Love is… [Chapter 2]

Autor   : kang lie

Rating  : PG-16

Genre  : Frendsip, AU, Tragedy, Romance

Length : Chapter

Cast:

  • All CNblue Member
  • Soojung / Kristal f(x)
  • Yoona Snsd
  • Choi SooYoung Snsd
  • Suzy Miss A
  • Yuri Snsd
  • Seohyun Snsd

Disclaimer:

Terinspirasi dari eratnya kebersamaan para member cnblue, dan beberapa adegan drama korea yang saya tonton. Selebihnya pemikiran saya. Jika ada kesamaan atau sejenisnya, itu hanya kebetulan.

Note :

Semoga di chapter ini para readers nggak bosen yah baca ceritanya, trus maaf buat typo-typo yang di chapter sebelumnya banyak banget. Di chapter ini udah di usahain semoga nggak ada typo lagi. Don’t forget to leave your coment chingu..

********

Wooridul Spine Hospital, Gangseo. Tiga bulan kemudian pkl. 07.24 wks

Pov Yoona

Tak terasa aku sudah tiga bulan di Korea, sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Padahal masih tergambar jelas saat wajah Jonghyun dan Jungshin yang begitu kaget melihatku dengan oppa di studio tiga bulan yang lalu. Mereka kira aku adalah pacarnya oppa, lalu aku dan oppa hanya menahan tawa dengan apa yang mereka katakan, apalagi dengan ekspresi Jungshin dengan mulut yang mengaga mirip dengan ikan. Tapi akhirnya mereka tahu aku adalah adik tirinya oppa, setelah oppa jelaskan semuanya kepada mereka.

Selama ini aku tinggal di Los Angel bersama eomma dan appa. Dan sudah sangat lama terakhir aku ke korea dan seingatku itu 8 tahun yang lalu, dan saat itu oppa belum berteman dengan mereka. Walaupun aku hanya adik tiri oppa, oppa tidak pernah bisa membenciku, karena aku selalu berusaha agar dia menyukaiku dan akhirnya usahaku berhasil hingga akhirnya oppa luluh karena tingkahku, hehehe aku memang sedikit keras kepala mirip dengannya.

Tiga bulan terakhir aku sudah cukup banyak mengenal dan dekat dengan mereka terutama Jonghyun, ditambah dia selalu mengunjungiku dirumah sakit setiap pagi mengantarkan bubur dan memastikan keadaanku. Ya, dia melalukan itu karena merasa bersalah kepadaku, aku berada dirumah sakit ini karena kecelakan mobil bersamanya, saat pulang dari apartemen Jungshin enam hari yang lalu setelah merayakan anniversary Minhyuk Soojung yang ke empat tahun. Malam itu jalan sangat licin karena salju yang begitu lebat menutupi jalan. Sepertinya dia benar-benar merasa bersalah karena kejadian itu, padahal sudah ku katakan tidak apa-apa. Karena perhatiannya itu sedikit mengusik hatiku, yah karena jika aku selalu di banjiri perhatian ditambah melihat wajahnya yang tampan itu, aku tak bisa menjamin perasaanku, bahkan saat membayangkannya saja seperti sekarang ini pipiku sudah terasa panas dan dadaku terasa sedikit aneh.

Tokk… tokk..

“Nyonya Jung sarapan pagi mu sudah datang” Ucap Jonghyun yang telah berdiri didepan pintu tanpa kusadari.

“Jonghyun-ah” Jawabku kaget melihatnya yang telah berada didepan pintu. Dengan pakaiannya yang rapi, pasti hari ini dia ada kuliah. Tapi tetap saja menyempatkan menjengukku. Benar-benar membuatku terbuai oleh perhatiannya.

“Apa yang kau pikirkan ? masih pagi wajahmu sudah memerah” Tanyanya penasaraan.

“An.. aniyo” Jawabku gugup. mana mungkin aku memberi tahu mu wajahku memerah karena memikirkanmu, batinku.

