Mianhae, My Fiance (Part 2)

Mianhae. . . My Fiance

Mianhae, My Fiance [Part 2]

Title: Mianhae, My Fiance [Part 2] || Author : @Rhaaha_Seea || Main Casts: CNBLUE’s Kang Minhyuk and F(x)’s Jung Soojung [Krystal] || Minor Casts: All CNBLUE member, Actress Park Shinhye, F(x)’s Choi Jinri [Sulli], SHINee’s Choi Minho, A Girl (Minhyuk’s Best Friend), Other || Genre: AU, Romance,  Friendship, School? || Duration: Chaptered || Rating: PG – 15 || Disclaimer : Real Mine !!! It inspired Tan and Rachel at The Heirs. Do not copas without permission! ||

Note : Waspada! Banyak terjadi penyelewengan usia😀. Usia yang dipakai disini bukan usia korea, arrachi?

Sorry For Typo ;p

–00–

Summary :

Terimakasih sudah mengajarkanku akan arti cinta yang sesungguhnya.

Walaupun ini berasal dari paksaan orang tua kita, kau mau belajar mencintaiku apa adanya.

Maaf jika aku membuatmu bingung dan lelah selama ini.

Aku tahu sulit melupakannya.

Aku benar-benar menyesal tak pernah mencobanya.

Tak pernah peduli dengan rasa perih dihatimu karena sikapku yang tak pernah menghargaimu.

Jung Soojung.

==00==

Soojung menghela napas panjang. Berkali-kali ia gagal menembak babi dalam game yang sedang ia mainkan –angry bird. Entahlah, rasanya otaknya dengan hatinya tak bisa dikolaborasikan. Ia terus teringat dengan pesan terakhir dari –calon –tunangannya –yang tak ia setujui.  Otaknya memerintah untuk diam saja, tapi hatinya memerintah untuk mengambilnya.

Mana yang harus ia turuti? Selama ini ia selalu menuruti perintah otaknya daripada hatinya. Tapi, rasanya kali ini hatinya menuntut untuk mengambil. Soojung bingung memutuskan. “Lebih baik aku memutuskan melalui undian saja. Hmm.. bagaimana kalau dengan jari”. Soojung mulai mengangkat tangannya, dan direnggangkan jari-jari kurus indahnya. Jari telunjuk tangan kirinya menunjuk satu persatu jari kanan. Mulai dari ibu jari sampai jari kelingking.

“Tidak.. ambil.. tidak.. ambil.. tidak..” ia mulai berganti menunjuk jari tangan kiri seperti tadi dengan menggunakan telunjuk kanan. “ambil.. tidak.. ambil.. tidak.. ambil”. Soojung menghela napas panjang. Sudahlah, kali ini ia akan menyerah dan menuruti perintah hatinya. Cukup untuk kali ini.

Ia menegakkan tubuhnya. Ia renggangkan lehernya yang terasa pegal karena posisi tubuh yang miring. Digerakkannya kekiri dan kekanan bergantian secara dua kali sampai menimbulkan bunyi. “Aish.. kenapa aku malah menuruti perintah Namja aneh itu”. Soojung kembali kepikiran rasionalnya. Dibaringkan lagi tubuhnya.

“Aku ambil atau tidak ya? Eh.. tadi kan dia bilang ada cincinnya. Apa cincin itu punya pacarnya? Hm.. mungkin”. Soojung mulai menyusun strategi. Siapa tau Minhyuk sudah punya pacar. Jadi ia bisa meminta untuk memutuskan pertunangan ini. Ia kembali menegakan tubuhnya. Kali ini ia memantabkan pikirannya dengan hati agar menyatu.

Gadis itu menurunkan kaki-kaki jenjangnya, menginjakkan pada lantai. Ia berjalan keluar kamar, rumah. Tujuannya? Tong sampah.. ah Jinja. Bagaimana mungkin Jung Soojung mengambil barang yang sudah dibuang. Merusak imagenya saja.Tapi, sudahlah.

Diambilnya jaket berwarna hitam milik Minhyuk. Cukup keren sih, dan sepertinya lumayan mahal. Soojung mengibas-ngibaskan jaket itu, yang terkena sedikit debu. Untung saja tong sampahnya kosong. Ia sungguh berterimakasih pada pemungut sampah yang entah apa namanya. Kalau tak ada mungkin ia akan bingung. Bingung? Kenapa? Hm.. bingung menggantinya mungkin. Mana mau orang berkelas seperti Minhyuk memakai kembali jaket yang sudah dibuang.

“Gara-gara kau aku jadi mengambil jaket aneh ini. Huft.”. Soojung mengerucutkan bibirnya dengan alasan yang tak ia ketahui. Tangannya masih sibuk mengibas-ngibaskan jaket milik Minhyuk. “Ah.. ya. Cincin”. Soojung menghentikan aktivitasnya barusan menggantinya dengan acara merogoh saku jaket Minhyuk.

