Illusion

1207331-bigthumbnail

Illusion

 

by ree

 

Cast: CNBLUE’s Kang Minhyuk & f(x)’s Jung Soojung || Genre: romance, angst, fantasy || Rating: PG-15 || Length: vignette || Disclaimer: Inspired by Yoon Hyun Sang ft IU’s ‘When Would It Be’ MV || Note: Lyrics translation by Loen

 

 

 

 

“When will we be able to meet each other?”

 

 

 

 

***

 

 

 

Minhyuk tidak pernah ingat bagaimana ia bisa berada di tempat itu. Tiba-tiba ia terbangun─atau muncul begitu saja?─di sebuah hutan lebat yang entah mengapa sama sekali tidak membuatnya ngeri. Hutan itu selalu sama tiap kali ia ada disana, baik saat ini, setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, tiga tahun yang lalu… Ya, ia memang tidak tahu persis kapan pastinya ia mengalami hal semacam ini. Pernyataan mengenai tahun itu memang hanya persepsinya saja, karena baru ia sadari dirinya selalu mengunjungi hutan tersebut tepat di malam tanggal dua puluh delapan bulan keenam. Malam ulang tahunnya.

Ada sesuatu dari hutan itu yang mengusik hati Minhyuk. Sesuatu yang mendorongnya untuk menjelajahi lebih jauh, sesuatu yang membuatnya penasaran dan ingin mencari, karena ia yakin suatu saat akan menemukannya.

Dan itu memang benar. Pada tiga mimpi terakhir yang dialaminya ia menemukan sesuatu─atau lebih tepatnya seseorang. Gadis cantik yang sedang duduk seorang diri sambil menekuk lutut, menatap sedih ke arah cermin yang tergeletak di ujung kakinya, membuat rambut emas panjangnya terjuntai menutupi sebagian wajahnya.

Ah. Ya. Satu hal yang harus diketahui. Semua itu hanya mimpi.

Penampilan gadis itu tidak biasa menurut Minhyuk. Selama hidupnya ia belum pernah melihat seorang gadis yang panjang rambutnya mencapai mata kaki─berwarna keemasan dan akan berkilau jika terkena cahaya─berkulit seputih salju, bibir semerah mawar, dengan mahkota bunga-bunga liar yang melingkar di atas kepalanya, gaun selutut berwarna kuning gading, tanpa alas kaki, dan cahaya-cahaya kecil yang mengelilingi tubuhnya, terus-terusan duduk diam di tengah hutan sambil menopang dagunya diantara kedua lutut; mengamati cermin besar usang yang entah bagaimana caranya bisa ada disana. Gadis itu seolah sedang menunggu sesuatu. Entah apa.

Mungkinkah… gadis itu bukan manusia?

Minhyuk hanya bisa melihat gadis itu dari kejauhan. Bukannya tidak ingin mendekat, hanya saja ia tidak bisa. Tidak peduli seberapa banyak langkah yang ia buat untuk menghampiri gadis itu, pada akhirnya ia kembali lagi ke titik awal dimana ia pertama kali menemukan gadis tersebut. Sungguh aneh memang, seolah ada dinding transparan yang membatasi mereka. Dan anehnya lagi, gadis itu sama sekali tidak menyadari keberadaan Minhyuk, walaupun ia yakin dirinya tidak sedang berada dalam posisi bersembunyi atau berada di balik pohon, rerumputan, atau apapun yang menghalangi. Gadis itu lebih memilih berbicara pada cermin dihadapannya, sesekali menyingkirkan helaian daun kering dan butiran debu yang menempel di permukannya sambil bersenandung kecil.

When would it be that we can say warm welcome to each other

And ask each other how we’ve been with a smile?

When, when, when

Would that possible?