“Benarkah ?” Tanyanya menyakinkan sambil memegang pipiku secara tiba-tiba, dan itu berhasil membuatku kanget setengah mati dan rasanya pipiku tambah merah. Ommo Jonghyun-ah apa yang kau lakukan ?? dan aku hanya sanggup menjawabnya dengan menganggukan kepalaku.

“Baiklah kalau begitu, ini aku sudah siapkan bubur, sebaiknya kau sarapan dulu” Ucapnya sembari menarukan bungkusan makanan yang dibawanya ke meja disebelahku dan duduk disampingku serta memberikan senyum manisnya kearahku.

Aigo senyum itu !! benar-benar membuat nafasku sesak dan jantungku berdebar sangat kencang.. “eotteokhae” Jonghyun-ah sebenarnya kau ini pakai apa sih ? sehingga membuat ku begitu seperti orang bodoh ??

“Yoona-ya?” Panggilnya yang melihatku melamun, lebih tepatnya mengomel dalam hati karena ulahnya yang membuatku begitu salah tingkah.

“Yee? Mian aku hanya sedikit, maksudku kepalaku sedikit pusing” Jawabku asal karena gugup.

“Kalau begitu aku saja yang menyuapimu”

“Andwae, aku bisa sendiri kok” Tolakku cepat.

“Ani, aku akan menyuapimu. Dan tolong kau jangan keras kepala, okee” Jawabnya tegas lalu membuka bungkusan makanan yang berisi bubur lalu ada juga beberapa potong buah. ia menyodorkan sendok yang berisi bubur ke arah ku. Aigo, apa dia benar-benar akan menyuapiku ??

Aku tidak bisa menolak, kenapa juga tadi aku salah jawab kalau kepalaku pusing, dasar Yoona pabo !! Mengapa aku merasa begitu gugup disuapi olehnya, akan sangat gawat jika Jonghyun mendengarkan debaran jantungku yang sangat kencang ini. Apakah aku jatuh cinta kepadanya ? Ani,, ani Yoona, pasti ini hanya karena kau kecelakaan dan jantungmu belum stabil atau mungkin ini hanya pengaruh obat, iya pasti karena itu.

Tapi kalau begini terus, rasanya aku tidak ingin keluar dari rumah sakit ini dalam waktu singkat. Karena akan sangat menyenangkan diperlakukan seperti putri oleh pangeran tampan yang ada di hadapanku ini. Kulihat lekat Jonghyun yang sedang menyuapiku sambil tersenyum, diikuti lesung pipi yang terpasang sempurna mengikuti senyumnya. Benar-benar akan membuat meleleh setiap wanita yang melihatnya.

Pov Jonghyun,

Kampus. 15.54

Aku tersenyum melihat Yonghwa hyung dan Yuri yang terlihat bersama didalam studio, sepertinya sepasang kekasih yang baru saja jadian ini terlihat sangat bahagia. Hyung memainkan gitarnya dan menyayikan sebuah lagu untuk yuri yang berhasil membuat Yuri tersipu malu.

Geundaeneun darling..

Bam haneun byeolbitboda areumdaweoyo

Nae mamsok gipeun goseseo

Banjjakgeorineun

Na maneui sarang bit..

Hyung memang lelaki yang baik dan hangat, tetapi memang dia menyembunyikan semua itu dari orang-orang. Karena menurutnya hidup yang dimilikinya tidak pantas untuk diberikan semua kehangatan itu, yah mengingat dia telah kesepian sejak kecil karena ibunya telah meninggal saat dia kecil dan ayahnya menikah lagi lalu tinggal diluar negeri karena urusan bisnis. Sebenarnya dulu ada seseorang yang telah membuat hyung begitu bahagia tetapi wan..

“Jonghyun-ah sejak kapan kau berdiri di pintu?” Sekejap suara hyung membuyarkan lamunanku. Ternyata dia telah menyadari kehadiranku yang telah berdiri di depan pintu sejak tadi.

“Aahh,, tadi aku mau masuk hyung. Tetapi sepertinya kalian begitu asik” Ucapku tidak enak sambil menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

“Gwenchana Jonghyun-ah, bergabung saja” Ajak Yuri ramah.