“”Chajjata”. Soojung mengeluarkan sebuah benda kecil yang memiliki lubang ditengahnya. Benda itu berwarna putih perak yang polos tanpa memiliki motif apapun. Diangkatnya benda itu sampai tepat menghadap mata. Ia mengamati benda itu dengan teliti, sampai matanya menatap sesuatu yang terukir.

“Love ~ K M”. Itulah kata yang terukir disitu. Soojung mengernyit melihatnya. Apasih yang spesial dari cincin itu? Biasa saja –menurutnya –tapi mengapa Minhyuk menyuruhnya menyimpan. Bagi orang seperti Minhyuk tentu saja mudah membelinya lagi. Entah pikiran apa yang mendorong Soojung, ia mencoba memakai cincin itu. Dan hasilnya, pas dijari manis tangan kiri.

Yeoppo”. Tanpa sadar Soojung mengucapkannya. Tapi kemudian ia mendelik menyadari mengucapkan kata-kata yang –menurutnya –tak seharusnya dikatakan. Ia memukul bibirnya pelan, dan menggeleng.

“Sudahlah, disini dingin. Yya, siapapun nama pemilikmu sungguh jika ia meninggalkanmu lagi padaku kupastikan benda ini akan hilang. Beritau itu pada tuanmu”. Soojung mengatakan itu pada cincinnya. Entahlah, kenapa sejak tadi pikirannya agak aneh sih?

“Hah.. ini pasti gara-gara aku agak stress”. Soojung mulai teringat kejadian satu jam tiga puluh lima menit yang lalu. Hal yang dibencinya. Juga ingatannya seminggu yang lalu kalau ia akan segera bertunangan.

“Sudahlah aku masuk saja”. Soojung memutuskan untuk masuk, selain alasan bahwa ia dingin, juga karena ia ingin bermediasi. Menenangkan otaknya yang ia rasa mulai bermasalah. Dan melupakan kenangan-kenangan yang membuatnya terluka walau sejenak. Setidaknya, besok disekolah ia tak terlihat rapuh dan kembali menjadi Soojung yang tak peduli dengan hal-hal yang tak ia sukai.

Di atas ranjang, Soojung terdiam. Fikirannya berkelana menjelajahi alam ingatan yang baru kali ini dibukanya. Gadis itu menekuk kedua lengannya yang dijadikan bantalan. Ingatannya mulai bermain-main pada kejadian tadi siang. Soojung membulatkan matanya lebar-lebar, teringat sesuatu.

“Yya, kenapa aku bisa lupa kalau besok hari waktu mengumpulkan tugas Matematika. Ah.. bodohnya aku”. Soojung berteriak frustasi, teringat dengan tugasnya yang sangat banyak. Gurunya memang sengaja memberi tugas karena ia mempunyai hal penting yang tak bisa ditinggalkan. Dan saat pelajaran kosong ia malah asik curhat dengan Jinri.

Gadis itu segera bangkit dan dengan tergesa-gesa mengeluarkan  kertas hasil print out yang berjumlah lima lembar dari tas. Soojung menaruh kertas itu dimeja belajarnya. Ditariknya kursi yang berada didekatnya dan langsung ia duduki. Tanpa basa-basi ia teliti soal-soal itu. Ada sekitar lima puluh butir soal kalau tidak salah. Lembar pertama, lembar kedua, lembar ketiga, dan lembar keempat sudah dibaliknya. Ia mengerutkan kening melihat soal-soal yang tertera dihadapannya. Bukannya karena ia tidak bisa, tentu saja bisa. Ia siswa yang baik, juga cukup cerdas bahkan bisa dibilang jenius mungkin. Hanya saja, tingkat kerumitan soalnya itu yang menjadikan masalah.

“Sial, tau begini sudah kukerjakan dari tadi. Ah.. pasti membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk mengerjakan soal-soal ini”. Soojung mengumpat dalam hati. Pasti jika dikerjakan disekolah tadi setidaknya ia sudah mengerjakan tiga per empatnya. Mendadak pikiran yang entah ini dibilang licik atau cerdas, yang pasti bisa membantunya mampir ke otak.

“Pakai kalkulator saja kalau begitu”

==00==

Minhyuk tengah asik memainkan drum yang ada dikamarnya. Ia memukul-mukul dengan tempo yang berganti-ganti antara cepat dengan sedang. Dari tabuhannya menimbulkan suara-suara yang enak didengar. Ia sesekali tersenyum cerah, melihat kemampuannya bermain drum sudah semakin baik. Ia bahkan tak peduli kalau sekarang sudah malam, jamnya orang tidur.

Ia sungguh bersyukur orang tuanya mendesain ruangannya sebagai ruangan kedap suara. Orang tuanya memang sangat pengertian. Mereka tau kalau Minhyuk suka mendengarkan musik dan ia cukup lihai memainkan beberapa alat musik seperti drum, piano, dan flute. Dari kecil ia selalu dipenuhi, tapi tidak sampai taraf manja. Jadi meski ia hidup mewah, ia tetap tau batasannya.

