Mianhae, My Fiance [Part 3]

Mianhae My Fiance

Mianhae, My Fiance [Part 3]
Mianhae, My Fiance
Chapter 3
Author : @Rhaaha_Seea || Lenght : Chaptered || Genre : AU, Romance, Friendship || Rating : PG – 15
Main Cast : CNBLUE’s Kang Min Hyuk | F(x)’s Jung Soo Jung [Krystal Jung]
Supporting Cast : All CNBLUE’s Member | F(x)’s Choi Jin Ri [Sulli Choi] | Park Shin Hye | SHINee’s Choi Min Ho | EXO’s Kim Jong In [Kai] [Cameo]
Disclaimer :Real Mine !!! It inspired Tan and Rachel at The Heirs. Do not copas without permission!
Note : Waspada! Banyak terjadi penyelewengan usia😀. Usia yang dipakai disini bukan usia korea, arrachi?
Happy Reading
Sorry For Typo ;p
==00==
Soojung menghela napas frustasi melihat kelakuan pria menyebalkan disampingnya. Pria yang sudah dengan berani-beraninya mencium tangannya dua kali dalam jarak waktu kurang dari dua puluh empat jam. Hei, ini bahkan untuk pertama kali tangannya dipegang oleh seorang pria. Ahh…. dasar pria kurang ajar. Baru calonnya saja sudah seperti itu, bagaimana kalau mereka sudah bertunangan. Mencium bibirnya? Aish.. Soojung tarik nafas dalam-dalam, hembuskan. Redakan amarahmu. Jangan biarkan pria ini merebut Cheot ppoppo –mu nantinya.
“Soojung?”. Terdengar suara lembut Minhyuk mengalun ditelinganya. Tapi Soojung tetap saja mencoba mempertahankan untuk mendiamkan Minhyuk, demi rasa gengsi. “Jung Soojung. Soojung –ah. Kau marah?”. Minhyuk kini bahkan menarik-narik seragam sekolahnya, merasa tak diperhatikan juga berharap Soojung akan menoleh.
“Soojung –ah aku minta maaf. Mianhae. Jung Soojung”. Soojung tetap saja diam dalam posisinya. Seolah-olah menandakan kalau ia tak butuh diajak berbicara dengan orang menyebalkan seperti Minhyuk. Orang yang sudah kurang ajar menyentuh tangannya.
“Kau ini marah karena apa sih? Karena aku tidak mengenalimu tadi?”. Tanya Minhyuk yang sebenarnya berniat menggoda –padahal ia tau persis alasannya –, memancing amarahnya agar mau menoleh dan menceramahinya. Soojung tetap saja pada pendiriannya. “Cepat menoleh atau kucium kau !?”. ancam Minhyuk kemudian, harap-harap kali ini berhasil.
Soojung mengerucutkan bibirnya, kesal. Pria ini bahkan berani mengancam seperti itu. Oh, Tuhan. Dosa apa ia dimasa lalu sampai dipertemukan pria seperti Minhyuk. ‘biarlah, memangnya dia berani menciumku? Awas saja kalau berani’, pikir Soojung asal.
“Ya, dalam hitungan ketiga jika kau tak menoleh kucium juga kau. Satu…”. Minhyuk melihat gadis tetap terdiam.
“Dua..”
Soojung tetap pada posisinya.
“Dua setengah, dua setengahnya setengah, dua setengahnya setengah setengah”. Lanjut Minhyuk. Gadis itu, dasar gadis keras kepala. Awalnya Minhyuk tak berniat melakukannya, tapi melihat gadis itu tetap terdiam membuatnya gemas setengah mati. Ingin rasanya ia melihat muka marahnya Soojung.
“Tiga..”. Minhyuk langsung mendekatkan dirinya pada diri Soojung, ditariknya dagu Soojung hingga gadis itu menoleh menghadapnya. Sungguh ia ingin sekali tertawa melihat ekspresi yang Soojung tunjukkan. Benar-benar lucu sekali. Gadis itu menatapnya tajam. Sepertinya niat untuk memprovokasi gadis itu berhasil. Ia menjadi semakin penasaran ekspresi macam apa yang akan ditunjukkan Soojung.
‘Ya tuhan, pria ini benar-benar kurang ajar’. Batin Soojung. Tidak, apa pria ini akan benar-benar menciumnya?
Minhyuk mendekatkan wajahnya pada wajah Soojung. Lantas mengecup pipinya sekilas. Ditariknya kembali kepalanya untuk melihat ekspresi Soojung. Soojung dilihatnya benar-benar hendak meledak. Sementara ia sendiri memasang cengiran lebar-lebar.
“Ya!…”. teriak Soojung hendak memarahi Minhyuk.
“Jika kau berbicara dengan nada kasar kucium bibirmu”. Ancam Minhyuk lagi. Dan Minhyuk melihat Soojung menurunkan level amarahnya dari level 10 ke level 5.
“Kang Min Hyuk”. Soojung akhirnya memanggil nama Minhyuk.
“Ya? Kau tau namaku?”. Tanya Minhyuk sok dongkol. Ada rasa senang gadis itu memanggil namanya untuk kedua kalinya. Sungguh dari kemarin ia ingin sekali gadis itu memanggil namanya.
“Minhyuk, maaf ya?”. Tiba-tiba Soojung menjadi jinak. Apa ancamannya berhasil? Gadis itu tersenyum manis, membuat Minhyuk sesaat terpesona. Gadis itu, tersenyum padanya? Soojungnya?
‘Oke, kuturuti permainan konyolmu hari ini namja gila, lain kali tak akan kumaafkan kau. Batin Soojung.
“Panggil aku oppa, baru kumaafkan kau”. Jawab Minhyuk. Senang. Itulah yang dirasakan Minhyuk saat berhasil membuat Soojung luluh, setidaknya kali ini.
“Ha?”
