Love Story [Part 2]

Author             : Jung Yuni

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : PG-15

Cast                 :

  • Park Shin Hye
  • All CNBLUE member
  • Seo Joo Hyun (SNSD)
  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Lee Sun Kyu as Sunny (SNSD)

Disclaimer       : FF ini saya buat karena keseringan baca FF di ffcnblue indo, dan karena saya BOICE kekeke. Ini ff murni pemikiran saya, hanya saja mungkin ada beberapa adegan yang berasal dari beberapa drama korea yang saya tonton. Jika ada kesamaan atau sejenisnya itu hanya kebetulan.

Note                : ini bisa di bilang masih ff pertama saya ya, jadi mian kalo masih banyak kekurangan, sempurna itu hanya milik tuhan sementara typo hanya milik author, jadi mohon di maklumi ya? Oke happy reading chingu. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian karena itu sangat membantu saya untuk melanjutkan part selanjutnya. Gumawo J

~~~~~

Shinhye Pov

“Yah Terus kamu bagaimana?”

Pertanyaan Sunny sontak membuatku terkejut dan mengingatkanku akan rasa yang selama ini ku pendam tanpa ada satupun orang yang tau.

“Ah..eh,.. Aku? Emang ada apa dengaku?” jawabku gelagapan, sebenarnya aku sudah tau maksudnya, hanya saja aku tidak mau mereka mengetahui perassaanku.

Tiba-tiba Yonghwa datang menghampiriku aku begitu panik, takut Yonghwa mengetahui anggapan orang tentang kami, takut ia akan marah dan mulai menjauhiku. Kuharap Yuri dan Sunny tidak akan mengatakan apa-apa kepada Yonghwa. Jebal!!

Tetapi harapan hanya sekedar harapan tanpa babibu Sunny langsung melontarkan pertanyaannya

“ Ya Yonghwa-ya, apa benar kau dan Shinhye tidak pacaran?”

Mataku terbelak mendengar perkataan Sunny “Astaga Sunny apa yang baru saja kau katakana? Apa yang akan terjadi dengan persahabatan kami? Ottokhe?” ku alihkan pandanganku ke arah Yonghwa.

“Enggg,….” Benar saja dugaanku Yonghwa kaget mendengar pertanyaan Sunny

“Yah padahal seluruh orang di sekolah ini mengira kalian pacaran, bahkan julukan kalian Pasangan romantis di kereta” kata Yuri sedikit kecewa

“Benar hyung, karena itu mending kalian jadian saja” timbal Minhyuk

Astaga ada apa dengan kalian? Kenapa kalian bicara seenaknya saja seperti itu, tidak tahukah kalian aku hampir kehabisan nafas karena ucapan kalian? Sepertinya aku akan tamat kali ini. Seseorang tolong selamatkan aku dari orang-orang yang membuatku muak ini.

Yonghwa memukul kepala Minhyuk dengan keras, astaga dia pasti marah besar ottokhe.. ottokhe,.. ottokhe?

“Aww appo hyung, ini sudah yang kedua kalinya kau memukul kepalaku, kau tidak mempunyai perasaan” rengek Minhyuk sambil mengelus kepalanya.

Tiba-tiba Yonghwa menarikku ke dalam pelukannya sembari mengelus puncak kepalaku, ada apa ini? Apa yang terjadi dengannya? Mengapa dia memelukku? Jantungku kenapa berisik sekali? Tolong tenanglah, berhentilah berdebar seperti ini, jebal!! Aku takut Yonghwa akan mendengar debaran jantungku yang terus berdetak kencaang. Andwee,.. andwee,. Yonghwa pasti menganggap ini bukan apa-apa, karena itu tolong jangan berdebar, jebaall!!

“Mangkanya jangan bicara sembarangan, dan jangan menganggap kami seperti itu”

“Lihat ini, ini pelukan persahabatan kami” kata-kata Yonghwa menyadarkanku

Benar saja, dia menganggap ini bukan apa-apa, kau bodoh Park Shin Hye, pabo!! Kenapa kau harus berdebar bahkan sampai hampir kehabisan nafas, seharusnya kau tahu kalau ini tidak berarti apa-apa.

Aku melepaskan pelukannya, merangkul lehernya dengan sebelah tanganku dan memposisikan diriku seceria mungkin untuk menutupi kegugupanku.

“Iya betul, kami ini sahabat baik”

“Heem, cinta seorang sahabat” timbalnya sambil mengedipkan sebelah matanya

Dengan cepat aku mengambil handphone ku dan mengambil sebuah foto Yonghwa, untuk mengalihkan keadaan.

Click,.

“Wah Yonghwa-ya keren sekali aku kirim ke Seohyun ya fotonya?” kataku sambil terkekeh, ah aku muak terus berpura-pura seperti ini, sungguh ini terlihat menjijikan untukku berpura-pura baik-baik saja padahal aku tidak baik-baik, tuhan tolong kuatkan aku, mataku mulai memanas aku sudah tidak sanggup lagi menahanya.

