Love is no big truth [chapter 4]

LINBT cover

Author: kim sung rin

Rating: PG16 ,

Genre: romace, AU

Length: chaptered

Main Cast:

– Lee Jonghyun

– Lee Jungshin

– Cho Soo Yeon [OCs]

– Ga In [OCs]

Other Cast:

– Jung Yonghwa

– Kang Minhyuk

– Cho Kyuhyun [Super Junior]

– Choi Jonghun [FT Island]

-Park Chanyeol [EXO]

Disclaimer: Terinspirasi dari salah satu lirik lagu yang berjudul Love is no big truth , selebihnya ceritanya milik saya.

[Teaser] [1] [2] [3] 

Special thanks buat readers FF ini :

arniejayanti9087alvianantiapionamasyer, Chokyulatte_ika @Guyguy90, Moniedhikaparamitha, christie, chankqy, fitri, diana, ima, Miss Burningsoul ♬, nana, maya, Suharti Kautsar,Resti Burningsoul ♬

LOVE YOU GUYS! :*

***

Kalau dilihat-lihat, Kyuhyun adalah kakak laki-laki yang mengesalkan dan suka memaksa. Tapi, jika kau perhatikan lebih baik lagi, dia sebenarnya adalah kakak laki-laki yang sangat perhatian dan sangat pengertian. Misalnya saja saat Soo Yeon ingin sekali eskrim padahal dia sedang flu berat. Dia diam-diam keluar rumah dan membelikan Soo Yeon eskrim karena adiknya itu terus saja merengek kekamarnya. Kalau orang tuanya tau dia pasti habis dimarahi tapi dia rela melakukan itu semua. Atau saat adiknya itu tidak mau makan paha ayam, maka dengan senang hati Kyuhyun memberikan porsi ayamnya (yang sering kali memesan dada ayam) untuk adiknya itu.

Dan juga akhir-akhir ini. Saat dia menyadari bahwa adik perempuannya itu sudah dewasa dan patah hati karena cinta. Dia rela telat makan siang demi mencari lelaki yang menurutnya sesuai dengan Soo Yeon.

Tapi kalian pasti sudah tau kan bahwa perkenalan itu tidak berjalan dengan lancar?

Untuk itulah sekarang dia berada didepan ruangan Park Chanyeol. Dia harus minta maaf untuk ‘pemaksaan’ nya kemarin. Bagi Kyuhyun, kejadian kemarin merupakan salah satu kejadian didalam hidupnya yang ingin dilupakannya. Dia rela untuk menghilangkan memori itu walaupun dia harus  mengubur dirinya sendiri atau terjun ke sumur dalam sekalipun (Oke, ini berlebihan.)

“Oh Sunbae,” lamunan Kyuhyun buyar begitu suara bariton itu memanggilnya.Dan kyuhyun tersenyum canggung kepada Park Chanyeol. Ini adalah senyum pertama yang tulus dari Kyuhyun, kalau kau mau tahu.

Well, aku ingin bicara sebentar. Boleh kan?” Kyuhyun tampak canggung alih-alih mengamati style Chanyeol yang dirasanya ‘lumayan’ daripada orang kantor  kebanyakan. Hanya kemeja hitam polos dan celana chino beige. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin karena tubuhnya tinggi semampai, jadi dia cocok pakai baju apa saja.

Hoobae bertubuh jangkung itu tersenyum lebar, “Aku tidak melarang Sunbae bicara sejak tadi. Jadi, kenapa?” walaupun anak ini terkesan pendiam dan penurut, jelas sekali kedua mata besarnya itu penuh keingin tahuan.

“A..aku minta maaf soal kejadian kemarin,” Kyuhyun menggesek leher belakangnya perlahan, “Aku lancang terhadapmu dan ‘perkenalan’ yang kumaksud tidak berjalan lancar.”