“Ani, aku hanya mencari Jungshin, tapi sepertinya tidak ada. Tadi setelah kelas berakhir dia langsung menghilang. Ku pikir dia di studio”

“Tadi aku melihatnya berjalan kearah parkiran, dan sepertinya sedikit terburu-buru” Jawab Yuri.

“Ahh,, mungkin dia sudah pulang. Aneh sekali anak itu tidak mengajakku. Aku pergi dulu hyung Yuri-ah” Pamitku.

“Jonghyun-ah tunggu. Ini ada surat sepertinya untukmu, lihat saja ada namamu” Lalu hyung memberikan sepucuk surat yang berwarna pink itu kepadaku.

“Surat ?” Kulihat surat yang diberikan hyung, ini sama dengan surat yang kuterima beberapa minggu yang lalu.

“Mungkin dari para bias mu yang mengajamu untuk berkencan” Goda hyung.

“Baiklah kalau begitu aku harus bersiap-siap hyung, bisa jadi dia mengajakku berkencan malam ini” Jawabku bercanda dan tersenyum sembari meninggalkan studio.

Pov Author.

Gangnam, Pkl. 15.50

Jungshin berjalan dengan tergesa-gesa setelah keluar dari mobil hitamnya. Lalu ia memasuki cofetaria yang tidak jauh dari tempatnya memarkirkan kendaraannya, setelah matanya memeriksa seluruh ruangan akhirnya dia menemukan orang yang dia cari dan menghampirinya.

“Noona” Panggilnya kepada wanita yang berada di pojok ruangan. Lalu ia menghampirinya dan duduk di kursi yang ada didepannya. Mata Jungshin langsung tertujuh ke arah mata wanita itu yang memerah, sepertinya ia habis menangis.

“Jungshin-ah, gumawo sudah mau menemuiku” Ucap wanita bernama Sooyuong itu pelan.

“Noona gwenchana, aku akan selalu ada untukmu. Kenapa kau begini, ceritakan semuanya kepadaku. Aku pasti akan membantumu noona” Terlihat jelas kekhawatiran dimata Jungshin. Bagaiman tidak bahkan setelah kelas berakhir dia langsung menuju kemari dengan sangat cepat.

“Sebenarnya ini masalahku dengan Minho oppa, sepertinya dia berselingkuh Jungshin-ah” Jungshin hanya memandang lekat wanita yanga ada didepannya itu, sebenarnya dia begitu sakit mendengar ucapan wanita itu, bagaiman tidak wanita yang dia sukai lagi-lagi menangis oleh lelaki brengsek seperti minho. Noona apa kau tidak pernah melihatku ? jika saja kau bersamaku tak akan pernah air mata itu akan keluar, karena aku akan sangat berusaha membuatmu bahagia, batin Jungshin

“Jungshin-ah ?” panggil sooyoung ke Jungshin yang terlihat tidak merespon ucapannya.

“Noona, berhentiah menangis. Akan sangat gawat jika paparazzi melihatmu yang sedang menagis, bisa-bisa model cantik korea yang ada didepanku ini akan jadi cover majalah besok dengan judul Model cantik korea Sooyoung menangis terharu setelah bertemu dengan lelaki tampan bernama Jungshin” Goda Jungshin mencoba menghibur Sooyoung.

“Kau bisa saja” Kata Sooyoung sambil tersenyum mendengar perkataan Jungshin.

“Wah yeopptta. Itu baru terlihat seperti noona”

“Gumawo, kau selalu saja berhasil membuatku tertawa Jungshin-ah”

“Gwurae, emang aku semenawan itu?” Ucap Jungshin dengan menaruh kedua tangan kedagunya di atas meja, lalu tersenyum manis dan mengedipkan matanya ke arah Sooyoung. Sooyoung yang melihat agyeo Jungshin lalu tertawa geli.

Noona teruslah tertawa bahagia seperti ini, jangan membuatku menyesal karena membiarkanmu bersama dengan Minho. Jika tidak, aku akan merasa menjadi orang yang paling bodoh, karena merelakanmu dengan lelaki yang salah, Batin Jungshin.

Pov Jonghyun.

