You,..

Author             : Jung Yuni

Length             : One Shoot

Genre              : Romance

Rating              : PG-15

Cast                 : – Seo Ju Hyun (SNSD)

  • Jung Yong Hwa (CNBLUE)

Other Cast       : – Lee Jong Hyun (CNBLUE)

Disclaimer       : Annyeong, saya kembali membawa ff gaje saya yang ke 2, kekeke. Ini ff murni pemikiran saya, hanya saja mungkin ada beberapa adegan yang berasal dari beberapa drama korea yang saya tonton. Jika ada kesamaan atau sejenisnya itu hanya kebetulan, sedangkan cast adalah milik tuhan, eomma appa dan agensi mereka kecuali Yonghwa yang tidak lain adalah pacar saya, hahahaha

Note                : Mian kalo banyak kekurangan dalam penulisan ff ini karna saya masih author baru, sempurna itu hanya milik tuhan sementara typo hanya milik author, jadi mohon di maklumi ya? Oke happy reading chingu. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian karena itu sangat membantu saya, Gumawo J

Seohyun Pov

Di saat musim panas seperti ini selalu di adakan festival kunang-kunang Munju. Ya, Munju-dong adalah sebuah daerah pegunungan yang indah tempat dimana keluargaku tinggal sekarang. Di Korea, kunang-kunang hanya berasal dari sungai Namdaechon di munju. Berbagai acara dengan tema kunang-kunang meramaikan festival, semua orang terlihat begitu bahagia, pasangan yang mesra, sekelompok sahabat yang bersenang-senang. banyak hal yang tidak bisa aku dapatkan di sini. Sebenarnya aku tidak begitu menyukai keramaian seperti ini.

Bruuk!! Aku menabrak seorang yeoja yang tengah asik bercengkrama dengan sahabatnya.

“Maaf ya”

“Eh apa itu tadi? Suaranya seperti robot”

Yah inilah alasan mengapa aku tidak begitu menyukai keramaian, aku tidak bisa berinteraksi dengan orang karna semua orang akan merasa aneh dengan suaraku, aku tidak memiliki sahabat ataupun pacar, semua temanku meninggalkanku sejak aku mengidap penyakit ini tidak hanya meninggalkan tapi mereka juga mengejekku. Sudah 12 tahuan aku di rawat tapi kata dokter penyakit di tenggorokanku ini sudah tidak bisa di sembuhkan lagi.

Tanpa sadar aku berlari menjauhi keramaian, jika aku terus berlari melewati tempat festival pasti ada sungai dimana kunang-kunang berterbangan, aku sangat menyukai tempat itu karena saat berada disana hatiku akan merasa tenang. Setelah berlari cukup jauh dengan nafas yang tersenggal aku tiba di tempat pavorit ku, ya di bawah pohon tua inilah tempat yang selalu aku kunjungi saat aku masih kecil dahulu di saat musim panas tiba, dan saat di mana kunang-kunang berterbangan dengan indah. Yah, saat aku masih kecil dahulu aku sering mengujungi tempat ini, hingga akhirnya keluarga ku pindah ke soul karena appa pindah tugas, dan beberapa bulan yang lalu kami kembali lagi ke sini. Aku menyandarkan tubuhku di pohon ini dan mulai mengatur deru nafasku yang tersenggal.

“Neo gwenchana?”

“Suara siapa itu? Suaranya sangat indah dan menenangkan” aku mengedarkan pandanganku ke sekitarku, dan ku lihat seorang pria tengah berdiri di belakangku dengan senyuman termanis yang pernah aku lihat, “Malaikatkah?” sungguh aku sangat terpesona dengan senyummannya itu.

“Hei, kenapa melamun?” kini ia sudah berjongkok di hadapanku

“Oh tidaak, jangan katakan apapun Seo Ju Hyun, jika kau tidak ingin dia pergi karna mendengar suaramu, oke tetaplah diam seperti ini”

“Kau benar-benar tidak menyukai suaramu rupanya”

“bagaimana dia bisa tau kalau ada masalah dengan suaraku”

“Tanpa kau beritahu itu sudah tertulis jelas di sini” ia menunjuk keningku

“Hei ada apa ini?? Kenapa sedikit sentuhannya membuatku begitu sangat nyaman?”

“Wah wajahmu memerah. Hahahaha”

“Benarkah?” akhirnya tanpa sadar aku mengeluarkan suaraku yang sebenarnya aku tidak ingin dia mendengarnya.