Tanpa diduga, Park Chanyeol itu malah tertawa, bukan menggerutu seperti yang Kyuhyun bayangkan. Kalau saja saat itu tujuan Kyuhyun bukanlah untuk minta maaf atas sikapnya kemarin, kemungkinan besar dia sudah memukul kepala anak ini. Dia tidak suka omongannya dijadikan bahan tertawaan.

“Tidak apa-apa sunbae sungguh,” Chanyeol sampai menghapus air mata yang keluar akibat tawanya, “Aku tidak masalah dengan hal itu. Dan kurasa kita hanya datang disaat yang tidak tepat.”

Kyuhyun tersenyum lega dengan pengakuan Park Chanyeol, dengan menatap mata hitam miliknya, Kyuhyun yakin menganggap laki-laki dihadapannya ini berkata jujur.

Kyuhyun menepuk bahu Chanyeol beberapa kali akibat perasaan leganya, “Kau tahu? Kau lelaki yang sopan. Kupikir kita bisa menyusun kembali rencana pertemuan dengan adik perempuanku?”

Hening. Park Chanyeol tampak berfikir. Bukan karena adik perempuan Kyuhyun terlihat sangat berantakan atau mempunyai rambut sebahu yang tidak terurus. Hanya saja, Soo Yeon pasti membencinya. Yah… tak jarang wanita kesal karena dijodoh-jodohkan begitu kan?

“Hei, aku hanya bercanda” Kyuhyun menyela lamunan Chanyeol dan terkekeh pelan setelahnya, “Sebagai permintaan maaf kutraktir kau makan siang nanti.”

Sunbae, tidak perlu seperti itu aku kan sudah bilang kalau …”

“Tidak ada penolakan,” potong Kyuhyun, “Ini semua agar perasaanku tidak dihantui rasa bersalah.”

Chanyeol akahirnya membungkuk dengan sopan, “Terima kasih Sunbae.

Kyuhyun tersenyum puas dan menepuk lagi bahu Chanyeol berkali-kali.

“Baiklah, kembali bekerja. Aku juga harus kembali keruanganku. Sampai jumpa.”

Kyuhyun melenggang pergi, menyisakan Chanyeol yang masih mengawasi Kyuhyun hingga lelaki itu hilang di sudut ruangan.

“Dia…ternyata tidak mengerikan.” Gumam Chanyeol.

***

Latihan terakhir pada hari itu nampak kacau. Meskipun begitu, kali ini Jonghyun tidak banyak bicara mengkritik penampilan band mates nya.

Begitupun mereka –band mates Jonghyun-, mereka sering kali mengirimkan tatapan penuh arti seakan sedang berkomunikasi melalui mata. Dan kecanggungan ini semestinya cepat berakhir.

“Kurasa kalian butuh istirahat, ini sudah malam.” Mereka bersyukur suara Yonghwa berdengung di seantero ruangan itu sebagai pengingat mereka. Yah…walapun sebenarnya dia berada disini untuk memberikan pandangan sebagai pemusik juga, tapi rasanya perannya terakhir ini jauh lebih penting daripada apapun.

Jonghun sempat menggumamnkan ‘Thanks God’ karena dia sudah tidak tahan berada di situasi canggung ini, begitupun yang lainnya. Mereka sangat bersyukur Yonghwa mau melihat penampilan mereka saat ini dan datang ke studio. Ini seperti rencana Tuhan, pikir mereka.

“Ya, kita butuh istirahat untuk penampilan besok.” Jungshin juga ikut bicara. Dia lalu memandang Soo Yeon yang banyak melamun sejak tadi. Sejak dia mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Jonghyun menyukainya sekaligus bersalah atas itu.

Mereka semua membereskan perealatan dalam diam. Entahlah…rasanya mereka ingin cepat-cepat keluar dari ruangan itu dan membiarkan Jonghyun dan Soo Yeon untuk menyelesaikan masalah mereka.

“Aku pulang duluan ya,” Soo Yeon membuat berpasang-pasang mata menatap kearahnya –termasuk Jonghyun- “Kakakku pasti marah-marah kalau aku pulang larut. Ponselku mati, jadi aku belum memberitahunya kalau aku akan pulang terlambat hari ini.”

