Please, Stand By Me

Title            : PLEASE, STAND BY ME!

Rating              : PG 15

 

Genre              : romance, marriage life, happy ending

 

Length             : One Shot

 

Main cast         : Lee Jungshin

                          Choi Sooyoung

 

Desclaimer      : all cast adalah milik tuhan dan untuk cerita adalah milik saya

 

Note                 : Just enjoy it reader! And please comment, thanks ^^

 

 

JUNGSHIN POV

 

“Shin, mianhe, aku harus pergi sekarang, aku tidak bisa bersamamu, a-aku merasa, tidak pantas untukmu shin, mianhe, semoga kau bisa bahagia dengan yeoja itu”.

“Kau ngomong apa Guri?! Apa kau sudah gila?! Yeoja apa?” tanyaku sambil menahan tangannya. Sooyoung hanya terdiam sambil menunduk.

“Choi Sooyoung jawab! Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku tidak berselingkuh! Aku tidak mungkin melakukan itu Soo, jebal percayalah padaku…” aku memohon padanya, tak terasa cairan hangat sudah mengalir dari mataku membentuk sungai kecil. Sooyoung masih tetap tak bergeming, meski aku sudah memohon padanya.

“Sooyoung jebal, jangan tinggalkan aku, jebal Sooyoung-ah~”aku terus memohon padanya.

“Mianhe shin, a-aku tidak bisa, a-aku sakit Shin, mungkin hidupku tidak akan lama lagi…” Sooyoung menjawab lirih.

“Sakit?! Kau sakit apa Soo?” tanyaku panik, kugoncang-goncang bahunya sambil terus menatap matanya. Sooyoung tidak menjawab, dia hanya terisak menahan tangis.

“Sooyoung, dengarkan aku, aku akan tetap mencintaimu, persetan dengan penyakit bodoh itu! Jadi aku mohon, tetaplah disisiku Sooyoung” pintaku sambil memeluknya erat. Kudekap ia dalam pelukanku, Sooyoung masih saja terisak dipelukanku.

“Saranghaeyo Soo, kumohon tetaplah disisiku, aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku, jebal Sooyoung-ah”. tiba-tiba Sooyoung mencoba melepaskan pelukannya.

“Mianhe Shin, aku tetap tidak bisa, aku harus meninggalkanmu, carilah yeoja lain yang bisa menggantikanku, aku sakit shin, aku tidak mau melihatmu menderita saat penyakitku sudah parah nanti, kumohon biarkan aku pergi shin”

“Andwae!! Istriku itu kau!, tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu!” teriakku.

“ Kau pasti bisa Shin, kau namja yang sangat baik dan tampan, aku bersyukur bisa menjadi istrimu, gomawo Shin, sudah mencintaiku, annyeong” katanya sambil mengecup pipiku, dia tersenyum sebelum pergi meninggalkanku.

“ JEBAL! CHOI SOOYOUNG!!!!!!!!!!!”

 

DEG!

Aku terbangun kaget, mimpi apa itu? Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Kurasakan seluruh tubuhku berkeringat. Aku langsung menoleh kesamping. Istriku tidak ada. Kemana dia? Dengan keadaan panik, aku langsung turun dsari tempat tidur dan berlari menuju dapur. Biasanya jam segini, dia sudah sibuk menyiapkan sarapan di dapur, tapi.. dia juga tidak ada di dapur! Kemana dia?!  Kucari ke seisi rumah, ke kamar mandi, ruang tv,  sampai ke luar rumah, dia tidak ada. Kemana istriku? Dengan tergesa-gesa aku langsung mengambil jaket dan kunci mobilku, mencoba mencari kemana perginya dia.

Sudah hampir satu jam aku mencarinya berkeliling kota, tapi hasilnya nihil. Ke supermarket, toko buku, dan juga perpustakaan kota. Tapi dia tidak ada. Kemana Sooyoung? Aishh yeoja itu, membuatku khawatir.” Mianhe Shin, a-aku tidak bisa, a-aku sakit Shin, mungkin hidupku tidak akan lama lagi…”

tiba-tiba, potongan mimpiku semalam teringat lagi, mimpi bodoh itu. Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Apa jangan-jangan Sooyoung ke rumah sakit? Seketika ku hapus pikiran bodohku itu, tapi tidak ada salahnya jika aku mencoba mencarinya kesana.

Setibanya di rumah sakit, aku langsung menuju ke meja resepsionis, untuk mencari keberadaan istriku.

******

“Permisi, aku ingin Tanya, apa ada pasien yang bernama Choi Sooyoung disini?” tanyaku.

“ Ah, mohon tunggu sebentar  tuan”, kata perawat itu sambil terlihat sibuk membaca dengan teliti buku yang ada ditangannya.

“ Mianhe, sepertinya tidak ada pasien bernama Choi Sooyoung di rumah sakit ini” jawab perawat itu sambil menggelengkan kepalanya. Setelah itu, aku langsung mencari lagi. Hari sudah hampir sore, aku belum makan dari tadi pagi, perutku sudah sangat lapar, keluar dengan masih memakai kaos dan celana tidur, dan lupa membawa ponsel. Aish Lee Jungshin pabo! Akhirnya setelah hampir seharian berkeliling, aku memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan keadaan yang sangat parah. Rambut acak-acakan seperti orang gila, keluar menggunakan kaos dan celana tidur, serta dalam keadaan kelaparan.

“ Aku pulang” kataku lemas.