“YA Park Shinhye yang benar saja, jangan di kirim, aku malu” ia berusaha mengambil handphoneku, tetapi aku berlari sekencangnya, kubalikan badanku menjulurkan lidah meledeknya lalu aku lanjut berlari sejauh mungkin, ku putuskan untuk menuju atap sekolah yang sepi. Aku butuh sendiri sekarang, meluapkan apa yang selama ini aku tahan.

Aku duduk sambil memeluk kakiku, membenamkam wajahku di lutut dan menangis sejadi-jadinya.

“Gwenchanayo?”

Tanpa ku sadari kedatangannya, seorang namja tengah berjongkok di hadapnku sambil menyodorkan saputangan kepada ku, sontak ku hentikan kegiatan menangisku dan mendongak menatapnya dengan wajah yang basah karena air mata.

Aku hanya menatapnya aneh, otakku berfikir keras “Siapa namja ini?, kenapa dia begitu peduli terhadap ku, yang bahkan akupun tak kenal siapa dirinya, omo jangan-jangan dia sudah lama berada di sini dan melihatku menangis aigooo kalu benar dia sudah berada disini sejak tadi itu sangat memalukan”

“Ya gwenchanayo?” dia kembali bertanya sambil melambaikan tangannya di depan wajahku

Dan seketika aku kembali tersadar dari pikiran panjangku.

“Ne… gwenchanayo” balasku gugup, dia hanya tersenyum dan menyodorkan saputangannya ke arahku.

“Gumawo” aku mengambil saputangan yang di berikannya, mengelap sisa air mata yang ada di wajahku dan bergegas pergi meninggalkannya. Karna aku merasa malu dia melihatku menangis.

Yong hwa Pov

Aku masih menatap punggung Shin Hye yang berlari menjauhiku, dia tertawa lepas sambil mengejekku tapi kelihatannya ada yang aneh darinya, ntahlah yoeja itu memang sedikit tertutup kalau tentang perasaannya bahkan selam hampir 4tahun aku mengenalnya tak sekalipun dia bercerita tentang perasaannya terhadap namja yang di sukainya, dia pernah bercerita kalu dia menyukai seorang namja tp aku tidak tau siapa, dia hanya sedikit bercerita. Bahkan Seohyun pun tak mengetahui siapa namja yg di sukainya itu…

Bicara tentang Seohyun, akhir-akhir ini aku begitu merindukannya. Sudah 4 bualan kami berpacaran tapi hanya lewat telepon, sejak kepindahannya ke busan aku tidak pernah bertemu dengannya, “Seohyun~ah naneun noemu noemu noemu bogoshipoe” gumamku

Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu, beberapa hari lagi Seohyun ulang tahun, dan aku memintanya untuk datang menemuiku, karna aku akan sedikit memberikan kejutan kepadanya kekeke,.

ah iya!! Aku lupa memberitahu Shinhye tentang rencana ku memberi Seohyun kejutan, aku sangat membutuhkan bantuannya

“Minhyuk~ah, na gantha” aku pamit kepada Minhyuk

“Eodiga hyung ?”

“Mencari Shinhye, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padanya, kau jang lupa kembalikan bola-bola basket itu ke ruang olahraga ne”

“Hana,. Du,. Se,.”batinku

“MWO? Aku lagi? Ya hyung kenapa selalu aku?” katanya kesal

Kekeke tepat sesuai hitungan, sudah ku duga dia pasti akan kesal karena aku menyuruhnya, aigooo lihat wajahnya yang sedang kesal itu semakin imut saja, kekeke sudahlah minhyuk mau kau marah pun semua orang tidak akan takut padamu kalu kau memasang wajah seimut itu,.

“Karena kau sendiri yang masih berada di lapangan,” ucapku sedikit acuh karna menahan tawa, dan berlalu meninggalkannya

”Aiisshh, dasar leader tidak berprikemanusiaan, seenaknya saja” gumamnya kecil sambil mengacak rambutnya prustasi

“Yaa!! Apa yang kau gumamkan? Aku mendengar semuanya!!” kataku berbalik menghadapnya

“A.. aaniyo hyung” jawabnya gugup

Aku berbalik dan tersenyum puas karna sudah menakuti Minhyuk, lalu melanjutkan perjalananku mencari Shinhye, “kekeke baru di gertak sedikit saja kau sudah gugup begitu Kang Minhyuk, ahh aku suka sekali membuat dia kesal kekekeke”.

 

Jong Hyun Pov

“Gadis bodoh, sampai kapan dia akan bertahan?”

Aku masih memperhatikan segerombolan orang yang berada di pinggir lapangan basket itu.

”Bodoh, kenapa aku begitu peduli dengannya?, yang bahkan aku sendiri pun tidak tau siapa yoeja itu, ahh daripada aku sibuk memikirkannya mending aku mengisi perutku ini”

Aku mulai beranjak dari tempatku berdiri tapi sekilas ku lihat yoeja itu berlari menuju atap sekolah sambil menghapus air matanya.

“Untuk apa memperdulikannya” gumamku sambil mengangkat bahu acuh, ku lanjutkan perjalanan ku menuju kantin, tetapi otakku terus saja memikirkan yoeja itu.