“Kalau begitu aku antar,” kata Jungshin sambil menutup case bass nya, “Aku menginap dirumah bibi beberapa hari ini karena paman sedang berada di luar kota. Jadi –kau pasti tahu- kalau aku melewati kawasan rumahmu. Bagaimana?”

Minhyuk, Jonghun dan Yonghwa mengkerut-kerutkan wajah mereka setelah mendengar itu semua. Bukan… bukan karena mereka iri dan ingin diantar juga oleh Jungshin. Tapi karena ada lelaki lain yang sedang menatap tajam keduanya –dia adalah Jonghyun.

Entah kenapa Soo Yeon kali ini salah tingkah, padahal sebelumnya saat Jungshin ingin mengantarnya dia akan menerimanya dengan senang hati. Apa karena ada Jonghyun? Ah tidak! dia membenci lelaki itu, lalu kenapa juga dia harus merasa tidak enak dengannya? Pikir Soo Yeon.

Jonghyun juga sudah selesai membereskan gitarnya dan menutup case gitarnya. dia tidak banyak bicara dan melenggang begitu saja dari ruangan tersebut, disusul Yonghwa yang sebelumnya pamit undur diri.

“Ba..baiklah, terima kasih sudah mau mengantarku.” Soo Yeon bahkan mengucapkannya dengan terbata, ugh… kenapa sih suasana canggung ini semakin membuatnya salah tingkah?

***

Kalau mau tahu perasaan Soo Yeon sekarang, dia pasti tidak bisa menjawabnya. Sebab gadis itu juga tidak tahu sensasi apa yang sedang menyeruak di hatinya saat ini. Begitu banyak hal yang tak dimengertinya saat ini. Seperti getaran halus saat pandangannya bertemu dengan Jonghyun, atau saat suara lembut itu memanggil namanya. Ah…Soo Yeon benci semua ini. Dia benci memikirkan Lee Jonghyun.

“Hei, kau melamun terus daritadi.” Jungshin yang saat itu mengendarai mobil mencairkan suasana, “Kau memikirkan apa?”

Pandangan Soo Yeon beralih ke Jungshin sekarang, “Tidak ada.” Jawabnya singkat kemudian kembali melihat pemandangan yang terbingkai dari kaca jendela mobil Jungshin. Soo Yeon tentu saja berbohong dengan Jungshin. Nyatanya sejak tadi dia terus memikirkan Lee Jonghyun dan mengkhawatirkan perasaan aneh yang seharusnya tidak dia rasakan.Well, jauh dilubuk hatinya yang kosong dan suram, jelas masih tersempil nama Jonghyun di sudutnya. Tapi, dia sendiri sudah bertekad untuk melupakan lelaki itu.

Jungshin hanya menghela napas. Dia tahu bahwa Soo Yeon berbohong dengannya. Tidak mungkin sekali kan gadis cerewet yang mengisi waktunya dengan bicara macam-macam tiba-tiba diam dan sering melamun seperti ini? Pikir Jungshin. Dan entah kenapa Jungshin merasa sedikit kecewa, karena Soo Yeon belum cukup percaya untuk menceritakan perihal Jonghyun kepadanya.

“Nah,” Jungshin berhenti di pinggir jalan, tepatnya di kedai eskrim favoritnya, “Bagaimana kalau kita makan eskrim dulu?”

Soo Yeon menoleh malas, “Ngomong-ngomong aku sedang tidak mood untuk makan eskrim. Tapi karena kau sudah berhenti disini maka baiklah.” Dia melepas seat beltnya dan keluar dari mobil. Jungshin tersenyum, yah…semakin lama gadis itu semakin menarik dimatanya.