“Mwol? Kau mau kumaafkan atau kucium?”. Goda Minhyuk lagi. Toh, lagi pula sudah sewajarnyakan Soojung memanggil ia oppa. Ia lebih tua dari Soojung tiga tahun.
“Ne.. O-P-P-A”. Soojung menekankan pada kata oppa. ‘Ck. Menyebalkan. Ayolah Soojung jangan terprovokasi’. Soojung menuruti juga akhirnya walau tidak ikhlas sama sekali. Coba pikirkan, siapa gadis yang mau memanggil namja menyebalkan seperti Minhyuk dengan kata OPPA, namja yang seenak jidatnya memperlakukanmu seolah-olah kau miliknya. Namja yang berani mengancammu kalau tak kau turuti keinginannya ia akan menciummu. Tak ada bukan.
“Calon tunangan yang baik”. Ujar Minhyuk sambil membenarkan letak rambut Soojung dan tersenyum manis. Soojung memandang Minhyuk dengan pandangan kesal, berharap Minhyuk berhenti. Namun Minhyuk bersikap seolah tak mengerti –atau sengaja bersikap seolah tak mengerti padahal ia tau persis –dengan kode yang dimaksudkan Soojung.
‘Damn!’
==00==
Soojung mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja dengan bosan. Gadis berambut gelombang warna hitam itu menekuk kaki kanannya yang ia tindihkan pada kaki kiri, duduk dengan tenang pada kursi bermodel klasik dengan warna coklat berpadu kuning. Disampingnya duduk tiga namja yang tengah asik berbincang-bincang, satu namja menyebalkan yang tengah sibuk dengan ponselnya, dan dua yeoja yang dekat dengannya tapi malah asik berbincang-bincang sendiri.
Untuk pertama kalinya ia merasa kesal didiamkan, padahal gadis itu terlalu benci diperhatikan. Yang sebenarnya karena itu juga ia bersikap cuek. Sungguh, ini bukan karena ia anak dari seorang direktur terhormat ia bersikap begitu seperti yang dikatakan teman-temannya. Hanya saja, ia terlalu malas meladeni omongan sinis mereka. So, dari pada memikirkan hal yang tak penting lebih baik ia tak usah mendengarkannya bukan?
‘Hey, namja sialan. Kenapa kau tak lagi menggangguku. Tengah asik berkirim pesan dengan pacarmu ya?’. Umpat Soojung dalam hati melihat pria disampingnya yang membuat banyak ekspresi dari wajahnya ; mengerucutkan bibir, mendesis, tersenyum bahkan kadang tertawa, tak jarang juga berteriak bahagia ; sambil memegang ponselnya. Matanya yang sipit semakin sipit saat ia tengah tersenyum bersama dengan ponselnya, meninggalkan dirinya yang tengah kesepian. Tapi, hei.. ini jujur. Pria itu sangat manis saat tersenyum seperti itu. Dan juga matanya saat tersenyum… Cute.
Dan untuk pertama kalinya sejak ia bertemu dengan namja sialan itu –well ia menjulukinya seperti itu, karena ia merasa tak senang berada didekatnya, ia mengamati semua yang ada dalam diri namja yang tak juga menghiraukannya. Tsk.. berani sekali pria itu setelah mencium tangan dan pipi sekarang mencuekkannya. Pria yang tengah duduk tenang itu sesekali berpindah-pindah posisi sesuka hatinya.
‘Hey.. sapa aku. Kau marah ya?’
Lagi-lagi Soojung hanya bisa mengumpat dalam hati. Tentu saja, tak mungkin ia langsung berteriak memanggil namanya, mengajak pria itu berbicara panjang lebar, bercerita tentang pengalamannya. Ia punya harga diri, dan ia akan lebih memilih menahan kebosanannya dari pada membuang harga diri yang bisa merusak image –nya. ‘Hei, pabbo.. kau sedang apa sih? Sampai melupakanku begini. Kang Min Hyuk sialan. Kenapa kau tak mencoba membuat percakapan denganku, atau setidaknya buatlah aku marah’
Soojung bahkan melupakan Shinhye dan Jinri yang bisa ia ajak berbicara karena satu namja aneh yang entah sejak kapan tiba-tiba membuat ia kesal saat tak diperhatikan. Dipandanginya wajah tunangannya –yang entah kenapa kali ini ia menyetujui –yang masih saja sibuk berkutat dengan ponselnya. Aish..
Pria dengan mata sipit yang menawan. Hidung mancung, bibir tipis yang –hm..- sexy? Kulit yang lembut dan putih seperti bayi yang baru lahir. Semua dipadukan dengan bentuk tulang tengkoraknya menghasilkan wajah perpaduan imut, dan manis –yeah, walau kalah tampan dengan Yonghwa tapi setidaknya diantara keempat member band yang entah apa namanya hanya Minhyuk yang manis dan imut –apalagi pria itu pandai memilih pakaian mana yang cocok untuk tubuhnya. Perfect!.
‘Wae, Fiancee?’. Soojung hampir saja terjungkal kebelakang jika kursinya tak memiliki sandaran ketika pria itu menoleh padanya dan mengucap dua kata sederhana. Apa Minhyuk melihat ia yang tengah memperhatikannya? Ia berharap dalam hati kalau Minhyuk tidak sedang melihatnya tadi. Eh, tadi pria itu bilang apa?
