Love is no big truth [chapter 3]

LINBT cover

Author: kim sung rin

Rating: PG16 ,

Genre: romace, AU

Length: chaptered

Main Cast:

– Lee Jonghyun

– Lee Jungshin

– Cho Soo Yeon [OCs]

– Ga In [OCs]

Other Cast:

– Jung Yonghwa

– Kang Minhyuk

– Cho Kyuhyun [Super Junior]

– Choi Jonghun [FT Island]

-Park Chanyeol [EXO]

Disclaimer: Terinspirasi dari salah satu lirik lagu yang berjudul Love is no big truth , selebihnya ceritanya milik saya.

[Teaser] [1] [2]

Special thanks buat readers FF ini :

arniejayanti9087alvianantiapionamasyer, Chokyulatte_ika @Guyguy90, Moniedhikaparamitha, christie, chankqy, fitri, diana, ima, Miss Burningsoul ♬

LOVE YOU GUYS! :*

~~~

“Apa syaratnya?” Tanya Soo Yeon.

“Kau harus menjadi pacarku.”

Soo Yeon terkesiap saat itu juga. Kedua mata mereka sempat bertemu dan menatap kedalamnya selama beberapa saat. Namun Soo Yeon buru-buru menghantam lengan kekar Jungshin. Mereka tertawa bersama setelah itu, disela-sela rintik hujan yang mulai reda.

Jungshin menghela napas setelahnya, dia sendiri tidak mengira bahwa leluconnya akan membuat jantungnya ingin meledak. Ah~ mungkin karena dia belum pernah terlalu dekat dengan seorang wanita sebelumnya, begitulah pikir Jungshin.

Sedangkan Soo Yeon mulai merasa nyaman berada didekat Jungshin. Ternyata dia lelaki yang menyenangkan dan hangat walaupun mereka belum lama menjadi seperti ini, dan aku sangat suka berada didekatnya, batin Soo Yeon.

Soo Yeon menengadahkan tangannya, hujan sudah reda sekarang. Menyisakan genangan-genangan air dibeberapa tempat. Soo Yeon baru saja ingin melangkah pulang, tapi suara Jungshin membuatnya kembali ketempatnya semula.

“Soo Yeon,” panggil Junghsin pelan.

Wae? Masih ada yang ingin kau sampaikan kepadaku?”

“Tidak sih, tapi aku ingin mengajakmu pulang sama-sama. Kebetulan aku mau kerumah bibiku disekitar Daejun, jadi kupikir aku bisa mengantamu terlebih dahulu. Tidak apa-apa kan?” Jungshin menatap Soo Yeon penuh harap. Yah, karena dia ingin menjalin persahabatan dengan gadis ini. Walaupun gadis itu sangat cerewet dan keras kepala.

“Tentu saja tidak apa-apa Jungshin,” Soo Yeon menepuk beberapa kali punggung Jungshin saking senangnya, “Dengan begitu aku bisa menghemat uang jajanku. Kyuhyun akhir-akhir ini sedikit pelit, jangan-jangan dia sudah berkencan. Tch, lelaki itu.” gerutuan Soo Yeon membuat Jungshin tersenyum dan merangkul gadis itu.

“Baiklah, kalau begitu bagus.” Ucap Junghsin.

“Akan lebih bagus lagi kalau kita makan 20 eskrim dulu sebelum kita pulang, kau sudah janji akan mentraktirku kan?” Soo Yeon mencoba ber aegyo seperti gadis-gadis Korea lainnya bila sedang menginginkan sesuatu dan ingin keingannya itu terkabul. Tapi itu tidak mempan sama sekali, karena bagi Jungshin itu semacam tatapan belas kasihan dan seperti orang yang sedang menahan buang air besar. Itu tidak terlihat cute sama sekali.

“Baiklah, tapi tidak usah ber aegyo seperti itu. Kau sama sekali tidak pantas melakukannya.”

Ya! Lee Jungshin, Kau!” Soo Yeon mengejar Junghsin yang terlebih dulu berlari kearah parkiran.

Suara gaduh pertengkaran mereka masih samar-samar terdengar ke telinga Lee Jonghyun, yang sejak tadi memilih berdiri dibalik dinding dan mengamati gerak-gerik kedua orang yang dikenalnya. Hatinya merasa takut sekarang, tapi Jonghyun sendiri tidak tahu apa yang membuatnya takut dan gelisah seperti sekarang ini. Tanpa berlama-lama lagi, lelaki berambut coklat itu memilih untuk kembali melangkah ke studio, tempat mereka latihan sebelumnya.