“Aiisshh apa yang terjadi denganku? Kenapa mulut dan otakku tidak sejalan? Kenapa aku tidak bisa untuk tidak memperhatikannya?”

“Sudahlah dia pasti sedang menangis di atap sana dia butuh sendiri, apa lagi yang harus kau khawatirkan Lee Jong Hyun?” ucap mulutku, tapi otakku berkata lain, hingga akhirnya aku menyerah dan melangkahkan kaki ku menuju atap sekolah.

Benar saja dugaanku, ku dapati yoeja itu tengah menangis sejadi-jadinya. Bahkan dia tidak menyadari kedatanganku. Ku ambil saputangan dari kantong celanaku lalu berjalan menghampirinya dan berjongkok di hadapannya.

“Gwenchanayo?” ku beranikan diriku menyapanya sembari menyodorkan saputangan ku.

Dia menghentikan tangisnya, mengangkat wajahnya dan menatapku aneh.

“Oh tidak, mengapa jantungku berdebar saat dia menatapku seperti ini?” Matanya begitu indah sehingga membuatku terpaku. Aku mengembalikan kesadaranku.

Setelah sepersekian detik tidak ada respon aku kembali melontarkan ucapan kepadanya.

“Ya Gwenchanayo?” sambil melambaikan tanganku yang bebas di depan wajahnya.

Dia mulai tersadar dan menaggapi ucapanku.

“Ne… gwenchanayo” ucapnya gugup.

Akupun tersenyum dan memberikan saputangan ke padanya.

“Gumawo” dia mengelap sisa air mata di wajahnya dan berlalu pergi meninggalkanku begitu saja.

Aku terpaku karena sikapnya yang meninggalkanku begitu saja,

“Aiissh,… kenapa kau pergi begitu saja? Aku bahkan belum tau siapa namamu” gumamku sambil mengacak rambutku.

“Ya Lee Jong Hyun seharusnya kau mencegahnya pergi td, paboo”

Ku pandangi punggungnya yang semakin mengecil dan tiba-tiba menghilang di balik pintu atap. Entah sejak kapan aku mulai peduli dan memperhatikan yoeja itu.

Mungkin itu saat pertama kali aku melihatnya di stasiun saat kepindahanku dari busan beberapa bulan yang lalu. Kulihat dia sedang bersama temannya seorang namja yang ku ketahui juga satu sekolah denganku, dan seorang yoeja yang sepertinya akan pergi ke suatu tempat, yoeja yang akan pergi itu lalu memeluk namja yang satu sekolah dengaku, ku lihat gelagat kesedihan di wajahnya saat dia melihat dua sahabatnya itu berpelukan. Mungkin dia menyukai namja itu, aku jadi kasihan melihatnya. Aku hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Heii sejak kapan aku peduli dengan orang yang aku sendiri tidak kenal, bahkan seseorang yang sudah ku kenalpun belum tentu aku akan memperdulikannya”

Saat aku mulai bersekolah, aku melihat yoeja itu lagi, ya aku adalah siswa baru pindahan dari busan dan aku tidak menyangka bahwa aku akan satu sekolah dengan yoeja yang aku lihat d stasiun beberapa bulan yang lalu, aku masih mengenali wajah sendu yoeja itu. Aku memang tidak satu kelas dengannya tetapi aku cukup sering melihatnya dari dekat maupun dari kejauhan seperti yang ku lakukan tadi.

Author Pov

Langkah kaki itu tiba-tiba berhenti menuruni anak tangga ketika seseorang memanggil namanya.

“Shinhye~ah!!”

“Weo?” ia menoleh malas arah ke sumber suara yang ia suda tau pasti siapa pemilik suara itu, dan kembali berbalik menuruni anak tangga.

“Kemana saja kau, aku mencarimu dari tadi?” omel Yonghwa sambil mengikuti Shinhye turun.

“Eoh, aku tadi ke perpus” jawabnya seadanya

“Ya, kau jangan bohong. Perpus ada di lantai dasar sedangkan kau dari lantai atas, ah sudahlah besok kau sibuk tidak?”

“Sepertinya tidak, weo?” Shinhye membalikkan badannya agar dapat menghadap Yonghwa setibanya di ujung tangga.

“Azzaa!! Besok aku jemput jam 9 pagi ya” Yonghwa mencubit pipi chubby Shinhye dan berlari kecil pergi meninggalkannya.

“Yaaa!! Memangnya mau kemana?” Shinhye menjerit kearah Yonghwa,

“Temani aku ke suatu tempat!!” kata Yonghwa tanpa menghentikan langkahnya.

“Kau selalu saja seperti ini Jung Yonghwa. Dan kau Park Shinhye kenapa kau begitu sulit untuk menolak permintaannya, seharusnya kau menghindarinya” gumam Shinhye dan berlalu pergi.

“Itu karena kau masih menyukainya, kau tidak membiarkannya pergi dari hatimu” jawab Jonghyun masih memandangi Shinnye yang terus menjauh.

Ya, tanpa di sadari kedua orang itu, Jonghyun mendengar semua yang di bicarakan Yonghwa dan Shinhye,