“Fiancee Mwoya?”. Tanya Soojung balik begitu kesadarannya pulih. Sedetik kemudian ia meruntuki dirinya sendiri yang bisa-bisa mengucapkan kata-kata itu –padahal bagi orang lain tak ada yang salah -. Hey, Jung Soo Jung jaga harga diri. Jangan terlalu mudah menanyakan hal tak penting seperti itu.
“Karena kau tunanganku, pastinya”. Jawab Minhyuk mantab.
Soojung langsung memalingkan wajahnya dari namja tengil didepannya. Gadis itu mengedarkan pandangannya pada sekeliling cafe bergaya minimalis tapi cukup mewah yang biasanya digunakan untuk orang-orang kaya untuk berbagai keperluan seperti ; bertemu kolega, dan reuni dengan keluarga yang sudah seabad tak mereka temui karena sibuk bekerja.
Soojung lantas menyandarkan kedua tangannya diatas meja yang ia gunakan untuk menopang wajah cantiknya. Minhyuk yang melihat Soojung masih menggunakan cincin itu tersenyum tipis sebelum akhirnya menyibukkan diri kembali dengan ponsel.
Sementara Minhyuk bermain dengan ponsel, Soojung merenung. Kenapa dengannya hari ini. Ia merasa tak seperti ia yang biasanya. Mungkin, karena untuk pertama kalinya ia bersikap seperti ini, atau mungkin ini pertama kalinya ia memperhatikan seorang pria –well, ini merupakan yang paling dalam ia memperhatikan pria karena memandang wajah pria yang mengajaknya bicara saja tak pernah. So, bisa kalian bayangkan taraf kecuekannya Soojung kan?
Soojung merasa marah ketika pada pria dihadapannya. Oh, oke atau pada dirinya sendiri tepatnya. Kenapa saat ia didiamkan Minhyuk ia merasa kesal setengah mati, dan saat Minhyuk menggodanya ia diam saja? Entahlah, tapi dalam hati ia berharap Minhyuk mencoba cara lain yang bisa membuatnya luluh. Dan untuk pertama kalinya ia senang ada pria yang memperhatikannya.
“Minhyuk –ah mari kita siap-siap sebentar lagi kita tampil”. Suara Yonghwa membuat lamunan Soojung buyar. Ia menoleh pada keempat sosok namja didepannya.
“Ne, hyung”. Soojung melihat namja paling tinggi diantara mereka berempat menyahut. Lantas keempat pria itu berdiri meninggalkan meja tempat mereka mengobrol tadi. Meninggalkan ketiga yeoja itu.
“Unnie, Jinri. Kenapa tadi kalian tak mengajakku bicara sih?”. Protes Soojung. Akhirnya sadar juga ia kalau ada Shinhye dan Jinri. Soojung menggembungkan bibirnya, memasang wajah marah –pura-pura. Sementara itu Shinhye tersenyum melihat gadis yang sudah ia anggap Dongsaeng –nya bersikap seperti itu. begitu pula dengan Jinri.
“Kaunya sih, yang keasikan memandangi Minhyuk. Jadi aku, dan Shinhye unnie berbicara sendiri deh. Bahkan saking asiknya sampai Jungshin oppa, Yonghwa oppa, dan Jonghyun oppa berbisik-bisik melihatmu”. Jawab Jinri ringan. Soojung langsung membulatkan matanya lebar-lebar. Semua orang tau kalau ia tengah memperhatikan Minhyuk? Dan semua orang membicarakannya? Ya, Tuhan. Parah.. parah..
“Iya Soojung, kau bahkan mungkin meneteskan air liur. Ih.. aku bahkan tak sebegitunya saat pertama kali bertemu Yonghwa oppa”. Lanjut Shinhye. Bahkan ia ingin sekali tertawa keras-keras dengan Jinri tanpa mempedulikan kalau ini tempat ramai saat membayangkan seandainya Soojung sampai meneteskan air liur. Tapi mereka tak ingin membuat Soojung marah.
“Tak mungkin lah, aku seperti itu? yang benar saja. Jung Soo Jung tak mungkin terobsesi dengan pria”. Soojung mengelak sambil berpikir mencari-cari alasan, sampai akhirnya ia menemukannya sepuluh detik kemudian.
“Hmm.. Jinri, Jungshin itu yang mana memang?”. Soojung mendadak menanyakan itu, tapi memang tidak salah kan? toh Jinri memang sering mengatakan kata Jungshin. Dan tadi gadis itu menyebutkannya.
“Ya! Jangan mengalihkan perhatian Soojung”. Sahut Jinri cepat.
“Apa sih, aku hanya penasaran. Sepertinya kau benar-benar terobsesi dengannya. Bukan aku yang terobsesi dengan namja tengil sialan itu”. elak Soojung lagi. Ia mengambil minumannya dan menengguknya beberapa kali, sambil mengalihkan pandangannya sekilas.
“Tapi kau suka padanya kan walaupun kau menyebutnya ‘namja tengil sialan’?”. Shinhye berkata.
“Apasih Unnie.. Berhenti atau kuadukan Yonghwa oppa”. Tantang Soojung.
“Silahkan saja. Toh Yonghwa oppa bilang kalau ia juga ingin menggodamu. Mungkin kita bisa menggodamu bersama-sama”. Soojung mengangkat alisnya, dan mengerutkan kening.
“Nde?”
“Yonghwa oppa bahkan mengatakan kalau ia akan menceritakan pada keluarganya, saat keluarga besarmu makan malam bersama”. Sahut Shinhye. Mata Soojung terbelalak lebih besar lagi.
“Ha?”