~~~

Kyuhyun sekarang ini sedang berada di hiruk-pikuk kantin saat jam makan siang. Anehnya, lelaki yang masih bujang itu tidak memesan makanan sama sekali, melainkan mengamati setiap lelaki yang sedang berlalu-lalang didepannya.

Para gadis yang mengaguminya sibuk berbincang-bincang riuh tak jauh darinya, dan mulai penasaran kenapa lelaki pujaan mereka malah lebih senang memperhatikan laki-laki, apalagi itu sudah berlangsung selama 30 menit. Gadis-gadis didepannya mulai merasa bahwa Kyuhyun sedikit tidak ‘normal’.

Tapi, lupakan apa yang gadis-gadis itu pikirkan. Karena sebenarnya Kyuhyun sedang menyeleksi siapa lelaki yang pantas menjadi pacar adik kandungnya yang tak kalah cerewet dengannya. Cho Soo Yeon.

Setelah berpikir panjang, Kyuhyun memutuskan untuk mengenalkan lelaki lain kepada Cho Soo Yeon agar gadis itu melupakan seseorang yang bernama Lee Jonghyun. Hatinya sangat terenyuh ketika mengingat-ingat saat Soo Yeon berlimpahan air mata menceritakan seseorang yang melukai hatinya. Kyuhyun bahkan tidak pernah membayangkan bahwa adiknya itu akan lebih cepat menemukan ‘cinta’ daripada dirinya. Karena sungguh, mereka berdua ‘hampir’ sama.

Disaat mata Kyuhyun mulai lelah dan perutnya mulai menggerutu lapar, muncullah seseorang yang sedang membawa nampan berisi makanan dan duduk didepannya. Kyuhyun awalnya kesal, tapi sebelum Kyuhyun mengutarakan kekesalannya, lelaki didepannya ini terlebih dulu menginterupsinya.

“Maaf sunbae, aku harus duduk disini karena tidak ada meja lain yang kosong.” Suara dalamnya membuat Kyuhyun terperangah. Tetapi beberapa saat setelahnya dia yakin itu memang hoobae nya.

“Tidak apa, memangnya ada tulisan bahwa kau dilarang duduk disini?” ucap Kyuhyun berusaha ramah tapi itu terdengar seperti bentakan kecil, dan lelaki didepannya itu hanya terkekeh pelan.

“Baiklah, terima kasih. Selamat makan!” lelaki itu benar-benar fokus terhadap makanannya, bahkan melirik Kyuhyun yang berada didepannya pun tidak.

Kesempatan ini sangat digunakan sekali bagi Kyuhyun. Dia mulai mencari-cari letak name-tag lelaki tersebut. ah~itu dia! Ada didekat saku celana nya. Jadi nama lelaki yang suka makan ini adalah Park Chanyeol? Batin kyuhyun.

“Aku harus pergi, sunbae jangan melewatkan makan siangmu ya. Sampai jumpa.” Kyuhyun terkesiap begitu melihat Chanyeol membungkuk 90 derajat dan melangkah meninggalkannya sendiri. Dia lalu menatap nampan yang hanya berisi mangkuk-mangkuk kosong. Kyuhyun menggeleng tak percaya, pasalnya lelaki jangkung bermnama Park Chanyeol itu makan dengan sangat cepat. Ah~dia mengamati lelaki untuk mengenalkannya kepada adiknya, bukan untuk menghitung seberapa cepat dia makan. Maka kyuhyun sedikit berlari mengejar Chanyeol yang sudah hampir masuk lift.