***

Ada beberapa hal yang membuat Jonghyun hanya tiduran dan berdiam diri di kasur lipat milik Yonghwa. Yang pertama, sudah tentu tentang kekhawatiraannya soal perform mereka besok. Sehebat apapun perform mereka, tetap saja latihan terakhir tadi sangat kacau dan membuatnya tidak tenang seperti ini. Tapi, dia harus mengakui bahwa latihan-latihan sebelumnya cukup bagus untuk dijadikan sebuah perform. Dan yang kedua adalah Soo Yeon. Sudah pasti gadis ini terselip diantara ribuan memori Jonghyun, apalagi tadi Jonghyun mengungkapkan perasaannya dan Soo Yeon tak sengaja mendengarnya. Apakah ini yang dinamakan beruntung? Entahlah. Yang pasti Jonghyun sedikit banyak memperhatikan Soo Yeon akhir-akhir ini, dan gadis itu terang-terangan menghindarinya.

Well, kejadian di masa lalu lah penyebabnya. Mereka berdua tidak pernah berbicara, ataupun minta maaf secara formal. Mereka berdua membiarkan waktu yang mengobati kesalah pahaman itu. Tapi pertanyaan baru muncul.

Sampai kapan mereka akan pura-pura tidak kenal seperti ini?

“Memikirkan perform ya?” Yonghwa menyela lamunan Jonghyun. Dengan terpaksa Jonghyun mengangguk, walaupun sebenarnya dia lebih banyak memikirkan Soo Yeon di banding performnya besok.

“Setelah kuamati sih kalian sudah lumayan bagus. Besok pasti berhasil kok.” Yonghwa masih sibuk mengeringkan rambut hitamnya yang basah. Lelaki itu memang  suka mandi malam.

“Yah harus kuakui kami memang lumayan,” Jonghyun terkekeh pelan setelahnya, “Hanya saja…” Jonghyun menggantungkan kalimatnya. Yonghwa mendelik dan mengerut-ngerutkan keningnya, “Hanya saja apa?”

Jonghyun berfikir bahwa dia tidak harus cerita masalah Soo Yeon, tentang bagaimana jantungnya mulai berdebar saat berada didekat Soo Yeon, tentang bagaimana gadis itu membuat hatinya merasa tak tenang, tentang bagaimana gadis itu diam-diam menyelusup kedalam hatinya dan menguasainya, tentang bagaimana gadis itu tersenyum, dan lain-lain. Menurutnya itu tidak penting sekarang, masih ada hari lain yang pas untuk menceritakan itu semua dan sayangnya itu bukan hari ini.

“Hanya saja kurasa aku harus mencukur jenggotku, aku terlihat seperti tahanan yang baru lepas kan?” Jonghyun terkekeh lagi. Dan itu membuatnya dihadiahi lemparan handuk dari Yonghwa.

***

Yang terdengar oleh Soo Yeon saat ini adalah hiruk-pikuk murid-murid SMA yang baru saja selesai mengikuti kegiatan ‘Goes To Campus’ dari sekolah yang memang mengadakan program ini. Dentuman-dentuman sound mulai terdengar di senatero kampus, rupanya acara sudah mulai sejak setengah jam yang lalu. dan Soo Yeon datang terlambat.

Soo Yeon menggerutu sendiri didalam perjalanannya menuju lantai tiga –ruang latihannya bersama band Jonghyun. Dia diam-diam menyesal karena semalaman dia tidak bisa tidur. Sebabnya?  Karena Lee Jonghyun dan pernyataan cintanya yang diluar dugaan.

“Maaf aku telat,” Suara ngos-ngosan Soo Yeon membuat semua orang disitu bernapas lega dan mengambil posisi masing-masing. Mereka harus latihan lagi, minimal sekali untuk meyakinkan diri mereka masing-masing.

“Tidak apa Soo Yeon ah,” Jungshin adalah orang pertama yang menanggapi permintaan maaf Soo Yeon, disertai dengan senyumannya yang paling manis tentunya, “Cepat sambar mic mu dan persiapkan diri.”