“Aku serius Soojung”. Sedetik kemudian Jinri tertawa keras-keras melihat ekspresi Soojung. Lucu sekali Soojung, pikir Jinri. Mungkin ia juga akan menyebarkannya disekolah, membayangkan kalau Soojung akan malu setengah mati.
“Ya! Nona Choi berhentilah tertawa”. Soojung berujar kesal. Sepertinya hari ini hari tersialnya sepanjang masa.
“Hei, penonton yang disana berhentilah tertawa. Kami akan membawakan lagu spesial untuk kalian”. Suara Yonghwa dengan bantuan speaker barusan membuat Jinri menghentikan tawanya, serta membuat ketiga Yeoja itu menoleh pada empat namja yang berada dipanggung kecil. Satu namja yang membawa gitar berdiri. Satu namja membawa bass, dan dua namja yang salah satunya duduk didepan drum, dan satunya lagi didepan piano.
“Kami akan membawakan lagu kami yang berjudul Can’t Stop”. Ujar Yonghwa vokalist mereka. Sedetik selanjutnya mereka mendengar dentingan piano terdengar. Disusul suara merdu milik pemain piano itu.
“harue han beonman geudaen tteoollyeojwoyo miss you. harue han beonman naneun ijeobolgeyo. geugeotdo andwaeyo”. Lantas terdengar suara gitar, bass, dan drum menyusul setelahnya. Tanpa sadar Soojung bersikap seperti pengunjung lainnya, meresapi tiap kalimat yang keluar dari mulut Yonghwa, dan sesekali seseorang yang berdiri membawa gitar juga ikut menyanyi. Soojung tak tau kenapa pandangan matanya tetap melihat pada seseorang yang menggebuk-gebuk drum dari tadi.
“heutnallineun barame geudae tteoolla. nun busin haessare geudae tteoolla. naneun meomchul su eomneyo. I can’t stop loving you” lirik itu menjadi penutup lagu tersebut yang membuat penonton bertepuk tangan ria.
Soojung berpikir sejenak mendengar lirik lagu itu. Mungkinkah nantinya ada seseorang yang tak akan pernah berhenti mencintainya nanti? Jika mungkin ia juga ingin dicintai seperti itu.
“Soojung –ah kau melamunkan apa?”. Soojung melihat sebuah tangan bergerak dari kiri kekanan didepan wajahnya. Ia hapal diluar kepala siapa pemilik tangan ini. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya yang menyebalkan tapi ia sayangi.
“Ani..”. Jawab Soojung.
“Ah.. aku tau kau melamunkan Minhyuk kan?”. tanya Jinri, Soojung langsung mengerucutkan bibirnya.
“Memangnya apa yang perlu kupikirkan tentang dirinya? Haha..”. Soojung mengelak. Memang tadi ia tak memikirkan Minhyuk kan?
“Aku tau kau dari tadi curi-curi pandang pada Minhyuk” Ujar Jinri. “Ah.. bukan cuma curi-curi pandang, tapi kau terang-terangan menunjukkan kalau kau menyukainya”. Lanjut Jinri meralat perkataan sebelumnya.
“Apa? Soojung terus memandangiku?”. Tiba-tiba suara Minhyuk terdengar. Soojung dan Jinri langsung menoleh. Minhyuk berjalan santai kearah mereka. Ia menarik kursi yang paling dekat dengan Soojung.
“Jadi, kenapa kau terus memandangiku, Fiancee?”. Soojung langsung bergidik ngeri mendengar Minhyuk menyebutkan lagi kata ‘Fiancee’. “Hey, Jung Soojung jangan pasang tampang seperti itu saat melihatku”. Minhyuk ganti meniru Soojung yang memasang tampang ngeri. “Ya! Jangan meneteskan air liur”.
“NE?”
“Kalau kau menyukaiku bilang saja tak usah ragu, tak usah malu. Aku kan tunanganmu”. Sahut Minhyuk dengan wajah polos dan tanpa dosa. Minhyuk dalam hati tertawa, ia mulai nyaman berada disamping gadis ini. Apalagi saat menggodanya.
“Sudahlah ayo kita kencan”. Minhyuk langsung mengatakan apa yang sebenarnya ia inginkan. Ia menarik lengan Soojung, tetapi Soojung menahannya.
“Kencan apaan?”. Soojung berujar ragu.
“Oh, kau mau tukar baju seragammu dengan dress ya?”. Kata Minhyuk lagi sambil memandangi baju seragam yang bertengger di tubuh Soojung. Soojung langsung memutar kedua bola matanya, jengah mendengar segala ocehannya.
“Sudahlah, ayo kita belanjakan baju untukmu. Lalu ke Han River”. Minhyuk berkata santai, seolah Soojung menyetujuinya.
“Ya, kalian mau kemana”. Kata seseorang dari tiga pria yang berjalan kearah mereka. “Shinhye kemana?”. Tanyanya lagi, Yonghwa yang bertanya.
“Katanya kekamar mandi”. Sahut Soojung. Setidaknya ia terbebas dari Minhyuk sementara. “Oppa, bisa kau antar aku pulang? Aku takut omma dan appa khawatir”. Lanjut Soojung, yang sebenarnya menghindari Minhyuk. Orang tuanya kan pulangnya jam sembilan malam, mana mungkin akan mencarinya.
“Tidak usah khawatir. Aku sudah mendapat ijin dari mereka kok. Agar kita punya waktu untuk kencan”. Minhyuk menyahut. Soojung langsung ingin memukul kepalanya begitu mendengar ocehan Minhyuk. “Serius”. Minhyuk mengacungkan tangannya, membentuk tangannya agar memiliki makna dengan membentuk huruf ‘V’ melalui jari telunjuk dan jari tengah.
