MR.

Autor: Kin A

Rating: PG-15

Genre: Romance, family

Length: oneshoot

Cast:
– Lee Jonghyun (CNBLUE)

– Im Yoona                  

 

 

Kin A

Present

 

Lee Jonghyun >< Im YoonA

 

Mata Yoona masih setia menatap ke luar rumahnya. Menatap halaman rumah sebelahnya yang berhias dengan tanaman – tanaman hias yang terawat dan tersusun dengan apik yang membuat setiap mata yang menatapnya pasti mendecak kagum, tak terkecuali dirinya. Namun untuk saat ini atau setiap pagi saat waktu sarapan tiba, ada hal yang jauh lebih indah dibandingkan tatanan taman di rumah itu. Ialah Jonghyun, seorang duda berusia 30 tahunan, yang mampu merebut perhatiannya.

Setiap pagi datang, ia selalu bersemangat untuk pergi sarapan karena dari meja makannya ini, ia dapat melihat setiap gerak gerik Jonghyun dengan puas tanpa ketahuan. Seperti saat ini, ia dapat melihat Jonghyun yang tengah mencuci motor sport merahnya. Semua terlihat jelas di matanya bahkan setiap garis keringat di wajah Jonghyun, Yoona dapat melihatnya dan kalau ia mampu, ia akan mengelap setiap cucur keringat yang jatuh di wajah tampan Jonghyun.

Tiba – tiba pintu putih rumah Jonghyun terbuka, menampilkan sesosok perempuan imut yang telah siap dengan tas dan juga seragam sekolahnya. Dapat terlihat oleh matanya, sosok perempuan imut itu menghampiri Jonghyun yang notabenenya adalah ayahnya.

“ Ibu aku berangkat sekarang.” Ujar Yoona dengan agak kencang agar ibunya yang sedang memasak di dapur dapat mendengarnya. Yoona yang telah menghabiskan roti bakar pertamanya hari ini lalu bergegas pergi keluar rumah.

Langkah demi langkah Yoona lakukan dengan pelan. Diam – diam ia mengawasi Jonghyun dan putrinya yang kini berjalan beriring menuju pagar rumah mereka. Saat seperti itu merupakan yang Yoona tunggu daritadi dan segera Yoona mempercepat langkahnya.

“ Hai, Mona. Selamat pagi.” Sapa Yoona dengan ramah. Tangan kanannya sedikit terangkat untuk menyapa anak perempuan yang kini berada di ambang pagar dengan tangan kanannya yang masih memegang erat tangan sang ayah.

“ Hai, Bu guru. Selamat pagi.”

Sepertinya rutinitasnya selama ini tidak pernah gagal atau pun tercium janggal oleh dua orang yang kini ada di depannya.

“ Kebetulan sekali kau di sini. Aku akan menitipkan anakku padamu. Tolong jaga dia di sekolah.” Ujar Jonghyun yang kemudian melepas genggaman tangannya dengan sang anak. Lalu tampak Yoona menghampiri Mona dan langsung mengenggam tangan Mona dengan erat.

“ Pasti Mister.” Ujar Yoona sambil tersenyum dengan senyuman termanisnya. Lalu Mister? Mister adalah panggilan yang Yoona gunakan saat memanggil Jonghyun. Kenapa? Karena saat Jonghyun pindah ke daerah ini setahun yang lalu, Yoona kira Jonghyun bukan orang Korea. Jadi saat perjumpaan pertama antara mereka berdua, Yoona memanggil Jonghyun dengan sebutan Mister yang akhirnya hingga saat ini Yoona memanggil Jonghyun dengan sebutan Mister.

“ Kami berangkat duluan.”

“ Tuungu.” Ucapan Jonghyun berhasil membuat langkah Yoona dan Mona terhenti.

“ Aku akan pulang larut malam. Jadi aku harap kau bersedia untuk menemani Mona sampai aku pulang.” Ujar Jonghyun lebih lanjut.

“ Ara.”

“ Aku akan membayarnya nanti dan ini kunci rumahku.” Ujar Jonghyun sambil memberikan sebuah kunci dengan gantungan sebuah bintang kepada Yoona.

-:-

Setelah waktu sekolah telah berakhir, Yoona memutuskan untuk mengajak Mona pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan yang akan menjadi menu makan mereka nanti malam.

