Please, Comeback to Me

jung_yonghwa__painting_by_jopeychia-d5koag1

Author: KyuBum Girl/@LSFeffect

Rating:PG

Genre:AU, Sad, Romance.

Length:Oneshot

Main Cast:

Jung Yong Hwa

Song Tae Yoo

Other Cast:

Kim Rae Ah

Cho Hye Ri

Disclaimer:I swear, this FF is created by my original imagination.

Note: Happy 26th birthday, Yong! Hello,this is the first time I sent my Ffto this blog. FF ini pernah aku publish di wp pribadiku, http://lisnursitifaridah.wordpress.com , jadi kalo ada yang pernah baca di sana, aku memang gak plagiat! Aku bikin ini ngebut, jadi maaf kalo gak memuaskan.

 

Happy reading, readers!

***

“Aku mencintaimu, Song Tae Yoo.”

“Aku tidak percaya. Buktikan jika kau benar-benar mencintaiku, Yonghwa-ssi!”

“Caranya?”

“Katakan isi hatimu itu dengan berteriak!”

“AKU MENCINTAIMU, SONG TAE YOO!”

“Kita akhiri saja hubungan ini, Yonghwa-ssi!”

“Maafkan aku, Tae-ya. Aku khilaf. Tolong, jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu.”

“Bohong! Jelas-jelas kaupun tidak menyangkal perselingkuhan itu, Jung Yonghwa!”

Yonghwa mendesah kasar. Kilasan-kilasan masa lalu itu selalu saja datang dengan tiba-tiba, tanpa diperintah. Bahkan ini sudah tahun kedua sejak hubungannya dengan Tae Yoo berakhir.

Ya, berakhir. Berakhir akibat dari kebodohannya. Yonghwa berselingkuh dengan teman sekelasnya, Cho Hye Ri. Tidak ada yang salah dengan Tae Yoo saat itu. Gadis itu cantik –bahkan lebih cantik dari Hye Ri, pintar, pengertian dan setia. Kesalahan memang ada pada diri Yonghwa yang dengan begitu lancangnya menghianati cinta tulus seorang Song Tae Yoo.

 

“Melamun lagi?” Yonghwa mendongakkan kepalanya, menatap gadis yang sekaran tengah berdiri di hadapannya.

Lagi, Yonghwa mendesah kasar. Gadis ini.

“Ada apa, Hye Ri-ssi?”

“Aku ingin kita memulai semuanya dari awal, Yong. Kau tahu aku sangat mencintaimu, tapi kau dengan gampangnya memutuskan hubungan kita hanya karena Song Tae Yoo mengetahuinya dan kallian putus! Ayolah, Yong. Bukankah sudah dua tahun kau putus dengannya? Tidak bisakah buka hatimu untukku?” Hye Ri menahan isakannya.

 

“Maafkan aku, Hye Ri-ssi. Bagiku, Te Yoo bukan ‘hanya’, jadi aku mohon, lupakan aku dan jangan mengungkit tentang kita di masa lalu. Bukankah kau juga tahu ini sudah dua tahun berlalu?” Yonghwa beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Hye Ri yang kini sudah berderaian air mata.

 

***

 

“Selamat ulang tahun, Yonghwa-ya!” Yonghwa terlonjak akibat teriakan Rae Ah yang memekakan telinga. Ia mendengus.

“kapan kau akan bersikap normal, Kim Rae Ah? Kau selalu saja berteriak.”

“Hei, kau harusnya membalas ucapan selamatku, bukannya malah memarahiku seperti ini!”Rae Ah mem-poutkan bibirnya. Yonghwa terkikik geli melihat tingkah sahabatnya itu. Ia mencubit pelan pipi Rae Ah.

 

“Tidak akan kubalas sebelum kau memberikan kadonya.”

“Ck! Aku benar-benar membenci tanggal 22 Juni!”

“Kenapa?”

“Aku selalu bangkrut di tanggal ini karena harus membelikanmu hadiah. Astaga, tidak bisakah kau mencari pacar saja agar kewajibanku memberimu hadiah itu beralih pada pacarmu?”

 

Yonghwa menerima kotak yang disodorkan oleh Rae Ah. Ia hanya tersenyum mendengar gerutuan Rae Ah.Yonghwa tahu, Rae Ah tidak serius dengan ucapannya. Bahkan ketika Tae Yoo masih menjadi kekasih Yonghwa, Rae Ah selalu memberinya hadiah di hari ulang tahunnya.

“Buka di rumah saja dan nikmati itu, Jung Yonghwa! Aku harus pergi. Kyuhyun sudah menungguku. Bye!” Yonghwa terkekeh. Ia menggelengkan kepalanya.

 

***

 

Yonghwa membuka kotak yang tadi diberikan Rae Ah. Ia benar-benar penasaran, kenapa Rae Ah melarangnya membuka lanmgsung kotak itu? Biasanya gadis itu akan memaksanya membuka hadiah darinya itu langsung di depannya.

Kening Yonghwa mengkerut. Heran melihat isi kotak itu. Sebuah CD? Ia mengatakan bahwa ia bangkrut hanya untuk membelikanku sebuah CD? Gerut Yonghwa dalam hati.

Yonghwa menyalakan DVD Player dan TV-nya. Ia mendengus saat dilihatnya Rae Ah memamerkan senyum -yang tidak bisa Yonghwa bantah sangat manis itu.