“heemm” jawabnya singkat tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.

“Oh tidaaakk,. Aku dibuat malu olehnya, aaaa pipiku mulai memanas (lagi)

“Jika kau jatuh cinta padaku, aku yakin penyakitmu akan hilang” ia tersenyum lagi dan mencubit pelan pipiku.

“Mwo? Apa kau bilang? Jatuh cinta? Waahh kau seorang playboy rupanya, mana mungkin penyakitku akan sembuh hanya karena aku jatuh cinta padamu, dokter saja memvonis penyakitku tidak bisa di sebuhkan lagi, memangnya kau siapa? Tuhan? Hahahhaha”

Aku rasa aku kagum pada orang yang salah benar kata orang, jangan suka menilai orang dari penampilan luarnya. Ckckck kalau di lihat-lihat dia seperti seorang lelaki yang baik-baik tapi sepertinya otaknya agak sedikit bergeser, mana mungkin penyakitku bisa sebuh hanya karna aku jatuh cinta padanya.

“Aku bukan tuhan, aku Jung Yong Hwa” lagi, ia tersenyum lagi.

“Aiiissshh, terserah apa katamu”

Aah aku rasa dia benar-benar gila, lebih baik aku kembali ke rumah sakit aku yakin saat ini dokter Lee tengah sibuk mencariku karna lagi-lagi aku kabur dari rumah sakit.

“Heii kau mau kemana? Aku ikuut”

“Jangan ikuti aku”

“Yaa!! Tadi kau bersifat sangat manis di depanku kenapa sekarang kau jadi marah-marah? Jangan berlari nanti kau bisa pingsan”

~~~~~~

“Aaa kepalaku pusing sekali” aku terbangun dari tidurku

“Kenapa aku di rumah sakit? Seingatku aku berada di festival dan laki-laki itu,.. aah benaaar aku pasti tadi hanya bermimpi”

“Kau tidak bermimpi, ini nyata nona Seo”

“Ahh kau mengagetkanku, kenapa kau bisa ada di sini? Dan darimana kau tahu namaku? Jadi pertemuanku denganmu di pinggir sungai itu nyata”

“Aiissshh, kau cerewet sekali Seo Juhyun. Oke aku jawab satu persatu pertannyaanmu. Jelas nyata, kalau itu mimpi mana mungkin aku berada di hadapanmu sekarang, aku di sini karena kau tadi pingsan dan aku yang membawamu kesini, kan aku sudah bilang jangan berlari kau tidak mendengarkanku sih, dan mengapa aku tau namamu? Ini tertulis di sini” ia menunjuk papan nama pasien di ranjangku

“Ooh jadi itu benar-benar bukan mimpiku saja” jawab ku sedikit berpikir

Jujur aku masih bingung dengan semua ini, aku baru mengenalnya tadi tapi kenapa aku merasa nyaman saat berada di dekatnya. Dan dia tidak merasa aneh dengan suaraku, sepertinya ia tulus.

“Kau banyak melamun rupanya, sudahlah kau tidak usah memikirkan seorang Jung Yong Hwa yang tampan ini, kau cukup memikirkan tawaranku tadi, kalau kau mencintaiku aku yakin kau akan sembuh, kekekeke”

“Aiiisshh kau banyank membual, jangan harap!!! Kau pikir aku percaya?”

“Hahaha, ya sudah sekarang kau lanjutkan tidurmu nona Seo” ia mulai mendekat ke arahku dengan senyuman yang aku tak tahu maksud dari senyumannya itu, semakin dekat.

“Heei apa yang akan kau lakukan padaku?” aku mulai takut melihat tingkahnya tanganku bersiap menekan tombol emergency di sampingku tapi tiba-tiba ia menahannya, “Eottokhae? Apa yang akan dia lakukan padaku?”

“Tidak usah takut, aku hanya akan melakukan ini” ia mengusap pelan puncak kepalaku. Lagi, aku merasakan kenyamanan di setiap sentuhannya. Aku takut tapi sentuhannya yang begitu nyaman menghilang kan rasa takutku.

“Gumawo” eeh kenapa aku berterima kasih?

“Kau sudah tidak takut lagi padaku?” ia tersenyum

“Molla, tapi karena suara dan sentuhanmu terasa nyaman aku mulai yakin kalau kau orang baik”

“Kalau begitu peluk aku sebagai ucapan terimakasihmu”

“Mwooo?” aku sukses di buat kaget oleh ucapannya

“Bercanda kok, hehehe” ia kembali mengacak rambutku pelan

“Tidurlah, aku akan kembali besok malam”

“Kenapa harus malam?”

“Emm, karna aku tak menyukai sinar matahari” jawabnya asal, eem mungkin, atau mungkin dia memang tak begitu menyukai matahari di musim panas seperti sekarang ini. Atau mungkin dia vampire? Eeeiiisshh apa yang aku pikirkan, mana ada vampire di jaman secanggih ini.

“Aneeh” jawabku, kulihat ia keluar dengan meloncati jendela kamar ku.

“Yaaa!!! Kenapa lewat sana” aku langsung melihat ke luar jendela untuk memastikan ia tidak apa-apa

“Gwenchana” teriaknya menoleh ke arahku dan melambaikan tangannya

“Aiissh orang itu benar-benar aneh”gumamku, tapi aku senang, sangat senang ini pertama kalinya aku mulai merasa memiliki sahabat sejak 12tahun terakhir, ia benar-benar tulus rupanya, baiklah aku tungu kau besok malam tuan ehh,.. aah tuan Jung. Benar tadi dia bilang namanya Jung Yong Hwa.