“ Kau sudah pulang yeobo?” sahut seseorang dari dalam. Hah?! Yeobo? Siapa itu? Apa itu hantu?  Bagaimana dirumahku bisa ada hantunya?

“Ya! kenapa kau melamun Shin?” seseorang menyadarkanku dan mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku. “ Kau kenapa Shin? Apa kau sakit?” Tanya orang itu sambil menempelkan tangannya didahiku.

“ C-chagiya….”

“ Ne, waeyo? Aishh, kau habis darimana? Masih memakai pakaian tidut begitu, dan lihat wajahmu! Seperti maling yang habis kabur dari tahanan!”  kata yeoja itu tertawa sambil melihat penampilanku yang sangat berantakan.

“Ya Shin….”. aku langsung memeluknya erat. Kurasakan tubuhnya kaget karena kupeluk tiba-tiba.

“Ya, Shin, kau kenapa?” tanyanya sambil mengelus lembut puncak kepalaku. Aku hanya terisak sambil terus memeluknya.

“Yeobo kau menangis? Kau kenapa?  Uljima~ sudah sudah” katanya sambil melepas pelukanku dan menghapus airmataku dengan ibu jarinya. Kupandangi wajah Sooyoung yang terlihat sangat khawatir itu.

“Kau kenapa Shin? Apa ada masalah?” tanyanya dengan raut wajah khawatir dan aku hanya menggeleng sambil terus terisak.

“Aigoo, kalau kau menangis terus, aku kan tidak tahu kau kenapa” tanyanya lagi sambil mengelus kepalaku. “ Sudah jangan menangis, aku sedang membuat makanan kesukaanmu, jadi jangan menangis lagi ya?” katanya seraya tersenyum lembut menatapku. Tuhan…. entah apa aku bisa hidup tanpa yeoja ini disampingku, yeoja yang amat sangat kucintai, aku tidak akan pernah membiarkannya pergi.

****

“Ayo Shin, makan dulu, makanannya sudah siap” teriak Sooyoung dari arah dapur. Kulihat dia sibuk merapikan piring-piring diatas meja, aku langsung duduk dan memandang semua makanan yang ada diatas meja, yang sebagian besar adalah makanan kesukaanku.

“Ayo dimakan”

“Chagi…” kataku memulai pembicaraan.

“Ne?”

“ Aku bermimpi, mimpi yang saaaangat buruk”

“Kau mimpi apa?”

“Aku bermimpi, kau…kau pergi meninggalkanku, karena kau sakit parah, dan kau menyuruhku untuk mencari penggantimu dan tadi pagi, saat aku terbangun, kau tidak ada disampingku, aku mencarimu keliling kota seharian, bahkan sampai ke rumah sakit”. Kutatap dia dengan wajah sendu, tapi ternyata dia sedang menahan tawanya karena mendengar ceritaku.

“Ya! kenapa kau tertawa?” decakku.

“Aigooo yeobo, kau itu lucu sekali! Apa kau lupa kalau hari ini aku pulang kerumah karena eomma dan appa akan berangkat ke Jepang? Semalam kan aku sudah minta izin padamu, dan kau berkata ya” jawabnya.

“ Mwo?! Tapi aku tidak ingat”

“ Tentu saja kau tidak ingat, kau hanya berdehem sambil terus memelukku karena tidak bisa tidur”. Aku tersipu malu mendengar penjelasannya, aishh gara-gara mimpi bodoh itu, aku harus mengalami hal yang berat seharian ini.

“ Aigoo shin, meskipun kau bodoh, tapi aku tetap cinta kok” jawabnya sambil tersenyum sangattt manis. Aku tidak tahan melihat senyumnya yang sangat manis itu, terutama pipinya yang chubby, yang secara tidak sadar membuatku tersenyum juga.

***

“Chagi”

“Ne Shin”

“Kau mencintaiku kan? Kau akan tetap terus disampingku kan?” tanyaku sambil memeluknya. Aku baru saja menyanyikannya sebuah lagu, dia baru bisa tertidur jika aku menyanyikan sebuah lagu untuknya.

“ Ya Lee Jungshin pabo! Pertanyaan bodoh macam apa itu??  Tentu saja aku mencintaimu, menyayangimu!” katanya sambil menjitak kepalaku pelan. Aku tersenyum mendengar jawabannya.

“Saranghae Choi Sooyoung” kataku lalu mengecup bibirnya lembut. Kulihat dia menutup wajahnya setelah kucium karena menahan malu.

“ Kenapa kau tutup wajahmu?” tanyaku berusaha melepaskan kedua tangannya dari wajahnya. Dia hanya menggeleng kencang. Aigooo, istriku manis sekali sih!

“ Chagi….. aku…mau”

“ Mwo? Mau apa Shin?” tanyanya setelah melepaskan kedua tangannya dari wajahnya.

“ Itu….ehm…itu”. Sooyoung memandangku heran sambil menautkan kedua alisnya.

“ Apa? Aku tidak mengerti”

“ Aku..aku ingin itu malam ini” kataku sambil menatapnya. Kulihat beberapa detik kemudian, wajahnya berubah menjadi merah padam karena malu.

“Ya ya ya? ayolah” kataku sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku.

“ A-a ta-tapi shin….”

“ Tidak ada tapi-tapi” kataku mengecup bibirnya lembut dan langsung menyelimuti tubuh kami berdua dengan selimut.

“Saranghae Choi Sooyoung, yeongwonhi” bisikku di telinganya.

 

END

©diraeoo

4 thoughts on “Please, Stand By Me

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s