Cukup lama mengamati, Minhyuk semakin terhanyut dengan pesona gadis itu. Kecantikannya yang tidak manusiawi dan nada-nada yang mengalun indah dari bibirnya. Sedikit banyak ia bisa merasakan apa yang gadis itu rasakan. Ah, tidak, lebih tepatnya semakin lama ia semakin bisa merasakan apa yang gadis itu rasakan. Tiap kali ia melihat gadis itu di mimpinya, ia merasa iba. Iba karena tampaknya apa yang ditunggu gadis itu belum juga tiba. Dan entah kenapa perasaan yang melenceng jauh menjadi ikut muncul. Tiap kali ia melihat gadis itu di mimpinya, ia juga merasa rindu.

Napas Minhyuk tercekat manakala gadis itu menghela napas pelan, kemudian menggerakkan tangannya mengusap cermin sambil menggumam lirih.

“Kapan aku bisa bertemu denganmu, Kang Minhyuk?”

Saat itu juga Minhyuk tersentak. Jiwanya yang melayang-layang seolah diraup masuk kembali ke tubuhnya, memaksanya untuk kembali ke dunia nyata. Dengan pandangan yang masih kabur ia menegakkan punggungnya. Dalam sekejap semua pemandangan hutan sudah berubah menjadi ruang tamunya yang biasa. Tidak ada gadis, tidak ada cermin, yang ada hanya dirinya. Sendirian terduduk di sofa.

Minhyuk menyandarkan dirinya kembali ke sofa sambil menopangkan punggung tangannya di dahi. Rasa pusing karena terbangun tiba-tiba masih menderanya. Mimpi itu terasa sangat nyata. Berkali-kali, di hari yang sama setiap tahun. Ia seolah benar-benar pergi ke tempat itu dan akan dipaksa kembali ke dunia nyata jika waktunya telah habis. Satu hal yang menjadi pertanyaannya; apa gadis itu benar-benar ada?

Minhyuk menatap kosong ke arah langit-langit apartemennya. Pendapat bahwa manusia akan melupakan sembilan puluh persen mimpinya ketika terbangun tampaknya tidak berpengaruh pada dirinya perihal mimpi yang satu ini. Ia ingat semua yang dilihatnya dengan jelas. Semuanya. Saking jelasnya hingga ia tidak bisa lagi membedakan itu mimpi atau bukan.

Pria muda itu menghela napas. Kalau begitu ia harus menunggu tahun depan untuk bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Ia sudah tidak peduli gadis itu benar-benar nyata atau tidak. Yang jelas gadis itu mengenalnya. Gadis itu ingin bertemu dengannya. Dan percaya atau tidak, ia juga merasakan hal yang sama.

“Kapan aku bisa bertemu denganmu?”

Kaki Minhyuk melangkah begitu saja ke sudut ruangan yang lain, tempat sebuah piano klasik yang dibelinya dua tahun yang lalu tersimpan. Ia memang tidak begitu sering memainkannya, melihat dari jadwal kegiatannya yang padat. Namun tidak pernah ada nada yang sebegitu ingin dimainkannya selain lagu yang ia dengar dari bibir gadis itu.

Ia kaget, kagum, sekaligus bingung bisa mengingat dan memainkan lagu tersebut dengan tepat. Mungkin memang ada suatu koneksi antara dirinya dan gadis itu. Dan entah nada ini bisa mengurangi kerinduannya, atau justru malah membuatnya semakin bertambah.

Minhyuk mengakhiri not terakhir dari lagu yang dimainkannya dalam kemenungan. Ia tak berniat untuk mencatatnya dalam buku atau kertas karena sudah lima kali ia memainkannya dan tidak sedikit pun ia lupa. Bayang-bayang gadis itu semakin melekat kuat dalam hati dan pikirannya. Entah apa yang gadis itu lakukan. Jangan-jangan ia memang sudah gila.

Ia ingin bertemu gadis itu sekarang.

“Krystal…”

 

***

 

Soojung melangkahkan kakinya perlahan menyusuri sudut ruangan. Diamatinya tiap jenis alat musik yang terpajang rapi disana, sembari menunggu Ahjussi pemilik toko memperbaiki senar gitarnya yang putus. Entah bagaimana caranya senar itu bisa putus ketika ia memainkan gitarnya kemarin. Untung saja jarinya tidak terluka.