“ Kau mau akan makan apa nanti malam?” Tanya Yoona pada Mona yang kini berada di troli yang di dorongnya. Tubuh Mona yang masih berusia 5 tahun sudah pasti masih dapat masuk ke dalam troli di dorongnya ini.

“ Em…. Aku ingin sphagetti guru.” Jawab Mona yang kini sedang menatap bingung rak – rak barang di samping kanan – kirinya.

“ Mmm….. Baiklah. Kajja kita membeli sphagetti yang paling enak.”

-:-

“ Bagaimana sphagetti buatanku? Enak tidak?” Tanya Yoona yang kini telah duduk di meja makan yang berada di rumah Jonghyun. Di hadapannya, tampak Mona sangat menikmati hasil masakan buatan Yoona.

“ Enak.” Jawab Mona sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“ Benarkah? Walau begitu kau harus memakannya dengan pelan – pelan. Ibu guru tidak akan mengambil sphagetti milikmu.” Ujar Yoona sambil mengelap sisa – sisa cream putih yang ada di sudut – sudut bibir Mona.

“ Hehe… Baiklah.”

-:-

“ Kemudian Cinderella dan pangerannya kini hidup bahagia, selamanya. Selesai. Bagaimana ceritanya?” Ujar Yoona setelah menyelesaikan ceritanya. Kemudian Yoona menutup buku cerita Cinderella itu lalu menaruhnya di pangkuan.

“ Kau sudah tidur, ne? Tanya Yoona pelan. Dibelainya dengan lembut helai demi helai rambut Mona yang menghalangi wajah damai Mona yang sedang tertidur tepat di sampingnya.

“ Kemana ayahmu? Mengapa sampai jam segini ia belum pulang juga?” Gumam Yoona sambil menatap jam hello kitty yang tergantung dengan baik di dinding kamar Mona. Jam saat ini telah menunjukkan pukul 12 tepat.

Tiba – tiba dari luar kamar Mona, terdengar suara dentingan – dentingan piano yang mengalun dengan merdu.

“ Suara apa itu? Apa itu Jonghyun? Mengapa jika ia sudah pulang suara pintunya tidak terdengar? Apa jangan – jangan itu hantu?” gumam Yoona yang seketika itu berubah menjadi takut.

Yoona lalu menyibak selimut yang menutupinya lalu berjalan dengan hati – hati ke arah piano yang berada di ruang tengah rumah ini.

“ Siapa di sana?” Tanya Yoona dengan takut – takut. Dekat. Semakin dekat Yoona ke ruang tengah, semakin terdengar tidak hanya suara piano saja yang dapat didengar namun ada juga suara nyanyian pria yang tak kalah merdu dengan alunan piano yang ia mainkan. Tapi mengapa yang terdengar oleh Yoona suara nyanyian pria itu terdengar sangat menyedihkan.

“ Mister?” Dapat terlihat oleh mata Yoona, Jonghyun, pria yang ia suka sedang bermain piano di ruang tengah itu dengan cahaya yang redup. Punggung Jonghyun tampak naik turun dengan tidak beraturan yang Yoona yakini pasti Jonghyun sedang menangis.

“ Mister, apa kau baik – baik saja?” Tanya Yoona yang kini berdiri tepat di samping Jonghyun yang sedang bermain piano dengan begitu menyedihkan. Wajah putih Jonghyun kini tampak kemerah – merahan dan dari tubuhnya tercium bau alkohol yang begitu menyengat.

“Mister?” Panggil Yoona sambil menyentuh pundak kanan Jonghyun.

“ Ah kau gurunya Mona? Ada apa kau di sini? Ah iya aku yang menyuruhmu untuk menjaga Mona. Baiklah, kau sudah selesai, pulanglah.” Ujar Jonghyun sambil menatap wajah Yoona dengan raut yang kacau. Permainan pianonya telah ia hentikan tadi sebelum ia berbicara pada Yoona.

“ Mister?”

“ Ada apa lagi? Ah iya bayaran atas jasamu telah menunggu Mona. Tunggulah di sini!” ujar Jonghyun sambil bangkit dari tempat duduknya dan mencoba untuk berjalan menuju kamarnya. Namun belum dua langkah ia berjalan, Jonghyun jatuh terduduk di dinginnya lantai. Jonghyun sepertinya sudah mabuk parah. Tubuhnya saat ini tampak tidak mampu mengatur keseimbangan.

