Love Story [Part 1]

Author             : Ayuni

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, Friendship

Rating              : PG-15

Cast                 :

  • Park Shin Hye
  • Jung Yong Hwa (CN BLUE)
  • Seo Joo Hyun (SNSD)

Other Cast       :

  • Kang Min Hyuk ( CN BLUE)
  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Lee Sun Kyu as Sunny (SNSD)

Disclaimer       : FF ini saya buat karena keseringan baca FF di ffcnblue indo, dan karena saya BOICE kekeke

Note                : Ini ff pertama saya, jadi maaf kalo ceritanya sedikit gaje, maaf juga kalo banyak typo. Okee happy reading cinghu, don’t forget to leave your coment, don’t be silent reader.

~~~~

Author Pov

Jung Yong Hwa, namja yang bernama Jung Yong Hwa itu sedang tertidur di pangkuan yoeja bernama Park Shin Hye. Seperti biasa wanita itu terus merasakan debaran yang harus dia sembunyikan, setiap kali Yonghwa tidur di pangkuannya. Entahlah padahal hampir setiap pagi Yonghwa selalu tidur di pangkuannya tetapi debaran itu selalu muncul bahkan semakin kuat hingga Shinhye merasa seakan jantungnya siap untuk meledak.

“Eh dua orang itu anak kelas dua Hannyoung High School, Park Shin Hye dan Jung Yong Hwa kan?” salah seorang yoeja penumpang kereta berkata pada sahabatnya.

“Apa mereka jadian ya?” katanya penasaran

Shin Hye hanya bisa diam mendengar percakapan mereka pura-pura tidak mendengar, dia sudah biasa dengan orang-orang yang membicarakannya tetapi dia sedikit senang jika ada seseorang yang mengatakan bahwa mereka pasangan yang serasi walaupun orang-orang itu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

Shin hye Pov

Aku memandang keluar jendela kereta “Kota ku” batinku, kota kecil yang di kelilingi oleh gunung, kota yang terletak di pinggiran kota seoul, kota Gyonggido. Bahkan untuk mencapai sekolah di butuhkan waktu 30 menit dengan menggunakan kereta.

Hanya 30 menit di pagi hari, aku menyukainya yang tertidur di pangkuan ku saat yang sangat spesial bagiku, aku sangat menyukai saat-saat seperti ini, walaupun debaran ini menyiksaku, pada awalnya debaran ini adalah debaran kebahagiaan tapi setelah kejadian 4 bulan yang lalu…

Ketika Seo Joo Hyun teman yang sangat akrab bagi kami akan pindah ke Busan, kami bertiga selama ini selalu bersama oleh sebab itu ketika Seo Hyun memutuskan untuk pindah ke Busan aku menjadi sangat sedih, dan begitu pula dengan Yonghwa ini pertama kalinya aku melihatnya menangis.

Flash Back

Seohyun-ah kau harus selalu sehat ya? Aku akan mengirim sns terus kepadamu” kata ku, Seohyun hanya tersenyum dan mengangguk mantap

 

“Eh eonni jangan menangis gitu donk!”

Ya, tanpa terasa aku meneteskan air mataku, Seohyun memang 1th lebih muda dari kami, aku bahkan sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.

“Oppa, kau harus selalu sehat ya? Jaga eonni dan jangan lupa untuk mengirim pesan pada ku, aku akan sangat merindukan kalian”

“…..”

Yonghwa tak juga merespon, hanya butiran airmata yang jatuh dari sudut matanya.

“Hei Yong bilang sesuatu dong ke Seohyun jangan hanya diam” kataku geram.

“Kamu,..!!” akhirnya yonghwa memulai perkataan walaupun dia terlihat gugup dan sedih, terlihat jelas di matanya ada kekhawatiran, kesedihan dan sesuatu yang entahlah aku tak tahu apa itu.

“Kamuu…kamu…kamu harus makan yang banyak ya, kamu juga harus tidur yang cukup, rajin-rajin belajar tapi kamu juga harus istirahat yang cukup, kamu juga harus punya banyak teman, berhentilah menyendiri dan hanya berteman dengan buku, cobalah untuk bersikap ramah pada semua orang,..”

Yonghwa berkata panjang lebar, ya kurasa dia benar-benar mengkhawatirkan Seohyun, karna memang teman Seohyun hanya kami berdua, dia bukan tidak mau berteman dengan orang lain hanya saja dia terlalu pemalu.