“Aish.. bisa gila aku terus-terusan berada didekatmu”. Sahut Soojung ketus.
“Yeah.. setidaknya walau kau TERGILA-GILA padaku kan kau tak perlu meneteskan air liur begitu. M-Y F-I-A-N-C-E-E”. Minhyuk membalik perkataan Soojung, dan menekankan pada dua kata terakhir.
“Sudahlah aku mau pulang”. Soojung langsung mengambil tasnya, dan membalik tubuhnya berniat untuk pergi. Melihat Shinhye yang berjalan kemari karena habis dari kamar mandi membuat Soojung tersadar kalau niat awalnya adalah curhat dengan Shinhye. Tapi kalau begini kondisinya ya mana bisa.
Minhyuk langsung menahan lengan kurus milik Soojung yang membuat Soojung menoleh, melemparkan Death Glare –nya pada Minhyuk. “Fiancee, kau mau kemana? Ganti baju lalu kencan denganku? Kau begini saja sudah cukup kok. Tak usah malu begitu terlihat buruk didepanku. Tak usah repot-repot berganti dress dan memakai make up untukku. Aku lebih menyukai gadis yang natural dan apa adanya”. Minhyuk berujar seolah Soojung adalah gadis yang mengejar-ngejar ia. Minhyuk memamerkan senyum manisnya pada Soojung setelah itu.
“Kang Min Hyuk. Lepaskan tanganmu dari lenganku”. Ujar Soojung penuh penekanan.
“Baru kulepaskan kalau kau memanggilku oppa. Tadikan sudah janji”. Minhyuk mengingatkan.
“Ya.. Ya.. kalian ini, sampai lupa kalau disini masih ada kami rupanya”. Ujar seseorang yang memegang gitar.
“Sudahlah, benar kata Minhyuk. Ayo kita berkencan saja”. Sahut Yonghwa yang kemudian merangkul lengan Shinhye. Shinhye tersenyum manis mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang ia cintai. Mereka berpandangan seolah tak ada orang lain.
“Iya benar kata Yonghwa oppa, aku juga ingin berkencan. Tapi dengan siapa ya?”. Sahut Jinri.
“Denganku saja”. Jungshin dan Jonghyun menyahut bebarengan, yang dihadiahi tawa dari Minhyuk, Shinhye, dan Yonghwa. Kekompakan mereka tetap saja sama seperti biasa.
Soojung tak mengerti dengan apa yang ditertawakan memilih untuk melepaskan pegangan tangan Minhyuk yang mulai terasa melemah. Minhyuk langsung menoleh kala tangannya dipegang Soojung.
“Wae.. kau ingin menggandeng tanganku ya?”. Soojung menghela nafas. Akhirnya ia tau satu karakter Minhyuk yang paling menonjol. Narsis. Ia edarkan pandangannya kesemua pengunjung sampai matanya menatap seseorang.
“Sudahlah, dari pada kalian berebut Jinri, biar aku saja yang memutuskan dengan siapa Jinri berkencan”. Soojung memilih menghindari ocehan Minhyuk setelah melihat orang itu. “YA! Disini”. Soojung melambai-lambaikan tangannya. Orang yang ia lihat dari tadi melihat sinyal Soojung. Ia berjalan mendekat.
“Mau apa kau kemari”. Sungut Jinri tajam melihat pria itu. pria itu menghendikkan bahunya ringan, dan lebih memilih meladeni Soojung.
“Minho –ya, boleh aku minta ….”
“Siapa kau..”. Sahut Minhyuk cepat melihat Soojung lebih memilih membiarkannya dan mengajak pria lain berbicara.
“Apasih Namja sialan”. Soojung menyahut pada Minhyuk. Ia mengubah posisinya menghadap Minho. “Minho kau kencanlah dengan Jinri. Aku tak ingin ia menggangguku sekarang”. Minhyuk tersenyum mendengar perkataan Soojung.
“Ya.. jangan ganggu kencan kami”
“Mwo?”
==00==
Dan disinilah akhirnya Soojung duduk, dikursi panjang sebuah taman. Termenung memandangi satu insan Tuhan yang kini tengah asik berfoto dengan gadis-gadis remaja seangkatannya. Gadis-gadis tak tau diri itu bahkan sampai berani mencoba merangkulnya. Tapi insan itu, diam saja. Bahkan terkesan senang.
Yonghwa pergi dengan Shinhye, Jinri masih sibuk bertengkar dengan Minho, dan dua lelaki tadi yang belum ia ketahui namanya memilih untuk pulang. Sementara ia? Diseret ketaman ini oleh Minhyuk. Tadi katanya ia hendak membelikan Soojung makanan, tapi sekarang malah asik dengan gadis lain.
‘Uh, kencan macam apa ini?’. Soojung mengeluh, lantas ia memilih memainkan ponselnya. Dibukanya kontak nomor yang ia simpan. Siapa tau ada seseorang yang bisa ia gunakan untuk menghilangkan penatnya. Ia melewati nama Jinri, Shinhye, dan Yonghwa. Juga nama Minho.
‘Sial’. Keluhnya lagi dalam hati. Siapa sangka Soojung yang terkenal tak banyak bicara itu bisa mengutuk siapapun orang-orang menyebalkan yang membuatnya harus menahan kebosanan.
Sejuknya tiupan angin senja kala itu tak membuat Soojung meredakan gejolak hatinya. Pria itu sepertinya tengah mengerjainya balik, mengingat kalau sejak pertemuan mereka tadi pria itu bersikap semaunya.