Soo Yeon langsung menaruh tas nya di jejeran bangku coklat didalam ruangan itu, dan langsung menyambar mic nya, seperti yang Jungshin bilang.

Entah untuk kesekian kalinya, kali ini Jonghyun menggeram menahan rasa kesalnya. Biar bagaimanapun, seharusnya Jungshin bisa lebih jaga sikap didapannya kan?

Tapi lupakan perasaan Jonghyun, karena dia sendiri juga sebenarnya tidak mau memikirkannya. Seharusnya sekarang ini yang dipikirkannya adalah bagaimana mereka menampilkan penampilan yang bagus dan membuat orang lain senang –dan tentunya menarik minat siswa SMA yang sedang mengunjungi kampus ini.

Dan dengan aba-aba darinya, mereka mulai latihan.

***

Gemuruh sorak sorai penonton mulai terdengar lagi kala MC dari acara pentas seni ini mulai menyebutkan serentetan nama band yang sebenarnya tidak diketahui anak SMA itu sendiri. Tapi, euphoria di kampus itu membuat siapapun akan berteriak sekencang-kencangnya. Apalagi saat muncul sejumlah lelaki tampan sedang mempersiapkan alat band mereka masing-masing. Yang ini pasti membicarakan band Jonghyun, tentu saja.

“Oh Tuhan, dia tampan sekali.”

“Dia sudah punya pacar belum ya?”

“Aku mau masuk ke fakultas yang sama dengannya!”

“I Love You, gitar merah!”

Teriak-teriakan gadis-gadis SMA itu menggila, dan tak sedikit yang Soo Yeon dengar. Gemuruh di dadanya membuatnya tidak nyaman, soalnya banyak gadis yang terang-terangan menyebut-nyebut ‘gitar merah’ yang sudah pasti tertuju pada Jonghyun.

“Oke guys, kurasa kalian sudah menunggu penampilan band yang terkenal di kampus ini. Beri tepuk tangan yang meriah untuk band Cayman Island!” suara MC disambut dengan teriakan histeris siswa siswi SMA yang bertembah banyak mengumpul didepan panggung.

Soo Yeon terlihat gugup. Sangat gugup malahan. Tiba-tiba saja riuh rendah dihadapannya hilang, bergantian dengan alunan gitar Jonghyun yang mengusik perlahan.

♬♪♫ Well You only need the light whent it’s burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only know you love her when you let her go. ♬♪♫  -Let Her Go by Passanger

***

Cheers!

Suara dentingan gelas beradu memenuhi ruangan itu, disusul oleh tawa rendah yang berasal dari band Caymand island. Untuk merayakan kesuksesan mereka manggung hari ini, mereka memutuskan untuk makan-makan di resto yang bersebelahan dengan kampus mereka.

Semua tampak terlalu senang. Seperti Minhyuk yang tak henti-hentinya bercerita betapa kerennya tadi ketika dia improvisasi saat manggung, dan gadis-gadis bersorak histeris karena itu. dan Juga Jungshin yang merasa hari itu adalah penampilan terbaiknya karena soundnya terlampau bagus, sampai-sampai dia berniat untuk membelikan sejumlah snack untuk panitia yang mengurus peminjaman sound tersebut. atau Jonghun yang sejak tadi terus saja melipat samgyeopsal dan menjejalkan kedalam mulutnya. Ah…kelihatannya Jonghun memang sangat lapar.

Tapi tidak dengan Soo Yeon.

Ugh…gadis itu berubah pendiam akhir-akhir ini. Biasanya dialah yang paling ramai bercerita, tawanya paling sering didengar, tapi sekarang benar-benar bungkam dan hanya mampu meminum cola dan sesekali menjejalkan samgyeopsal kedalam mulutnya.

Namun, tentu saja Soo Yeon tidak sendiri. Bisa dipastikan saat-saat Soo Yeon muram adalah saat bersama dengan Jonghyun.

Yah…Jonghyun juga ada disitu, dan dia juga sama murungnya dengan Soo Yeon.