~~~~

Tok tok tok

Terdengar ketukan pintu dari dalam rumah, seorang wanita paru baya yang tengah berkutat dengan dapurnya tiba-tiba pergi menuju asal suara ketukan pintu dan membukanya.

“Annyeonghaseyo eommanim”

“Eoh, Yonghwa~ya, kau pasti mencari Shinhye kan? Anak itu masih enggan beranjak dari tempat tidurnya”

“Mwo? Dia masih tertidur? Astaga ini sudah jam 9 dan dia masih tertidur”

“Heemm, cepat masuk dan bangunkan sahabat pemalasmu itu Yong”

“Ne eommanim”

Yonghwa berjalan menaiki anak tangga sambil menggerutu kesal “Aiissh anak itu bukankah kemarin aku sudah mengatakan bahwa hari ini aku akan menjemputnya jam 9, dan sekarang dia masih tertidur!! Aaiiisshhh” ia mengacak kesal rambutnya.

Di bukanya kamar Shinhye, ia berdecak kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat Shinhye yang masih menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut yang teras begitu nyaman bagi Shinhye.

“Yaaa Park Shinhye irrona” teriak Yonghwa sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Tetapi yang di bangunkan tak bergeming dari tempatnya, hanya gerakan kecil yang terlihat oleh Yonghwa

“Astaga anak ini!!!” geramnya

“Shinhye~ah irrona, kau sudah berjanji untuk menemani ku hari ini. Janji itu jam 9 dan kau masih tertidur, irronaa” Yonghwa masih berusaha membangunkan Shinhye dan membuka selimut itu dengan kasar. Tiba-tiba matanya membulat melihat pakaian yang di kenakan Shinhye.