“Kau, kau Soojung?”. Soojung mendongakkan kepalanya, menatap seseorang yang memanggil namanya. Ia mengernyit saat memandang seseorang yang berada didepannya, ia tak mengenal. Seorang pria.
“Mungkin kau tak tau aku, tapi aku penggemarmu”. Pria itu berujar langsung pada point –nya, lalu mengambil duduk disamping Soojung. “Kau sedang apa?”. Tanya pria itu tanpa basa-basi.
“Hanya duduk-duduk”. Jawab Soojung santai, setidaknya mungkin pria ini bisa dijadikan bahan untuk mengusir kebosanannya. “Ngomong-ngomong siapa namamu?”
“Jong In, Kim Jong In. Teman seangkatanmu saat kita SMP. Kau ingat?”. Jongin berusaha membuat ingatan Soojung terbuka. Soojung memejamkan matanya mencoba mengingat, tapi tak berhasil. Mungkin karena ia tak pernah peduli dengan hal lain.
“Ah.. ya aku ingat”. Soojung berbohong. Mungkin harapannya untuk menghilangkan kebosanan bisa berhasil jika pria ini disampingnya. “Kau, adalah …”. Soojung menggantungkan kata-katanya, berharap pria itu menyambung. Agar pria itu benar-benar percaya kalau ia ingat.
“Ya, aku kapten basket sekolah”. Jongin berujar. Soojung menghela nafas. Nampaknya ia berhasil memanipulasi pria itu. Ia tersenyum manis.
“Kau disini sendiri?”. Jongin bertanya, yang langsung dijawab anggukan oleh Soojung. “Mau kutemani?”. Lanjut Jongin.
“Tidak usah, aku pulang saja”. Jawab soojung, risih juga lama-lama ia diperhatikan seperti itu. Ia mengubah posisinya dari duduk menjadi berdiri.
“Sepertinya kau tengah kencan”. Pria itu mencoba menebak, melihat Soojung memakai dress warna pink selutut dengan lengan pendek. Tadi Minhyuk memaksanya untuk memakai dress itu memang. Menyebalkan bukan jika hal yang selanjutnya ia lakukan adalah membiarkanmu?
Kencan? Apa ini yang dimaksud kencan?
“Ya? Oh, tidak Jongin -ssi”. Soojung berusaha meyakinkan, tapi untuk apa? Toh, ia akan segera pergi dari sini kan? Soojung melangkahkan kakinya menjauh dari pria itu, yang menatap kepergiannya.
Ia berjalan sambil membuka kembali ponselnya. Pesan-pesan yang masuk ia buka. Dilihatnya pesan kemarin dari Minhyuk. Ia berniat untuk mengirim pesan pada nomor itu. Mengatakan kalau ia sudah dirumah. Diketiknya pesan ; Hey, pabbo. Aku pulang.
‘Ani.. kenapa aku harus mengirim pesan padanya?’. Soojung menggeleng, kemudian memasukkan ponselnya pada tas.
“Soojung –ah, kau hendak pergi kemana”. Soojung mendengar namanya dipanggil oleh pria yang menyebalkan baginya. Ia tak perduli, ia ingin pulang jika Minhyuk bersikap seperti itu.
Minhyuk berusaha mengejar Soojung padahal dirinya tengah dikerubungi beberapa gadis yang menyukainya. Yah, mungkin gadis itu menyukai Minhyuk karena ia drummer yang cukup terkenal dikampusnya, bahkan sampai di SMA-SMA sekitar. Termasuk SMA milik Soojung.
“Ya, Fiancee. Tunggu aku”. Teriak Minhyuk lagi.
.
.
.
“Kau kenapa lagi sih? Kenapa setiap hari kerjaanmu hanya marah-marah, lalu mengacuhkanku?”. Tanya Minhyuk pada Soojung padahal ia tau jelas. Ya, Soojung memang pada dasarnya gadis yang cuek kan?
Soojung berkeras kepala untuk tidak menoleh melihat wajah Minhyuk. Diambilnya minuman orange juice yang baru tiga menit yang lalu tersaji. Ia meminumnya sambil mengedarkan pandangan, mencoba memperbaiki mood. Yah, walaupun menyebalkan kencan dengan namja aneh seperti Minhyuk, setidaknya ia ingin pengalaman kencan pertamanya mengesankan.
Minhyuk lagi-lagi memaksanya untuk menurut. Saat ia berniat hendak pulang Minhyuk menggiringnya menuju restoran, dan membujuknya dengan segala cara. Walaupun ia tak menjawab satupun ocehan Minhyuk, tapi ia mendengarkannya.
“Sini, kau berfoto denganku saja kalau begitu”. Saran Minhyuk. Soojung mengernyit.
“Mwo?”
“Sebagai bukti kalau kita tengah bersama, untuk omma dan appa –mu”. Sahut Minhyuk. Ya, memang orang tua Soojung menyarankan mereka untuk sering-sering berkencan.
“Tak perlu”. Sahut Soojung cepat. Ia hanya ingin Minhyuk bersikap manis saja sebenarnya.
“Atau uang sakumu dipotong?”.
“….”. soojung tetap bungkam, terlalu malas meladeni.
“Kau baca pesan ini saja”. Minhyuk menyodorkan ponselnya, tapi tak dihiraukan Soojung. “Kalau begitu aku bacakan saja ya? Kau dengarkan baik-baik. Jangan sampai terlewat”
“Aku mengirim pesan ; omma, aku mengambil kencan dengan Soojung. Katanya ia ingin berkencan denganku. Bahkan sampai memaksaku, padahal aku sedang sibuk”.
“Ha? Jangan seenaknya memutar fakta Namja sialan. Dan kau memanggilnya apa? Omma?”. Sahut Soojung, mendengar isi pesan Minhyuk yang tak sesuai dengan kenyataan. Pria ini benar-benar kurang ajar ya kan?