Dan menurutnya, perjodohan kali ini pasti ada manfaatnya. Orang tuanya tau yang terbaik untuknya. Jadi ia menurut saja. Toh, ia tak punya kekasih, juga tak sedang jatuh cinta. Tak terlalu berat baginya untuk menerima. Bahkan sebelum orang tuanya menunjukkan foto gadis itu, Minhyuk sudah menyetujui.

Tapi, saat melihat Soojung tadi. Entah mengapa mendadak ia usil. Hal yang sangat jarang ia tunjukkan pada orang lain. Minhyuk aslinya tipikal pria yang pendiam, penurut dan ramah. Soojung yang cuek, Soojung yang terlalu terus terang dengan penolakannya, dan gadis yang masih polos, ia merasa tertarik untuk menggoda. Sungguh ia tak tau kenapa jadi begini. Satu-satunya gadis lain yang ia sikapi seperti itu hanyalah sahabatnya sekarang ini. Sahabatnya yang begitu ia sayangi –walaupun sekarang ia tengah bertengkar.

Tapi, tentang perjodohan, Minhyuk mendadak ingat bahwa ia harus mencintai orang itu. Entahlah, ia sendiri tak tau apakah ia nantinya bisa belajar mencintai. Jatuh cinta? Ia belum pernah merasakannya. Yang ia tau, ia wajib dan harus menghormati wanita tak peduli siapapun wanita itu. Tindak kurang ajarnya pada Soojung tadi terjadi secara refleks. Toh, pada akhirnya Soojung nanti yang menjadi istrinya. Mau tak mau. Pikir Minhyuk asal.

Soojung? Gadis cantik yang akan dijodohkan dengannya. Gadis yang entah mengapa menarik perhatiannya selain sahabatnya saat ini yang juga seorang gadis. Ia baru bertemu dengan Soojung  tadi. Ia memang sebelumnya sempat melihat-lihat foto Soojung. Tapi setelah bertemu ia ingin menambah nilai kecantikannya lagi yang tak mungkin, karena melihat fotonya saja ia sudah menilai 10. Hidung mancung, mata lentik, dan wajah yang tirus. Benar-benar gadis yang sempurna. Apa yang kurang?

Usia? Kata orang tuanya gadis itu tiga tahun lebih muda. Berarti dua puluh kurangi tiga? Tujuh belas tahun. Masih sangat muda. Kelas berapa gadis itu? Dua sekolah menengah atas? Mungkin.

Drrrttt.. Drrrttt..

Minhyuk merasakan ponsel yang berada disakunya bergetar tanda ada pesan. Harap-harap dalam hati Soojung yang membalas pesannya. Dibukanya pesan itu. Ada sedikit kecewa kala mengetahui pesan itu dari sahabatnya, bukan dari Soojung.

From : My Best Friend

Hyuk –ah. Aku minta maaf. Tolong lupakan perkataanku sebelumnya Minhyuk. Aku berharap kita bisa menjadi sahabat lagi. Gadis yang kau peluk tadi siapa?

Diketiknya balasan ; tak masalah. Gadis tadi? Rahasia ;p. Tak berselang sampai 30 detik ada pesan masuk lagi.

From : My Best Friend

Aku cemburu. Nanti kau tak mau lagi menemui sahabatmu ini. Tapi dari yang kulihat, sepertinya dia tidak menyukai perlakuanmu tadi.

For : My Best Friend

Haha.. sudah malam, tidur sana.

==00==

Soojung berjalan sambil mata terpejam, rasa kantuknya benar-benar sedang berkuasa dalam dirinya. Ia baru tidur jam dua pagi dan bangun jam enam pagi. Empat jam tidur? Sungguh, menyita waktu tidurnya yang sudah ia program selama delapan jam bukanlah hal yang baik. Terlebih hal tersebut dihabiskan dengan menguras otak bukan dengan cara happy fun.

Soojung menguap bebarengan dengan gerakan tangan menutup wajah. Ia menguap lagi, kemudian mengusap-usap matanya. Berharap kantuk yang ia punya segera hilang. Beberapa murid lain yang melihat Soojung tak bersikap seperti biasanya –mata menatap tajam kedepan, tak peduli dengan siapapun –berbisik-bisik. Tapi kadar kecuekannya Soojung tetap seperti biasa sepertinya.

“Jungie..”. Teriak gadis sambil menepuk bahu Soojung. Soojung sendiri alih-alih menjawab sapaan temannya malah asik dengan acara menguapnya. Sepertinya rasa kantuk lebih besar dari pada rasa kaget yang ia miliki. Gadis yang mengagetinya tadi langsung merangkul bahu Soojung erat, yang malah terlihat seolah-olah ia sedang mencekik Soojung. Soojung menoleh sekilas menatap gadis itu. Oh.. Jinri.