Apartemen Jungshin, Pkl 17.45

Aku mencintaimu LEE JONG HYUN…!!

Kupandangi surat yang baru saja kubuka, ini ketiga kalinya aku mendapatkan surat yang sama dari orang yang sama dan bau parfum dari surat itu, sepertinya aku pernah mencium parfum itu karena terasa sangat familiar, tapi dimana ??

Apa maksud orang yang mengirimkan surat ini ?? surat dengan tulisan yang sama, tetapi selalu diselipkan foto. Surat yang pertama foto ku saat sma, lalu fotoku saat kecelakaan dua tahun yang lalu, dan yang terakhir ini foto mobilku kecelakaan beberapa hari yang lalu.

Tiba-tiba tanganku kaku, dan beberapa bayangan hitam kembali menghinggapi isi kepalaku. Rasanya ingin membuat kepalaku pecah karena menahan kepalaku yang begitu sakit. Aku mendengar ada suara tabrakan mobil dan dentuman besar serta api yang berkobar, aku Teresa terbakar didalam kobaran api itu, dan beberapa saat semuanya hitam.

“Hyung.. hyung.. Gwenchana ?” samar-samar terdengar suara Jungshin memanggilku. Ku buka mataku secara berlahan, kulihat jungshin yang duduk disampingku yang sudah berada di ranjangnya.

“Hyung kau sudah sadar ?” Tanya Jungshin kawatir sambil memegangi keningku. Aku hanya menjawab dengan mengedipkan mata kepadanya, karena kepalaku masih terasa sakit.

“Hyung ini berapa ?” Tanya Jungshin sambil menggangkat tangan dan mengacungkan dua jari telunjuk dan tengah membentuk V kearah wajahku.

“Empat” Jawabku serak.

“Aigo, kau benar-benar sakit hyung. Aku akan memanggil ambulan sekarang juga. Kau tunggu disini sebentar hyung. Jebal bertahanlah” Omel Jungshin sambil mencari-cari ponselnya, terlihat dia seperti orang linglung mondar mandir mencari ponselnya kesana kemari. Sebelum dia sempat mengambil ponselnya yang ada di dekat meja tv, aku hanya tertawa lemas melihatnya.

“Jungshin-ah, itu dua. Aku tau, aku hanya bercanda saja” teriakku serak kepada Jungshin yang masih sibuk sendiri.

“Micosoe hyung ?” Jawabnya kesal dan menghentikan aktivitas mondar mandirnya. “Jantungku hampir copot dan kau bilang hanya bercanda ?? YAH Lee Jong Hyun, tau kah kau betapa aku mengkawatirmu” Omelnya yang langsung memelukku.

“Jungshin-ah”

“Wae ?? wae ??”

“Karena kesal sekarang kau berusaha membunuhku, sesak sekali tau” Dasar bocah ini benar-benar begitu mengkawatirkanku sampai memeluku begitu erat membuatku sampai sesak dalam pelukannya.

“YAH hyung, ini semua karenamu yang membuatku kawatir setengah mati” Ucap Jungshin sambil melepaskan pelukannya dariku.

“Aku akan memasakanmu bubur yang enak. Jadi tunggulah sebentar dan jangan banyak bergerak hyung” Ucapnya terdengar seperti perintah seorang ibu yang memarahi anaknya.

“Jangan terlalu banyak garam yah, aku kurang senang rasa asin” Pintaku yang ingin membuatnya kesal.

“Aiishh, banyak sekali maumu hyung, bahkan saat-saat mellow drama seperti ini” Omel Jungshin kesal. Aku hanya tertawa mendengar omelannya.

Pov Yonghwa

Daerah Apartemen Jungshin.

Entah sejak kapan aku mulai memperhatikan wanita ini, seingatku tiga bulan yang lalu dia datang kerumah dengan adikku Yoona. Yoona bilang Yuri adalah temannya, dia juga menceritakan bagaimana Yuri membantunya dari Suzi yang mengganggunya di awal dia kuliah. Awalnya aku tak tertarik kepadanya, tapi entah kenapa dia sedikit terlihat berbeda dari wanita-wanita lain, dia sangat lembut, baik, dan terlihat begitu tulus, mengingatkanku pada sosok seseorang yang entah pergi kemana.