“Hei kau, Park Chanyeol, tunggu!”
~~~

Jonghyun sudah sampai di apartmen Yonghwa satu jam yang lalu. Tidak ada Yonghwa. Seketika Jonghyun baru ingat kalau itu hari sabtu, dan Yonghwa bilang dia akan ada kelas tambahan sampai petang nanti.

Cukup membosankan sebenarnya kalau dipikir-pikir menunggu seseorang sendirian, tapi Jonghyun tidak ada tempat yang harus dia tuju. Dia terlalu malas untuk berdiam diri di rumahnya. Untung saja Yonghwa memberikan kunci cadangan ke Jonghyun, jadi dia bisa datang ke apartmennya kapan saja. Benar-benar bromance yang keren bukan?

Untuk memecahkan keheningan, Jonghyun lebih memilih berlatih untuk kesiapan pentas seni yang tak terasa tinggal dua hari lagi. Walaupun dia jauh lebih sering berlatih sendiri, tapi dia belum merasa puas dengan hasil latihannya. Terdengar sedikit aneh, menurutnya. Walaupun band-mates nya mengatakan bahwa penampilan mereka hampir mendekati sempurna.

Saat sedang mengulik melodi di gitar merahnya, tiba-tiba saja bayangan Soo Yeon sedang bercanda dengan Jungshin muncul didepan matanya. Degup jantungnya memacu, entah karena apa. Dia kembali memikirkan kebersamaan mereka yang dilihatnya beberapa hari yang lalu. Jonghyun sebenarnya senang, oh sangat senang malahan karena dia tidak pernah melihat senyum lepas Soo Yeon semenjak pertengkaran mereka dua tahun yang lalu itu.

Tapi, Jonghyun juga merasakan kesal dan menyesal. Kesal karena bukan dialah yang menghadirkan senyum itu, melainkan Jungshin. Dan menyesal karena seharusnya dia tidak memudarkan senyum indah Soo Yeon dengan perlakuan bodohnya di masa lalu.

Tiba-tiba saja dia tidak mood untuk berlatih gitar. Ah~Jonghyun sebenarnya tidak pernah seperti ini. Bagaimanapun perasaannya pasti dia akan serius berlatih. Nampaknya Soo Yeon perlahan mulai mengubah sistem itu.

Dan untungnya Yonghwa sudah pulang. Jonghyun bernapas lega begitu melihat Yonghwa membuka pintu utama dan berjalan menghampirinya.

Setidaknya dia tidak perlu sendirian dan bisa melupakan sekelebatan memori yang membuatnya tidak nyaman dan tidak mood.

“Apa kau sudah makan Jonghyun ah?” Yonghwa menghempaskan ransel hitamnya lalu ke kulkas mengambil kopi dingin. Yonghwa benar benar coffee a holic.

Jonghyun menggeleng, “Aniyo, aku belum lapar.”

Yonghwa hampir tersedak oleh kopi dinginnya karena dia terkejut dengan ucapan Jonghyun.

“Belum lapar katamu? Ah kau pasti sedang sakit kan?” Yonghwa nampak khawatir. Sosok Jonghyun sudah dianggap seperti adiknya sendiri.

Aniyo hyung. Aku tidak sakit, aku hanya belum lapar.”

“Huah~ bahkan mendengar kata ‘belum lapar’ dari mulutmu rasanya sangat aneh. Kau kan suka sekali makan. ” Canda Yonghwa. Jonghyun terkekeh dan meninju ringan lengan Yonghwa.

“Ngomong-ngomong, bagaimana latihanmu?” Tanya Yonghwa.

“Ya seperti itulah. Menurutku belum cukup bagus.” Begitulah pendapat Jonghyun. Yonghwa menyeringai setelah mendengarnya.

“Kalau kau merasa belum cukup bagus kemungkinan itu sudah bagus. Standard ‘bagus’ menurutmu itu tinggi sekali, Jonghyun ah.” Yonghwa melahap snack yang beberapa menit lalu disantapnya.

Jonghyun hanya tersenyum, “Kalau begitu datanglah. Kau bisa melihat kami latihan. Aku butuh pendapatmu hyung.

Yonghwa nampak sedikit berfikir kemudian menyetujuinya.

Geurae, kita pergi bersama!”

~~~

Park Chanyeol sedang mengamati ruang tamu yang didominasi oleh warna coklat terang. Saat ini dia sedang berada di ruang tamu kediaman Cho Kyuhyun. Selepas jam kerjanya usai, Kyuhyun segera menggeretnya masuk kedalam mobil Hyundai hitam miliknya. Park Chanyeol sendiri terkejut karena Sunbae nya itu benar-benar memegang kata-katanya ketika mereka bertemu saat jam makan siang –bahwa dia akan membawanya kerumah dan mengenalkan dirinya kepada adik perempuannya.

Chanyeol sendiri memang tidak mempunyai pacar, tapi dengan sedikit dipaksa seperti ini dia agak sedikit sebal. Walaupun begitu, dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia takut dengan Sunbae nya itu. yah~Cho Kyuhyun adalah sunbae yang ‘sedikit’ menyeramkan.