“Ya! Jinri –ah, kau mau membunuh Soojung ya? Kenapa kau mencekiknya”. Sontak Jinri dan Soojung menoleh ke empunya suara. Ternyata yang memanggilnya Choi Minho, satu-satunya cowok yang dekat dengan Soojung. Dan salah satu cowok yang dekat dengan Jinri. Jinri mendengus kesal melihat sikap over perhatiannya Minho.

“”Mana mungkin aku mau mencekik sahabatku sendiri. Pabo”. Jinri melepas pelukan –atau cekikan –nya pada Soojung dan ganti menjitak Minho. Soojung memandangi ulah mereka dengan kesadaran yang masih 50% saja.

“Ya! Sini kau, kau ingin kukelitiki ya?”. Minho mendekat kearah Jinri dan langsung memeluknya dari belakang. Jinri meronta-ronta sambil tersenyum dan tertawa hm.. Bahagia? Begitu pula dengan Minho yang asik menggelitiki perut Jinri.

Bagi Soojung, melihat perselisihan mereka sudah menjadi kebiasaan. Iya, Minho dan Jinri memang dekat. Tapi dekat dalam artian kalau lagi bertengkar. Mereka bahkan kadang saling memeluk –walau tanpa disengaja –seperti saat ini.

Soojung meninggalkan dua orang yang asik dengan dunianya sendiri. Padahal awalnya mereka sedang memperhatikannya. Sampai akhirnya dua orang itu menyadari Soojung yang sudah menjauh.

“Ya, Soojung kau mau kemana?”. Tanya Minho yang langsung melepas pelukannya pada Jinri. Ia langsung berlari mengejar Soojung, yang diikuti Jinri dari belakang. “Jung Soo Jung, tunggu aku. Yya!”

“Jungie, kau kenapa sih”. Guman Jinri yang memutuskan untuk berjalan dari pada berlari. Tenaganya cukup terkuras saat bermain-main dengan Minho.

.

.

.

“Soojung, kau kenapa? Kemarin begadang nangis ya?”. Tanya Jinri melihat keanehan pada diri Soojung. Kantung mata yang besar, pandangan yang lemah. Tak seperti biasanya. Bahkan rambut tak terlihat rapi sama sekali.

Ya!, kau pikir aku hanya tau caranya menangis dalam menghadapi masalah”. Soojung menginjak kaki Jinri yang sekarang tengah berdiri disamping bangkunya. Ia sendiri tengah duduk. Gadis itu memasang muka kesal dengan pertanyaan yang baginya terasa seperti sindiran. “Kau kenal aku sudah berapa lama sih?”. Lanjut Soojung yang memperhatikan Jinri tengah mengangkat sebelah kakinya yang ia injak untuk diusap-usap. Apakah pijakannya terlalu keras?

“Iya, iya.. aku hanya kawatir. Lalu kenapa kau terlihat sangat lelah sekarang. Kau bahkan berkali-kali menguap. Untung saja saat itu Songsaengnim menyuruhmu mengerjakan soal yang mudah. Kalau tidak, kau pasti sekarang tengah berlari dilapangan”. Tadi, saat pelajaran kimia memang Soojung sempat ditunjuk karena terlihat tidak memperhatikan.

“Jinri –ah, kemarin aku begadang mengerjakan soal matematika yang diberikan Park Songsaengnim. Ah rasanya seperti setahun tidak tidur”. Soojung mengangkat tangannya dan menguap lebar-lebar tanpa mempedulikan tatapan teman-temannya yang lain. “Wae?”. Tanya Soojung begitu melihat Jinri memasang tampang memelas.

“Hehe.. aku menyontek ya? Aku lupa mengerjakannya Soojung –ah”. Ucap Jinri sambil memasang aegyo. Sementara Soojung menghela nafas panjang. Ah.. . “Kemarin aku terlalu mengkhawatirkanmu Soojung, sampai aku tak ingat ada PR. Hehe..”

“Ck.. bilang saja kau tidak mampu mengerjakannya”. Ejek Soojung. Tapi tetap saja ia mengeluarkan kertas hasil jerih payahnya kepada Jinri.

Ya! Soojung, Jinri. Park Songsaengnim menyuruh kita mengumpulkan tugasnya sekarang”. Serobot Minho yang langsung mengambil kertas milik Soojung dari tangan Jinri.

Mwo? Sekarang, aish.. aku kurang banyak”. Jinri bingung sendiri. Karena Minho adalah ketua kelas mereka, dan biasanya ialah yang selalu mengumpulkan tugas.

Ya!”. Teriak Soojung bersamaan dengan Jinri begitu melihat kelakuan Minho. Pria itu langsung menulis semua yang ditulis Soojung.

“Aku juga belum mengerjakannya Soojung”

“CHOI MIN HOOOOOO ….”

==00==

“Minhyuk, Jungshin, Jonghyun”. Panggil Yonghwa pada ketiga temannya yang kini tengah asik mengunyah makanan. Ketiganya langsung menoleh merasa dipanggil Hyung mereka.