Seohyun hanya diam mendengar kan perkataan yonghwa.

“Ya Jung Yong Hwa kau seperti eommanya saja” kataku sambil terkekeh sedikit mengejek

“Habisnya aku khawatir, karena aku menyukainya!!!”

Aku tercekat, kata-kata Yonghwa cukup membuatku terdiam, hatiku sepertinya telah hancur berkeping-keping, mataku mulai memanas ku gigit bibir bawah ku untuk menguatkanku, entahlah walaupun itu tidak bisa menghilangkan rasa sakitku tetapi setidaknya itu bisa menguatkanku saat ini.

“Ya Paboya, kenapa kau baru bilang sekarang?” Seohyun langsung berlari kedalam pelukan Yonghwa.

Andwee,.. tidak,. Aku tidak tahan lagi air mataku mulai jatuh mengetahui bahwa mereka saling mencintai, saling berpelukan,, bagaimana aku akan menata hatiku??

Flash Back End

Semenjak saat itu keesokkannya mereka mulai pacaran, dan itulah yang membuat debaran bahagia itu menjadi debaran yang sangat menyiksah, karena lelaki yang selama hampir 4 tahun ini kusukai telah mempunyai kekasih.

Semenjak kejadian itu, setiap pagi Yonghwa   dan aku selalu pergi bersama kesekolah, karena sudah tidak ada Seohyun, dan kebersamaan kami sering disalah artikan oleh teman-teman sekolah kami yang sering satu kereta, mungkin karena Yonghwa yang sering tidur di pangkuanku.

Dan setelah kejadian 4 bulan itu Yonghwa hanya akan menjadi teman dekatku, aku sudah tidak akan mengatakan menyukainya sebab dia pacar temanku.

Author Pov

Yonghwa masih saja tertidur di pangkuan shinhye, tanpa terasa kereta sudah sampai di stasiun.

“Yonghwa~ya il-eona, kita sudah sampai” Shinhye membangunkan Yonghwa sambil menggoyang-goyangkan badannya

Akhirnya Yonghwa terbangun, mereka turun dari kereta dan bergegas menuju sekolah

“Wah hari ini pun aku tertidur nyenyak sekali” kata Yonghwa sambil menguap

“Kamu keterlaluan Jung Yonghwa pahaku jadi sakit, kamu terlalu keenakan tidur di kereta tadi” rajuk Shinhye.

“Hahaha mian Shinhye yg cantik” Yonghwa meminta maaf dengan sedikit mengeluarkan agyonya.

Tiba-tiba ponselnya berdering, Shinhye melihat nama seseorang yang tertera di handphone Yonghwa “dari Seohyun” batinnya, dan itu membuatnya tidak enak hati.

“Yoboseo?”

“Pagi Oppa, apa kau sudah sampai di sekolah?” terdengar suara Seohyun di seberang sana.

“Pagi jagi, sekarang aku masih berada di depan stasiun dekat sekolah, YA….!” Tiba-tiba telpon Yonghwa di rampas oleh Shinhye.

“Pagi Seo, tadi Yonghwa mu di kereta tidur sambil ngiler loh,” Shinhye bercerita kepada Soehyun dengan menahan sesuatu di dadanya, sebenarnya dia merampas handphone Yonghwa karena tidak tahan mendengar percakapan antara Yonghwa dengan Seohyun.

“Eh Park shinhye kembalikan handphone ku” teriak Yonghwa kesal, tetapi Shinhye tidak menghiraukan perkataan Yonghwa dia masih sibuk bercakap dengan Seohyun.

“Wah enak ya eonni bisa selalu berada di dekat Oppa” perkataan Seohyun sukses membuat Shinhye terdiam dan gugup.

“Tapi dia ngiler tau” kata Shinye sambil terkekeh, untuk menutupi kegugupannya.

“Tetap saja aku ingin melihatnya eon, eh eonni aku boleh minta tolong tidak?”

……….

Seohyun Pov

Aku masih memandangi handphoneku, membayangkan betapa senangnya jika aku masih berada di seoul dan satu sekolah yang sama dengan shinhye eonni dan yong oppa, andai saja appa tidak pindah tugas mungkin aku sekarang sedang asik bergurau bersama mereka

“Ah bogoshipoe” kataku,

Aku bangkit dari meja makan berjalan keluar untuk pergi ke sekolah, dalam perjalanan ku lihat sepasang kekasih bergandengan sambil bercanda mesra, andai saja yong oppa ada di sini mungkin aku kan melakukan hal yang sama. Sudah 4 bulan kami berpacaran tetapi kami tidak pernah bertemu sekalipun, dan aku iri pada mereka yang setiap hari dapat bertemu dengan pasangannya.