Perhatian Soojung teralihkan begitu sayup-sayup ia mendengar suara dentingan piano yang berasal dari ruangan lain. Sontak ia menoleh, lalu dengan sedikit tergesa melangkahkan kakinya menuju ruangan sumber suara tersebut. Tidak salah lagi. Ini nada yang dikenalnya.

Lagu yang selalu didengungkannya.

Langkah kaki Soojung melambat seiring dengan jarak antara dirinya dan ruangan tersebut yang semakin mendekat. Ada suatu gejolak dalam dadanya. Hati kecilnya mengatakan mungkin hari inilah saatnya. Hari dimana ia akan bertemu dengan orang yang ditunggunya sejak dulu.

Namun gadis berambut hitam panjang itu tidak ingin terlalu memaksakan ego dan membuat semuanya menjadi berantakan. Ia ingin memastikan, dan menikmati alunan nadanya hingga selesai. Karena itulah ia hanya berdiri di sudut ruangan, bersandar di dinding sambil memandangi punggung sang pianis tanpa suara.

“Kaukah itu?”

Senyum Soojung mengembang sepanjang pria itu menarikan jemarinya di atas tuts hitam dan putih. Nada yang dimainkannya sama persis seperti apa yang didengungkannya. Ada kerinduan yang terselip disana, tepat seperti apa yang dirasakannya.

Saat itu juga Soojung merasa lega. Penantiannya selama ini berakhir sudah.

“Lagu itu bagus. Kau mengarangnya sendiri?” tanya seorang pria lain kepada sang pianis setelah lagu tersebut berakhir.

Pianis itu menggeleng, “Aku mendengarnya dari mendiang kakekku. Ia suka sekali memainkannya. Katanya lagu ini dipersembahkan untuk seorang peri.”

“Peri?”

Pianis itu mengedikkan bahu, “Entah apa maksudnya. Aku tidak pernah tahu kakekku tertarik dengan hal semacam itu.” ia kemudian terkekeh, “Lucu, ya. Peri kan tidak nyata.”

Mendengar hal tersebut, senyum di bibir Soojung perlahan-lahan memudar, berganti dengan genangan air di pelupuk mata yang membuat pandangannya mengabur. Ingin sekali rasanya ia bertanya, namun sesuatu terasa mengganjal tenggorokannya; menahan semua kata-kata yang hendak keluar dari bibirnya dan jika ia paksakan, maka hanya tangisanlah yang akan menghambur keluar. Sebelum isakannya terdengar dan menjadi pusat perhatian, dengan kaku ia pun membalikkan badan dan keluar dari ruangan tersebut. Dadanya terasa sakit. Sangat sakit.

Ya. Penantiannya berakhir sudah.

 

When would it be possible for me

To smile in front of you like nothing happened?

When?

 When will we be able to look into each others eyes and smile?

If I can

I want to

Even wait like this

***

 

I miss this couple!!😦 Yah, itulah kenapa aku nulis FF tentang mereka lagi. Lagian Minhyuk belum muncul-muncul di drama baru, padahal drama Krystal udah selesai *malahcurhat**abaikan* Aku lagi suka sama lagu ‘When Would It Be’-nya Yoon Hyun Sang dan IU, trus terinspirasi bikin cerita ini. Seperti yang sudah disebutkan diatas, ini terinspirasi dari MV-nya loh ya, jadi pasti mirip. Dan bukan dari liriknya. Kalo yang belum terlalu ngerti mungkin bisa langsung dicek MV-nya aja disini. Baca sambil dengerin lagunya juga recommended banget.