Gadis itupun menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya, di lihatnya seorang namja tengah menganga dan matanya membulat lalu namja itu menoleh ke arahnya. Mereka saling bertatapan, hingga akhirnya Shinhye menyadari sesuatu dan menjerit histeris di ikuti jertan Yonghwa. Ya, pakaian yang ia kenakan terbilang sexy dan selimut itu tidak menutupi tubuhnya terlebih lagi seorang lelaki tepat berada di samping tempat tidurnya.

“Aaaaaaaaaaa Jung Yonghwa apa yang kau lakukan?” Shinhye menarik selimut menutupi badannya. Saat Yonghwa berbalik membelakanginya sambil menutup mata.

“Aa.. aku tidak melakukan apa-apa, Sumpah aku hanya membangunkanmu” katanya gugup

“Tapi kenapa kau membangunkanku?”

“Yaa, kemarin aku memintamu untuk menemaniku dan aku akan menjemputmu jam 9 kau lupa? Dan aku di sini karena eomma mu yang menyuruhku membangunkanmu” katanya cepat tidak bergeming dari tempatnya

“Aku sudah bangun, apa lagi yang kau lakukan di sini? Cepaattt Keluuuar!!” Shinhye sedikit berteriak. Yang di teriaki langsung berlari keluar dari kamar tersebut.

~~~~~

Mereka masih membisu tidak ada yang memulai pembicaraan sepanjang pejalanan selama 30 menit dari Gyonggido menuju Seoul. Mengingat kejadian beberapa jam yang lalu di rumah Shinhye, setelah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing akhirnya Shinhye memulai pembicaraan.

“Sebenarnya kenapa kau mengajakku pergi?”

“Ahh matda, aku lupa memberitahumu tujuanku mengajakmu pergi”

Shinye menatap Yonghwa lekat, siap mendengarkan tujuan Yonghwa mengajknya pergi.

“Kau ingat, sebentar lagi Seohyun ulang tahun dan dia telah berjanji untuk menemuiku. Jadi, aku ingin meminta bantuanmu mencari kado yang special untuk Seohyun dan membeli beberapa barang yang di perlukan untuk memberikan kejutan kepada Seohyun nanti. Kau kan sangat mengerti dia jadi aku sangat membutuhkan bantuanmu nae chingu” bicara yonghwa panjang lebar lalu tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya kepada Shinhye.

“Ooh begitu” sesal Shinhye, karna mengetahui tujuan Yonghwa mengajaknya pergi hanya untuk memintanya mencari kado untuk Soehyun, terlihat gurat penyesalan di wajahnya.

~~~~

“Bagaimana kalau ini?” Shinye menunjukkan sebuah boneka keroro dengan topi kuningnya.

“Apa menurutmu dia akan menyukainya?”

“Tentu saja, dia pasti akan menyukainya. Kau lupa, eoh? Dia kan suka sekali dengan animasi keroro gunso”

“Aaa kau benar, tapi aku masih ingin memberinya benda lain selain boneka keroro itu”

“Apa?”

“Entahlah, aku masih memikirkannya, bagaimana kalau kita ke toko aksesoris sebelah?”

“Baiklah” ucapnya pasrah

~~~~

Shinhye Pov

Mataku tertuju pada jajran couple ring yang ada di hadapanku, aku sempat mencoba satu diantara beberapa pasang cincin yang tertera di hadapan ku, terlintas di pikiran ku jika saja yonghwa membeli ini untuk kami berdua, tapi pikiran itu ku buang jauh-jauh karna itu suatu yang mustahil.

“Apa yang kau lakukan?”

“A,. eem aku,.. ini aku sedang melihat ini, lihat cantikkan?” aku begitu terkejut saat Yonghwa tiba-tiba muncul di sampingku untung saja aku sudah melepaskan couple ring itu dan dengan cepat aku mengambil sebuah pin rambut berbentuk pita dengan manic yang terlihat begitu berkilau yang berada tepat di samping jajaran couple ring itu. (kebayang gak pinnya kayak apa? Bayangin aja pin rambutnya Go Minam yang di kasih ama Hwang Taekyung :D)

“Kau menyukainya?”

“Tentu, ini sangat cantik, ngomong-ngomong apa kau sudah menemukan sesuatu untuk kau berikan kepada Seohyun?” kataku mengalihkan

“Emmm, aku sudah menemukannya. Sekarang kau tunggu di luar aku akan menyusul” pintanya padaku.

