Bad Luck Jonghyun

pizap.com14130049473551

Title: Bad Luck Jonghyun
Author: Hastiandri
Rating: T, tetapi mengandung kata-kata yang tidak senonoh (?)
Genre: Comedy, ada romancenya dikit
Length: Oneshoot
Main Cast:
– Yonghwa CNBLUE
-Jonghyun CNBLUE
-Minhyuk CNBLUE
-Jungshin CNBLUE
Other Cast:
Beberapa tokoh figuran seperti anak SMA, mbak apoteker dan abang penjual es krim
Disclaimer: Fanfic ini murni hasil dari pemikiran saya, kalo anak CNBLUE murni ganteng bawaan dari sananya
Note: Fanfic ini terinspirasi dari gaya Jonghyun yang sok ganteng kalo lagi menyibakkan rambut. Sebelumnya saya juga mau minta maaf karena saya udah ngelaknatin anak-anak CNBLUE di fanfic ini muehehe. Oh iya saya juga termasuk newbie dalam urusan buat fanfic, jadi maklum aja ya kalo ceritanya kadang suka renyah aka garing gitu ^.^v Oke, happy reading dan jangan lupa buat komen yaaa~!! ^^
“Lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang diaaaaaa” Lee Jonghyun, lelaki berusia 24 tahun yang menderita penyakit kegantengan akut nampak asyik berdendang dikamarnya sambil menyisir rambut coklatnya yang sedikit berantakan.
“Gue makin lama makin ganteng aja nih” ucap Jonghyun dengan coolnya, lalu dengan masih memasang wajah keren ia menyibakkan rambutnya dengan jemarinya, persis kayak model shampoo anti ketombe.
“Kata fans gue, gue makin seksi kalo rambut gue gondrong kayak gini” Jonghyun nge-smirk, kaca sampai pecah saking nggak kuat nampilin ketampanan si Burning Boy ini. Seandainya para Fangirl melihat bagaimana Jonghyun senyum menyeringai seperti itu pasti mereka sudah tidak berdaya, tergolek lemas di lantai dengan mulut berbusa sambil bilang “Oppa, plis jangan senyum kayak gitu lagi, nyawaku cuma satu”.
Oke balik ke cerita….
“Uhuk…uhuk” terdengar suara gaib dari kamar sebelah, namun Jonghyun tidak menggubrisnya.
“Uhuukkkk……uhuukkkk” lagi-lagi suara itu terdengar, Jonghyun mulai risih.
“Uhukkkk….uhukkkkk…hooeekkkk” makin lama suaranya makin ngeselin.
“DEMI KULIT KERANG AJAIB! SUARA SIAPA SIH ITU? GANGGU PENDENGARAN GUE AJA!” Jonghyun berteriak sambil misuh-misuh.
“Suara gue hyung, uhuk” penghuni kamar sebelah akhirnya mengakui bahwa ia pemilik suara tersebut.
“Batuk lo nggak nyante!” ucap Jonghyun kesal. Bagaimana tidak, setau dia dorm tempat ia tinggal berisi empat lelaki tampan yang masih bisa dibilang muda tapi kenapa suara batuk yang barusan terdengar seperti suara aki-aki umur 80-an? Sungguh ia dibuat bingung.
Karena penasaran, akhirnya ia melangkahkan kaki menuju kamar sebelah. Dengan perlahan ia memutar kenop pintu, dan terlihatlah sang maknae CNBLUE yang sedang terbaring di tempat tidur dengan tubuhnya ditutupi selimut tebal sehingga hanya wajahnya saja yang nampak.
“Lo kenapa sih?” tanya Jonghyun seraya duduk di pinggir tempat tidur.
“Gue nggak enak badan hyung” jawab Jungshin –penghuni kamar tersebut- dengan lemas.
“Tumben lo sakit. Makanya jangan maen di got mulu, gini nih akibatnya” ledek Jonghyun. Namun ia nampak khawatir dengan keadaan dongsaengnya ini. Ditempelkan punggung telapak tangannya ke dahi Jungshin, dan benar saja dugaannya, Jungshin ternyata demam.
“Hyung…..” ucap Jungshin manja.
“Apa?” jawab Jonghyun.
“Suaraku serak seperti kodok” alaynya Jungshin keluar, dengan imutnya ia memegang lehernya.
“BODO!” jawab Jonghyun dalam hati. Ia hanya bisa mendengus kesal, ingin sekali ia lontarkan kata-kata tersebut namun ia urungkan niatnya karena ia tahu Jungshin sangat manja kepada Yonghwa. Kalau saja ia mengatakan hal itu, bisa-bisa Jungshin mengadukannya kepada Yonghwa dan imbasnya ia hanya makan nasi dengan r*yco untuk satu bulan ke depan.
“Gue mau bilang ke Yonghwa hyung kalo elo sakit” dengan malasnya Jonghyun menyeret dirinya ke ruang tengah. Nampaklah Yonghwa yang sedang serius menyaksikan acara televisi kesukaannya, Ganteng Ganteng Sering Gila.
“Hyung…..” Jonghyun memanggil Yonghwa, namun ia diacuhkan.
“Yonghwa hyung…..” Jonghyun memanggil Yonghwa sekali lagi. Tetapi sayang, hyungnya ini memang terlalu fokus menonton sinetron favoritnya. Karena kesal, akhirnya Jonghyun mengambil remote televisi dan mematikan televisinya.
“Ahhhh, darah suci Nayla!” teriak Yonghwa layaknya banci digerebek Satpol PP.
“Yonghwa hyung, Jungshin sakit tuh! Panggil dokter gih” mendengar ucapan Jonghyun, Yonghwa langsung bangkit dari sofa dan bergegas menuju kamar Jungshin.
“Jungshinaaaaaaaa, kamu kenapa?” terdengar suara sok perhatian Yonghwa dari kamar Jungshin. Jonghyun merebahkan tubuh atletisnya ke sofa. Perlahan ia menutup kedua matanya dan berusaha untuk tidur. Namun baru lima menit ia bersantai , tiba-tiba Yonghwa berteriak kepadanya.
“Jonghyuuunnnn, coba tanya sama Minhyuk, obat penurun demam sama obat batuk masih ada apa nggak” nasib sial memang sedang menimpa Jonghyun. Ia mengumpat dalam hati, kenapa semuanya harus dia yang melakukan? Ia bertanya-tanya, kemana Dewi Fortuna yang bisa menyelamatkannya dari kesialan ini. Setelah diselidiki ternyata Dewi Fortunanya lagi ke Eropa, liburan katanya.