Kalau kalian mau tahu, Jonghyun lah yang paling banyak dielu-elukan oleh kebanyakan gadis siang tadi. Tak jarang juga yang meneriakkan namanya (ini pasti teman sekampusnya juga. Kalian ingat kan kalo band Cayman Island ini terkenal dikampus?). tapi, dia tidak bisa segembira Jungshin atau seheboh Minhyuk. Entah kenapa ada bagian dihatinya yang merajuknya untuk berlaku muram dan tak banyak bicara.

Apakah mungkin karena Soo Yeon?

Hyung, kau makan sedikit sekali. Apa kau merasa tidak enak badan?” Minhyuk sempat menoleh kearah Jonghyun yang hanya mengaduk-aduk jajangmyeon nya. Karena biasanya hanya dalam waktu 5 menit dia menghabiskan satu porsi jajangmyeon tersebut. Wow!

“Tidak, tenang saja.” Jonghyun meneguk cola nya sampai habis kemudian menarik tangan Soo Yeon.

Gadis itu jelas terkejut bukan main, air mukanya berubah begitu tahu Jonghyun yang menarik lengannya. Ini jelas tidak sopan. Yang benar saja, mereka tidak saling bicara dan sekarang mereka melakukan erggh…skinship?

“Lepaskan sebelum aku berlaku kasar padamu.” Desis Soo Yeon pelan, sehingga hanya Jonghyun saja yang bisa mendengar ucapannya itu. jantungnya memang berdetak, tapi otaknya menyuruh hatinya untuk mengingatkan kembali perasaan apa yang sebenarnya dia inginkan untuk lelaki itu.

Minhyuk, Jonghun dan Jungshin terkejut juga, tapi mereka memutuskan untuk ‘pura—pura’ tidak melihat kejadian ini dan tetap makan dalam diam.

Jonghyun tidak melepaskan tangan Soo Yeon walaupun gadis itu sudah menatapnya dengan tatapan tertajam miliknya. Soo Yeon pun terpaksa diam. Walau bagaimanapun, saat ini dia berada disebuah resto. Tentu saja banyak orang, apalagi saat ini sudah beberapa pasang mata mulai mencuri-curi pandang kearahnya. Ah…Dia tidak suka kejadian ini mirip dengan drama yang sering ditontonnya.

“Apa sih maumu?” Soo Yeon tidak tahan untuk memaki lelaki yang membuat pergelangan tangannya memerah. Untung saja mereka sekarang berada di sebuah sudut sepi dekat toilet wanita.

“Aku, Lee Jonghyun, memang pernah melakukan kesalahan padamu nona Soo Yeon,” oh bahkan Jonghyun memakai kalimat formal kepada Soo Yeon, “Dan aku tidak suka kau tidak bicara denganku, kau bagian dari band ini selama sebulan terakhir ini. Aku sudah lama mencoba menahan ini semua, tapi aku benci diabaikan.”

Soo Yeon meringis, jelas penuh kebencian, “Kau benci diabaikan tapi kau malah mengabaikan orang. Kubilang ya, ketidak percayaanmu itulah yang membuatku begini. Aku berusaha melupakannya, tapi kau tentu tau itu tidak mudah kan?” tangannya kini melipat didepan dada seolah sedang memarahi anak kecil yang tidak sengaja menumpahkan susu coklat di bajunya, “Dan jangan tanyakan ini lagi. Aku tidak mau bertemu denganmu, ingat itu!”

Detik selanjutnya Soo Yeon merasa jantungnya berdebar bukan main.

Aroma maskulin itu menyeruak ke indra penciumannya.

Ada tangan kekar yang mendekap lembut punggungnya yang rapuh.

Dan dia merasakan detak jantung lain yang berpacu lebih cepat daripada miliknya.

Jonghyun memeluknya!