“ Tidak. Tidak perlu. Lebih baik saat ini kau istirahat saja.” Ujar Yoona sambil menghampiri Jonghyun.

“ Berikan Tanganmu!” Pinta Yoona sambil mengulurkan tangannya. Namun Jonghyun yang mabuk tidak merespon ucapan Yoona dengan baik.

Yoona yang jengah lalu mengambil tangan kanan Jonghyun yang kemudian ia sampirkan di pundaknya. Badan Jonghyun yang lebih berat dibandingkan dengannya ini, membuatnya kesulitan untuk memapah tubuh Jonghyun ke sebuah sofa panjang yang berada tak jauh dari tempat Jonghyun jatuh tadi.

“ Kau tidak terlihat keren Mister.” Gurau Yoona sambil menatap sedih Jonghyun yang kini terlelap di hadapannya. Jonghyun yang seperti ini tidak pernah terbayangkan oleh Yoona yang notabenenya adalah penggemarnya. Jonghyun yang seperti ini membuat hati Yoona terluka.

“ Soonji – ah, maafkan aku. Aku tidak akan melupakanmu. Tidak ada yang dapat menggantikanmu.” Igau Jonghyun dalam tidurnya tanpa menghiraukan Yoona yang masih berdiri di dekat Jonghyun.

“ Apa ia sedang memimpikan istrinya yang telah meninggal?” Batin Yoona.

-:-

Sinar matahari semakin banyak yang masuk melalui celah – celat jendela. Membuat seorang pria yang tengah tertidur sedikit demi sedikit membuka kedua matanya. Dengan segera pria itu bangun dari tidurnya.

“ Ah, mengapa kepalaku terasa berat sekali?” Gumam pria itu sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.

Dari arah ruang makan, pria itu dapat mendengar dentingan – dentingan alat makan yang saling beradu menandakan ada seseorang yang sedang berada di sana. Pria itu lalu melangkah dengan langkah tertatih menuju ruang makan untuk melihat siapa orang yang berada di sana.

“ Appa?” gumam Mona yang kaget karena melihat ayahnya kini telah berdiri di sampingnya dengan salah satu tangan memegang kepala.

“ Soonji – ah?” Tanya Jonghyun yang penasaran dengan sosok wanita yang sedang berdiri membelakanginya. Yang sepertinya sedang mencuci beberapa peralatan masak.

“ Soonji – ah.” Tak beberapa lama sosok wanita itu berbalik.

“ Mister?” Wajah Jonghyun berubah menjadi sedikit kecewa.

“ Ah, Gurunya Mona.” Ujar Jonghyun dengan kecewa dan kemudian duduk di samping Mona.

“ Ayah sangat bau.” Ujar Mona sambil menutup lubang hidungnya dengan tangan mungilnya.

“ Mister, ini air madu untuk menetralisir mabukmu.” Ujar Yoona yang kini telah berada di samping Jonghyun dan kemudian menyerahkan segelas air madu pada Jonghyun.

“ Terima kasih.” Jonghyun lalu menerima dan langsung meminum segelas air madu itu dengan sekali tegak. “ Kenapa kau masih di rumahku? Ah iya bayaranmu. Tunggu.”

Sebelum Jonghyun beranjak dari kursinya, Yoona segera menghentikannya. “ Tidak aku tidak perlu bayaran. Aku suka rela melakukannya.”

“ Tapi aku sudah berjanji padamu. Tunggu di sini!” Ujar Jonghyun yang tetap beranjak dari kursinya.

-:-

Pagi ini tidak seperti pagi – pagi yang kemarin. Yoona kini telah berada di depan pagar rumah Jonghyun sebelum Jonghyun dan Mona berada di depan pagar rumah mereka.

“ Selamat pagi Mister.” Sapa Yoona pada Jonghyun yang tengah melakukan rutinitas paginya yaitu mencuci motor sport merahnya.

“ Ah, gurunya Mona, ada apa?

“ Boleh aku masuk?” Tanya Yoona yang kemudian dijawab Jonghyun dengan anggukan.

“ Hai.” Sapa Yoona lagi saat ia telah berada lebih dekat dengan Jonghyun.

“ Ada apa?”

“ Mister aku akan bertanya padamu.” Ujar Yoona yang semakin membuat raut bingung di wajah Jonghyun.

“ Mister, apa kau masih mencintai mendiang istrimu? Apa hanya dia yang bisa ada di hatimu? Tidak bisakah orang lain memasukinya?”