“Tok tok tok” diketuknya pintu kamar Minhyuk, terdengar sang pemilik kamar mempersilakan Jonghyun untuk masuk. Nampak Minhyuk yang sedang asyik bermain game online di PCnya.
“Aje gile ini anak masih aja maenin DOTA” Jonghyun geleng-geleng kepala.
“Masih mending gue maenin DOTA daripada gue maenin perasaan cewek” Jonghyun speechless mendengar ucapan Minhyuk barusan. Bisa aja nih anak ngelesnya, pikirnya dalam hati.
“Yee ini anak ingusan gaya amat bawa-bawa urusan percintaan. Kotak obat dimana?” tanya Jonghyun.
“Kenapa? Lo sakit hyung? Sakit apa? Sakit perut karena PMS? Wah sori kalo obat kayak gitu gak ada” jawab Minhyuk cuek.
Grrrrr ingin rasanya ia bawa Minhyuk ke tukang cukur terdekat dan ia habisi rambutnya. Setelah itu ia bawa Minhyuk ke negara api agar Minhyuk bisa menghentikan Raja Api Ozai. Eh tunggu dulu, emangnya Minhyuk itu Aang?
“Sohib lo sakit tuh, gue disuruh bos buat nyariin obat penurun demam sama obat batuk” curhat Jonghyun.
“Kotak obat ada di deket dapur. Seinget gue obat penurun demam ada, tapi obat batuknya nggak ada” Minhyuk mempause permainannya dan menatap Jonghyun. “Gue minta tolong elo beli obat batuknya ya di apotek. Oh iya, sekalian tolong beliin obat ini” Minhyuk menyodorkan secarik kertas kepada Jonghyun.
“Apaan nih?” tanya Jonghyun bingung.
“Itu daftar persediaan obat kita yang abis. Ayo lah, elo kan hyung gue yang paling tampan dan berani” Minhyuk memohon dengan puppy eyesnya.
“Iya gue beliin ntar” entah kenapa kata-kata tersebut keluar dari mulut Jonghyun. Padahal ia sangat malas untuk keluar rumah dan kenapa tiba-tiba Minhyuk menyuruhnya membeli obat? Kenapa ia mau disuruh-suruh oleh Minhyuk? Dan apakah bisa seorang Lee Jonghyun yang kerjaannya cuma makan, tidur, main gitar dan modusin cewek bisa membeli obat di apotek? Entahlah, coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Anjir, gue lupa apotek di sebelah mana” Jonghyun celingak-celinguk kebingungan mencari apotek. Perlu diketahui, apartemen CNBLUE baru saja pindah sekitar dua minggu yang lalu sehingga Jonghyun masih belum terlalu hafal daerah sekitar apartemennya.
“Seinget gue disini deh, samping supermarket. Tapi kenapa nggak ada? Apa jangan-jangan udah pindah?” oh Jonghyun benar-benar kebingungan saudara-saudara. Backsound lagu Alamat Palsu tiba-tiba terngiang di kepala Jonghyun.
“Kemana kemana kemana. Ku harus mencari kemana” Jonghyun keasyikan. Ia menyesal, seharusnya ia bertanya dulu kepada Ayu Ting-Ting agar dia tidak mendapat alamat palsu *apa hubungannya?
“Gue nanya orang aja deh. Hmm, ada anak sekolahan di depan, coba gue tanya” baru lima meter Jonghyun melangkah, namun ia berhenti di tempat dan ia urungkan niatnya. Pasalnya, dua gadis SMA yang awalnya ingin Jonghyun tanyakan tiba-tiba berteriak histeris seraya berlari ke arahnya.
“KYAAAAA JONGHYUN OPPA! KYAAAAA PELUK AKU OPPA!” Jonghyun ambil ancang-ancang dan segera lari terbirit-birit agar terhindar dari serangan ganas fansnya. Salahnya sendiri, siapa suruh keluar dorm tanpa mengenakan masker dan kacamata?
“Ntar kegantengan gue nggak diliat orang kalau gue keluar dorm pake kayak gituan” begitu jawab Jonghyun jika ditanya mengapa tidak menutupi identitasnya jika ingin pergi ke tempat umum.
Yeee, bisa aja nih si mas Jonghyun. Digaruk fans baru tau rasa!