~~~~~~

Matahari sudah hampir tenggelam dan malam akan segera tiba, “aaah aku sudah tidak sabar lagi menunggu malam tiba” eh kenapa aku antusias sekali ya menunggu malam, semenjak aku bertemu dengannya aku jadi terpikir terus tentangnya, rasanya bahagia saja bisa mendapatkan teman yang selama 12 tahun ini tidak ku miliki. Tapi anehnya, aku selalu terpikir tentang ucapannya yang katanya “aku akan sembuh bila aku jatuh cinta padanya” jatuh cinta?? Kalimat itu selalu terngiang di kepala ku.

Tok tok tok!!

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku, ku pikir itu “dia” tapi aku salah ternyata yang datang adalah dokter Lee JongHyun, dokter muda dan tampan yang beberapa bulan ini telah merawatku sejak kepidahanku kemari.

“Annyeong Hyun~ah,.?”

“Eoh, annyeong Oppa” aku memanggilnya Oppa karena dia yang meminta, dia bilang aku mengingatkannya pada adikya yang telah tiada. Kami juga sudah sangat dekat, walaupun kami baru kenal beberapa bulan ini.

“Kenapa raut wajahmu kecewa seperti itu? Apa kau mengharapkan orang lain yang datang? Nugu? Orang tua mu kan belum pulang dari USA”

“Aniyo, aku tidak mengharapkan siapa-siapa”

“Ahh kalu begitu kau tengah merencanakan bagaimana caranya untuk kabur? Iyakan? Malam ini kau tidak perlu repot-repot untuk kabur, karena Oppa mengizinkanmu untuk pergi ke pestival itu”

“Jongmal? Gumawoyo Oppa, eh tapi tumben aku di perbolehkan keluar? Wae geurae?”

“Karena keadaanmu mulia membaik Hyun. ini aneh, saat aku mengecek keadaanmu saat kau tidur semalam tidurmu terlihat sangat nyenyak dan nyaman, akhirnya ku putuskan untuk memeriksa keadaanmu, dan Binggo hasil tes menunjukkan bahwa keadaanmu mulai membaik, apa kau tidak meraskan perkembangannya?”

“Entahlah, tapi semenjak aku bertemu dengan Jung Yong Hwa kemarin aku merasa senang, dan aku merasakan ketenangan saat berada di dekatnya”

“Jung Yong Hwa? Siapa dia?”

“Itu loh lelaki yang mengantar ku saat aku pingsan kemarin malam”

“Kemari malam? Oppa bahkan tidak melihat siapa-siapa memasuki kamarmu, saat Oppa ke kamarmu kau sudah tidak ada di kamar, jadi Oppa mencarimu di festival tapi Oppa tidak dapat menemukanmu dan saat Oppa kembali ke rumah sakit Oppa lihat kau sedang tertidur, ah mungkin saat Oppa sedang mencarimu dia mengantarkanmu dan pulang”

“Mungkin, jadi aku benar-benar boleh pergi keluar malam ini?”

“Tentu”

“Kalau begitu bisakah Oppa memberiku baju yang indah?” pintaku padanya sambil sedikit mengeluarkan Agyo ku, aku yakin dia tidak akan menolak jika aku sudah berAgyo kekeke, yah bagaimanapun aku ingin terlihat cantik di depannya nanti malam.

