aku harus pulang” Yul mengalihkan pembicaraan, sebelum Ayahnya menyadari matanya yang mulai berkaca-kaca.

 

***

Tujuh tahun silam, tepat pukul dua pagi Jonghyun terbangun karena ribut-ribut yang terdengar samar-samar dari kamarnya, dengan pelan-pelan Jonghyun berjalan menuju lantai satu rumahnya, tempat dimana keributan itu berasal.

“Jung Min Woo!! Aku peringatkan jangan sekali-kali lagi kau berani mendekati istriku” Terdengar bentakan keras ayahnya, membuat Jonghyun semakin penasaran apa yang terjadi, Jonghyun mengintip dari balik pintu, terlihat ayahnya tengah bersitegang dengan seorang laki-laki yang kelihatannya sedang mabuk, sedangkan Ibunya kini tampak menyembunyikan diri di balik tubuh ayahnya.

“Lee Jong Yoo, kau yang seharusnya melepaskan Hye Soo bersamaku, kami saling mencintai jauh sebelum kalian bertemu, tapi kau merebutnya dari ku begitu saja. Belasan tahun lalu aku terlalu bodoh membiarkannya pergi bersama dirimu, tapi sekarang aku akan membawanya kembali padaku” Lelaki mabuk itu membalas bentakan ayahnya dengan bentakan yang sama kerasnya.

Jonghyun berusaha mengenali siapa laki-laki mabuk itu, dan Jonghyun terkejut saat ia tahu lelaki mabuk itu adalah Tuan Jung, ayah Yul teman sekelasnya, dan yang paling mengejutkan bahwa belasan tahun silam, Ibu, Ayah dan Tuan Jung pernah terlibat hubungan hati yang rumit.

“Hye Soo! Kemari, ayo pergi bersamaku, tinggalkan dia!! Kembali padaku”

“Jung, aku tidak bisa. Aku tidak bisa kembali padamu, aku sudah mempunyai kehidupan sendiri bersama keluargaku, dan kau juga memiliki kehidupanmu sendiri, setelah kematian istrimu, kau masih harus merawat putrimu satu-satunya, jadi lupakan aku Jung” Terdengar suara getir Ibunya disela isakan tangisnya.

“Kalau kau tidak mau meninggalkan lelaki ini, biar aku buat dia yang meninggalkanmu sehingga kau akan kembali padaku”

Disaat yang bersamaan, Tuan Jung mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya, dan mengarahkannya tepat ke hadapan wajah Ayah Jonghyun.

“Jung jangan!!” Ibunya berteriak histeris saat tuan Jung yang mabuk berjalan mendekat dengan pistol yang masih ia acungkan, Ayah Jonghyun berusaha menghindar tetapi terlambat, karena pematuk sudah di tekan.

DOOOR!!

Sebuah peluru melayang bebas kearah Tuan Lee, tetapi sebelum peluru itu mengenai tubuh tuan Lee, istrinya berlari maju ke depan tubuh suaminya bermaksud melindungi dan peluru itu akhirnya menembus kening Nyonya Lee, ia terjatuh dan darah segar mengalir tiada henti.

Jonghyun yang sedari tadi terpaku di balik pintu kini berlari kencang menangkap tubuh ibunya yang terkulai lemah, ia memeluknya, meneriakan nama Ibunya puluhan kali sambil bersimbah air mata dan dunia menjadi begitu gelap untuknya.

 

***

“Jonghyun” Terdengar sapaan dengan suara berat khas ayahnya tepat saat Jonghyun melewati ruang keluarga, ayahnya tengah duduk menatapnya dari sofa ruang keluarga.

“Aku berangkat dulu ayah” Pamit Jonghyun

“Bisakah kau duduk bersamaku sebentar? Ada hal penting yang harus kita bicarakan”

Perasaan Jonghyun berubah menjadi tak nyaman, raut wajah ayahnya menunjukan ada sesuatu yang mengusiknya, mungkin ia akan marah. Tapi akhirnya Jonghyun duduk juga di hadapan ayahnya.

“Salah satu orang kepercayaan Ayah melihatmu mengantar anak bajingan itu kemarin” Tanpa basa basi ayahnya langsung memulai pembicaraan. Jonghyun diam.

“Apa kau menyukainya? Apa kalian berkencan?” Pertanyaan itu dilontarkan dengan nada mengejek.

“Aku mencintainya” Jawab Jonghyun tegas tanpa rasa takut.

BRAAK!!

Ayah Jonghyun memukul meja kaca yang menjadi pembatas antara dirinya dan Jonghyun dengan keras, menunjukan amarahnya.

“Jonghyun!! Anak macam apa kau ini?? Kenapa harus gadis itu?”

“Kenapa harus anak dari cinta pertama ibu?” Jawaban Jonghyun membuat ayahnya semakin geram, ini bukan pertama kali pertengkaran semacam ini terjadi, mereka sudah teralu sering meributkan masalah cinta Jonghyun pada Yul.