“Wae.. hyung”. Tanya Minhyuk sambil menatap Yonghwa. Tapi sesaat kemudian kembali fokus pada makanannya.

“Nanti kita akan manggung di kafe”. Jawab Yonghwa.

“Jinja Hyung?”. Tanya Jungshin dan Jonghyun bebarengan.

“Wah.. kalian kompak sekali. Seperti kekasih. Dasar Dooley Couple”. Sahut Minhyuk melihat kekompakan mereka.

Ya! Aku tak mau dipasangkan dengannya. Aku masih normal tau! Sungguh membosankan terus-terusan dipasangkan dengannya. Pasangkan aku dengan Yoona SNSD saja”. Sungut Jonghyun tajam, ia bahkan sampai membawa-bawa nama member SNSD yang merupakan biasnya.

Ya! Yoona sudah jadi miliknya Lee Seung Gi. Sudahlah Dooley couple yang terbaik. Jjang”. Ujar Yonghwa sambil mengangkat jempolnya.

“Kau pikir aku mau? Banyak gadis yang mengantri ingin jadi kekasihku”. Sahut Jungshin.

“Nyatanya, diantara kita berempat kaliankan yang belum laku. Yonghwa hyung sudah berpacaran dengan Shinhye noona, dan aku bahkan sudah bertunangan. Juga diantara kita berempat yang fans nya paling banyak kan aku dan Yonghwa hyung”. Ujar Minhyuk sambil ber –high five dengan Yonghwa. Jonghyun dan Jungshin hanya bisa mendengus melihatnya.

“Gurae, dongsaengku memang yang terbaik bagi uriSoojung”

“Ya.. Ya.. Kenapa malah bicarain pasangan sih?”. Jonghyun mengingatkan. Juga tak mau terus dipasangkan dengan Jungshin.

“Ah.. iya. Gara-gara kau dan Jungshin sih.Aku jadi rindu Shinhye ngomong-ngomong”. Jawab Yonghwa yang tidak juga kembali ke topik awal.

“Kalau begitu suruh Shinhye noona datang untuk menonton penampilan kita saja. Sekalian suruh dia bawa Soojung ya? Kau bilang Soojung sangat dekat dengan Shinhye noona”. Sahut Minhyuk yang malah terhasut Yonghwa. “Dan kalian silahkan kembali menjadi Dooley Couple lagi”. Minhyuk menghadap pada Yonghwa. “Hyung terimakasih sudah memberikan nomernya My Fiancee

“Tak masalah, Hyukkie”. Memang kemarin malam, sekitar pukul delapan Minhyuk mengirim pesan yang isinya menyuruh Yonghwa untuk memberikan nomor Soojung. Yonghwa langsung saja memberikan. Dia memang sudah tau tentang perjodohan ini. “Oh, ya ngomong-ngomong kau mulai suka sama Soojung ya? Kau tampak senang sekali? Dan Fiancee? Wow, itu panggilan kesayangan ya?”.

“Haha.. keunyang. Hanya ingin mencoba bertambah dekat dengannya. Sebenarnya sih, biasa saja. Entahlah, aku hanya senang menggodanya. Tapi sampai sekarang aku belum merasakan debaran jantung yang kau maksud Hyung”. Jawab Minhyuk teringat dengan tanda-tanda orang jatuh cinta versi Yonghwa yang diambil dari pengalaman pribadinya dengan Shinhye.

“Minhyuk, kita pesan makanan lagi ya?”. Tanya Jonghyun harap-harap, karena diantara mereka berempat memang Minhyuk lah yang paling kaya.

“Baiklah, silahkan lanjutkan acara makannya Dooley Couple”. Jawab Minhyuk. “Hyung, kau sedang berkirim pesan dengan Shinhye noona kan? Suruh dia bawa Soojung”. Lanjut Minhyuk yang melihat Yonghwa kini tengah asik dengan ponselnya.

“Iya. Shinhye bilang juga kebetulan. Soojung ingin bertemu dengannya katanya. Jadi sekalian saja. Nanti setelah turun dari panggung Double Date ya?”

“Ok”

“Kalau begini aku ingin ganti marga saja dari Lee ke Kim atau apalah”. Guman Jungshin yang masih bisa didengar ketiga Hyungnya. Sepertimya ia masih kepikiran dengan julukannya dengan Jonghyun.

“Kenapa Shin –ah, kau cocok dengan Jonghyun. Agar jadinya Dooley Couple. Seperti Lee Gyu Won dan Lee Shin. Bukankah mereka mendapat julukan Dooley karena marga mereka sama-sama Lee? Nah karena itu aku dan Yonghwa hyung menjuluki kalian Dooley couple”. Sahut Minhyuk begitu mendengar ocehan Jungshin. Entah kenapa mereka tiba-tiba membicarakan drama lama, Heartstring.

Ya! Berhenti menjuluki kami Dooley Couple

==00==

Drrrtttt… Drrrttt…

Soojung merasakan ponsel yang tengah digenggamnya bergetar. Dibukanya ponsel itu, ada sebuah pesan. Ternyata dari Shinhye.

