Gomawo, Oppa

“Gomawo, Oppa..”

 

Author

Wenwen

Genre

Romance

Cast

Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Seo Eunsoo.

Note

First ff, mian kalo kurang bagus. Happy reading ^^! Ditunggu komennya.

“Ya..! Jangan muntah di situ. Cepat lari ke toilet!”, Minhyuk menarik tangan Eunsoo yang sedang berjongkok di depan tempat sampah dapur. Eunsoo terhuyung-huyung berjalan ke toilet. Lalu kembali muntah di wastafel.

“Eunsoo-ah, lain kali jangan minum terlalu banyak ya. Kalau Noona tahu kau seperti ini, aku tidak tahu apa kau masih boleh tinggal di sini atau tidak.”, Minhyuk berteriak di depan pintu toilet. Kemudian duduk di sofa, menunggu Eunsoo sambil bermain game di ponselnya.

Eunsoo mengangkat wajahnya, bercermin di cermin wastafel. Maskara dan eyeliner di matanya luntur akibat menangis. “Gurae, Eunsoo-ah.. jangan minum lagi, jangan menangis lagi. Kau bisa mendapat yang lebih baik daripada Jungshin.” Eunsoo membasuh wajahnya, membersihkan bercak hitam lunturan di wajahnya. Menyambar beberapa helai tisu, lalu keluar dari toilet.

“Gomawo, Oppa, telah membawaku pulang. Geunde, Oppa.. tahu dari mana aku sedang di bar itu?”, Eunsoo menghampiri Minhyuk sambilย  menepuk-nepuk wajahnya yang basah dengan tisu.

“Aku baru saja datang saat kau menangis menjerit-jerit di pojok bar. Tadinya ingin kuabaikan, tapi aku mendengar nama Jungshin dalam tangisan itu. Ternyata itu kau. Kelihatan terlalu mabuk untuk pulang sendiri, maka kubawa pulang saja.”, Minhyuk bicara panjang lebar, namun matanya terus menatap layar ponsel.

Eunsoo menatap ke langit-langit, berpikir dan mengingat kejadian yang diceritakan Minhyuk. Tangannya tiba-tiba ditarik.

“Eunsoo-ah, sini duduk. Katakan padaku apa yang terjadi.”, Minhyuk menarik tangan Eunsoo dan bergeser dari duduknya untuk memberi tempat pada Eunsoo.

Eunsoo menurut, dan duduk di samping Minhyuk. Menatap Minhyuk sebentar, lalu memalingkan wajah. Kemudian menatap lagi. “Oppa, kau mendengar aku menyebut Jungshin saat menangis?”.

“Ne, wae?”, Minhyuk balas menatap Eunsoo. “Tidak dalam keadaan menangis pun, aku sering mendengarmu menyebut nama Jungshin”, katanya dalam hati.

“Ah..eotteoke.” bisik Eunsoo.

“Kau takut Jungshin tahu? Ya, Seo Eunsoo, Jungshin sudah punya pacar sebelum mengenalmu. Dia tahu kau menyukainya. Agar tidak menyakiti pacarnya dan sebelum kau terlalu banyak menyukainya, makanya mengenalkan yeoja-nya kepadamu.”

“Jungshini.. tahu aku menyukainya? Oppa… kau juga tahu?”, pandangan Eunsoo menerawang. Kedua matanya mulai berair. Menundukkan kepalanya, dan airmata pun jatuh.

“Eunsoo-ah, tidak perlu malu karena aku tahu.” Minhyuk menggenggam tangan Eunsoo. Sedikit meremasnya, “Karena aku tahu, ada sakit hati. Kau juga harus tahu, Eunsoo-ah. Aku sakit hati.” lagi-lagi Minhyuk berkata dalam hati.

Eunsoo mengangkat wajahnya dan menatap Minhyuk. Tangannya. Ia membiarkan Minhyuk menggenggamnya.

“Mengapa melihatku seperti itu?”

“Oppa, apa kau sakit hati karena aku menyukai Jungshin?”

“Bicara apa?! Seo Eunsoo, jangan sembarangan.”

“Sembarangan? Barusan kau bilang sendiri kau sakit hati. Apa itu juga sembarangan?”

Minhyuk kalang kabut, lalu dengan cepat melepaskan tangan Eunsoo. Ternyata suara di hatinya tadi benar-benar keluar. Benar-benar disuarakan dari mulutnya.

“Oppa, mianhae.” Eunsoo gantian menggenggam tangan Minhyuk. “Mian karena aku tidak tahu kau menyukaiku.”

Minhyuk hanya diam.

“Jika mulai sekarang aku memilih untuk menyukaimu, tolong jangan pikir hanya rebound karena Jungshin menolakku.” Eunsoo menggenggam tangan Minhyuk dengan kedua tangannya. “Karena kau menyukaiku, aku juga ingin menyukaimu. Aku tidak ingin ada sakit hati.” Eunsoo menyandarkan kepalanya ke bahu Minhyuk. Menghela nafasnya. Sebenarnya ia juga menyukai Minhyuk, tetapi rasanya akan egois jika menyukai dua orang sekaligus. Makanya ia memutuskan untuk menyukai Jungshin saja.

Minhyuk melepaskan genggaman Eunsoo. Memutar badannya dan memegang kedua bahu Eunsoo. “Sekalipun aku hanya pelampiasanmu. Terimakasih karena mau membuka hatimu untukku, Seo Eunsoo.”, Minhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah Eunsoo, melihat ke bibir Eunsoo lalu menciumnya.

Eunsoo pun membalas ciuman Minhyuk. Baginya ini bukan hanya ciuman. Dicium orang yang menyukainya akan menjadi sebuah ciuman manis karena dia sendiripun sedang mencium orang yang disukainya. Eunsoo melepaskan ciumannya, lalu menyeka bibir Minhyuk dengan ibu jarinya. “Gomawo, Oppa”, katanya sambil tersenyum.

“Eunsoo-ah, aku tidak tahu harus bagaimana. Bukannya tidak ingin segera memulai bersamamu. Tapi, seperti ini..rasanya seperti kau berlari saat kukejar, kemudian kau jatuh lalu aku menolongmu. Setelah jatuh kau baru menyadari bahwa aku sedang berlari mengejarmu.”

Sesuatu terasa telah jatuh dalam tubuh Eunsoo. Membuatnya tidak dapat bergerak.

“Beri aku waktu. Aku ingin merasakan berlari ke arahmu lalu kau sambut dengan kedua tanganmu. Aku ingin kau bersiap menyambutku. Dengan rindumu, Seo Eunsoo.”

END-

2 thoughts on “Gomawo, Oppa

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s