Terdengar suara gaduh dari tangga. Tentu saja suara gaduh itu berasal dari Kyuhyun dan Soo Yeon.  Rupanya saat Kyuhyun pulang tadi, Soo Yeon sedang tidur. Dan tanpa ba bi bu be bo lagi, Kyuhyun memaksa Soo Yeon untuk bangun.

Butuh waktu sekitar 45 menit untuk membangunkan anak gadis di petang itu. Kyuhyun sendiri sampai mandi keringat, tapi dia tidak keberatan karena ini semua dilakukan demi kebahagiaan adik perempuan satu-satunya. Cho soo Yeon.

Ya! Kenapasih menggangguku petang-petang seperti ini?” pekik Soo Yeon sebal. Kedua matanya tidak benar-benar terbuka sejak dia melangkah dari tempat tidurnya.

“Kau harus berterima kasih kepadaku setelah ini! Ayo ikut aku!”

Maka dengan gerutuan yang tiada henti, Soo Yeon terpaksa mengikuti kakak laki-lakinya itu. Sebenarnya dia bisa saja menghempaskan tangan Kyuhyun dan kembali berlari kedalam kamarnya lalu menguncinya sehingga Kyuhyun tidak dapat mengganggu tidurnya. Tapi, Soo Yeon sedang kehabisan energi. Mungkin karena terlalu banyak makan es krim dan menonton kartun dengan Jungshin siang tadi. Ah~mungkin aku mengikutinya saja biar semua ini cepat selesai. Begitulah batin Soo Yeon.

Lelaki jangkung bernama Park Chanyeol itu sedikit tersedak orange juice yang tengah diminumnya. Jelas saja dia kaget. Bayangan ‘gadis cantik’ yang dijanjikan oleh Kyuhyun rasanya hanya bualan belaka.

“Kau menunggu lama ya? Maaf sekali, si cer…ani, maksudku adikku ini memang suka sekali tidur.” Jelas Kyuhyun salah tingkah. Dia baru sadar penampilan Soo Yeon tidak jauh berbeda dengan anak jalanan yang belum mandi tiga hari.

Yah~rambut sebahunya acak-acakan, hampir mirip rambut singa. Wajahnya berminyak sekali dan memakai kaos gombrong yang membuatnya terlihat seperti ikan teri yang memakai baju. Benar-benar tidak ada cantiknya sama sekali.

Chanyeol pun tampaknya tidak tertarik dengan gadis berantakan didepannya, namun dia harus menghargai niat baik sunbae nya itu. Setidaknya dia sudah berusaha, pikir Chanyeol.

“Baiklah, namaku Cho Soo Yeon. Hobby ku tidur dan mengupil. Aku suka sekali coklat dan eskrim. Ah iya, aku juga suka memukul Kyuhyun. Rasanya senang sekali bisa memukul kakakku yang cerewet dan menggemaskan itu.” Soo Yeon berkata panjang lebar, dan kalimatnya itu membuat Kyuhyun buru-buru menutup mulut adik perempuannya itu.

“Maafkan aku, dia sedang mengigau dalam tidurnya. Benar-benar saat yang tidak tepat ya?” Kyuhyun terpaksa tersenyum. Dan Park Chanyeol masih bingung harus berbuat apa.

“Ah~ aku Park Chanyeol. Senang berkenalan denganmu Soo Yeon ssi.” Chanyeol akhirnya memutuskan untuk memperkenalkan dirinya juga.

“Oke Park Chanyeol, kalau kau tidak keberatan, bisakah kau pulang? Karena jika kau lebih lama disini aku harus menahan kantukku dan itu membuat kepalaku pusing. Aku akan senang sekali kalau kau mengerti perasaanku, chingu ya.

Chanyeol menjadi salah tingkah. Dia lalu menoleh kearah Kyuhyun yang mengurut keningnya pelan. Sudah pasti dia menyesali rencana perkenalan ini.

“Baiklah, aku memang ada urusan. Terimakasih sudah membawaku ke sini sunbae.

Chanyeol membungkuk ramah kemudian berlalu. Menyisakan Kyuhyun yang bungkam dan Soo Yeon yang  tertidur di kursi ruang tamu.