~~~~

”Shinhye~ah, gumawo” katanya tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya setibanya kami di kereta dalam perjalanan pulang.

Aku hanya tersenyum kepadanya, tidak lama kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, aku hanya menatapnya aneh.

“Ini untuk mu, sebagai ucapan terimakasih karna kau telah menemaniku.” Dia menyodorkan sebuah kotak kecil kepada ku.

“Untukku? Apa ini?”

“Buka saja, dan kau akan tau apa isinya”

Aku membuka kotak itu, dan ternyata isinya sebuah pin rambut yang ku lihat di toko aksesoris tadi. Aku tak mampu menahan senyum di wajahku, aku sangat gembira ini pertama kalinya ia memberiku hadiah selain saat aku berulang tahun. Walaupun pada awalnya aku mengharapkan dia memberiku couple ring yang tadi aku lihat. Tapi ini sudah membuatku senang.

“Kau menyukainya?” kata-katanya menyadarkan ku dari pikiran panjangku

“Tentu, gumawo Yong~ah” aku tersenyum kepadanya

“Caaahh, sini biar aku pasangkan” ia mengambil pin itu dari tanganku dan memasangkannya di kepalaku.

Oh tidak jantungku mulai lg, aku tidak bisa mengontrol debaran ini, “Oh Jung Yonghwa kenapa kau melakukan ini?” bahkan aku dapat dengan jelas menatap wajahmu yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahku, lekukan wajahmu yang menurutku sangat sempurna itu sukses membuatku semakin berdebar.

“Apakah aku egois jika aku masih mengharapkanmu yang sudah mempunyai kekasih? Bahkan ia adalah temanku yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Sunggu, sampai saat ini aku masih menyukaimu Jung Yonghwa”

Tiba-tiba aku tersadar dari pikiran egoisku ketika suara halus itu menyebut namaku.

“Wah, Shinhye~ah noemu jinja yeppo!”

“Eoh,… aiiissh kau baru sadar ya kalau aku ini cantik?” aku sedikit terkekeh untuk menutupi rasa gugupku

“Aigooo,. Kau narsis sekali” dia mendaratkan tangannya di puncak kepalaku dan mengacak-ngacak rambutku yang sukses membuat jantungku kembali berdegup kencang.

“Yaaa, kau ini, rambutku jadi berantakan” kataku kesal sambil mengerucutkan bibirku, ia hanya terkekeh melihat tingkahku

“Eemm ngomong-ngomong apa yang kau dapatkan di toko aksesoris tadi untuk Seohyun?” kataku memulai pembicaraan setelah kami sempat terdiam.

“Ah itu,. Aku membelikan ini” ia mengeluarkan boneka keroro dari dalam tasnya dan sesuatu yang berkilau melingkar di leher boneka itu, ya itu adalah kalung dengan liontin sebuah cincin.

“Ini, lihat aku membeli couple ring” katanya lagi sambil menunjuk kalung yang di pakainya dengan berliontinkan cincin.

“Aku sengaja belum memakainya, aku ingin dia yang memakainkannya untukku, dan aku juga yang akan memakaikan utuknya” ia terkekeh karna perkataannya sendiri.

“YAaa Jung Yonghwa, apa itu tidak berlebihan. Kau seperti akan melamarnya saja”

“Wae? Tidak boleh, atau jangan-jangan kau cemburu ya?” ia melingkar-lingkarkan telunjuknya di depan wajahku dengan memasang wajah evilnya lalu terkekeh.

“Iya aku cemburu” kataku sedikit pelan dan menundukkan kepalaku mengantisipasi agar cairan bening itu tidak keluar dari sudut mataku, “Karna memang sebenarnya aku cemburu, karna aku sangat menyukaimu jung yonghwa”. Tiba-tiba ia berhenti tertawa dan menoleh ke arahku

“Apa maksudmu Shinji~ah?” katanya serius.