 

“Selamat ulang tahun Yong! Kau tahu? Aku benar-bangkrut untuk hadiah ulang tahunmu kali ini. Lihat gedung di belakangku? Itu adalah gedung Oxford University.

 

Oxford? Kapan gadis itu ke sana? Yonghwa mengingat-ingat kapan kira-kira Rae Ah mengatakan akan pergi ke Oxford. Ah, ia ingat, satu minggu yang lalu Rae Ah menghilang entah kemana selama empat hari, tanpa kabar. Bahkan Kyuhyun yang notabene adalah kekasih gadis itu, tidak tahu ke mana perginya. Saat ditanya kemana ia pergi, Rae Ah hanya menjawab ia pergi ke suatu tempat.

 

“Dua minggu yang lalu aku mendapat e-mail dari Yi Ra, teman sekelas kita yang pindah ke sana di semester tiga kemarin. Dia bilang, dia satu jurusan dengan seseorang yang sangat ingin aku temui di sini. Yong, aku ingin memberimu hadiah ulang tahun yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu. Ya, meskipun aku tahu kau tidak akan pernah bisa melupakan semua hadiah yang aku berikan untukmu mengingat akku adalah satu-satunya sahabatmu yang kecantikannya tiada tandingan. Haha

“Baiklah, sekali lagi selamat ulang tahun, Yong!”

 

Wajah cantik Rae Ah kemudian berganti menjadi wajah cantik seorang gadis yang membuat Yonghwa hidup dalam penyesalan selama dua tahun ini. Gadis itu terlihat tersenyum dengan tulus. Yonghwa mematung. Matanya mulai memanas, dadanya sesak karena begitu merindukan gadis dalam video itu. Ingin rasanya ia membawa gadis itu ke dalam pelukan.

 

“Apa kabar, Yonghwa-ssi? Selamat ulang tahun! Kau tahu? Aku benar-benar terharu melihat persahabatan kau Rae Ah. Bahkan Rae Ah rela jauh-jauh pergi Inggris hanya untuk memberimu hadiah yang sangat spesial. Aku ingat, dulu aku pernah cemburu melihat kedekatanmu dengan Rae Ah padahal waktu itu Rae Ah juga sudah memiliki Kyuhyun.

“Yong, selamat ulang tahun. Aku… merindukanmu!”

 

Kembali Yonghwa terpaku atas kalimat yang dilontarkan gadis itu. Hanya kaliamat pendek tapi mampu membuat Yonghwa kembali dirundung penyesalan. Gadis itu merindukannya? Benarkah? Air mata Yonghwa sudah tidak bisa ditahan lagi. Ia menangis tersedu.

“Aku lebih merindukanmu, Tae-ya!”

 

***

 

Di sinilah Yonghwa berada. Di depan sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu aktivitas pendidikan berkualitas negara Inggris. Ia ingin menjemput hatinya. Hatinya yang menghilang bagai ditelan bumi semenjak peristiwa berakhirnya hubungan mereka.

Yonghwa mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencoba peruntungan akan menemukan Song Tae Yoo. Ia mulai berjalan, menyusuri koridor menuju ruangan yang menurut keterangan Rae Ah, gadis itu itu akan berada di dalamnya.

 

Music Room. Yonghwa telah sampai di ruangan itu. Dengan jantungnya yang berdebar, Yonghwa membuka pintu ruangan itu. Yonghwa mematung. Saat pintu itu telah terbuka, alunan nada yang sangat Yonghwa kenal tengah mengalun dengan indah. Lagu kesukaannya. Matanya memanas saat dilihatnya seorang gadis tengah memainkan sebuah piano dengan lihainya.

Yonghwa menghampiri gadis itu. Song Tae Yoo, gadis yang sangat dirindukannya. Gadis yang tidak pernah bisa dilupakannya. Gadis yang telah membuat Yonghwa hidup dirundung penyesalan selama dua tahun. Yonghwa bertekad ingin memperbaiki semuanya, memperbaiki kisah cintanya dengan cerita yang seharusnya. Cerita yang tidak akan berhenti karena sebuah kebodohan. Cerita ynag tidak akan berhenti karena Yonghwa tidak akan membiarkan hatinya pergi lagi.

 

“Song Tae Yoo,” lirih Yonghwa. Ia kini sudah berada tepat di samping Tae Yoo.

Tae Yoo mendongak, terlihat ekspresi terkeut di wajahnya. Dengan gerakan refleks, Tae Yoo berdiri dari duduknya.

“Yonghwa-ssi?”

“Maafkan aku, Tae-ya. Aku… Merindukanmu.” Tae Yoo menundukkan kepalanya.

 

Dua tahun tidak bertemu membuat Tae Yoo juga benar-benar merindukan laki-laki di hadapannya ini. Bohong jika Tae Yoo mengatakan ia tidak pernah berharap Yonghwa akan memintanya untuk kembali karena pada kenyataannya gadis itu selalu berharap Yonghwa akan menjemputnya dan memintanya untuk kembali.

“Please, comeback to me.”

Tae Yoo tersenyum tulus dengan air mata yang mengalir. Tae Yoo berhambur ke dalam pelukan Yonghwa tanpa membalas ucapan laki-laki itu.

“Please, comeback to me.”

 

THE END

 

Sorry for bad story, sorry for typo, sorry for everything. I created this when I remember that today is uri Yonghwa’s birthday. Ah, once more, Happy birthday, Yong!

Comment-nya please~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s