“Ah~ Soo Yeon. Kau membuatku malu, kau tahu itu?” bisik Kyuhyun kesal tapi dia sudah kehabisan energi untuk marah-marah dengan adiknya itu.

~~~

Ini hari terakhir untuk latihan, karena pentas seni akan diselenggarakan besok. Semua orang nampak gugup, tak terkecuali Jonghyun dan band nya. Mereka semua terlihat dua kali lebih serius dari biasanya dan memulai lagi ketika lagu yang mereka bawakan selesai.

“Oke, kurasa kalian harus istirahat. Kalian belum berhenti sejak tadi.” Yonghwa memenuhi ajakan Jonghyun untuk melihat band mereka latihan. Menurutnya, Jonghyun terlalu berlebihan. Karena penampilan mereka sudah cukup oke untuk ditampilkan besok.

“Ya Jonghyun ah, kau baik-baik saja kan?” Yonghwa mendekati Jonghyun dan berbicara sedikit pelan agar hanya Jonghyun yang mendengarnya. Jonghyun menoleh dan tersenyum singkat,

“Aku baik-baik saja hyung. Memangnya aku kenapa sih? Kau selalu menanyakan hal tersebut.” Jonghyun mengerutkan keningnya. Yonghwa hanya menggeleng dan menepuk punggung Jonghyun. Menyembunyikan pendapat personalnya (selain perform mereka) dirasa lebih baik untuk Jonghyun saat ini, pikir Yonghwa.

Jonghyun sebenarnya tampak sangat berbeda. Disamping karena dia khawatir perform mereka besok, terlihat sekali bahwa Jonghyun sedikit cemburu dengan kedekatan Soo Yeon dan Jungshin.

Soo Yeon memang sudah mau bergabung dengan band Jonghyun, tapi bukan berarti dia membuka hatinya untuk Jonghyun. Soo Yeon sangat hati-hati betul dengan sikapnya ke Jonghyun. Bicara dengan Jonghyun pun jarang sekali, padahal bukankah pemegang alat musik dan vokalis harus sering berinteraksi?

Tiba-tiba Minhyuk menghempaskan stik drumnya. Membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya tanpa suara sama sekali.

“Aku tidak mau begini terus! Aku lama-lama sebal dengan kalian berdua.” Minhyuk kini berdiri sambil berkacak pinggang.

“Siapa yang kau maksud ‘kalian berdua’?” Tanya Junghsin. Minhyuk menghela napas pelan.

“Jangan pura-pura tidak tahu Lee Jungshin. Tentu saja Soo Yeon dengan Jonghyun hyung. Siapa lagi sih yang tidak berkomunikasi disini selain mereka?”

Wajah Soo Yeon memerah karena namanya disebut-sebut. Dia sangat malu sekali sampai-sampai orang mengetahui sikap awkward nya dengan Jonghyun. Mereka sekarang ber united dalam sebuah band. Dan seharusnya dia professional, dan berkomunikasi seperti biasanya.

Well, aku butuh waktu sebentar. Aku harus mendinginkan otak ku okay? Aku janji hanya 15 menit.”

Tanpa persetujuan dari mereka, Soo Yeon berlari dari studio. Helaan napasnya terdengar begitu kencang dan membuat dirinya dua kali lebih lega dari biasanya.

Soo Yeon melangkahkan kakinya memasuki taman kampus. Melihat jejeran bunga dan pohon selalu berhasil membuat pikirannya lebih jernih dan relax.

“Hei, aku sudah menebaknya kau akan kesini.” Yonghwa tersenyum dan duduk disamping Soo Yeon.

Oppa, apa aku terlalu berlebihan dengan sikapku?” Soo Yeon memecahkan keheningan. Yonghwa menghela napasnya, “Ini semua sulit untukmu, aku tahu itu. Tapi kau juga harus menghargai orang lain yang bekerja sama denganmu. Minhyuk tidak salah, dia berusaha menghilangkan kecanggungan antara kau dan Jonghyun.”

Soo Yeon memegang kepalanya. Jelas, dia salah bersikap. Maksud berhati-hati tapi malahan repot sendiri.

“Ya, aku salah. Setiap kali Jonghyun berbicara denganku aku menjawabnya ke orang lain, bukan ke dia. Dan Jonghyun tidak sedikitpun marah denganku, ah~ tiba-tiba aku merasa payah oppa.” Soo Yeon cemberut dan menghempaskan punggungnya di bangku taman. Soo Yeon benci sekali situasi seperti ini.

Yonghwa sendiri malah tersenyum kearah soo Yeon lalu mengusap kepalanya pelan.

“Cobalah, kau pasti bisa melewati ini semua. Buang jauh-jauh perasaanmu untuk dua hari ini. Arrasseo?

Soo Yeon tersenyum dan mengangguk, “Arraseo oppa.

Sementara di ruang latihan, Minhyuk masih cemberut karena Jonghyun tidak bicara sama sekali sejak tadi.

“Ya, jangan seperti ini okay? Kita akan perform besok.” Jonghun menegur Minhyuk dan Jonghyun yang masih diam.

“Aku sih sudah mengeluarkan unek-unekku tadi. Dan Jonghyun hyung tidak membalas sama sekali. Wae? Kau suka dengan Soo Yeon makanya awkward begitu?” cibir Minhyuk yang seketika membuat Jonghyun berdiri dari duduknya.

Well, aku memang suka dengan Soo Yeon dan aku merasa bersalah kepadanya atas perasaanku ini. Sekarang ada masalah Minhyuk ah?”

Minhyuk menganga. Begitupun Jonghun dan Jungshin.

Wae? Kenapa kalian meng…” Jonghyun berbalik dan mendapati Yonghwa dan Soo Yeon sudah berdiri didepan pintu.

“Jonghyun ah …” bisik Soo Yeon