“Le..lepaskan!” suara Soo Yeon terdengar begitu lemah. Ah… dia benci seperti ini. Dia benci karena dia menyukai Jonghyun memeluknya. Dia benci karena sampai saat ini dia tidak bisa melupakan Jonghyun. Dan dia benci karena diam-diam dia masih menyukai Jonghyun. Dia benci karena selama ini dia sangat bodoh mencintai sahabatnya sendiri.

BUK!

Suara nyaring itu membuat Soo Yeon membuka matanya dan mendapati Jonghyun memegang ujung bibirnya yang berdarah.

Dan anehnya lagi, yang membuat darah itu keluar dari ujung bibir Jonghyun adalah kepalan tangan Jungshin.

“Apa yang kau lakukan huh?” Jungshin tidak pernah semarah itu, mata besarnya melotot dan napasnya juga tersengal sengal.

Jonghyun diam, yang dilakukannya hanyalah memegang ujung bibirnya dan meringis menahan pedih. Jungshin, ataupun teman band lainnya sudah dianggapnya sebagai adik dan keluarga. Jadi, walaupun Jonghyun emosi setengah mati dia harus menahan amarah itu. dia tidak mau –untuk kedua kalinya- kehilangan orang-orang yang disayanginya.

Tanpa berkata-kata lagi, Jonghyun meninggalkan Jungshin dan juga Soo Yeon. Gadis itu merasakan perutnya bolak-balik dan membuatnya keringat dingin. Kejadian seperti itu sudah pasti bukan sesuatu yang ingin Soo Yeon  -atau orang manapun- lihat.

“Kau tidak apa-apa?” sebaliknya, suara Jungshin melemah dan berubah selembut mungkin jika lawan bicaranya adalah Soo Yeon. Alisnya beradu menjadi satu dan tatapan itu berubah menjadi teduh.

“Kau pikir apa yang kau lakukan?” Soo Yeon akhirnya berhasil mengeluarkan suaranya, walaupun pelan sekali dan terdengar seperti orang yang kekurangan udara.

“Aku?” Jungshin bertanya tak mengerti, “Tentu saja aku menyelamatkanmu, apa lagi?” Jungshin memberitahu Soo Yeon seolah itu bukanlah pertanyaan yang seharusnya diajukan pada saat-saat seperti ini.

Soo yeon menghela napas tak percaya. Menyelamatkan katanya? Oh ayolah, memangnya Jonghyun adalah preman yang mencoba memperkosanya atau melakukan tindakan kriminal lainnya?

“Kau-tidak-perlu-melakukan-hal-itu-okay?” Soo yeon menekankan setiap katanya dan mengucapkannya dengan perlahan. Jungshin menggeleng tak mengerti, “Dia memelukmu! Kau tahu itu kan?”

“Lalu kenapa? Tidakanmu itu berlebihan kau tahu? Kau tidak perlu memukulnya seperti itu.”

Jungshin menggeleng frustasi, bahkan dia sempat menggaruk kepalanya gemas, “Tapi aku tidak menyukainya! Dan dia bukanlah orang yang ingin kau ingat, benar kan?”

Okay, kali ini Jungshin sudah masuk terlalu jauh ke kehidupan pribadi Soo Yeon. Dan sayangnya dia tidak menyadari itu.

PLAK! Soo Yeon menampar Jungshin. Entah kenapa dia harus melakukan ini, yang jelas dia tidak suka dengan perilaku Jungshin yang tadi. Dia lelaki baik-baik yang tidak seharusnya melakukan kekerasan. Apalagi didepan seorang wanita.

“Kenapa kau malah menamparku?”

“Dengar, Lee Jungshin,” kata Soo Yeon, “Aku tidak ingin kau melakukan hal itu, dan aku tidak mengerti kenapa kau melakukan itu. Anggap saja ini semua tidak terjadi, dan aku tidak mau kau menyebut-nyebut Jonghyun dihadapanku. Ingat itu!”
Soo Yeon melangkah pergi tapi tentu saja langkah kakinya itu tertahan karena Jungshin sudah terlebih dulu menarik tangannya. Oh man, apalagi sih?! Teriak Soo Yeon dalam hati.