Maaf ya, setelah sekian lama menghilang aku malah cuma bisa ngasih vignette. Readernya udah pasti banyak yang menghilang😦 Yasudah tak apalah. Keinginan buat nulis itu ada, tapi waktu dan ide kadang-kadang ga ada. Semoga cerita yang pendek ini bisa sedikit menghidupkan kembali blog kita tercinta ini *halah*

Makasih atas comment-nya. Maaf kalo aku ga bisa bales satu per satu, tapi semua pasti kubaca, kok! Thank you😀

13 thoughts on “Illusion

  1. aku baca kok say….hehehe^^ tapi agak bingung soalnya gak nangkep koneksi antara adegan minhyuk sama adegan soojung….mian ya sama reader yang ga mudengan ini…^^
    percaya deh udah pada kangen sama ff di blog ini…sebelum ini aku selalu ke sini buat liat update baru…..tapi emang dah lama banget ga ada update..^^ hwaiting ne…^^

    • Halo! Makasih ya udah baca🙂 Iya, aku juga jadi Author di salah satu blog lain tapi akhir-akhir ini disana juga sudah tidak se-update dahulu😦

      Aku jawab ya, hitung-hitung hadiah sebagai first commenter dan akunya yang kangen juga balesin comment reader *maafin*

      Ehm, jadi kalo yang di adegan awal Minhyuk masih bertanya-tanya Krystal yang dia temuin di mimpi itu sebenernya ada atau nggak, nah di adegan kedua terjawab kalo gadis itu sebenernya ada. Dia memang bukan manusia, melainkan peri. Bertahun-tahun dia nyoba buat ketemu langsung sama Minhyuk lewat cermin besar itu, tapi selalu ga bisa. Sampai akhirnya dia berhasil menginjakkan kaki di dunia manusia, menjalani kehidupan seperti orang biasa dengan menggunakan nama Soojung. Waktu dia merasa kalo hari itu bakal ketemu Minhyuk, ga taunya ternyata itu cucunya, yang berarti Minhyuk-nya udah tua dan udah meninggal pula (kan bertahun-tahun). Kenapa Soojung ga menua? Ya karena dia peri. Dan dia ga sadar kalo waktu udah berjalan terlalu lama sebelum ia berhasil ke dunia manusia, begitu…

      Semoga ini bisa menjawab pertanyaanmu, ya. Kalo ada pertanyaan lain jangan malu-malu untuk bertanya. Sebisa mungkin aku bakal jelasin. Thank you😀

      • wow out of my imagination banget aku pernah tau lagu IU yabg jadi sumber cerita ini tapi ga merhatiin ceritanya…kayaknya mirip2 sama MVnya Sunggu 60 sec ya…rada out of imagination….^^ tapi keren Thor…^^ jangan kapok update ya….kangen ff di sini nih^^

  2. huweeee aku juga kangen sama couple ini, dan ceritanya bener2 diluar dugaan. tadinya aku pikir itu yg mainin piano si minhyuknya hihihi.
    iyanih wp nya udah jarang update huhu, nice ff ree. kutunggu ff yang lain yaaaa 😚

  3. aku suka thor~ huaa~ jadi ceritanya soojung itu peri? nah minhyuk pas ngomong gitu ga liat soojung kah?
    bagus thor.. bahasanya jg bikin gw ngikut kedalam cerita.. kok jarang ada updatean ff lg ya thor?

  4. aku suka thor~ huaa~ jadi ceritanya soojung itu peri? nah minhyuk pas ngomong gitu ga liat soojung kah?
    bagus thor.. bahasanya jg bikin gw ngikut kedalam cerita.. kok jarang ada updatean ff lg ya thor??

  5. Aku juga baca ko hhe, cuma aku kurang ngerti sama alur ceritanya kaya gmna hhe😀 setiap hari aku selalu nyari ff main cast nya hyukstal , ayodong penuhin lagi blog ini sama ff hyukstal pleaseeee :* fighting buat bkin ff nya lagi

  6. Wuh.. minhyuk >< udah lam ya gak baca fanfic disini, dan yg pertam ditemuin malah menyentuh kayak gini *plak

    Dan aku download lagu yang saranin di atas. Sedih ya lagunya huhu *lap air mata*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s