Sekarang aku baru pulang dari berkencan dengannya dan aku baru sadar begitu banyak kesamaanku dengannya, seperti kami sama-sama menyukai kopi, spaghetti, dan bahkan kami sama-sama suka mengkoleksi sepatu dan topi. Kami berpacaran memang terhitung baru sekitar 2 bulan. Tapi entah mengapa aku sudah mulai nyaman dengannya. Aku bukanlah orang yang mudah untuk dekat dengan orang lain, tetapi tanpa kusadari dia adalah orang yang telah menghapus sedikit demi sedikit luka yang begitu dalam dihatiku, walaupun tidak kupungkiri luka itu masih sangat membekas.

Aku memarkirkan mobil didepan gedung apartemen Yuri dan juga apartemen Jungshin. Yah, Yuri dan Jungshin memang satu gedung apartemen, bedanya apartemen Yuri ada di lantai 7 sedangkan Jungshin ada di lantai 11. Aku tidak tau mengapa hal kebetulan ini bisa terjadi. Tapi setidaknnya ini sangat menuntungkan, karena setelah pulang berkencan dengan Yuri aku langsung bisa istirahat di apartemen Jungshin.

“Yuri-ah, kita telah sampai” Ucapku pelan membangunkannya setelah aku menghentikan mobil , dia ketiduran mungkin kelelahan setelah jalan-jalan tadi.

“Ahh oppa, mian” Ucapnya kaget.

“Kau pasti lelah sampai ketiduran begitu ?”

“Yae begitulah oppa” Jawabnya tersenyum malu.

“Yah pacarku ini sangat lucu, bahkan dia begitu malu ketika ketahuan tidur depan pacarnya” Rayuku melihat pipinya yang memerah.

“Oppa hentikan”

“Shiro, wah baru pertama aku melihatmu begitu malu” Ucapku sambil tersenyum geli melihat wajahnya yang memerah.

“Oppa jaebal hentikan tersenyum seperti itu, jika tidak” Ucapnya Yuri dengan melihatkan wajah evilnya. “Aku akan melakukan ini” Lalu dia mengangkat kedua tangannya dan mendekatkan keleherku. Dia begitu tahu bahwa daerah leherku adalah hal yang tidak boleh orang lain pegang, karena tempat itu sangat sensitive bagiku.

“YAH Yuri-ya, aniyo” Tolakku yang sudah mulai merasa geli melihat tangannya yang semakin mendekati leherku.

“Tidak oppa, ini adalah balasan untukmu yang telah membuatku malu” Jawabnya tersenyemu senang tanda kemenangan dengan tangan yang semakin mendekat keleherku. Lalu kedua tanganku menahan kedua tangannya. Dan entah sejak kapan suasana ini menjadi mulai panas. Lalu aku mencium bibir lembut Yuri dan dia juga mulai membalas ciumanku.

Pov Outhor

Seoul National Universiti, pkl 13.30

“Itulah yang terjadi tadi malam hyung dan akhirnya Teayon noona yang menjemput Jonghyun ke apartemenku” Cerita Jungshin panjang lebar kepada Yonghwa dan Minhyuk.

“Minhyuk-ah, menurutmu apa yang terjadi dengan Jonghyun?” Tanya Yonghwa yang duduk di kursi samping drum.

“Kalau dalam ilmu kedokteran sepertinya amnesia yang dialami Jonghyun sudah mulai menunjukan pemulihan hyung, tapi biasanya itu terjadi karena ada rangsangan dari kejadian sebelumnya atau beberapa factor lain” Jelas Minhyuk.

“Apa mungkin itu terjadi karena kecelakaannya beberapa hari yang lalu hyung?” Ucap Jungshin percaya diri.

“Apa yang kau katakana bisa jadi itu salah satu penyebabnya?” Timbal Minhyuk sambil menganggukan kepalanya.

“Tapi sepertinya itu masih begitu sulit untuknya, kalau mendengar dari cerita Jungshin dia merasakan begitu kesakitan dan sampai pingsan” Lanjut Minhyuk.