Akhirnya Jonghyun bisa melarikan diri dari serbuan fansnya. Dengan nafas yang terengah-engah, ia duduk di sebuah bangku taman sambil beristirahat. Ia seka peluh yang jatuh dari keningnya. Baru saja ia mengatur nafasnya, tiba-tiba terdengar suara yang sangat ia rindukan.
“Telolet…….telolet…….telolelolet” dengan gembiranya Jonghyun mencari sumber suara tersebut. Dilihatnya seorang mas-mas dengan gerobak warna merah sedang menjajakan barang dagangannya.
“BANG, BELI BANG!” sungguh, seluruh orang disekitarnya memandang Jonghyun dengan tatapan aneh. Bagaimana tidak, coba saja kau bayangkan seorang lelaki macho tiba-tiba berteriak keras hanya untuk membeli sepotong es krim. Pasti kalian akan bergidik geli.
“Es krim yang ini berapa harganya?” Jonghyun mengambil es krim dengan tiga warna yang terlihat sangat menyegarkan.
“Udah ambil aja, gak usah bayar” ucap sang penjual es krim.
“Wah, makasih banyak ya” senyum sumringah terukir di wajah Jonghyun.
“Sama-sama ganteng” si mas-mas penjual es krim senyum nakal sambil kedip-kedip.
GLEK! Jonghyun menelan ludah.
“ Anjir ternyata mas-masnya banci. Gue lebih baik segera pergi dari sini” Jonghyun buru-buru kabur.