*****

Jam pelajaran telah usai, saatnya aku pulang ke rumah. Seperti biasa aku berjalan sambil memandangi laut yang luas, saat musim panas seperti ini laut terlihat begitu indah dan berkilau karena pantulan sinar matahari yang begitu menyengat.

“Ah aku jadi haus” kataku

Aku melihat sebuah mesin minuman tidak jauh dari tempatku berdiri dengan cepat aku segera berjalan ke sana. Ku ambil beberapa uang koin dari dompetku, aku sedikit berfikir menentukan apa yang sebaiknya aku minum, akhirnya aku memutuskan untuk meminum jus jeruk, ya sepertinya menyegarkan minum jus jeruk di cuaca yang panas seperti ini. Aku melanjutkan perjalanan menuju rumah tetapi tiba tiba aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku, aku panik keringat dingin sudah mulai keluar dari tubuhku, aku semakin mempercepat langkahku berharap ia tidak akan mengikutiku lagi tetapi aku salah dia semakin mempercepat langkahnya juga. Dengan sekuat tenaga aku mengumpulkan keberanian untuk membalikkan badanku dan ku dapati seorang namja dengan tubuh jangkung berdiri di hadapanku dengan tatapan menakutkan, rambut gondrong dan berpakaian seperti pereman, aku semakin ketakutan melihat sosok yang ada di hadapanku ini, “Tuhan tolong selamatkan aku dari namja yang mengerikan ini” kataku dalam hati.

“YAAA kau penguntit, otak cabul berhenti mengikutiku!!” teriakku, aku langsung mengambil kayu yang terletak di dekatku dan langsung ku lemparkan ke aranya aku langsung berlari secepat yang aku bisa.

“Dasar namja cabul” gerutuku

“Hum rasakan emang enak di timpuk kayu, siapa suruh mengikutiku” aku berkata dengan bangganya karena telah berhasil kabur dari namja cabul itu.

Aku tiba di rumah tetapi kelihatan sepi sekali “Keman eomma” batinku, aku berjalan menuju dapur tetapi tak juga ku dapati sosok eomma, terlihat sebuah memo tertempel di pintu kulkas ternyata itu dari eomma, eomma bilang dia berkunjung kerumah temannya.

“Eomma pergi tanpa memasak makanan untukku menyebalkan” gerutuku kesal

“Ahh baegopa!! Apa yang harus aku makan?” seprtinya hari ini adalah hari tersialku

“Aku lelah” gumamku, dengan langkah tergopoh aku menaiki tangga dan dan langsung masukke kamarku, kamarku bisa di bilang cukup besar dengan tempat tidur besar yang terletak tepat di samping jendela, lemari pakaian di ujung tempat tidur dan sebuah piano di sudut kamarku, sangat berbeda dengan kamarku di seoul yang terbilang sederhana, walaupun tidak sebesar kamarku sekarang tetapi aku lebih menyukai kamarku yang dulu. Aku menghempaskan badanku ke kasurku yang empuk melepas penatku dan menerawang jauh ke masa saat aku berada di seoul, tiba-tiba ponselku berdering, ku ambil dengan senangnya ku pikir itu yong oppa tetapi ketika ku lihat ternyata nomor baru.

“Yoeboseo?” terdengar suara di seberang sana.

“Yoeboseo, nuuguseo?” kataku penasaran,

“Aku orang yang kau bilang penguntit tadi” jawabnya,

Aku tercengang, dari mana dia bisa mengetahui nomor ponselku? Seingatku aku tidak pernah memberikan nomor ponsel ku kepada teman-teman di sekolah ya karena memang aku belum mempunyai teman yang dekat denganku, aku selalu sendiri. Apa sebenarnya tujuannya mengikutiku? Dan dari mana dia tau nomor ponselku?

………

Author Pov

Shinhye sedang asyik mengambil gambar Yonghwa yang sedang bermain basket, sudah sedari tadi dia mengikuti Yonghwa kemanapun namja itu pergi hanya sekedar untuk mengambil gambar Yonghwa, apa saja yang ia lakukan di sekolah setiap hari. Lalu Yuri dan Sunny datang mendekati Shinhye.