“Iya aku cemburu karna Seohyun medapatkan laki-laki yang baik dan romantis sepertimu, sedangkan aku, sampai sekarang tidak ada leleki yang dekat dengaku selain sahabatku yang selalu merepotkanku ini” omelku meyakinkannya bahwa cemburu yang aku maksud adalah karna aku belum memiliki pasangan bukan karna aku menyukainya.

Ia mulai tertawa terbahak-bahak, dan berkata,

“Yaa bukankah kau memiliki banyak teman laki-laki hanya saja mungkin kau yang tidak merespon sinyal mereka”

“Sinyal apa yang kau maksud? Jangan mengada-ada”

“Kau tau Choi Minho temanku kan? Dia sebenarnya sudah lama menyukaimu, apa kau tidak sadar dengan perhatiannya kepadamu selama ini? Ahh, wajar saja kau tidak memiliki kekasih kau itu tidak peka” katanya sedikit mengejek.

“Ahh Molla” aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju pintu kereta karna kereta yang kami tumpangi sudah sampai.

“Ya tunggu aku Shinji~ah”

~~~~

Author Pov

Gadis itu masih terduduk di depan meja belajarnya, masih berkutat dengan tugas-tugas yang di berikan oleh Kang Songsaenim sesekali matanya melirik sebuah kotak yang di berikan oleh Yonghwa beberapa jam yang lalu. Yah ia adalah Park Shinye gadis yang saat ini masih mengharapkan namja yang sudah memiliki kekasih itu.

Setelah beberapa kali melirik kearah kotak tersebut ia menhentikan kegiatan menulisnya, ya sepertinya ia mulai tidak konsen mengerjakan tugas-tugas itu. Ia mengambil isi dari kotak itu yang tidak lain adalah pin rambut yang d berikan oleh Yonghwa, sesekali ia tersenyum saat memandangi pin itu tetapi ketika ia mulai tersadar senyum itu seketika memudar dari wajahnya. ia memasukkan pin itu ke dalam laci meja belajarnya saat hendak menutupnya ia menemukan sebuah saputangan yang sepertinya bukan miliknya. Shinhye sedikit berpikir mengingat bagaimana saputangan yang bukan miliknya itu bisa berada di laci meja belajarnya.

“Ah matda!! Lelaki berkulit putih itu yang memberikannya padaku” ia mulai mengingat si pemilik saputangan itu

“Baiklah, akan ku kembalikan besok. aku juga belum mengucapkan terima kasih padanya”

Saat ia sedang beragrumen dengan dirinya sendiri tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia tersenyum tipis saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Yoboseo?”

“Eonni”

“Emm Seohyun~ah, weo? Tumben kau menelponku malam-malam begini, biasanya kau sedang telponan dengan Yonghwa”

“Eonni,..” suara Seohyun sedikit bergetar

“Weo Seohyun~ah? Apa sesuatu yang buruk terjadi padamu? Apa kau bertengkar dengan Yonghwa? Ceritakan padaku” Shinhye mulai bingun dengan sikap Seohyun terdengar sedikit aneh baginya, gadis itu hanya memanggilnya dengan suara yang sepertinya sedang menahan tangis.

“Eonni akuu,,” Seohyun mulai terisak

“Apa,.? cepat katakana Seohyun~ah” shinhye mulai khawatir dengan keadaan Seohyun.

“Eonni, sepertinya aku tidak bisa menemui Yong oppa di hari ulang tahunku nanti”

“Yaa memangnya kenapa?”

“Aku ingin Mengakhirinya”

-TBC-

Akhirnya selesai juga part ke-2 ini setelah beberapa minggu saya abaikan karena bisa di bilang saya sedikit malas hehehehe. Tapi setelah saya baca komen dari para readers saya jadi semangat buat lanjutin ff ini. Terima kasih buat nae chingu merly lista yang sudah memberikan saya semangat dan sedikit ide untuk melanjutkan ff ini. Terima kasih juga buat para reader yang sudah berbesar hati mau membaca ff saya.

7 thoughts on “Love Story [Part 2]

  1. hohoho ada apa dgn mbak seo?
    ceritanya bagus thor, aku jd pengin liat moment2 ajong sama hye, kira2 yong cemburu kagak yaa kkkk.
    ditunggu next parnya thor.
    Lanjutin yaa Fighting!!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s