“Jungie, kau pulang jam berapa? Nanti kau kujemput. Aku akan pergi kekafe tempat Yonghwa Oppa konser. Kau bilang kemarin ingin bertemu kan?Kebetulan aku ada waktu. Sekalian kata Yonghwa Oppa kau belum pernah menonton konser mereka.”

Dibalasnya pesan itu dengan cepat ; “aku pulang jam tiga. Baiklah kutunggu”.

“Kau berkirim pesan dengan siapa?”. Ujar Jinri tiba-tiba yang entah datang dari mana. Gadis itu memegang pundak Soojung dari belakang dan melongok melihat ponsel Soojung.

“Shinhye Unnie”. Jawab Soojung singkat.

“Dia bilang apa?”

“Katanya ia mau menjemputku. Dia mengajakku menonton penampilan Yonghwa oppa”. Soojung berujar malas, dari tadi kantuknya belum juga hilang.

“Dan kau mau? Jinja?”. Teriak Jinri histeris. Soojung yang melihat tingkah Jinri mengerutkan kening. Apa Jinri sedang sakit ya?

Ya! Tak biasanya kau mau. Kalau begitu aku ikut. Yuhuuu.. aku akan bertemu Jungshin. Oh.. ya kau tau Drummer –nya sangat tampan”. Jinri mulai memancing. Ini seperti keajaiban baginya Soojung mau pergi ketempat ramai. Juga dia tau siapa drummernya.

“Apa sih. Aku tak peduli mau ia tampan atau jelek. Sudahlah aku ingin memanfaatkan jam istirahatku untuk tidur”. Soojung langsung menekuk kedua tangannya dibangku dan menjatuhkan kepalanya disitu.

“Aku pergi kekantinnya dengan siapa dong?”. Tanya Jinri begitu melihat Soojung. Soojung mengangkat kepalanya. Kemudian menoleh kebelakang.

“Minho –ya. Boleh aku minta tolong?”

Mwo?”. Tanya Minho. Ada heran juga senang Soojung meminta bantuan. Gadis itu kan gadis serba bisa.

“Antar Jinri kekantin”. Jawab Soojung cuek. Kemudian ia langsung menjatuhkan kepalanya lagi.

Ya! Aku tak mau pergi dengannya”

.

.

.

Soojung berdiri didepan gerbang sekolahnya. Ia tengah menunggu Shinhye seperti janjinya. Sudah sepuluh menit ia menunggu gadis itu, tapi belum tampak juga batang hidungnya. Kakinya mengetuk-ngetuk karena bosan, sambil sesekali mengecek jam tangan warna hitam yang melingkar manis ditangan kirinya.

“Soojung. Shinhye Unnie lama sekali ya?”. Tanya Jinri.  Bosan juga ia dari tadi didiamkan Soojung. Wajahnya sudah mulai berubah warna menjadi merah karena ulah matahari yang bersinar terik kali ini. Keringat-keringat mulai bercucuran.

“Ah.. itu sepertinya mobil Shinhye Unnie”. Kata Soojung sambil menujuk pada mobil berwarna merah yang terlihat mendekat. Mobil itu menepi tepat disamping mereka. Perlahan-lahan kaca berwarna hitam turun dan terlihatlah seorang gadis cantik.

Unnie.. aku mengajak temanku, Jinri, bolehkan?”

“Soojung –ah kau duduk dikursi belakang ya?”. Ujar Shinhye. Pandangannya beralih pada gadis yang ada disamping Soojung. “ Eh.. kau Jinri kan?”

Ne, Unnie”. Jinri menjawab sopan.

“Soojung cepat masuklah kebelakang”. Soojung menuruti perintah Shinhye. “Kau duduk didepan denganku ya?”. Shinhye mengedipkan matanya yang terlihat seperti kode.

Soojung langsung mengheyakkan tubuhnya ke kursi. Kemudian ia menoleh kesamping dan melihat …

Neo.. nuguya? Kenapa masuk kemari”. Tanya pria yang duduk disamping Soojung. Soojung, jujur saja terkejut melihat laki-laki itu. Tapi bukan Soojung namanya yang tak bisa memasang tampang cuek dan juga seolah tak mengenal seperti tampang yang dipasang pria itu. Pria itu adalah –calon –tunangannya, Kang Min Hyuk.

Ya! Kenapa kau masuk? Kau siapa sih?”. Tanya Minhyuk lagi. Soojung yang mendengarnya memandang kesal. Kesal? Karena pria itu tidak mengenalinyakah? Mungkin.. .

Gurae.. karena namja itu tidak mengenalku . akan lebih baik kalau aku pura-pura tidak mengenalnya juga. Tapi bagaimana ia bisa masuk kesini. Apa hubungan pria itu dengan Shinhye Unnie. Mereka pacaran kah? Lalu bagaimana denganku? Ani.. bagaimana dengan Yonghwa oppaPikir Soojung.