“Aiissh kau ini, aku ini dokter bukan perancang busana, tapi baiklah nanti Oppa suruh suster Yoo mengatarkannya padamu”

“Gumawoyo Oppa, you’re the best J”

~~~~~~~

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 KST matahari sudah tak menampakkan dirinya lagi, tapi kenapa ia belum juga datang?. Aissh kau bodoh Seo Ju Hyun, bisa-bisanya kau mempercayai orang yang baru pertama kali kau temui, kemarin malam pasti ia hanya membual akan datang lagi malam ini, sudahlah tak usah kau pikirkan kan sudah biasa seperti ini, baiklah ku tarik lagi kata-kata ku yang mengatakan kau itu tulus.

Aku memutuskan untuk membaca saja, jujur aku kecewa aku sangat mengharapkan dia akan benar-benar datang malam ini. Tiba-tiba indra pendengaranku mendengar suara seseorang membuka jendela kamar inapku, sontak ku alihkan pandanganku ke arah jendela dan ternyata itu adalah Dia, Dia yang aku tunggu. Seketika gejolak emosi dan kekesalan yang aku rasakan berubah menjadi kebahagiaan.

“Kau menunggu ku?”

“Aa aniyeo, aku tidak menunggu siap-siapa!” jawabku gugup

“Hei ayolah tidak usah berbohong, aku tau kau menungguku, saat kau melihatku air mukamu yang kusut itu tiba-tiba berubah menjadi gembira”

“Tidaak, aku benar-benar tidak sedang menunggumu. Aku hanya kaget saja, kenapa kau datang dari jendela? Dan kemarin juga kau pulang lewat jendela”

“Tidak ada alasan lain, karena lebih cepat saja. Apa yang kau baca?”

“Buku”

“Aku tau itu buku, tapi itu buku apa?” dia mengambil buku yang ada di tanganku dengan cepat.

“Buku puisi klasik? Aissh kau seperti nenek-nenek saja membaca buku puisi klasik sepertini ini”

“Habisnya aku gak ada kerjaan”

“Emm kalau begitu, kajja ikut aku”

“kemana?”

“ke festival”

“Shirro, aku tidak mau, di festival itu ada banyak hal yang tidak aku miliki sejak aku mengendap penyakit ini, teman-teman sekolah, pasangan, mereka semua saling bercanda dan terlihat sangat bahagia. Itu membuatku sangat iri melihatnya”

“Gwenchana, sekarang ada aku, kau tidak sendiri lagi. Aku jamin kau juga akan mendapatkan kebahagiaan yang kau irikan itu Seo”

Aku tertegun dengan ucapannya, jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Bagaimana bisa sebuah kata yang sesederhana itu bisa membuat jantungku berdegup kencang seperti ini. Apa mungkin aku,..

“Hei kau melamun lagi, palliwa!!” ku lihat dia sudah berdiri di luar jendela kamar inapku.

“Tunggu, kenapa lewat jendela lagi?”

“Sudah ku bilang ini lebih cepat, gwenchana cepat lompat aku akan menangkapmu”

Aku sedikit ragu untuk keluar melewati jendela, tapi ia mengatakan tidak apa-apa, dan anehnya aku menuruti apa katanya.

~~~~~~

Dan disinilah kami di tengah keramaian orang-orang yang tengah berlalu lalang meramaikan festival. “Bahagia” inilah yang aku rasakan sekarang, aku seperti menemukan kebahagiaan yang telah lama hilang. Akhirnya aku tidak sendiri lagi mengujungi festival ini, walaupun beberapa orang menatapku aneh saat aku berbicara, aku tidak peduli. aku tidak memerlukan banyak orang yang bisa menerima ku cukup satu orang ini saja, orang yang sekarang berada di sampingku.

“Tunggu!” sontak aku behenti berjalan dan menoleh ke arahnya

“Ada Apa?” tanyaku sakratis

“Aku baru sadar kalau kau mengenakan pakaian yang begitu indah seperti ini, dan Waaw kau terlihat begitu cantik malam ini!”