“Apa yang kau lakukan Shinhye?” Tanya Yuri penasaran sambil terus menatap Shinhye aneh, karena jarang sekali dia mengambil foto Yonghwa secara diam-diam. “Bukannya mereka bisa mengambil foto bersama, kapan saja dan dimana saja. Mengingat mereka pasangan yang serasi dan romantis, mengapa harus mengambil foto yonghwa secara diam-diam?” batin Yuri

“Kenapa kau mengambil foto yonghwa diam-diam? Seperti penguntit saja, kekekeke” timbale Sunny sambil terkekeh

“Eoh, ini aku di minta tolong yoejachingunya Yonghwa, dia ingin melihat apa saja aktivitas Yonghwa di sekolah, dan ia minta ini di rahasiakan dari Yonghwa, mangkanya aku mengambil fotonya diam-diam” Shinhye berbicara sambil berbisik kepada Yuri dan Sunny

“Maksudnya pacar? “ tanya Yuri kaget

“Yonghwa punya pacar?” timbal Sunny tidak percaya dan masih berfikir mencerna kata-kata Shinhye.

“Iya dia sudah punya pacar namanya Seo Joo Hyun, mereka sudah pacaran sejak 4bulan yang lalu” Shinhye sedikit menjelaskan

“Seo Joo Hyun anak kelas satu yang pindah ke Busan 4bulan yang lalu? Kalian berteman akrab kan? Jadi dia yoejachingunya Yonghwa?” Yuri melontarkan begitu banyak pertanyaan yang hanya di jawab anggukan kecil oleh Shinhye.

“Yah terus kamu bagaimana?” Sunny sedikit kecewa

“Ah..eh,.. Aku? Emang ada apa dengaku?”

Pembicaraan Shinhye dan teman-temannya di dengar oleh Minhyuk yang baru tiba di pinggir lapangan dengan membawa beberapa kaleng minuman, dia langsung berlari mendekat ke arah Yonghwa.

“Hyung!!” teriak Minhyuk, sontak Yonghwa menoleh ke arah sumber suara

“Waeo? Mana minumanku?” kata Yonghwa sedikit tidak peduli mengapa Minhyuk memanggilnya.

“Apa benar hyung dan shinhye nonna tidak pacaran?” tanya Minhyuk penasaran sambil menyodorkan minuman kepada Yonghwa

“YA bicara apa kau ini? Jangan suka bicara sembarangan?” Yonghwa memukul kepala Minhyuk.

“Aww appo hyung” teriaknya sambil menggosok-gosok kepalanya.

“Tapi hyung,. satu sekolah mengira kau berpacaran dengan Shinhye nonna” timbal Minhyuk lagi tanpa berhenti menggosok kepalanya.

“Ah jinja?” Yonghwa sedikit kaget, tiba-tiba matanya menangkap sosok Shinhye dan temannya di pinggir lapangan. Dia langsung berjaan mendekat ke arah Shinhye tanpa menghiraukan Minhyuk yang sedang menjelaskan anggapan orang kepadanya.

“YA hyung!! Kenapa kau meninggalkanku? Aiisshh!!” Minhyuk mengacak rambutnya kesal sembari berlari mengikuti hyungnya itu.

“ Ya Yonghwa-ya, apa benar kau dan Shinhye tidak pacaran?” tanya Sunny setibanya Yonghwa di tempat Shinhye berdiri.

“Enggg,….” Yonghwa kaget mendengar pertanyaan Sunny, ternyata benar apa yang di katakana Minhyuk tadi.

Melihat Yonghwa yang kaget Yuri sedikit kecewa.

“Yah padahal seluruh orang di sekolah ini mengira kalian pacaran, bahkan julukan kalian “pasangan romantis di kereta” kata Yuri sedikit kecewa

“Benar hyung, karena itu mending kalian jadian saja” timbal Minhyuk seenaknya yang spontan membuat Yonghwa memukul kepalanya lagi.

“Aww appo hyung, ini sudah yang kedua kalinya kau memukul kepalaku, kau tidak mempunyai perasaan” rengek Minhyuk sambil mengelus kepalanya.

Ggyyyuuuuutt,… Yonghwa menarik Shinhye kedalam pelukannya.

“Mangkanya jangan bicara sembarangan, dan jangan menganggap kami seperti itu” Yonghwa memberi penegasan pada ucapannya sembari memeluk Shinhye dan mengelus puncak kepalanya.

Sontak semua orang terkaget dengan tindakan Yonghwa “Sebenarnya apa yang ada di pikiran Yonghwa, dia mengatakan tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Shinhye, tetapi mengapa dia memeluk Shinhye?” batin Yuri yang terlihat berfikir dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka, atau lebih tepatnya memperhatikan Shinhye.

-TBC-

17 thoughts on “Love Story [Part 1]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s