“Lalu bagaimana baiknya?” Tanya Yonghwa.

“Kita lihat dulu perkembangannya hyung, karena amnesia itu terjadi atas keinginan Jonghyun sendiri, dimana tanpa dia sadari dia mengunci masa lalu itu di alam bawah sadarnya hyung. Mungkin itu salah satu perasaan bersalah yang berlebih atau bahkan perasaan takut menerima kenyataan, selain factor dari benturan yang terjadi saat kecelakaan itu” Jelas Minhyuk.

“Tapi apa baik hyung jika menyembunyikannya terus?” Tanya Jungshin dengan raut wajah yang menyiratkan rasa bersalah dan kawatir. Bagaimana tidak, dia harus merahasiakan dan membohongi temannya sendiri tentang peristiwa kecelakaan itu.

Minhyuk dan Yonghwa hanya mengangkat bahu secara bersamaan, bingung apa yang harus mereka lakukan. Sebenarnya mereka merahasiakan peristiwa itu bukan tanpa sebab, tetapi mereka tau betul apa yang akan Jonghyun rasakan jika dia tau kejadian yang sebenarnya. Mungkin Jonghyun tidak akan hidup sebaik seperti sekarang.

Mereka tahu betul apa yang terjadi dua tahun yang lalu, dan hal itu masih sangat jelas tergambar di bayangan mereka. Bagaimana tidak, Jonghyun teman mereka mengalami kecelakaan dan kritis lalu karena kecelakaan itu Jonghyun sempat tidak siuman hampir satu bulan, mungkin itu pula yang menyebabkan amnesia itu dialami olehnya.

“Lalu bagaimana dengan surat itu ?” Tanya Yonghwa kepada Minhyuk dan Jungshin memecahkan keheningan yang terjadi, karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Benar hyung, kita melupakan suratnya. Menurutku surat itu ada kaitannya denga kecelakaan yang di alami Jonghyun hyung dan Yoona beberapa hari lalu” Ucap Jungshin.

“Tapi apakah itu tidak terlalu berlebihan ? karena dia hanya mengirim satu kalimat yang sama dengan foto yang berbeda” Jawab Minhyuk.

“Tapi surat sebelumnya dia mengirimkan foto kecelakaan Hyung dua tahun lalu kan, lalu beberapa hari kemudian hyung kecelakaan lagi. Apa itu tidak terlalu kebetulan ?” Kata Jungshin dengan sedikit ragu sambil menggaruk-garuk kepalanya pakai stik drum yang diambilnya dari tangan minhyuk entah sejak kapan.

“Itu bisa saja terjadi, tugasmu Jungshin-ah mengecek mobil Jonghyun yang ada di bengkel lalu tanyakan apa yang salah dengan mobilnya” Pinta Yonghwa sambil melihat ke arah Jungshin yang sedang memutar-mutarkan stik drum ditangannya dengan kaku.

“Baiklah hyung” Jawab Jungshin tegas.

Kantin Kampus , Pkl 13.34

Terlihat Yuri sedang memutar-mutar garpu melilitkan gumpalan spaghetti dan memasukannya kedalam mulutnya, didepannya ada Soojung yang sedang terlihat sibuk dengan handphonenya.

“Eonnie, nanti akan pergi kerumah sakit yah menjenguk Yoona?” Tanya Soojung, dia memang memutuskan untuk memanggil Yuri eonnie semenjak Yuri berpacaran dengan Yonghwa selain memang Yuri lebih tua darinya.

“Yae, wae Soojung-ah ? apa kau mau ikut ?”

“Ani, aku akan mengunjunginya lagi bersama Minhyuk. Lagian dua hari yang lalu aku sudah mengunjunginya eonnie, salam saja untuknya”

“Baiklah, akan aku sampaikan nanti” Ucap Yuri sambil tersenyum ramah. “Oh iya aku akan memesankan makanan untuk Yonghwa oppa dulu, sebentar lagi dia akan kesini setelah keluar dari studio, apa masih ada yang kau inginkan Soojungan ?”