“Aiissh, kau mulai membual lagi, baju ini di berikan oleh dokter Lee, dan aku di perbolehkan untuk keluar malam ini tanpa perlu repot-repot memikirkan caranya kabur, katanya ini hadiah karena kesehatanku sudah mulai membaik, dan ku sadari sepertinya suaraku tidak seburuk sebelumnya yah walaupun masih bisa di katakana suaraku masih mirip robot”

“Emm, kalau begitu artinya kau mulai jatuh cinta padaku, kekekeke”

“Mwo? Jatuh Cinta? Mustahil!!! Kalaupun aku jatuh cinta bukan kamu orangnya” cibir ku, dan Aku langsung berlari menuju kedai ice crem di depan, berusaha menghindarinya karena,.. yah jantungkku berdebar lagi, jangan-jangan aku benar-benar jatuh cinta padanya.

“Yonghwa~ya kau mau Ice cream?” teriakku saat aku tiba di kedai ice cream

“Tidak, kau saja. Cepatlah, dan kembali ke sini di sana terlalu terang aku tidak suka”

“Eoh” aneh, kenapa dia tidak menyukai tempat terang

“Aggashi kau mau ice cream rasa apa?” ajushi penjual ice cream menyadarkan ku dari lamunanku

“Aku mau rasa strawberry” jawabku cepat dan aku kembali memperhatikan Yonghwa

“Aggashi ini ice creammu, aggashi?”

“Ah ne ajushi, gumawo ini uangnya”

“Tunggu kembaliannya, kau melihat siapa aggashi, dan tadi kau bicara dengan siapa?” ajushi pelayan ice cream bertanya padaku sembari menghitung kembalian uangku.

“Ah itu temanku, dia bilang dia tidak menyukai tempat terang jadi dia menunggu di sana”

“Tapi aku tidak melihat siapa-siapa di sana, ah ini kembaliannya”

“Eoh, gumawo Ajushi” aku mengambil kembalianku dan berjalan menuju arah Yonghwa berdiri menungguku, aku sedikit memikirkan ucapan Ajushi tadi, dia bilang dia tidak melihat siapa-siapa. Ah mungkin ajushi tadi matanya sedikit rabun jadi ia tidak melihat Yonghwa.

“Kau lama sekali sih”

“Ah mian, kau benar-benar tidak mau ice cream? Enak loh manis dan asam” aku menjilat ice creamku dan tiba-tiba ia ikut menjilat ice creamku hingga akhirnya bibir kami bertemu dan ia mengecup pelan bibirku, mataku sontak membulat, aku benar-benar terkejut karnah ulahnya,

“Emm benar-benar manis” ucapnya, ia bertingkah biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa antara kami

Wah bisa-bisanya ia bersikap biasa saja setelah merebut ciuman pertamaku, tapi kenapa dengan jantungku, kenapa ia berdetak sangat cepat? dan wajahku, kenapa rasanya panas sekali? Oh God kali ini aku mengakui kalau aku telah jatuh cinta padanya.

“Wah neomu kyoppta, wajahmu memerah Seohyun~ah, kekekeke” ucapan dan tawanya menyadarkanku dari pikiran panjangku, sontak aku langsung memegangi pipiku, dan ia semakin tertawa melihat tingkahku.

***

Setelah puas mengelilingi festival dan haripun semakin malam, ia mengantar ku kembali ke rumah sakit, yah seperti sebelumnya ia lagi-lagi lewat jendela, dasar namja aneh.

“Jalja, selamat tidur nona Seo, sampai bertemu besok”

“Ne jalja, terimakasih telah menemaniku malam ini Yong”