“Oh, dia temanku Soojung. Namanya Minhyuk. Kang Min Hyuk”. Shinhye menoleh menghadap Soojung, kemudian beralih menghadap Minhyuk. “Dia Soojung. Jung Soo Jung, sepupunya Yonghwa oppa”

“Oh.. kau tunanganku ya?”. Tanya Minhyuk yang buat Soojung mengalihkan pandangannya kemudian mengerucutkan bibir. Sebenarnya berapa sih IQ pria itu? Sampai mengingat wajahnya saja tidak bisa. Pikir Soojung.

“Tunangan? Aku belum punya tunangan, umurku saja baru tujuh belas tahun”. Jawab Soojung pura-pura lupa.

“Benarkah bukan kau?”. Tanya Minhyuk dengan wajah seolah-olah sedang mengingat. “Tapi kau memiliki nama Jung Soo Jung, umurmu tujuh belas tahun. Tunanganku juga memiliki nama Jung Soo Jung, dan umurnya juga tujuh belas tahun. Kalau itu bukan kau berarti siapa?”. Guman Minhyuk tapi cukup keras untuk bisa didengar Soojung. “Ah.. ya. Tunanganku seingatku cantik. Tapi kau biasa saja. Jadi itu bukan kau? Ah.. entahlah, aku hanya melihatnya sekilas kemarin malam”.

Soojung mengalihkan pandangannya kedepan tanpa menggubris Minhyuk. Melihat wajah Minhyuk ingatannya tentang pertunangan itu kembali berputar-putar.

“Ah.. ya. Seingatku kemarin aku mencium tangannya”. Ujar Minhyuk yang maksudnya tak diketahui Soojung. Tanpa sadar gadis itu melirik Minhyuk sekilas untuk melihat ekspresinya. Tapi langsung mengalihkan pandangannya sebelum sempat melihat.

Tanpa aba-aba Minhyuk langsung menarik tangan kanan Soojung sehingga gadis itu sedikit terkejut dan hal itu berhasil membuat Soojung menoleh menghadap Minhyuk. Belum hilang keterkejutannya barusan, Minhyuk langsung menambah keterkejutannya dengan mencium tangannya seperti kemarin malam. Soojung membelalakkan matanya lebar-lebar melihat tingkah pria itu. Minhyuk mengangkat kepalanya dan melihat ekspresi Soojung.

“Yya! Apa yang kau lakukan?”. Teriak Soojung, setelah kesadarannya pulih. Matanya menatap Minhyuk tajam, dan ekspresi yang ditunjukkan adalah ekspresi marah.

“Mencium tanganmu, seperti yang kulakukan kemarin agar aku tau itu kau tunanganku atau bukan. Tapi entahlah ini rasanya seperti Soojung tunanganku. Kulitnya lembut, harumnya juga sama”. Minhyuk mengusap-usap tangan Soojung, kemudian menariknya agar mendekat sampai hidungnya. Soojung langsung menarik tangannya melihat kelakuan Minhyuk.

Soojung membuang pandangannya keluar jendela mobil. Ia menggunakan tangan kiri untuk membenahi rambutnya yang terjatuh. Minhyuk yang memperhatikan Soojung sedari gadis itu menarik tangan langsung tersenyum manis melihat sebuah cincin melingkar disitu.

“Ternyata cocok kau pakai ya, Fiancee? Hey, kau akan tau akibatnya jika kau pura-pura tak mengenalku”

Sementara itu tanpa sepengetahuan Soojung yang bahkan sudah lupa dengan mereka karena Minhyuk, Shinhye dan Jinri ber –high five. Dan tukar pandangan dengan Minhyuk.

==00==

……………………………………………………………………………….

First aku minta maaf karena belum bisa bikin panjang-panjang. Tapi ini udah aku lebihin 1300 kata lho dari part 1. Juga aku minta maaf soalnya momen HyukStalnya dikit. Maklumin aja ya? Soalnya dipart ini aku ingin menceritakan kebiasaan kehidupan mereka sebelum terikat sama pertunangan. Mungkin part 3 bakal banyak momen HyukStalnya.

Second aku minta maaf kalau hasilnya tidak memuaskan. Aku sendiri juga baru belajar. Tapi meskipun gitu, aku memohon dengan amat sangat*(sujud ke kalian hehe)* kalianmau komentar. Komentar-komentar kalian yang buat aku nambah semangat buat nulis cerita ini. Kalau misalnya kalian ada yang nggak suka dengan bahasa yang aku gunakan misalnya, kalian bisa komentar. Syukur-syukur kalau kalian kasih aku ide. Akan akan terima semua komentar kalian, dan aku masukin catatan. Kecuali kalau itu minta aku ganti pairing yang udah aku buat, aku benar-benar nggak bisa untuk yang satu ini. Mianhae, My Reader(s). Hehe..