“AKU MENYUKAIMU!” Jungshin berteriak frustasi, “Masa kau tidak melihatnya sih?”

Dan Soo Yeon pun tidak bisa bicara apa-apa lagi.

***

TBC

Aloha ^^/

kebut kebutttt~ gatau kenapa malah sering ngetik ff dibanding ngetik skripsi. hahah (yang ini jangan dicontoh ya)

gimana? cinta segitiga semakin rumit. wohoho~ kira2 nanti Soo Yeon sama siapa hayooo?😛

BTW terima kasih ya udah coment ff aku, maaf aku jarang bales tapi aku baca semuanya kok. LOVE YOU banget pokoknya *lempar bias masing-masing*

untuk siders, kali ini aku tidak akan lempar nastar karena kalian pasti tidak akan muncul *keasikan makan nastar*

kali ini aku mau lemparin kolor Jungshin!!! biar kalian pada muncul semua, hihihi.

muncul ya siders siders yang manis, masa udah cantik/ganteng maunya sembunyi ajasih?

happy reading ^^

10 thoughts on “Love is no big truth [chapter 4]

  1. yiha.. asek namaku ditulis.. (~~’0′)~~ aku mau komen nih thor.. jgn marah ya.. hehehe.. ffnya ttp masih bikin penasaran, tp pas bacanya feelnya kurang dpt thor.. hehehe.. knp ya? ^^v tp justru pas di akhir cerita (yg si jonghyun narik tangan soo yeon sampe tbc) br dpt feelnya.. hehehe.. ttp semangat thor nulisnya.. ^^ duh mantep bgt si soo yeon di rebutin 2 cowo kece.. :3

    asek dilemparin minhyuk.. :3 *tangkep minhyuk*

  2. omo d gnti kolor jungshin aigoooo siap2 d protes Jh dong kkkkkkkkkk
    ahhhh Jungshin oppaaaa knp jd suka soo yeon ,g bolehhhh andwaeeee ,gmna nsib Jh udah oppa sama ak aja hehhe *plaaKkk
    *next thor ^^

  3. Aduhhh~ Jungshin -ah, napa lu main gebuk2 aja sh? Kan kasin si Ajong. *elus pipi Jjong*
    Kenapa pas Jjong meluk Soo yeon, kok berasanya Ajong meluk gue yak?? hwaaaaa~ #abaikan

  4. Annyeong…. salam kenal
    Maafff baru tinggalin comment skrg
    Hehhehehe….
    Huahhhh
    Paling sebel klo cinta segitiga… nanti pasti ada yg sakit hati…
    Hahahhaha
    Tp gimanaa donk.. ud terlanjur suka sama ceritanya… awalnya pas jungshin kasi liat ga in… kirain jungshin naksir ga in… ternyata naksir soo yeon jugaaa….

    Huahhhh

    Ditunggu next partnya yah chingu

    Gomawoooo ^^

  5. Rumit sekali. Iya nih thor, aku juga agak kurang dapet feelnya, apalagi pas lagi nyeritain Kyuhyun. Aneh kalau cerita itu dijadiin pembukaan. Maaf atas komentarnya.
    Lanjut ya thor, penasaran nih

  6. Huaaaah bang Ajong sinii aku obatiinnn :3 kkk😉

    Seru thor.. Jungshin jadi keren gitu haha😀 maap ya diriku baru mampir dan baca FF nya author. Yaaaa.. Cho Soo Yeon,, ayo kamu pilih sapa?? Kalo pilih Jungshin bang Ajong buat aku ajah deh :3 kalo pilih bang Ajong yaudah.. Jungshin lemparin ke aku sini hahah😀

  7. OMG KAAAAK AKU GEREGET BACANYA SUMPAH INI SERU BAAANGETTTT AKU BACA SAMPE TERIAK2 HUAHUAHUAAAA😂😂😂 DAEBAKKKKK *CAPS JEBOL*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s