“Geure, selamat tidur” ia mengecup pelan puncak kepalaku dan berbegas pergi

Senang sekali rasanya, aku tidak sabar menunggu hari esok, pasti akan lebih menyenangkan lagi. Terima kasih untukmu yang telah memberi warna baru dalam hidupku.

~~~~~~

Hari ini orang tuaku pulang dari USA katanya dokter Lee ingin bicara dengan kedua orang tuaku, aku yakin yang ingin di bicarakan Oppa tidak lain tentang penyakitku yang tidak bisa di sembuhkan ini. Yah walaupun aku tidak bisa bisa sembuh lagi tidak masalah setidaknya akhir-akhir ini hidupku lebih bermakna, dan satu hal yang sangat aku syukuri adalah aku bisa merasakan yang namanya jatuh cinta, walaupun mungkin cintaku ini hanya bertepuk sebelah tangan, karena aku tidak begitu yakin dia juga memiliki perasaan yang sama denganku.

“Hyun~ah” suara yang sangat ku kenali itu memanggil namaku

“Eomma!!” teriakku, eomma langsung berjalan ke arahku dan memelukku.

“Eomma, kenapa kau menangis?” eomma memelukku erat dan menangis, aku tau ini pasti karena penyakitku, tapi aku tetap bertanya padanya.

“Hyun~ah, dokter Lee bilang beberapa hari lagi kau bisa pulang nak, hasil dari pemeriksaan kemarin sangat baik dan suara mu juga sudah mulai berubah, Appa dan eomma sangat senang mendengarnya, keajaiban itu nyata adanya” ucapan appa membuatku meneteskan air mata, kali ini bukan air mata kesedihan yang biasa ku keluarkan tetapi air mata kebahagiaan, sungguh aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi padaku bahkan berharap pun aku tak pernah.

***

Ayo cepatlah malam datang, aku sudah tidak sabar untuk memberi tahu Yonghwa bahwa penyakitku bisa di sembuhkan.

Aku terus saja melihat jam yang tergantung di dinding kamar inapku, sudah pukul 18.30 KST, kenapa waktu lama sekali berputar sih jeball cepatlah, sungguh aku benar-benar tidak sabar lagi. Waktu terus berlalu sekarang sudah menunjukkan pukul 20.00 KST tapi dia tak juga datang.

“Biasanya dia sudah datang, apa terjadi sesuatu ya?”

“Sampai besok ya, dia bilang begitu kan?” sekelebat pikiran aneh menghantui ku

“Aaaaahh, aku sudah tidak sabar!! Aku tidak bisa diam menunggu, aku akan mencarinya!!”

Karena dia tak juga datang, akhirnya aku memutuskan untuk mencarinya. Sebenarnya aku tidak tahu harus mencarinya kemana, tapi aku tetap berlari melangkahkan kakiku, akhirnya aku memutuskan mencarinya di tempat pertama sekali kami bertemu, di bawah pohon pavoritku di dekat sungai Namdaechon.

“Kenapa aku tidak merasa sesak ya?”

“Sejak kapan aku menjadi sesehat ini?” aku baru menyadari bahwa sepertinya sudah banyak perubahan pada diriku, bahkan aku tidak merasa sesak saat aku berlari seperti ini.

Aku akhirnya sampai di tempat dimana aku pertama sekali bertemu dengannya tapi tak ku temukan sosok dirinya.

“Yonghwa!!!”

“Jung Yonghwa??, apa kau ada di sini?” aku terus memanggil namanya siapa tau ia berada di sekitar sini dan mendengar teriakanku.

Samar-samar ku dengar suara anak kecil bersama teman-temannya, entah kenapa aku mengikuti kemana asal suara itu hingga akhirnya aku melihat tigga anak laki-laki berlari karena di panggil salah satu temannya.

“Teman-teman di sebelah sini ada kunang-kunang loh, cepat sini” aku tersenyum mendengarnya, sepertinya mereka juga menyukai kunang-kunang dan ku putuskan mengikuti mereka.

“Heii apa yang kalian lakukan, hentikan!!” teriakku saat ku liahat beberapa anak tadi tengah menyinari kunang-kunang

“Jangan menyinari kunang-kunang seperti itu, cahaya kunang-kunang itu berguna untuk kunang-kunang menemukan pasangannya masing-masing, kalau kalian menyinarinya seperti itu kunang-kunang tersebut bisa kebingungan” eh sepertinya dulu juga pernah ada kejadian seperti ini, ah benar saat itu usia ku masih 10 tahun.

Flash Back

“Jangan menyinari kunang-kunang seperti itu!!”

“Apaan sih, dasar suara robot”

Aku berkelahi melawan anak laki-laki, dan hebatnya aku menang.

“Kunang-kunang, kamu tidak apa-apa kan?, untunglah”

Flas back end

“Akhirnya kau mengingatnya juga Seo” suara siapa itu, aku lantas menoleh ke belakang dan ternyata itu Yonghwa.