Setelah sekian lama mencari, akhirnya Jonghyun menemukan letak apoteknya. Dengan gagahnya ia menapakkan kaki memasuki apotek tersebut.
“Selamat pagi, ada yang bisa diban- eh, Jonghyun ssi” mbak-mbak apoteker tersipu malu melihat seorang Lee Jonghyun menjadi salah satu pelanggannya pagi ini. Oh, beruntungnya aku hari ini, ujar mbak apoteker dalam hati.
“Pagi” Jonghyun menjawab dengan manisnya sehingga terlihat dua lesung pipit yang tersembunyi diantara pipinya. Sungguh, segera bawakan oksigen tambahan untuk mbak apoteker. Doi nggak bisa nafas setelah disenyumin Jonghyun, kehabisan oksigen katanya.
“Ah…umm…..mau cari apa?” tanya mbak apoteker dengan malu.
“Mau cari obat batuk sama ini” Jonghyun memberikan secarik kertas kepada mbak apoteker.
“Umm….tunggu sebentar ya. Jonghyun ssi bisa duduk dulu di sebelah sana” mukanya mbak apoteker udah merah banget karena nggak tahan tatapan sama Jonghyun.
“Iya, makasih. Kamu perhatian banget sih” jawab Jonghyun sambil senyum ganteng. Mbak apoteker megap-megap di tempat.
Njiirrrrrr modus banget si Jonghyun!
Jonghyun duduk di sofa yang terdapat di pojok ruangan sembari menunggu mbak apoteker mengambil pesanannya. Ia melirik ke sebuah majalah yang terdapat di atas meja. Dengan malasnya ia buka halaman demi halaman majalah tersebut. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah artikel yang berbunyi ‘Lee Jonghyun CNBLUE, Gitaris Tampan dengan Pesonanya yang Memukau’.
“Nggak nyangka orang-orang semakin menyadari ketampanan gue” narsisnya Jonghyun kumat lagi. Ia membaca dengan penuh rasa bangga artikel tersebut hingga suatu kalimat membuatnya kesal.
“Seiring berjalannya waktu, karier dan popularitas Jonghyun pun semakin bersinar. Namun, popularitasnya masih berada di bawah rekan satu bandnya sekaligus leader dari CNBLUE, Jung Yonghwa”
“Heeellooooo, plis deh jangan banding-bandingin gue ama Yonghwa hyung! Yonghwa hyung aja nggak pernah bandingin gue ama dia. Rese banget nih yang bikin berita” Jonghyun misuh-misuh.
“Jonghyun ssi, ah maksudku Tuan Lee Jonghyun, ini pesanan anda. Totalnya jadi sepuluh ribu won” si mbak apoteker memanggil Jonghyun dan membawakan obat yang Jonghyun pesan.
“Nggak usah pake tuan ah manggilnya, cukup Jonghyun aja” Jonghyun masih aja modusin si mbak apoteker duh.
“Apakah ada yang bisa dibantu lagi?” si mbak apoteker bertanya.
“Hmm, ada. Bisa kamu kasih nomor handphone kamu?” Jonghyun mendekati si mbak apoteker, mbak apotekernya udah kejang duluan.
Lee Jonghyun, modusin cewek everytime and everywhere.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Gue pulang” Jonghyun baru saja tiba di dorm dan kepulangannya disambut oleh tatapan sinis dari Yonghwa.
“Dari mana aja? Gue suruh ambilin obat tapi malah pergi keluyuran” Yonghwa menginterogasi Jonghyun.
“Abis dari apotek, obat batuknya abis” Jonghyun diam tak berkutik.
“Ke apotek apa kemana? Masa ke apotek ampe dua jam. Nggak kasian apa ama Jungshin, dia batuk terus nggak berhenti” Yonghwa menceramahi Jonghyun.
“Gue tadi nyasar hyung, gue lupa apotek di sebelah mana” se-songongnya Jonghyun, dia tetep aja diam kalo udah berurusan sama hyungnya itu.
“Yaudah, mana obat batuknya?” Yonghwa mengulurkan tangan. Jonghyun memberikan obatnya kepada Yonghwa.
“Lo makan dulu sana, gue udah bikin makan siang. Bilangin Minhyuk juga, itu anak kalo udah main game udah deh lupa segalanya ” Jonghyun masih bernafas lega, segalak-galaknya Yonghwa, ia masih saja memikirkan para dongsaengnya.
Jonghyun menyeret dirinya malas ke dapur, dilihatnya Minhyuk sudah duduk manis di meja makan.
“Hyung, sini makan! Gue ambilin ya makanannya” Minhyuk dengan cerianya menyambut kedatangan Jonghyun yang wajahnya udah lecek banget kayak kertas bungkus cabe.
“Thanks, emang cuma elo yang bisa ngertiin gue” Jonghyun jadi curhat dadakan.
“Lo kenapa lagi hyung?” Minhyuk yang melihat Jonghyun dalam keadaan bad mood bertanya.
“Gue abis dimarahin Yonghwa hyung gara-gara kelamaan beli obat buat Jungshin. Tadi tuh gue nyasar, plus gue dikejar-kejar fans jadinya ya lama gue belinya” curhat Jonghyun.
“It’s ok hyung, Yonghwa hyung cuma panik gara-gara si Jungshin batuknya makin menjadi-jadi. Abisnya Jungshin bandel juga sih, dipanggilin dokter juga gak mau” Minhyuk menjelaskan.
“Diomelin sama Yonghwa hyung itu sakitnya disini” Jonghyun mengepalkan tangannya ke dada, Minhyuk langsung bergidik geli.
“Melankolis banget sih lo. Abis ini tanding main bola ama gue mau nggak? Tapi gue maunya main pake taruhan” Minhyuk memberi usul.
“Boleh, pake apa taruhannya? Duit?” Jonghyun nampak antusias.
“Yaelah hyung, duit gue udah banyak, gue gak butuh duit. Setiap satu gol, yang menang bakal nyabut bulu kaki yang kalah sebanyak sepuluh helai, gimana?” jawab Minhyuk penuh rasa kemenangan.
“Oke, gue setuju” dan mereka pun akhirnya menyetujui taruhan tersebut.