“ A….. apa maksudmu?” Tanya Jonghyun bingung.

“ Aku…… mencintaimu. Aku mencintaimu Mister.” Ujar Yoona dengan pasti. Jonghyun yang mendengar hal itu kemudian menatap Yoona dengan tidak percaya.

“ Aku mencintaimu. Bisakah aku ada di hatimu?” Ujar Yoona lagi.

“ Baiklah jika tidak. Setidaknya aku telah mengungkapkan perasaanku padamu dan kuharap setelah ini kita bisa tetap menjadi tetangga yang menjalin hubungan dengan baik.” Ujar Yoona setelah melihat tidak ada respon yang diberikan oleh Jonghyun.

“ Appa.” Ujar Mona yang baru saja keluar dari rumahnya.

“ Bu guru, apa bu guru menungguku?” Tanya Mona yang bingung dengan kehadiran gurunya di rumahnya sepagi ini.

“ Ne. Bu guru memang menunggumu. Ayo kita berangkat.” Jawab Yoona sambil memendam rasa sedih dan kecewanya. Kemudian diraihnya tangan mungil Mona lalu melangkahkan kaki untu pergi ke sekolah.

“ Tunggu. Aku …….. kurasa aku akan mencobanya. Dalam mimpiku, istriku seperti menunjukkan dirimu padaku kemudian ia berkata padaku kalau wanita di sampingnya ini adalah ibu pengganti bagi Mona yang akan merawatnya dengan baik. Awalnya aku tidak menganggap mimpi itu sebagai hal serius. Aku kira itu karena kau selalu hadir di rumahku setiap pagi sehingga aku selalu melihat wajahmu bahkan dalam mimpi. Namun kini aku sadar aku mulai bisa membuka hatiku dan setelah kupikir aku tidak mungkin merawat Mona tanpa figur seorang ibu seumur hidunya. Jadi mari kita coba untuk menjadi pasangan.” Ujar Jonghyun menghentikan langkah kaki Yoona dan Mona.

“ Mona, apa kau setuju jika Ibu gurumu menjadi ibumu?” Tanya Jonghyun pada Mona yang kini menghadapa ke arahnya.

“ Apa benar ibu guru akan menjadi ibuku?” Tanya Mona pada Yoona yang masih berdiri mematung di sampingnya.

“ HORE!!!” Ujar Mona senang dan langsung memeluk Yoona.

“ Kau tidak perlu membalas perasaanku, jika itu terpaksa.” Ujar Yoona pada Jonghyun.

“ Aku tidak terpaksa. Sudah kubilang tadi bahwa aku juga mulai memiliki perasaan yang sama denganmu tapi aku masih terlalu takut untuk menduakan Soojin. Tapi aku yakin, jika itu bisa membuatku dan Mona bahagia, Soojin di sana juga pasti ikut bahagia.” Ujar Jonghyun dan sedikit demi sedikit ia menghampiri Yoona dan memeluknya erat.

“ Saranghae.” Bisik Jonghyun tepat di telinga Yoona.

“ Nado.” Ujar Yoona sambil membalas pelukan Jonghyun.

“ Ya appa, ibu guru, jangan lupakan aku di sini. Aku terjepit oleh kalian berdua.” Ujar Mona dengan polos. Dengan segera Jonghyun dan Yoona melepaskan pelukan mereka.

“ Apa sakit?” ujar Jonghyun sambil menggendong Mona.

FIN

Please tinggalkan jejak.

Komentar, saran, dan kritiknya saya tunggu.

 

9 thoughts on “MR.

  1. sempet geli bacanya.. jonghyun duda 30 tahun??? huaaaaa wkkwkw..
    tapi keren thor.. aku kirain jonghyun bakalan nolak yoona tapi alhamdulillah di terima juga keke.. alurnya agak kecepetan thor tapi tetep bagus.. ditunggu karya” lainnya ^^

  2. ooooohhhhh so sweet ff nya…. udah lama ga baca ff deerburning… kangen…. ditunggu ff deerburning selanjutnya…..semoga nanti ada sequelnya ya…. soalnya masih belum puas ama endingnya….hehehe….

  3. Well, jonghyun 30th kayaknya lg ganteng2nya haha.
    Menurutku plotnya kecepetan sih, kaget aja tiba2 yoona confess, tp namanya jg oneshot.
    Tapi overall so sweet,

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s