“Ani” Jawab Soojung singkat, lalu memakan ice cream yang telah dia pesan dari tadi.

“Baiklah, tunggu sebentar” Ucap Yuri lalu peranjak ke arah tempat pemesanan makanan yang agak jauh dari tempat duduk yang mereka duduki.

“Eonnie, hati-hati” Ucap Soojung, Yuri hanya membalas dengan senyuman. Soojung memang sedikit mengkawatirkan Yuri, karena Yuri sering mendapatkan perilaku yang kurang baik dari wanita-wanita kampus ini, terutama biasnya Yonghwa oppa. Menurut mereka Yuri tidak pantas dengan Yonghwa oppa karena Yuri hanyalah gadis miskin yang tidak sepadan dengan mereka.

Memang semenjak Yuri menjadi pacarannnya Yonghwa dia jadi di benci oleh sebagian wanita dikampus ini, bahkan tidak jarang dia diperlakuan sedikit kelewatan seperti beberapa hari yang lalu kursi yang duduki oleh Yuri di tempeli permen karet dan masih banyak lagi ulah para wanita itu untuk mengerjai Yuri.

Soojung sibuk dengan ponselnya, dilihatnya ada pesan masuk yang tentu itu dari pacarnya tercinta.

From Kang Min Hyuk

Miane Soojung-ah, aku tidak bisa menemanimu makan siang.

Kau makan saja dengan Yuri dan Hyung. Lain kali baru makan denganku.

Saranghae J

“Aiihhss, kau menyebalkan Minhyuk-ah. Bahkan Yonghwa oppa yang dijuluki ice prince saja bisa menyempatkan makan siang dengan Yuri eonnie” Omel Soojung kesal sambil memaki ke arah layar ponselnya.

To Kang Min Hyuk

Gwure, L

Nado saranghae

Tapi kau harus mengantarku pulang, aku akan menunggumu.

Dan ingat !! jangan berbicara dengan wanita-wanita gila itu, yang selalu sok meminta bantuanmu.

“Baiklah, setidaknya aku bisa pulang ber…

BRUKK !!

Seketika Soojung yang sibuk dengan ponselnya langsung mengalihkan pandangan kearah sumber suara, disana dia melihat Yuri sudah terduduk dilantai dan di hadapannya ada Suzi dan Sulli. Baju Yuri kotor kena tumpahan saus spaghetti yang tadi dia pesan untuk Yonghwa.

“Aiishh kalian benar-benar keterlauan” Teriak Soojung yang menghampiri Suzi dan Sulli yang masih berdiri didekat Yuri.

“Micosoe ??” Tanya Soojung, lalu dia melempar nampan yang di pegang oleh Suzi dan Sulli. Sepertinya dia benar-benar merasa emosi melihat apa yang mereka lakukan terhadap Yuri.

“YAH Soojung-ah, apa yang kau lakukan ? bukan salah kami jika dia tidak punya mata” Teriak Suzi.

“Kau yang tidak ada mata Suzi-ah” Teriak Soojung sambil mendorong bahu Suzi, Suzi pun hampir jatuh karena dorongan Soojung, tapi Sulli langsung menahan tubuh Suzi.

“Soojung-ah” Terdengar suara wanita yang dari tadi sudah memperhatikan apa yang terjadi, seketika Soojung melihat kearah wanita itu yang berada tidak jauh hanya beberapa meter di belakang Suzi dan Sulli.

“Seohyun eonnie ?” Ucap Soojung dengan wajah kaget dan mata yang membesar.

“Apa yang kau lakukan Soojung-ah ? tidakkah itu sedikit keterlaluan ?” Tanya Seohyun yang melihat apa yang dilakukan Soojung ke Suzi barusan.

“Keterlaluan??? siapa yang lebih keterlaluan hah ?? eonnie pergi tanpa pamit dan sekarang eonnie tiba-tiba berada disini seolah tidak pernah terjadi sesuatu??” Jawab Soojung dengan nada kesal.