Selesai makan, mereka segera menuju ruang tengah dan menyalakan televisi serta playstation. Minhyuk dengan sumringah datang seraya membawa stick kesayangannya. Jonghyun juga tidak mau kalah, ia juga membawa stick miliknya sendiri.
“Oke hyung, persiapkan bulu kaki lo yang indah itu. Karena abis ini kaki lo bakalan mulus nggak ada bulu” Minhyuk menantang Jonghyun.
“In your dream Minhyuk. Siapin aja tisu yang banyak, gue takutnya elo mewek menangisi kekalahan lo” Jonghyun tertawa menghina.
Pertandingan pun dimulai. Sebenarnya terbesit rasa ragu di hati Jonghyun, karena ya Minhyuk ini adalah Master of Game. Game apapun yang dia mainkan, pasti dia tidak akan pernah kalah. Namun berbekal rasa percaya diri karena telah mengalahkan Yonghwa saat bermain game Tekken selama tiga kali berturut-turut, Jonghyun memantapkan niatnya.
Lima menit pertandingan berlalu, skor mereka masih 0-0.
Sepuluh menit berlalu, skor berubah menjadi 1-0.
Lima belas menit berlalu, skor bertambah menjadi 3-0.
Hingga akhir pertandingan, skor akhir menjadi 5-0.
“Hyung, gue nggak nyangka kalo akhirnya kayak gini” Minhyuk menunduk sedih meratapi hasil akhir pertandingan.
“Minhyuk, gue tau apa yang lo rasakan” Jonghyun terduduk lemas.
“Hyung, elo…..elo………ELO KALAH NYAHAHAHA!!” tawa laknat keluar dari mulut Minhyuk, Jonghyun hanya bisa meratapi nasibnya.
“Gue hari ini panen bulu kaki, yuhuuuuu” Minhyuk jejingkrakan. Bayangkan, Minhyuk berhasil membuat gol sebanyak lima kali. Coba kalian hitung berapa banyak bulu kaki yang akan dicabut oleh Minhyuk.
“Plis Hyuk, pelan-pelan” Jonghyun udah bergidik ngeri.
“Sori hyung, gue sukanya main kasar” Minhyuk tersenyum jahil. Diraihnya kaki Jonghyun yang kini sudah siap menjadi mangsanya. Dengan semangat 45 Minhyuk mencabut bulu kaki Jonghyun.
“ADAAWWWW!! SABLENG LO!! KAN GUE BILANG PELAN-PELAN!!” Jonghyun mengaduh kesakitan.
“Gue nggak denger hyung” Minhyuk malah meledek, sambil mencabut bulu kaki Jonghyun dengan membabi buta.
“SETAN ALAS! MINHYUK LO BENERAN SAKIT JIWA! LIAT NIH KAKI GUE AMPE BERDARAH” Jonghyun mewek, dengan sedihnya ia melihat keadaan kakinya yang sudah memprihatinkan.
“Berisik banget sih lo hyung! Gue baru nyabut delapan helai tau!” Minhyuk tidak menggubris rintihan Jonghyun.
Tolong, panggilkan mobil ambulans untuk Jonghyun. Doi butuh dirawat di UGD katanya.
“HYUUKKK, YOU WANNA KILL ME??!!”
“AMPOONNN TUAN, AMPOONNN”
“SESEORANG TOLONG KELUARKAN AKU DARI PENYIKSAAN INI”
“TUHAN, MOHON AMPUNI DOSA SAYA”