“Kau boleh mencintai perempuan manapun Jonghyun, ayah tak akan mempermasalahkan wanita mana yang kau kencani bahkan kau nikahi tapi tidak dengan wanita satu itu!!”

“Apa ayah pikir aku bisa memilih dengan siapa aku jatuh cinta? Apa dulu juga ayah bisa memilih untuk tidak mencintai ibu? Ayah juga tidak bisa memilihkan? Ayahpun tidak punya pilihan saat akhirnya ayah merebut Ibu dari cinta pertamanya, memaksanya menikah dengan ayah, dan membiarkan ibu hidup dalam pernikahan yang tidak ia inginkan!!”

PLAAAK!!

Satu tamparan keras memukul telak Jonghyun.

“Anak kurang ajar!! Apa yang akan ibumu katakana jika melihat anaknya seperti ini? Tinggalkan dia, tinggalkan anak pembunuh itu Jonghyun!!”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkannya, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang ibu dan ayah lakukan”

“Jadi apa yang akan kau lakukan? Menikahinya? Dan membawanya kerumah ini? Aku tidak sudi menerimanya sebagai menantuku apalagi membiarkan dia mengincakkan kaki dirumah ini!!!”

“Iya, aku akan menikahinya, tapi aku dan Yul tidak akan lagi menginjakan kaki dirumah ini”

Ayahnya tampak semakin geram mendengar perkataan Jonghyun, amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun, Ia dan Jonghyun memang tak pernah benar-benar berdamai, jalan pikiran mereka berbeda tapi kali ini cara Jonghyun membuatnya kesal sudah keterlauan.

“Baiklah jika itu yang kau inginkah, silahkan lakukan apapun yang kau suka dengan wanita itu, anak egois”

“Tidakkah ayah merasa lebih egois dariku? Kau tidak bisa memaafkan kesalahan yang pernah diperbuat Tuan Jung, aku tahu ini sulit tapi tidak pernahkah ayah mencoba memaafkan? Apa ayah ingin terus hidup dalam rasa benci yang terlalu besar ini?” Jonghyun bangkit dari duduknya, menyampirkan tas kerjanya, kali ini ayahnya yang diam. Jonghyun memperhatikan ayahnya sebelum ia melangkah pergi.

“Aku pergi” pamit Jonghyun singkat.

 

***

“Hanya ini saja yang kau bawa?” Tanya Jonghyun saat ia melihat sebuah koper dan tas tangan yang diletakan didekat ranjang Yul.

“Hmm.. aku tak mau membawa banyak barang” Kata Yul yang kini tengah duduk di sofa kesukaannya di apartement kecilnya.

“Kalau begitu biar aku masukan barang-barang ini ke dalam mobil”

“Tunggu…” Yul menahan tangan Jonghyun yang akan membawa kopernya.

“Apa kau yakin Jong?” Tampak raut wajah cemas dari Yul.

“Ya aku yakin, aku sudah mempersiapkan semuanya sejak lama, aku tahu hal-hal semacam ini akan terjadi. Kau tenang saja, hidupmu akan terjamin, aku akan melindungimu. Aku sudah menyiapkan sebuah apartement yang sederhana tetapi akan cocok dengan kita di seoul, aku sudah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan milik sahabatku, kita akan hidup berkecukupan. Kita akan menikah dan kita akan memiliki keluarga kecil yang baru, hanya kau, aku dan anak-anak kita nanti”

Yul memeluk Jonghyun, dan Jonghyun membalas pelukan Yul, Jonghyun mengusap kepala Yul, hal yang selalu bisa membuat Yul merasa lebih tenang.

Setelah semua barang dimasukan kedalam mobil, Jonghyun dan Yul segera meninggalkan Busan, meninggalkan kehidupan lama mereka dan memulai kehidupan baru mereka berdua.

****

Tanpa Yul tahu, dua hari sebelum kepindahan mereka Jonghyun mendatangi penjara.

“Tuan Lee Jonghyun, silakan masuk” Panggil sipir penjara yang kemudian mengantarkannya masuk kedalam ruangan yang sama yang pernah didatangi Yul sebelumnya.

“Tuan Jung, selamat siang” sapa Jonghyun sembari membungkukan badannya memberi hormat. Tuan Jung yang melihat kedatangan Jonghyun tersentak kaget, ia tak menyangka Jonghyun yang akan menjenguknya hari ini.

“Duduklah” Tuan Jung mempersilakan Jonghyun duduk.

“Bagaimana kabar anda?” Tanya Jonghyun,ada sedikit rasa takut yang dirasakan Jonghyun, ia takut Tuan Jung akan menolak kedatangannya, tapi rasa takut itu tergantikan saat ia melihat senyuman tuan Jung, senyuman yang sangat mirip dengan senyuman Yul dan bahkan senyuman itu mirip dengan senyuman Ibunya.

“Aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana?” Tanya Tuan Jung ramah.

“Aku juga sama baiknya dengan anda, tapi aku tak bisa terlalu lama disini, jadi aku ingin mengatakan sesuatu kepada anda tentang… Yul”

“Yul? Ada apa dengan Yul?” Tanya tuan Jung tampak cemas.