“Aku datang untuk menemuimu Seo”

“Yonghwa, ada apa dengan suara mu?” kenapa suaranya menjadi seperti suaraku dulu?

“Yonghwa kamu kenapa?” ia menarikku ke dalam pelukkannya

“Yonghwa?” aku terus saja memanggil namanya ia tidak menjawab tapi pelukkannya semakin terasa kencang, ada apa sebenarnya?.

Akhinya ia melepaskan pelukannya, dan ia menyuruhku untuk duduk di sebelahnya, aku mengikutinya, aku terus saja menatap wajahnya berharap ia bisa menjelaskan sesuatu kepadaku, ia lalu menoleh ke arahku dan lagi-lagi tersenyum seperti tidak ada yang terjadi padanya.

“Yonghwa ada apa denganmu?” aku mulai biacara karena ia hanya diam dan tidak memulai pembicaraan.

“Seo, kau ingat kunang-kunang yang kau selamatkan saat usiamu masih 10 tahun?, itu adalah aku. Sudah lama aku menunggumu Seo, ku fikir kau tidak akan kembali lagi ke sini, tapi beberapa hari yang lalu aku melihatmu lagi”

“Apa maksudmu Yong?” apa maksud dari ucapannya mana mungkin ia adalah kunang-kunang yang aku selamatkan beberapa tahun yang lalu, itu mustahil.

“Kunang-kunang, aku adalah kunang-kunang Seo, biasanya kunang-kunang yang hampir mati, memiliki kekuatan untuk bisa hidup sampai dengan umur yang panjang, itulah aku, dan aku datang untuk menemuimu, orang-orang tidak bisa melihatku, hanya kau yang bisa melihatku”

“Jadi orang-orang di festival menatapku aneh karena terlihat aku seperti bicara sendiri, tapi kenapa kau ingin menemuiku?” sunggu aku merasa aneh dan bingung, bagaimana bisa kunang-kuna bisa berubah wujud menjadi laki-laki tampan seperti dia, itu tidak masuk akal.

“Saat kau menyelamatkanku dari kematianku, aku mulai berfikir, aku telah selamat dari kematian dan aku akan hidup lama, aku tidak bisa mengakhiri hidupku. Aku berharap suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengamu dan menyentuhmu”

“Menyentuhmu” apa maksudnya, aku benar-benar bingung, apa kah ini mimpi?, apakah ini sebuah kebohongan?, apa sebenarnya ini?. Pikiranku kalut begitu banyak pertannyaan yang tidak bisa aku jawab, aku mengingat-ingat kejadian saat aku pertama kali bertemu dengannya dia mengatakan “jika kau jatuh cinta padanku pasti penyakitmu akan sembuh” itu yang ia katakan dan setiap kali dia menyentuhku aku merasa nyaman dan tenang, dan sekarang suaranya sama seperti suaraku dulu.

“Yonghwa, apa ini maksudnya kamu menggantikanku?, setiap kau menyentuhku penyakitku pindah padamu?, begitu?, jelaskan padaku yYng” aku mulai menangkap maksud dari setiap ucapnnya

“Heemm” iya mengangguk dan menarikku ke dalam pelukannya lagi.

“Itu artinya kau mengorbankan nyawamu?” aku mulai terisak, ini kah maksud dari ucapannya selama ini.

“Hentikan Yong, jangan sentuh aku lagi” aku meronta dari pelukkannya, aku tidak ingin ia pergi, tapi pelukannya begitu kuat hingga aku tak bisa lepas dari pelukannya.

“Kumohon hentikan Yong, jebal!!”

“Tidak bisa Seo, setiap aku menyentuhmu, aku merasa bahagia, tolong jangan hentikan aku”

pelukannya mulai melonggar dan kini sebelah tangannya menyentuh daguku dan mulai melumat bibirku. Terus, tanpa henti ia melumat bibirku, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi air mataku terus saja mengalir, “Yonghwa, Yonghwa, Yonghwa” aku terus memanggil namanya dalam hatiku aku ingin mengatakan padanya bahwa aku mencintainya tapi ia tak melepaskan ciumannya walau hanya sedetik, dalam hatiku terus meneriakkan kalau aku mencintainya berharap ia bisa mendengarnya, sakit, hatiku terasa amat sakit. Perlahan ciumannya berhenti hingga tak kurasakan lagi sentuhan bibir lembutnya. Saat aku membuka mataku ku lihat tak ada lagi dia di hadapanku hanya seekor kunang-kunang tak bernyawa tergeletak di atas pahaku, kau kah itu yong..??

~~~~~~~

Musim panas sudah berakhir, cinta pertama yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata telah pergi, terimakasih untukmu Yong, kau yang telah mengajariku apa itu cinta!

9 thoughts on “You,..

  1. Bagus ceritanya saeng , tpi endingnya sedih bangettt ! Jgn prnh bosan bkin ff yongseo yah , eonni mendukungmu ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s