Rintihan, teriakan, hingga tangis putus asa tak henti-hentinya keluar dari mulut Jonghyun. Entah berapa lama perawatan yang akan kakinya terima setelah menerima siksaan dari Minhyuk.
Saat sedang asyiknya menjahili hyungnya, tiba-tiba Minhyuk mendengar suara sangkakala ditiup.
“JONGHYUN! MINHYUK! KE KAMAR GUE SEKARANG!” suara Yonghwa menggelegar hingga ke seluruh dorm CNBLUE.
Jonghyun dan Minhyuk saling memandang satu sama lain dengan tatapan ngeri.

“Ke…kenapa hyung?” Jonghyun yang ketakutan setengah mati hanya berani mengintip dari luar kamar Yonghwa, sementara Minhyuk bersembunyi di belakang tubuhnya.
“Masuk!” gertak Yonghwa.
“Hyung, gue takut” Minhyuk berbisik, Jonghyun hanya bisa menelan ludah.
Dengan keberanian yang luar biasa akhirnya Jonghyun dan Minhyuk masuk ke dalam kamar Yonghwa.
“Lo kira ini lapangan hah jadi elo bisa teriak-teriak seenaknya? Iya?!” Yonghwa frustasi. Bagaimana tidak, ia sudah dipusingkan dengan jadwal syuting drama yang menguras tenaganya, ditambah lagi Jungshin sakit, sekarang Minhyuk dan Jonghyun membuat kepalanya ingin pecah dengan berteriak-teriak di dalam dorm.
“Maafin gue hyung” Jonghyun memberanikan diri untuk bicara.
“Elo semua tuh udah dewasa, ngerti dikit kek! Lo apa nggak kasian sama Jungshin, dia tuh lagi sakit, butuh istirahat. Eh lo malah teriak-teriak, kalo mau teriak sana di hutan, jangan disini” kesabaran Yonghwa benar-benar diuji.
“Hyuunggg, maafin gue. Gue janji nggak bakal ngulangin lagi” Jonghyun bertekuk lutut di hadapan Yonghwa.
“Minhyuk janji nggak nakal lagi, hiks” Minhyuk memohon sambil mewek.
“Haish, anak-anak ini” ucap Yonghwa dalam hati. “Yaudah, balik ke kamar masing-masing. Minhyuk, jangan main game pas nyampe kamar. Dan Jonghyun, gue tunggu lagu buatan lo besok” Jonghyun dan Minhyuk mengangguk mengerti akan ucapan Yonghwa dan akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Yonghwa hyung kayaknya lagi sensi banget ama gue, dari pagi gue kena semprot dia mulu” Jonghyun menghela nafas panjang.
“Dan hari ini kayaknya gue apes banget. Udah nyasar nyari apotek, dikejar fans, kalah tanding bola, bulu kaki dicabutin Minhyuk sampe kena dampratnya Yonghwa hyung” Jonghyun merebahkan dirinya ke atas tempat tidurnya, ia memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.
“Plus gue harus nyelesaiin lagu besok. Haahhhh hari ini sangat melelahkan” Jonghyun menggeliat malas, lalu ia menatap ke arah jendela. Ditatapnya rintik-rintik hujan yang mulai turun.
“Bahkan langit aja nangis mengiringi kesialan gue hari ini” lagi-lagi Jonghyun mulai lebay. “Nggak ada apa yang bikin gue seneng hari ini?” Jonghyun menggugam dalam hati.
Tiba-tiba senyum simpul terukir di wajahnya. Diraihnya handphone miliknya yang tergeletak di atas meja.