Lalu Yonghwa datang berlari dari arah belakang Soojung karena melihat Yuri yang sudah berantakan terduduk dilantai, seketika gerak kaki Yonghwa terhenti setelah menangkap sesosok wanita yang sangat dia kenal yang berada di belakang Suzi, lalu mata mereka saling bertemu satu sama lain, raut wajah Yonghwa terlihat kaget, Soehyun tersenyum getir kearah Yonghwa, tapi sepertiga detik kemudian Yonghwa langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yuri, lalu dia mengangkat Yuri yang masih duduk di lantai lalu mengajaknya pergi dari kantin.

Soojung juga pergi dan memalingkan wajah dari Soehyun, melihat itu Seohyun hanya menghela napas panjang dan menahan butiran air mata yang telah memaksa untuk keluar. Entah mengapa melihat perilaku Yonghwa dan Soojung dia merasa begitu sakit, padahal dia telah mempersiapkan diri untuk ini, mengingat memang dia merasa pantas untuk mendapatkannya.

Taman Kampus, 14.03

Terlihat Yonghwa dan Yuri duduk di kursi taman kampus, Yonghwa membersihkan saus yang ada di pakaian Yuri.

“Gwenchanayo ?” Tanya Yonghwa.

“Yae, Gumawo oppa” Jawab Yuri.

“Miane, ini semua karena aku”

“Anyo oppa, Gwencahana” Ucap Yuri sambil tersenyum kearah Yonghwa meyakinkan.

Tiba-tiba mata Yonghwa menangkap sosok Seohyun yang berjalah tidak jauh dari tempat mereka duduk, Seohyun terlihat sedang memperhatikan mereka, lalu Yonghwa langsung mengalihkan pandangannya kepada Yuri lagi seperti tidak melihat Seohyun dan mempersihkan rambut Yuri yang sedikit berantakan. Yuri juga melihat sosok Seohyun mengikuti arah mata laki-laki itu, terbesit tanda tanya di raut wajah Yuri melihat wanita itu.

Seohyun berjalan melewati Yonghwa dan Yuri, Yonghwa terlihat tidak acuh dan masih membersihkan noda saus yang membekas di pakaian Yuri.

Seketika Seohyun pingsan tidak jauh etelah berjalan melewati kursi yang diduduki Yonghwa dan Yuri, Yonghwa yang mendengar tubuh Seohyun jatuh langsung menoleh kearah Soehyun dan secepatnya dia menghampiri tubuh Seohyun yang pingsan dan meninggalkan Yuri tanpa sepatah katapun, Yonghwa yang telah menghampiri tubuh Seohyun mengangkat kepalanya dan memegang pipinya “Seohyun-ah, Soehyun-ah, ada apa denganmu ? Soehyun Irrona” Panggil Yonghwa dan mengguncang pelan tubuh Seohyun, Terlihat raut kekawatiran yang diwajah Yonghwa. Beberapa orang juga menghampiri daan melihat Seohyun yang pingsan. Lalu salah seorang mengusulkan untuk membawanya ke klinik kampus, lalu Yonghwa mengangkat tubuh Seohyun dan mengikuti saran yang baru saja dia dengar dan langsung pergi, kekawatiran Yonghwa kepada Seohyun membuatnya lupa bahwa dia sedang bersama dengan Yuri dan sekarang dia meninggalkan Yuri begitu saja.

_TBC_

Akhirnya kelar juga chapter keduanya terima kasih buat uri chingu Wahyu shilla (ayuni) yang udah kasih semangat dan jadi editor buat ff ini, trus maksih juga buat para readers yang udah baca dengan senang hati, terutama buat special readers novamaretha, ellysolihah96, dan wiwiet, yang udah kasih komen jadi semangat buat ngelanjutin chapeter ini J J.

4 thoughts on “Love is… [Chapter 2]

  1. Hmmmm…..
    ada cinta segitiga yonghwa seo yuri
    Siapa yg kirimkan surat ke jonghyun
    Gmn masa lalu jonghyun
    Apa jonghyun juga punya perasaan ke yoona
    Happy ending for deerburning couple

  2. Apa hub seo dn yonghwa?? Kasiaan yuri.. Trs syapa yg neror jong?? Dn ada peristiwa apa di kecelakaan 2th lalu makin penasdaraann..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s