“Orang tuamu mengatakan kalau aku harus mengirim buktinya. Dan ya aku memanggilnya omma, dia kan mertuaku”. Minhyuk berujar santai. “Kata mereka kalau kau tak mengirimkan fotonya segera kau akan dihukum”.
“Apa hubungannya?”
“Ya sudah, aku bohong. Aku tak mengatakan kalau kau yang meminta kencan, tapi mereka. Kau baca sendiri saja pesan ini”. Minhyuk menghela napas, membocorkan rahasianya. Ia kembali menyodorkan ponselnya pada Soojung. Soojung kali ini mengambilnya. Ia menggeser layar touchscreen –nya ponsel Minhyuk ke bawah membaca pesan-pesan dari omma –nya.
From : Mrs. Jung
Hyukkie, kau ajak Soojung kencan nanti sepulang sekolah. Bilang saja kalau tidak mau uang sakunya tak akan kuberikan. Calon menantuku pasti bisa melakukannya. fighting!
P.S: Kirim fotomu bersamanya ya?
‘Ya tuhan, omma kau benar-benar’. Soojung meruntuki ibunya dalam hati. Oh, bagaimana mungkin omma –nya yang membuat ia berada dalam posisi menyebalkan seperti ini. Sigh… Minhyuk Langsung mengambil kembali ponselnya.
“Sudah percaya, sini kau. Mari kita selca”. Minhyuk merangkul bahu Soojung. Soojung menurut saja, ia tak rela jika uang sakunya dipotong. Tapi ia masih cemberut saja. “Senyum Soojung”. Minhyuk mengangkat ponselnya, yang ia gunakan sebagai kamera sementara.
“NE..”
“Hana, Dul, Set.. ”. Minhyuk menghitung.
Soojung membelalakkan matanya lebar-lebar ketika ia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya. Bibir Minhyuk. Lagi-lagi pria itu menciumnya? Dua kali ditangan dan dua kali dipipi? Ya, Tuhan.
“Wah, bagus sekali hasilnya”. Minhyuk berguman, mengamati hasil potretannya dengan Soojung.
“Ya! Kau, kau berani sekali”. Soojung berteriak keras. Minhyuk hanya tertawa mendengar teriakan Soojung. Sangat menyenangkan menggoda gadis ini, pikir Minhyuk.
“Sudahlah, dalam tiga detik foto ini sudah terkirim ke ponsel omma –mu”. Soojung berusaha merebut kembali ponsel Minhyuk, Minhyuk sambil berkutat dengan ponselnya menghindar dari Soojung.
“Joa.. sudah terkirim”. Minhyuk tersenyum penuh kemenangan sambil menggoyang-goyangkan ponselnya didepan Soojung, sebagai bukti kalau ia tak berbohong. Soojung langsung merebutnya, dan mengecek.
“Neo.. Kau benar-benar mengirimkannya? Ah..”. Soojung mengerang frustasi. Tapi tiba-tiba Soojung merasakan ponsel Minhyuk bergetar. Ia membukanya, harap-harap bukan dari omma –nya.
Isi pesan :
Minhyuk, bisa kau tolong ahjumma. Ia terus mengerang kesakitan. Mungkin ahjumma tak sopan mengganggumu saat ini. Tapi ini gawat Minhyuk. Ia tak mau kerumah sakit.
Soojung mengerutkan kepalanya, tak mengerti maksud pesan itu. “Ige mwoya?”. Tanya Soojung sambil menyodorkan ponsel Minhyuk.
Minhyuk langsung membelalakkan matanya lebar-lebar membaca pesan itu. Ia mengambil secara paksa ponselnya dari tangan Soojung, yang membuat gadis itu tersentak.
Soojung melihat raut wajah Minhyuk berubah menjadi khawatir. Minhyuk mengotak-atik ponselnya dengan tergesa, lalu menempelkan ponselnya pada telinga. Ia terlihat seperti seseorang yang menunggu orang lain mengangkat teleponnya. Bahkan ia beberapa kali mengedarkan pandangan dengan cemas. Ada apa dengan pria itu? tanya Soojung dalam hati.
“Ahjumma, anda sedang dimana”. tanya Minhyuk tanpa Ba-bi-bu. Bahkan ia tak sempat mengucapkan salam pembuka seperti ‘Yeobseo’
“…”
“Dirumah? Ya aku akan segera kesana sekarang”.
Minhyuk menutup teleponnya dengan cepat. Ia mengambil tas, dan langsung berlari meninggalkan Soojung, tanpa mengatakan apa-apa.
“YA! Kau mau kema..”
TBC.
………………………………………………………
Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih banyak untuk Reader(s) FF ini yang sudah menyempatkan diri buat komentar. Thanks :erinda, Mona ahmad, Adliyah, Isan, Maya, Yenny, Ima, LadyNoel, Fatimasari, Angelina, DianLingLung, salsakdiyah, Suharti Kautsar, Amy, Aam Choi, arindahkl, Ayu, Vira, rakha difatha, song jong, airen16, leebyuncho, Vhey, hotrianoviyanti, vwahyu86, yoanfevi
Aku sayang kalian❤ *Big Hug*. Semoga sampai akhir kalian tetap setia memberikan komentar ke aku. Maaf kalau aku tak bisa membalas satu persatu. Tapi, asal kalian tau komentar kalian aku copas buat aku masukin file. Komentar-komentar itu yang buat aku kembali mood untuk nulis ditengah kemalesanku *Aku orangnya emang pemalas, so jangan ditiru*. Dan buat Sider(s), please komentar. Part ini jumlahnya lebih dari 4000 kata lho. Aku selalu menungu komentar kalian tentang apapun yang aku tulis.
Buat author yang post, thanks.