“Tidak ada yang terjadi dengan Yul, ia baik-baik saja” Jonghyun menenangkan.

“Ah syukurlah kalau begitu, aku selalu khawatir pada anak itu, ia hidup seorang diri, hanya kau orang yang ia kenal, tak ada yang mau berteman dengannya sejak orang-orang mengetahui kalau ia anak seorang pembunuh” Tuan Jung tampak tertunduk sedih.

“Karena itulah aku hari ini datang menemuimu Tuan”

“Maksudmu?”

“Begini, aku meminta izin untuk menikahi Yul dan membawanya pergi bersamaku” jawab Jonghyun mantap. Selama beberapa saat tak ada yang berbicara, Tuan Jung tampak terkejut dan ia kini tengah memperhatikan Jonghyun.

“Apa kau yakin Jonghyun? Apa ayahmu tahu hal ini?”

“Aku yakin tuan Jung, aku mencintai Yul dan aku tidak peduli pada pendapat orang lain apalagi pendapat ayahku”

“Kau tahu siapa Yul, dia anak dari pembunuh ibumu Jonghyun”

“Aku tidak peduli dengan siapa ayah atau ibu Yul, yang aku tahu aku mencintainya dan Yul juga mencintaiku, ia gadis yang baik dan aku tidak memiliki alasan sekecil apapun untuk meninggalkannya, Tuan Jung aku begitu mencintainya, aku tidak ingin membuatnya sedih dan menderita. Aku berjanji dihadapanmu sebagai laki-laki dan sebagai menantu laki-laki mu aku akan menjaga dan melindungi Yul apapun yang terjadi, aku akan berusaha sekuat dan sekeras yang aku bisa untuk membahagiakannya, ia sudah melalui terlalu banyak penderitaan, aku tidak akan membuatnya menangis, aku berjanji aku akan menjadi suami yang mencintainya selamanya, aku sungguh-sungguh. Jadi izinkan aku menikah dengannya” Jonghyun tampak begitu sungguh-sungguh.

Tuan Jung berdiri dari kursinya dan mendekati Jonghyun dan menepuk pundaknya.

“Yul adalah hartaku satu-satunya didunia ini, jika ia tak ada aku lebih baik memilih mati saja. Sekarang aku ingin bertanya padaku satu hal, pertanyaan ini begitu menghantuiku selama tujuh tahun aku didalam penjara ini. Jonghyun, apa kau sudah memaafkanku?”

“Aku sudah memaafkanmu tuan Jung, sudah sejak lama aku memaafkanmu”

“Kalau begitu, aku serahkan harta ku satu-satunya padamu, jaga dia baik-baik karena hanya kau yang dia miliki”

“Jadi tuan mengizinkan aku menikah dengannya?” Tampak binary optimis dimata Jonghyun.

“Ya, aku merestui kalian, cintai dia seperti aku mencintainya dan maaf aku tak bisa datang dipernikahan kalian nanti”

Dengan semangat Jonghyun memeluk Tuan Jung yang kini ia panggil Ayah mertua itu, sebuah restu yang membuat Jonghyun begitu bahagia.

“Tepati janjimu, Jonghyun”

“Pasti! Dan saat tuan Jung bebas dari penjara nanti, Yul dan aku akan menemuimu dan akan membawamu tinggal bersama kami”

“Aku akan sangat merindukan kalian, selamat jalan dan selamat berbahagia” Air mata haru Tuan Jung menetes dan Jonghyunpun merasa begitu haru.

 

***

Disebuah gereja kecil di kota Seoul, Yul berdiri berdampingan dengan Jonghyun, Yul mengenakan mini dress putih yang mengembang cantik dari pinggang hingga sebatas lututnya, dengan mahkota yang terbuat dari bunga-bungaan segar dan sehelai kain putih tipis yang menutupi kepala hingga wajahnya. Tangan kanannya melingkar di lengan kiri Jonghyun.

Upacara pernikahan mereka sangat sederhana, dari pihak mempelai wanita hanya di hadiri paman dan bibi Yul yang tinggal di Seoul, juga sepupu laki-lakinya yang juga bertindak sebagai pianis di upacara pernikahan sederhana itu, mereka datang karena permintaan Ayah Yul. Sedangkan dari pihak Jonghyun ada Minho, dan Minhyuk, kakak adik yang juga sahabat dekat Jonghyun, mereka datang sebagai saksi pernikahan Jonghyun dan Yul.

Setelah mengucapkan janji setia sehidup semati dan bertukar cincin pernikahan, Jonghyun membuka kain tipis yang menutupi wajah Yul, ia merengkuh wajah gadis itu dalam tangannya dan mencium bibir Yul dengan lembut. Dentingan suara piano terdengar merdu.

Mereka menutup rapat-rapat kisah masa lalu mereka dan mereka akan menghadapai masa depan mereka berdua, bersama.

 

 

 

 

5 thoughts on “Love Escape

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s