~~~

TBC

a/n 

Hello! adakah yang merindukanku? *digaplok pake ipad Jonghyun*

Well, sebelumnya Marhaban ya Ramadhan. maafkan kesalahan aku yang disengaja ataupun tidak ya! ^^/

Bagaimana dengan part ini? terlalu maksa? ya begitulah. cinta segitiga? hmmmmm ya mungkin. yehet~

aku gatau kenapa suka banget ceritain tentang cinta segitiga, kayaknya sering banget aku bikin cerita  alurnya begini ya. maafkan aku ya ceritanya aneh huhuhu *nangis dipelukan Jonghyun*

apapun tentang cerita ini, aku harap sih kalian bisa komen disini ya. jujur aja, kadang dari komen bisa muncul inspirasi baru loh. so, mau kan membantu mengembangkan inspirasiku? *wink*

buat silent readers, ayolah udah puasa masih aja jadi siders. gak lama kok buat ngepost komennya. so, komen yaaah? *lempar nastar*

btw, kita sama sama doain buat sodara-sodara kita yang di palestin ya. Hanya doa dan donasi yang bisa kasih dari sini. #prayforgaza *tear*

Okelah, kepanjangan yang ada bete ya baca a/n nya ciakakaak.

selamat berpuasa teman-teman ^^/  *wink*

 

9 thoughts on “Love is no big truth [chapter 3]

  1. Wow, kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu2. Sebelumnya makasih buat ucapan terimakasihnya.
    Aku sudah mengira Jong Hyun pasti suka sama Soo Yeon. Tapi itu Jung Shin cuma bercanda ya… Ah, jadi penasaran nih, Soo Yeon jadinya sama siapa ya?
    Oh ya, ini alurnya maju terus kan?
    Rasanya ada kesalahan pas tadi Jong Hyun lg mikirin kedekatan Soo Yeon sama Jung Shin, author nulisnya beberapa hari yg lalu. Padahal setelah itu, yg pas Soo Yeon bangun tidur, itu bilangnya karena tadi dia habis makan 20 es krim.
    Eh, tapi gak tau sih, aku takut aku yg salah, hehehe…
    Ditunggu part selanjutnya ~ ^^

  2. thor sperti nya enakk d lempar nastar kkkkkk
    next thor jngn terlalu lama ne hihhi suka karakter jonghyun n kyuhyun dsni ^^

  3. Q jg suka dengan cinta segitiga..biar ada konfliknya bkin greget gt..ksian si chanyeol cuma diusir gt aj sma soo yeon haha tp ffnys bgus koq coba dtmbahin lg greget antara cinta segitiga itu buat next partnya hehe..fighting!

  4. Kerennnnn…. ahhh Soo Yeon bukalah hatimu lagi buat Ajong-ku sayang. #Plakk
    Maafin dia.. *lempar gayung*

  5. Baru baca…..yaampun moga ga expired ya kak hahahaha.
    penasarannnnn sm kelanjutannya!!! Sumpah gereget *otw baca part 4*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s