To: gebetan
Kamu lagi apa?
Tidak lama kemudian, handphone milik Jonghyun berdering. Dengan semangatnya ia segera membaca pesan teks dari sang gebetan.
From: gebetan
Lagi siap-siap nih, mau pergi hehehe
Bukan main senangnya hati Jonghyun, karena sang gebetan membalas pesannya.
To: gebetan
Oh, pergi kemana? Sama siapa? Hati-hati ya di jalan😀
From: gebetan
Mau ke Incheon sama pacar. Kkkk makasih yaa Jjong 

Kau membuat ku berantakan….
Kau membuat ku tak karuan…..
Jonghyun speechless, saking syoknya ia lepaskan handphonenya dari genggamannya hingga jatuh tepat di dahinya. Masa bodo mau benjol juga nggak ngurus, yang ada di pikirannya cuma satu.
GEBETAN UDAH PUNYA PACAR
Betapa sedihnya Jonghyun, hatinya kini hancur lebur tidak berbentuk. Gebetan yang ia dekati selama 3 bulan ternyata sudah punya kekasih. Jonghyun mewek, mungkin bagi kalian itu terlihat cengeng, namun Jonghyun bukanlah Superman guys. Dia juga bisa nangis jika kekasih hatinya pergi meninggalkan dia.
“Tuh kan, apes gue nambah lagi hari ini, hiks” Jonghyun nangis sesenggukan.
“Udah malem minggu, jomblo, ujan pula. Tuhaaannn, seberat itukah cobaanmu?” sumpah Jonghyun makin melankolis.
Untuk mengurangi rasa kecewa di hatinya, Jonghyun berusaha untuk menghibur diri dengan menonton acara televisi. Namun, ia terdiam setelah melihat iklan salah satu minuman yang taglinenya seperti ini.
“Truk aja gandengan, masa kamu enggak?”
Seseorang tolong bawakan b*ygon dan racun tikus untuk Jonghyun. Doi bosen idup katanya.
——————————————————————END————————————————————-

9 thoughts on “Bad Luck Jonghyun

  1. huahahahajaha dari judulnya ajah udah ngakak banget aoalagi liat muka bad luck briyan yg diganti sama mukanya jjong. huahahahah nice ff thor, lucunya dapat…
    oh iya, yonghwa penggemar nayla yah? atau yonghwa suatu saat pengen ikutan main di gga jadi manusia serigala?😀

  2. gilaaa, ff ini beneran bikin ngakak dari awal sampe akhir.
    Jonghyun sangat dinistakan disini *ditabok para BS*
    beruntungnya suami ane dimanjain bgt sama Yonghwa *kecup Yonghwa*
    tapi sesekali bikin versi Jungshin dinistain dong *istri durhaka*
    bwahahahhaha lanjut, thor xD

  3. kocaaakk
    si jonghyun kasian amat
    entah kenapa si “gebetan” itu menjurus ke seseorang yg spesifik di pikiran saya, haha
    good job author!

  4. Aduh…. Jjong bikin ngakak😀
    Sini, ama aku aja … kasihan yg gebetan ud punya pacar ….😀

    Tinggalin jejak …😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s