Third. Terima kasih banyak buat yang sudah komentar dipart sebelumnya. Aku sayang kalian❤ *(peluk Yonghwa sama Minhyuk=> dipelototin Shinhye Unnie dan Krystal Unnie juga Boice)*. Eh.. harusnya peluk Reader(s) ya? Hehe..

Thank you so much for you’re suport my lovely Minhyuk oppa. Eh.. ralat my lovely reader(s). Aduh, author sampai salah gara-gara Minhyuk itu lovely nya di CNBLUE plus dia itu bias ku bareng sama Yonghwa, meskipun aku udah Shipper mereka sih.

Sampai jumpa reader(s). Jaga diri baik-baik ya? Halah.. apaan sih. Udahlah dari pada banyak bacot author pamit. Annyeong *bungkuk ala orang korea.

46 thoughts on “Mianhae, My Fiance (Part 2)

  1. yg bikin penasaran itu cwe yg jd best friend minhyuk:/ gw gk rela klo minhyuk nyakitin soojung nantinya😥 hyaaa…ciat…ciaatt… minhyuk kok jd kyk bad boy gitu klo dket soojung >_< suka goda" soojung lagi🙂 aaah, aku suka…aku suka ^^

  2. Kyaaaa*Teriak* .. Saya bener2 nungguin kelanjutan ini ff Thorr dan ini daebakk thor.. *AkuMencintaiMuThor*😀 :p lanjutannya jangan lama2 ya Thorr😀

  3. Ceritanya menarik dan cukup bikin penasaran thor. Sebenernya spa dih tuh sahabat minhyuk, dan knpa jga soojung cuek mulu sama minhyuk.
    Next partnya ditunggu thor, fighting😉

  4. waaah akhirnya keluar juga ini ff
    tiap hari aku mantengin ffcnblueindo nungguin ff ini loh thor
    sahabatnya minhyuk siapa sih? jangan2 nanti bakal jadi orang ketiga ya?
    ditunggu next chap thor

  5. yah.. udah tbc?bahkan aku kira belum tbc.. hahaha..
    tbcnya kurang greget thor.. harusnya ada moment yg bener2 ngegantung n bikin penasaran reedersnya gitu.. hahaha.. ^^ tp bagus thor ceritanya.. walaupun hyukstalnya dikit.. -,-
    aish.. itu minhyuknya jail banget sih sama si krystal.. hahaha.. next chapter ya thor.. ^^

  6. Sebelumnya mau minta maap thor,aku langsung baca part 2 nya,part 1 ngga nemu😀 tapi nyoba nyesuain cerita ko😛
    huwaa suka ff ini,itu apaan sh hyukie pake goda2 ital,ital nya masih sok jual mahal lagi😛
    ah penasaran,sahabat minhyuk siapa -_-
    suka banget other castnya thor,jujur aku juga minsul shipper,jadiin minho sulli couple yak thor plis😉 *mohon2 dah*

  7. suka sama crita’nya thor…. ini jg couple favorit ku…Tp masih penasaran siapa sih best friend’nya Minhyuk???
    oh iya thor, mian baru koment d part ini. Stelah baca part 2 baru nemu part 1’nya….
    Cpat” d lanjutin yah… Tulisan’nya bgus, gak ky baru blajar. Ku tunggu next part’nya…
    Author Hwaiting!!!

  8. Ceritanya seru thor. Aku udah nunggu chapter 3 nya loh tapi belum keluar aja hehe. Kalo bisa minhyuk sama krystal nya itu jadi tunangan sampe nikah hehe. Abis aku suka banget sama couple minhyukrystal . Dilanjut ya thor. Fighting :)9

  9. suka sama couple2 yg ada disini jadi gausah digantu thor hehe. ceritanya makin menarik utk dibaca. ditunggu ya thor next nya, fighting thor

  10. Annyeong thor, aku baru muncul di sini🙂
    Bagus ff nya thor, penasaran best friend nya minhyuk oppa siapa.. Oh ya thor, kyaknya hyukstal nya kurang deh, terus knpa Soojung nya cuekin Minhyuk mulu..
    Ditunggu ff selanjutnya ya thor😉

  11. Hehe mian thor baru comment/orang baru baca/>//< kkk,thor keren abis deh ini ff aku senyum" sendiri bacanya,btw shbtnya hyukie oppa itu siapa? Lanjutannya ditunggu sesegera mungkun yh thor huhehehhe

  12. Oh my god thpr aku obrak abrik google buat nemuin ff hyukstal dan akhirnya ketemu,stelah 1 bulan vakum baca ff hari ini akhirmya bisa baca
    ini ff sumpah keren bgt btw aku blom.baca part 1 lo xD
    next nya jgn lama2 ya thor..😀
    oh ya happy birthday buat krystal eonie, semoga minhyuk ngasi ucapan deh doa aja uda buat seneng :v salam kenal thor aku purnika asal bali 98 lines.. aku bakal jadi readers setia deh disini sekarang😀 cukup sekian deh thor :v

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s