18 thoughts on “Mianhae, My Fiance [Part 3]

  1. Sorry baru x ini koment..
    Cm ℳâϋ Biläñб aku suka bgt sm ceritanya, berharap lanjutannya cepet keluar. Semangat ya…😀

  2. Akhirnya … Ini di lanjutin juga..
    Jangan2 itu sahabatnya Minhyuk yg di chapter 2 ya ? Itu sahabatnya sakit ?
    Aigoo.. Saya penasaran thor..
    Saya tunggu next chap nya thor tpi jangan lama2 lagi ya thor ? *Hwaiting*

  3. akhirnya krystal udah bisa ngakuin minhyuk sebagai tunangannya, sifatnya krystal lucu walaupun cuek. lanjut lagi yaa semangatt!!

  4. huaaaa~ akhirnya ada lanjutannya~ :3
    huaaa…. gile minhyuk! suer thor suka bgt sama sifat minhyuk disini.. ><
    dan akhirnya soojung hampir luluh..
    tp kenapa minhyuk nyuekin soojung terus?

    aih seneng nama gw disebut.. sama sama thor..😉 di tunggu chapter selajutnya~

  5. Yampun eonnnn aku udh lama bgt ini nunggu akhirnya di post juga ceritanya makin menarik eonnnn aku tnggu ya chapter selanjutnya jgn lama2 ya thor ^^

  6. yeay akhirnya update juga😀
    minhyuk hobi banget jahilin soojung, main langsung cium aja😀
    kira” ahjumma itu siapa? siapa yg sakit? kenapa ngga mau dibawa kerumah sakit? aaaaaaa aku penasaran banget chinguuuuuuu.. updatenya jangan lama” yaa ditunggu next partnya ^_^
    oiya terimakasih loh nama ku sudah disebut disitu🙂 *Hug Back*
    aku dulunya pakai username salsakdiyah tapi sekarang udah ganti jadi burning sal’s.. setelah salsakdiyah juga aku udah ganti username tap aku lupa apa😀 maklumin aja ya dari dulu aku emang suka ganti username😀
    terus semangat berkarya chingu ^_^

  7. Annyeong…
    Wuah senangnya tau bahwa ada satu lagi authornim yg menulis ff dng maincast nya hyukstal, ini bagus, cinta malu2 meong, pura2 ga butuh tapi luruh saat tak dihiraukan, ini bagus thornim, gomawo

    • Like it! Ff hyukstal emg yg paling seru deh apalagi yg ini! 😉 ff yg plg bikin penasaran, chapter selanjut nya jgn lama2 ok? Tetap semangat ya bikin ff nya hyukstal. ….. fighting! :-*

  8. Anyeong.. New reader di sini, salam kenal yeth 😉
    Aku comment nyaa di part ini aja yaa, cerita nya bgus thor, aku suka karakter soojung di sini.. pokoknya ff mu keren (y)
    Untuk lanjutan nya jangan lama2 yaa thor

  9. Gak nyesel nunggu lama2 thor, malah tambah penasaran… Asli itu scene terakhir sakitnya tuh disini huhuhuhu ;( tega banget dia ningalin soojung, pasti itu yg sms eomma sahabatnya deh😦 kesel iiihhhhhh …. Siapa sih shbat minhyuk? Plisss kepo tau .. Lanjut yh say, jangan putus dijalan hehe😀 fighting say

  10. Cerita yang menarik, suka minhyuk yang jail dan krystal yang sedingin es..
    Thor next partnya dong sepertinya udah lama banget belum update sayang kalau sampai cerita sebagus ini cuman digantungin begitu aja🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s